Modul AjarPertemuan 2Bab 1Fase ASemester 1

Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 1: Menirukan dan Membedakan Bunyi di Lingkungan Sekitar

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas 1 dengan topik "Menirukan dan Membedakan Bunyi di Lingkungan Sekitar". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 1: Menirukan dan Membedakan Bunyi di Lingkungan Sekitar

Bahasa Indonesia - Kelas 1

Bab 1 - Pertemuan 2

MODUL AJAR

Bahasa Indonesia — Kelas 1 (Fase A)

Topik: Menirukan dan Membedakan Bunyi di Lingkungan Sekitar

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranBahasa Indonesia
Fase / KelasFase A / Kelas 1
TopikMenirukan dan Membedakan Bunyi di Lingkungan Sekitar
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Melalui kegiatan menyimak bunyi benda dan binatang di lingkungan sekitar yang diperdengarkan guru, murid dapat menirukan bunyi tersebut dengan tepat.
  2. Melalui diskusi kelas tentang bunyi yang didengar pada siang dan malam hari, murid dapat mengungkapkan pengalamannya mendengar bunyi di lingkungan rumah secara lisan dengan bantuan gambar.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Pernah tidak kalian mendengar bunyi yang aneh atau lucu di rumah? Bunyi apa itu?
  2. Kalau kalian menutup mata, kira-kira bunyi apa yang bisa kalian dengar sekarang di sekitar sekolah kita?
  3. Apakah bunyi-bunyi yang kalian dengar di siang hari sama dengan bunyi-bunyi di malam hari? Mengapa?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru mengucapkan salam dan mengajak murid berdoa bersama sebelum memulai pelajaran.
  • Guru mengecek kehadiran dan kesiapan belajar murid.
  • Asesmen awal (diagnostik): Guru meminta murid menutup mata selama 30 detik, lalu bertanya, 'Bunyi apa saja yang kalian dengar barusan?' Guru mencatat respons untuk mengetahui kepekaan awal murid terhadap bunyi di sekitarnya.
  • Guru menyampaikan pertanyaan pemantik secara lisan satu per satu dan memberi ruang murid untuk menjawab secara spontan.
  • Guru menjelaskan secara singkat bahwa hari ini kita akan bermain mendengar dan menirukan bunyi, lalu berbagi cerita tentang bunyi di rumah masing-masing.
  • Guru menyepakati aturan berbicara bersama: angkat tangan sebelum berbicara, dengarkan teman yang sedang bicara, dan tidak mengejek suara teman.

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru memperdengarkan rekaman atau menirukan langsung bunyi beberapa binatang (sapi: Muuu, anjing: Guk guk, kucing: Meong, ayam: Petok petok, ayam jantan: Kukuruyuk, tikus: Cit cit, anak ayam: Ciap ciap) satu per satu.
  • Setelah setiap bunyi diperdengarkan, guru meminta murid menebak binatang apa yang berbunyi, lalu guru menunjukkan gambar binatang tersebut dari Buku Siswa halaman 14–15 sebagai konfirmasi.
  • Guru menjelaskan bahwa bunyi binatang bisa berbeda dalam bahasa Indonesia dan bahasa daerah — murid boleh menyebut keduanya. Guru merespons dengan hangat bila ada murid yang menyebut bunyi dalam bahasa daerahnya.
  • Guru memperdengarkan bunyi benda di lingkungan sekitar (misalnya: bunyi bel, bunyi hujan, bunyi kendaraan) menggunakan rekaman audio atau onomatope lisan, lalu mengajak murid mengidentifikasi sumber bunyinya.
  • Guru membuka Buku Siswa halaman 15 bagian 'Berbicara' dan membacakan pertanyaan: 'Bunyi apa yang kalian dengar pada siang hari? Bunyi apa yang kalian dengar pada malam hari?' Guru memberi waktu murid berpikir sebentar sebelum menjawab.

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Guru mengajak seluruh kelas menirukan bunyi binatang secara bersama-sama: guru menyebut nama binatangnya, murid serentak menirukan bunyinya dengan ekspresif.
  • Guru membagi murid menjadi kelompok kecil (3–4 orang). Setiap kelompok mendapat 1 kartu gambar binatang atau benda. Satu murid menirukan bunyinya, kelompok lain menebak.
  • Guru menampilkan gambar-gambar suasana siang hari dan malam hari (dari Buku Siswa atau gambar tambahan). Murid diminta menunjuk gambar sambil menyebutkan bunyi apa yang bisa terdengar pada gambar tersebut secara lisan.
  • Guru mengajak diskusi kelas: 'Coba ceritakan, bunyi apa yang paling sering kalian dengar di rumah pada siang hari? Dan bunyi apa yang kalian dengar saat mau tidur malam?' Murid menjawab satu per satu dengan bantuan gambar yang sudah ditampilkan.
  • Guru menampilkan gambar suara keras dan suara pelan (sesuai Buku Siswa halaman 15). Murid diminta menunjuk gambar yang menunjukkan suara keras dan suara pelan, lalu menjelaskan alasannya secara lisan.

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru mengajak murid duduk melingkar. Guru bertanya: 'Dari semua bunyi yang kita tirukan tadi, bunyi mana yang paling mudah ditirukan? Bunyi mana yang paling sulit? Mengapa?'
  • Murid diminta bergiliran menyebutkan satu bunyi yang paling mereka ingat dari hari ini dan dari mana asalnya (binatang atau benda apa).
  • Guru mengajukan pertanyaan refleksi ringan: 'Apakah kalian pernah memperhatikan bunyi-bunyi di sekitar rumah sebelum pelajaran hari ini? Sekarang, setelah belajar ini, apa yang ingin kalian perhatikan lagi di rumah nanti?'
  • Murid diminta menggambar satu benda atau binatang yang bunyinya paling mereka sukai di selembar kertas (boleh di buku gambar atau buku tulis), sebagai bentuk ekspresi dan pengingat pengalaman belajar hari ini. Kegiatan ini tidak dinilai.
  • Guru memberi umpan balik positif atas partisipasi murid dan mengingatkan bahwa setiap bunyi yang kita dengar merupakan informasi yang berguna.

Penutup:

  • Guru bersama murid membuat kesimpulan bersama: lingkungan sekitar kita penuh dengan bunyi yang berbeda-beda, dan kita bisa mengenali sumbernya dengan mendengarkan secara seksama.
  • Guru menyampaikan asesmen akhir lisan: guru menunjuk beberapa murid secara acak untuk menyebutkan satu bunyi siang hari dan satu bunyi malam hari dari pengalaman mereka di rumah.
  • Guru memberikan apresiasi kepada seluruh murid atas keberanian berbicara dan kreativitas menirukan bunyi.
  • Guru menyampaikan pesan tindak lanjut: 'Malam nanti, coba perhatikan bunyi-bunyi yang kalian dengar di rumah. Besok kita bisa berbagi cerita lagi.'
  • Pembelajaran ditutup dengan berdoa bersama.

Diferensiasi:

  • Konten: Untuk murid yang belum familiar dengan bunyi binatang tertentu, guru menyediakan gambar binatang beserta teks onomatope di papan tulis atau kartu bergambar yang bisa dipegang murid sebagai pendukung visual.
  • Proses: Murid yang lebih cepat dapat diminta menirukan bunyi dan sekaligus menggambarkan cara binatang itu bergerak (misalnya menirukan cara bebek berjalan sambil berbunyi 'petok petok'). Murid yang membutuhkan lebih banyak waktu diberi pendampingan guru atau teman sebaya dan cukup menirukan bunyinya saja tanpa harus menjelaskan.
  • Produk: Murid yang sudah mampu dapat menceritakan pengalaman mendengar bunyi di rumah dalam 2–3 kalimat lisan. Murid yang masih berkembang cukup menyebutkan 1 bunyi siang dan 1 bunyi malam dengan bantuan gambar yang ditunjuk.

ASESMEN

Awal:

  • Murid menutup mata selama 30 detik, kemudian diminta menyebutkan bunyi apa saja yang mereka dengar. Guru menggunakan respons ini untuk mengukur kepekaan awal terhadap bunyi lingkungan dan mengetahui kosakata yang sudah dimiliki murid sebelum pembelajaran dimulai.

Proses:

  • Observasi selama tahap Memahami: apakah murid mampu mengidentifikasi sumber bunyi yang diperdengarkan guru dengan menunjuk gambar yang tepat.
  • Observasi selama tahap Mengaplikasi: apakah murid mampu menirukan bunyi dengan tepat dan berani berbicara di depan teman saat bermain tebak bunyi kelompok.
  • Pengamatan selama diskusi: apakah murid dapat menyebutkan bunyi siang/malam hari dari pengalamannya sendiri, meski hanya dengan satu kata atau frase singkat.

Akhir:

  • Asesmen lisan individual di penutup: guru menunjuk 4–6 murid secara acak dan meminta masing-masing menyebutkan satu bunyi siang hari dan satu bunyi malam hari dari pengalaman di rumah. Guru mencatat hasil pada lembar observasi sederhana (checklist 4 level).

Formatif:

  • Observasi partisipasi murid saat menirukan bunyi binatang dan benda secara klasikal maupun kelompok kecil.
  • Pengamatan kemampuan murid dalam menjawab pertanyaan lisan tentang bunyi siang dan malam hari dengan atau tanpa bantuan gambar.
  • Catatan anekdotal guru tentang ketepatan tiruan bunyi dan kelancaran berbicara murid selama diskusi kelas.

Sumatif:

  • Asesmen lisan akhir: murid menyebutkan minimal satu bunyi yang terdengar pada siang hari dan satu bunyi yang terdengar pada malam hari berdasarkan pengalaman pribadi di lingkungan rumah.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menirukan Bunyi (TP 1.1.2.1)Murid belum dapat menirukan bunyi binatang atau benda meskipun sudah dicontohkan guru berulang kali.Murid dapat menirukan bunyi binatang atau benda dengan dorongan dan contoh berulang dari guru, namun hasilnya belum tepat.Murid dapat menirukan bunyi binatang atau benda dengan cukup tepat setelah dicontohkan guru satu kali.Murid dapat menirukan bunyi binatang atau benda dengan tepat dan ekspresif, serta mampu membedakan bunyi satu binatang/benda dengan yang lain secara mandiri.
Mengungkapkan Pengalaman Bunyi Secara Lisan (TP 1.1.2.2)Murid belum dapat menyebutkan bunyi yang didengar di siang atau malam hari meskipun dengan bantuan gambar.Murid dapat menyebutkan satu bunyi (siang atau malam) dengan bantuan gambar dan dorongan pertanyaan dari guru.Murid dapat menyebutkan bunyi siang hari dan malam hari dari pengalamannya di rumah dengan bantuan gambar secara mandiri.Murid dapat menyebutkan beberapa bunyi siang dan malam hari dari pengalamannya, menjelaskan sumber bunyinya, dan mengungkapkan pendapat tentang bunyi yang disukai secara lisan dengan lancar.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah seluruh murid mendapat kesempatan untuk menirukan bunyi dan berbicara selama kegiatan berlangsung?
  • Apakah penggunaan gambar dari Buku Siswa cukup membantu murid dalam mengungkapkan pengalaman bunyi mereka secara lisan?
  • Apakah saya sudah merespons bunyi dalam bahasa daerah murid dengan positif dan menghubungkannya ke bahasa Indonesia?
  • Murid mana yang tampak kesulitan dan perlu pendampingan lebih lanjut pada pertemuan berikutnya?

Refleksi Murid:

  • Bunyi apa yang paling kamu suka dari yang kita pelajari hari ini?
  • Apakah kamu bisa menirukan bunyi binatang yang tadi kita latih? Bunyi binatang mana yang paling mudah ditirukan?
  • Bunyi apa yang akan kamu coba perhatikan di rumahmu malam nanti?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa Bahasa Indonesia: Aku Bisa! untuk SD/MI Kelas I (Edisi Revisi), halaman 14–16
  2. Panduan Guru Bahasa Indonesia: Aku Bisa! untuk SD/MI Kelas I (Edisi Revisi), halaman 45–58
  3. Rekaman audio bunyi binatang dan benda (dapat diunduh dari sumber terpercaya atau digunakan suara langsung dari guru)
  4. Kartu gambar binatang: sapi, anjing, kucing, ayam, ayam jantan, tikus, anak ayam
  5. Gambar suasana siang hari dan malam hari (dari Buku Siswa atau dicetak terpisah)
  6. Papan tulis dan spidol/kapur untuk menuliskan onomatope bunyi
  7. Kertas gambar atau buku tulis untuk kegiatan menggambar di tahap Merefleksi
  8. Lembar observasi/checklist asesmen guru

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.