Modul AjarPertemuan 11Bab 1Fase ASemester 1

Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 1: Menulis Nama Sendiri dan Membuat Kartu Nama

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas 1 dengan topik "Menulis Nama Sendiri dan Membuat Kartu Nama". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 1: Menulis Nama Sendiri dan Membuat Kartu Nama

Bahasa Indonesia - Kelas 1

Bab 1 - Pertemuan 11

MODUL AJAR

Bahasa Indonesia — Kelas 1 (Fase A)

Topik: Menulis Nama Sendiri dan Membuat Kartu Nama

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranBahasa Indonesia
Fase / KelasFase A / Kelas 1
TopikMenulis Nama Sendiri dan Membuat Kartu Nama
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Melalui kegiatan membuat kartu nama dengan bimbingan guru, murid dapat menulis namanya sendiri dengan tulisan tangan yang benar dan terbaca di atas kertas.
  2. Melalui kegiatan memperkenalkan diri menggunakan kartu nama yang telah dibuat, murid dapat memperkenalkan dirinya sendiri kepada teman secara lisan dengan kalimat sederhana dan santun.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Siapa yang tahu cara menulis namanya sendiri? Coba tunjukkan!
  2. Kalau bertemu orang baru, bagaimana caramu memperkenalkan diri?
  3. Apa yang akan kamu tuliskan di kartu namamu agar orang lain bisa mengenalmu?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru mengucapkan salam dan mengajak murid berdoa bersama sebelum memulai pembelajaran.
  • Guru menyapa murid dengan menyebut nama-nama mereka sambil menunjuk papan absen kelas. Tanyakan: 'Siapa yang namanya ada di sini?'
  • Asesmen awal: Guru meminta murid mencoba menulis nama mereka di udara dengan jari telunjuk, lalu bertanya apakah ada yang sudah bisa menulis namanya di kertas. Amati siapa yang sudah bisa dan siapa yang belum.
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini: 'Hari ini kita akan membuat kartu nama kita sendiri dan memperkenalkan diri kepada teman-teman.'
  • Guru memperlihatkan contoh kartu nama (milik tokoh 'Boni' dari buku siswa) sebagai pemantik motivasi. Tanyakan pertanyaan pemantik secara lisan kepada 2-3 murid.

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menunjukkan kartu nama contoh milik 'Boni' (dari buku siswa halaman 12) dan membacakan namanya bersama-sama: 'Halo, namaku Boni.'
  • Guru menunjukkan cara memegang pensil yang benar dan posisi duduk yang baik saat menulis. Murid menirukan cara memegang pensil sebelum menulis. (Berkesadaran: murid sadar posisi tubuh dan cara memegang alat tulis)
  • Guru menuliskan beberapa nama murid di papan tulis dengan huruf kapital di awal nama, lalu membacakannya bersama-sama. Murid diminta memperhatikan huruf-huruf penyusun nama mereka masing-masing.
  • Guru menjelaskan bahwa nama adalah identitas diri kita, sehingga penting ditulis dengan benar dan jelas agar orang lain dapat membacanya. (Bermakna: murid memahami fungsi nyata dari menulis nama)
  • Guru membagikan kartu nama kosong (kertas yang telah dipotong/disiapkan seukuran kartu nama) kepada setiap murid.

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid menulis nama mereka sendiri pada kartu nama yang telah dibagikan. Guru memberikan bimbingan aktif dengan berkeliling kelas, membantu murid yang kesulitan. (Diferensiasi: lihat bagian diferensiasi)
  • Setelah selesai menulis nama di sisi depan, murid membalik kartu dan menggambar benda kesukaan mereka di sisi belakang kartu nama. Guru memotivasi: 'Gambarlah benda yang paling kamu sukai!' (Menggembirakan: ekspresi diri melalui gambar membuat kegiatan menyenangkan)
  • Guru memandu murid yang sudah selesai untuk berlatih kalimat perkenalan sederhana secara berbisik: 'Halo, namaku... Aku suka...' Murid berlatih bersama teman sebangku terlebih dahulu. (Bermakna: berlatih dalam situasi nyata sebelum tampil di depan kelas)
  • Secara bergiliran, murid maju ke depan kelas menunjukkan kartu nama mereka dan memperkenalkan diri dengan kalimat sederhana: 'Halo, namaku [nama]. Aku suka [benda].' Guru memandu dengan santun dan memberi tepuk semangat setelah setiap murid tampil. (Menggembirakan: suasana kelas yang positif dan suportif)

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru mengajak murid mengamati kartu nama mereka sendiri dan bertanya: 'Apakah namamu sudah terbaca dengan jelas? Apakah semua hurufnya sudah benar?'
  • Murid diminta menunjukkan kartu nama milik teman di sebelahnya dan mencoba membacakan nama teman tersebut. Tanyakan: 'Bisa kamu baca nama temanmu? Sudah jelas belum tulisannya?' (Berkesadaran: murid mengevaluasi hasil tulisan sendiri dan teman)
  • Guru memandu diskusi singkat: 'Bagaimana rasanya bisa menulis namamu sendiri? Apakah sulit atau mudah?' Beberapa murid berbagi pendapat secara lisan.
  • Guru memberikan umpan balik positif dan spesifik kepada murid: memuji usaha (bukan hanya hasil) dan memberikan saran perbaikan yang membangun bagi yang masih perlu berlatih. (Bermakna: umpan balik membantu murid mengetahui langkah selanjutnya)

Penutup:

  • Guru bersama murid membuat kesimpulan: 'Hari ini kita belajar menulis nama sendiri dan memperkenalkan diri. Nama kita adalah identitas kita yang penting ditulis dengan benar.'
  • Asesmen akhir: Guru meminta murid menulis nama mereka sekali lagi pada selembar kertas kecil (lembar asesmen) secara mandiri tanpa bantuan. Guru mengumpulkan dan mengamati hasilnya.
  • Guru mengajukan pertanyaan refleksi kepada murid: 'Siapa yang sudah bisa menulis namanya dengan jelas? Angkat tangan! Siapa yang mau berlatih lagi di rumah?'
  • Kartu nama yang sudah jadi disimpan murid sebagai karya. Guru menyampaikan bahwa kartu nama ini bisa digunakan untuk memperkenalkan diri kepada teman baru.
  • Guru menutup pembelajaran dengan mengajak murid bertepuk tangan atas usaha mereka hari ini, lalu berdoa bersama dan mengucapkan salam.

Diferensiasi:

  • Konten: Untuk murid yang belum mengenal huruf-huruf namanya, guru menyediakan kartu nama contoh bertuliskan nama murid tersebut (disiapkan sebelumnya) sebagai acuan meniru. Untuk murid yang sudah lancar, guru mendorong mereka menulis nama lengkap (nama depan dan nama belakang).
  • Proses: Murid yang belum bisa menulis mandiri mendapat bimbingan satu-satu dari guru: guru menuliskan nama dengan titik-titik (dotted letters) untuk ditebalkan. Murid yang sudah bisa menulis mandiri dapat langsung menulis tanpa contoh dan diajak menulis nama lengkap. Murid yang sudah sangat lancar dapat membantu teman sebelahnya dengan menunjukkan (bukan menuliskan) huruf-huruf yang benar.
  • Produk: Hasil akhir minimum: kartu nama dengan nama depan yang terbaca. Hasil pengayaan: kartu nama dengan nama lengkap dan kalimat perkenalan singkat (misalnya 'Halo, aku Budi!') yang ditulis sendiri di bawah nama.

ASESMEN

Awal:

  • Guru meminta murid menulis nama mereka di udara dengan jari dan mengamati siapa yang sudah familiar dengan huruf-huruf namanya.
  • Guru bertanya secara lisan: 'Siapa yang sudah pernah menulis namanya sendiri di kertas?' untuk memetakan kesiapan belajar murid.

Proses:

  • Observasi berkeliling: guru mengamati dan mencatat proses murid menulis nama di kartu nama — apakah meniru, menulis mandiri, atau belum bisa sama sekali.
  • Cek keterbacaan tulisan secara langsung saat berkeliling: guru memberi umpan balik segera jika ada huruf yang kurang tepat.
  • Pengamatan saat murid berlatih memperkenalkan diri bersama teman sebangku: apakah menggunakan kalimat sederhana yang santun dan jelas.

Akhir:

  • Murid menulis nama sendiri di lembar kertas terpisah secara mandiri (tanpa melihat contoh) sebagai bukti capaian TP 1.1.11.1.
  • Guru menilai kartu nama yang sudah jadi menggunakan rubrik 4 level untuk aspek menulis nama.
  • Guru menilai penampilan memperkenalkan diri di depan kelas menggunakan rubrik 4 level untuk aspek berbicara.

Formatif:

  • Observasi guru saat murid menulis nama di kartu nama: perhatikan cara memegang pensil, keterbacaan tulisan, dan kemandirian.
  • Pengamatan saat murid memperkenalkan diri: catat kejelasan ucapan, volume suara, dan kesantunan.
  • Penilaian sejawat informal: murid membaca nama teman di kartu nama dan memberikan respons sederhana ('bisa dibaca' atau 'belum bisa dibaca').

Sumatif:

  • Murid menulis nama sendiri secara mandiri di lembar asesmen yang dibagikan guru di akhir pembelajaran (tanpa bantuan contoh).
  • Penilaian produk kartu nama: kesesuaian penulisan nama (huruf kapital di awal, tulisan terbaca) dan kemampuan memperkenalkan diri secara lisan.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menulis Nama Sendiri (TP 1.1.11.1)Murid belum dapat meniru nama yang telah dibuat guru, atau tulisan tidak dapat diidentifikasi sebagai huruf.Murid mampu menulis namanya dengan meniru nama yang telah dibuat guru (menebalkan atau menyalin huruf per huruf dengan bimbingan penuh).Murid mampu menulis nama depannya secara mandiri dengan tulisan yang terbaca, meskipun mungkin ada 1-2 huruf yang kurang rapi.Murid mampu menulis nama lengkapnya (nama depan dan belakang) secara mandiri dengan tulisan yang jelas, rapi, dan terbaca.
Memperkenalkan Diri Secara Lisan (TP 1.1.11.2)Murid belum mau atau belum dapat mengucapkan perkenalan diri meski dengan bantuan penuh dari guru.Murid dapat memperkenalkan diri hanya dengan bantuan guru (misalnya guru membisikkan kalimat dan murid mengulangi), dengan suara sangat pelan.Murid dapat memperkenalkan diri secara mandiri dengan menyebutkan nama dan benda kesukaan menggunakan kalimat sederhana yang dapat didengar teman-teman.Murid dapat memperkenalkan diri secara mandiri dan lancar dengan kalimat sederhana yang jelas, santun, dan disertai penjelasan singkat tentang benda kesukaannya.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah semua murid mendapat kesempatan dan waktu yang cukup untuk menulis nama mereka sendiri?
  • Murid mana yang memerlukan bimbingan lebih lanjut dalam menulis namanya, dan strategi apa yang akan saya siapkan untuk pertemuan berikutnya?
  • Apakah suasana saat murid memperkenalkan diri sudah cukup aman dan menyenangkan sehingga semua murid berani tampil?
  • Apakah diferensiasi yang saya terapkan hari ini sudah menjangkau murid dengan berbagai tingkat kemampuan?

Refleksi Murid:

  • Hari ini aku belajar menulis... (nama saya sendiri). Apakah aku sudah bisa menulisnya dengan jelas?
  • Bagaimana perasaanmu saat memperkenalkan diri di depan teman-teman tadi? Senang, atau deg-degan?
  • Apa yang ingin kamu latih lagi agar tulisanmu semakin bagus?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa Bahasa Indonesia: Aku Bisa! untuk SD/MI Kelas I (Edisi Revisi), halaman 12
  2. Panduan Guru Bahasa Indonesia: Aku Bisa! untuk SD/MI Kelas I (Edisi Revisi), halaman 54
  3. Papan absen kelas yang berisi nama-nama murid (sebagai referensi penulisan nama)
  4. Kartu nama kosong (kertas HVS atau karton dipotong ukuran ±10x6 cm, 2 lembar per murid)
  5. Pensil dan krayon/pensil warna untuk menggambar benda kesukaan di balik kartu nama
  6. Contoh kartu nama guru (kartu nama tokoh 'Boni' dari buku siswa atau buatan guru)
  7. Lembar asesmen (kertas kecil untuk menulis nama mandiri di akhir pembelajaran)

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.