Modul AjarPertemuan 6Bab 1Fase ASemester 1

Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 1: Merangkai dan Membaca Suku Kata 'ba-', 'bu-', dan 'be-'

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas 1 dengan topik "Merangkai dan Membaca Suku Kata 'ba-', 'bu-', dan 'be-'". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 1: Merangkai dan Membaca Suku Kata 'ba-', 'bu-', dan 'be-'

Bahasa Indonesia - Kelas 1

Bab 1 - Pertemuan 6

MODUL AJAR

Bahasa Indonesia — Kelas 1 (Fase A)

Topik: Merangkai dan Membaca Suku Kata 'ba-', 'bu-', dan 'be-'

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranBahasa Indonesia
Fase / KelasFase A / Kelas 1
TopikMerangkai dan Membaca Suku Kata 'ba-', 'bu-', dan 'be-'
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Melalui latihan menggunakan kartu huruf dan kartu suku kata, murid dapat merangkai bunyi huruf 'b' dengan huruf vokal 'a', 'u', dan 'e' menjadi suku kata 'ba-', 'bu-', dan 'be-' dengan tepat.
  2. Melalui kegiatan membaca kartu kata binatang bersama guru, murid dapat membaca kata-kata yang diawali suku kata 'ba-', 'bu-', dan 'be-' seperti 'bebek' dan 'buaya' dengan fasih.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Kalau huruf 'b' bertemu huruf 'a', kira-kira bunyinya jadi apa ya?
  2. Binatang apa saja yang namanya dimulai dengan bunyi 'ba', 'bu', atau 'be'?
  3. Sudah pernah melihat kata 'bebek' atau 'buaya'? Menurutmu huruf apa yang ada di depannya?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru mengucapkan salam dan mengajak murid berdoa bersama sebelum belajar.
  • Guru menanyakan kabar dan mengecek kehadiran murid.
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik: menunjukkan kartu huruf 'b', 'a', 'u', dan 'e' satu per satu, lalu meminta beberapa murid menyebutkan nama huruf tersebut untuk mengetahui titik awal pengetahuan mereka.
  • Guru menyampaikan pertanyaan pemantik: 'Kalau huruf b bertemu huruf a, kira-kira bunyinya jadi apa?' untuk memancing rasa ingin tahu murid.
  • Guru menjelaskan secara singkat kegiatan hari ini: berlatih merangkai huruf menjadi suku kata dan membaca kartu kata binatang.
  • Guru memastikan murid duduk dengan posisi tegak dan nyaman sebelum kegiatan dimulai.

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Menggembirakan):

  • Guru menempel kartu huruf 'b' besar di papan tulis. Guru meminta murid bersama-sama menyebutkan bunyinya: 'buh'.
  • Guru menempel kartu huruf 'a' di sebelah kanan kartu 'b', lalu memperagakan cara merangkai: 'buh' + 'a' = 'ba'. Murid menirukan bersama-sama.
  • Guru mengulang proses yang sama untuk 'b' + 'u' = 'bu' dan 'b' + 'e' = 'be', disertai gestur tangan (kedua tangan dipertemukan saat menyatukan bunyi huruf).
  • Guru membacakan suku kata 'ba-', 'bu-', 'be-' secara berulang dengan ritme dan intonasi yang menarik, murid mengikuti secara koral.
  • Guru menampilkan gambar binatang (bebek, buaya, burung, beruang) satu per satu dan menanyakan: 'Siapa yang kenal binatang ini? Apa namanya?'

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan, Berkesadaran):

  • Guru membagikan kartu huruf ('b', 'a', 'u', 'e') kepada setiap murid atau pasangan.
  • Guru menyebut sebuah suku kata (misalnya 'ba'), murid merangkai kartu huruf yang sesuai di meja masing-masing, kemudian mengangkat kartu hasil rangkaiannya.
  • Guru melakukan hal yang sama untuk 'bu' dan 'be'. Guru berkeliling mengamati dan memberikan umpan balik langsung kepada murid yang merangkai kurang tepat.
  • Guru menempel kartu kata binatang di papan (buku, balok, buaya, baju, benang, bebek). Guru membaca kartu kata pertama ('buaya') dengan perlahan, menekankan suku kata awal 'bu-'.
  • Murid diminta mengikuti guru membaca setiap kartu kata secara koral, kemudian bergantian secara berpasangan saling membacakan kartu kata.
  • Guru meminta beberapa sukarelawan murid maju ke depan, memilih satu kartu kata, lalu membacanya di hadapan teman-temannya.
  • Guru mengajak murid menyebutkan kata lain yang mereka kenal yang diawali suku kata 'ba-', 'bu-', atau 'be-'. Tanggapan murid dituliskan guru di papan tulis.

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru meminta murid menutup mata sejenak dan mengingat kembali suku kata apa saja yang sudah mereka pelajari hari ini.
  • Guru mengajukan pertanyaan lisan: 'Suku kata apa saja yang tadi kita rangkai? Binatang apa saja yang kita baca tadi?'
  • Murid secara bergantian menjawab secara lisan. Guru memberikan penguatan positif atas setiap jawaban.
  • Guru mengajak murid membandingkan: 'Apakah membaca kata 'bebek' terasa lebih mudah sekarang dibanding tadi sebelum belajar? Mengapa?'
  • Murid menunjukkan 'jempol naik' jika sudah merasa bisa membaca suku kata 'ba-', 'bu-', 'be-', atau 'jempol ke tengah' jika masih perlu latihan lagi — sebagai asesmen diri sederhana.

Penutup:

  • Guru mengadakan asesmen akhir sumatif: menunjukkan kartu kata satu per satu (bebek, buaya, buku, baju, balok, benang), murid diminta membaca secara individual atau bergantian.
  • Guru mencatat hasil pembacaan tiap murid pada lembar observasi berdasarkan rubrik penilaian (Mulai Berkembang / Sedang Berkembang / Berkembang Sesuai Harapan / Sangat Berkembang).
  • Guru memberikan apresiasi kepada seluruh murid atas usaha dan keberanian belajar hari ini.
  • Guru menyampaikan pesan penutup: 'Kalian sudah hebat hari ini! Coba malam ini, temukan benda di rumah yang namanya mulai dari 'ba-', 'bu-', atau 'be-'.'
  • Guru menutup pembelajaran dengan doa bersama dan salam.

Diferensiasi:

  • Konten: Untuk murid yang belum mengenal bentuk huruf 'b', guru menyediakan kartu huruf bergambar (huruf 'b' disertai gambar bola) sebagai bantuan visual. Untuk murid yang sudah fasih, guru menyediakan kartu kata tambahan dengan suku kata 'ba-', 'bu-', 'be-' di posisi tengah kata (misalnya 'kuda' bukan — melainkan kata dengan suku kata b di posisi awal yang lebih kompleks seperti 'bunga', 'bayam').
  • Proses: Murid yang mengalami kesulitan merangkai kartu huruf dapat bekerja berpasangan dengan teman yang sudah mampu, atau mendapat bimbingan langsung dari guru dengan langkah lebih kecil (mengenal satu suku kata dulu sebelum lanjut ke berikutnya). Murid yang sudah cepat dapat langsung berlatih membaca mandiri dari kartu kata tanpa panduan guru.
  • Produk: Murid yang belum berkembang cukup menunjuk kartu suku kata yang disebutkan guru. Murid yang berkembang sesuai harapan membaca kartu kata secara mandiri. Murid yang sangat berkembang dapat menyebutkan kata-kata baru dari lingkungan sekitar yang diawali suku kata 'ba-', 'bu-', atau 'be-'.

ASESMEN

Awal:

  • Guru menunjukkan kartu huruf 'b', 'a', 'u', 'e' satu per satu dan meminta beberapa murid menyebutkan nama hurufnya — untuk mengidentifikasi apakah murid sudah mengenal keempat huruf tersebut sebelum pembelajaran dimulai.
  • Guru mengajukan pertanyaan lisan: 'Siapa yang sudah tahu apa itu suku kata?' untuk mengetahui pengetahuan awal murid tentang konsep suku kata.

Proses:

  • Observasi keaktifan dan ketepatan saat murid merangkai kartu huruf menjadi suku kata 'ba-', 'bu-', 'be-' secara mandiri maupun berpasangan.
  • Guru mencatat nama murid yang belum dapat merangkai dengan tepat pada lembar catatan anekdot untuk tindak lanjut.
  • Pemantauan saat pembacaan kartu kata secara koral, berpasangan, dan individual sukarela — guru memperhatikan kelancaraan, intonasi, dan kepercayaan diri murid.

Akhir:

  • Murid membaca 6 kartu kata (bebek, buaya, buku, baju, balok, benang) secara bergantian di hadapan guru.
  • Guru mencatat tingkat ketercapaian tiap murid menggunakan rubrik 4 level: Mulai Berkembang, Sedang Berkembang, Berkembang Sesuai Harapan, Sangat Berkembang.
  • Data hasil asesmen sumatif ini digunakan untuk menentukan tindak lanjut pembelajaran (remediasi atau pengayaan) pada pertemuan berikutnya.

Formatif:

  • Observasi langsung saat murid merangkai kartu huruf menjadi suku kata — guru mencatat siapa yang tepat dan siapa yang memerlukan bantuan.
  • Teknik 'angkat kartu': murid mengangkat kartu rangkaian suku kata setelah guru menyebut suku kata tertentu, guru dapat langsung melihat ketepatan seluruh kelas.
  • Tanya jawab lisan saat kegiatan membaca kartu kata berpasangan dan saat sesi menyebutkan kata tambahan.
  • Asesmen diri 'jempol' di akhir tahap Merefleksi sebagai indikator kepercayaan diri murid.

Sumatif:

  • Membaca kartu kata individual di akhir pertemuan: guru menunjukkan 6 kartu kata (bebek, buaya, buku, baju, balok, benang) satu per satu, murid membaca secara mandiri.
  • Hasil dicatat pada lembar observasi menggunakan rubrik 4 level sesuai Tabel Rubrik Penilaian Sumatif Membaca Suku Kata dari buku guru.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Merangkai suku kata 'ba-', 'bu-', 'be-' dari kartu hurufDengan bimbingan penuh, murid belum dapat merangkai kartu huruf 'b' dengan vokal mana pun menjadi suku kata yang tepat.Dengan bimbingan, murid dapat mengenali salah satu dari bentuk dan bunyi huruf 'b', 'a', 'u', atau 'e', dan mulai mencoba merangkai dengan bantuan guru.Murid dapat merangkai kartu huruf 'b' dengan huruf vokal 'a', 'u', dan 'e' menjadi suku kata 'ba-', 'bu-', dan 'be-' dengan tepat secara mandiri.Murid dapat merangkai suku kata 'ba-', 'bu-', 'be-' dengan cepat dan tepat, serta dapat menjelaskan cara merangkainya kepada teman.
Membaca kata-kata yang diawali suku kata 'ba-', 'bu-', 'be-'Dengan bimbingan penuh, murid belum dapat membaca satu pun kartu kata yang diawali suku kata 'ba-', 'bu-', atau 'be-'.Dengan bimbingan, murid dapat mengenali bentuk dan bunyi huruf 'b', 'a', 'u', 'e' pada kartu kata, namun belum dapat membaca kata secara utuh.Murid dapat mengenali dan membaca suku kata 'ba-', 'bu-', dan 'be-' dalam kata secara mandiri (misalnya membaca 'be-bek', 'bu-a-ya').Murid dapat membaca kata-kata yang mengandung suku kata 'ba-', 'bu-', 'be-' dengan lancar dan fasih, serta dapat menyebutkan kata lain yang diawali suku kata tersebut dari pengalamannya sehari-hari.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah seluruh murid berhasil merangkai ketiga suku kata ('ba-', 'bu-', 'be-') dengan tepat? Murid mana yang masih perlu bimbingan tambahan?
  • Apakah urutan kegiatan (Memahami → Mengaplikasi → Merefleksi) berjalan lancar dan sesuai alokasi waktu? Bagian mana yang perlu disesuaikan?
  • Apakah media kartu huruf dan kartu kata cukup efektif untuk usia kelas 1? Perlu modifikasi apa pada pertemuan berikutnya?
  • Bagaimana respons murid terhadap kegiatan hari ini? Apakah mereka tampak antusias dan merasa aman untuk mencoba?

Refleksi Murid:

  • Suku kata apa saja yang sudah kamu pelajari hari ini? Bisakah kamu menyebutkannya?
  • Kata binatang apa yang paling mudah kamu baca hari ini? Mengapa?
  • Apakah ada bagian yang masih terasa sulit? Bagian mana itu?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa Bahasa Indonesia: Aku Bisa! untuk SD/MI Kelas I (Edisi Revisi), halaman 21–22
  2. Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia: Aku Bisa! untuk SD/MI Kelas I (Edisi Revisi), Bab 1 Bunyi Apa? halaman 47 dan 61
  3. Kartu huruf (minimal huruf 'b', 'a', 'u', 'e') — satu set per murid atau per pasangan
  4. Kartu suku kata: 'ba-', 'bu-', 'be-'
  5. Kartu kata binatang: bebek, buaya, burung, beruang (disertai gambar di satu sisi)
  6. Kartu kata benda: buku, balok, baju, benang (disertai gambar di satu sisi)
  7. Papan tulis atau papan tempel untuk memajang kartu huruf dan kartu kata
  8. Gambar binatang berwarna (bebek, buaya, burung, beruang) untuk stimulus visual

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.