Modul AjarPertemuan 1Bab 1Fase ASemester 1

Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 1: Mengenal Aneka Bunyi di Lingkungan Sekitar

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas 1 dengan topik "Mengenal Aneka Bunyi di Lingkungan Sekitar". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 1: Mengenal Aneka Bunyi di Lingkungan Sekitar

Bahasa Indonesia - Kelas 1

Bab 1 - Pertemuan 1

MODUL AJAR

Bahasa Indonesia — Kelas 1 (Fase A)

Topik: Mengenal Aneka Bunyi di Lingkungan Sekitar

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranBahasa Indonesia
Fase / KelasFase A / Kelas 1
TopikMengenal Aneka Bunyi di Lingkungan Sekitar
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Melalui kegiatan menyimak cerita bergambar 'Duk! Duk!' yang dibacakan guru, murid dapat menyebutkan minimal dua informasi tentang bunyi yang didengar tokoh dalam cerita dengan tepat.
  2. Melalui kegiatan tanya jawab setelah menyimak cerita 'Duk! Duk!', murid dapat menjawab pertanyaan guru tentang isi cerita yang berkaitan dengan bunyi menggunakan kalimat sederhana dengan santun.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Pernahkah kalian mendengar bunyi 'Duk! Duk!'? Bunyi apa itu kira-kira?
  2. Bunyi apa saja yang biasa kalian dengar di sekitar rumah atau sekolah setiap hari?
  3. Bagaimana caranya kita mendengarkan cerita dengan baik agar tidak ketinggalan informasinya?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru menyapa murid dan mengajak mereka duduk melingkar di tengah kelas (atau posisi yang kondusif untuk menyimak).
  • Guru memperkenalkan 'kode bunyi' kelas — misalnya membunyikan lonceng kecil atau tepuk tangan berpola — sebagai tanda bahwa kegiatan menyimak akan dimulai. Guru menjelaskan artinya kepada murid.
  • Asesmen Awal (diagnostik): Guru mengajukan pertanyaan lisan singkat, 'Siapa yang tadi pagi mendengar bunyi apa saja di rumah? Ceritakan satu bunyi saja!' Guru mencatat respons murid sebagai gambaran pengetahuan awal tentang bunyi.
  • Guru menyampaikan pertanyaan pemantik: 'Pernahkah kalian mendengar bunyi Duk! Duk!? Kira-kira bunyi apa itu?' Beri kesempatan 2-3 murid menjawab bebas.
  • Guru menunjukkan sampul buku 'Duk! Duk!' dan mengajak murid mengamati gambar sampul. Guru bertanya, 'Gambar apa yang kalian lihat? Apa hubungannya dengan bunyi Duk! Duk!'
  • Guru menyampaikan tujuan kegiatan hari ini secara sederhana: 'Hari ini kita akan menyimak cerita tentang bunyi, lalu menjawab pertanyaan tentang cerita itu bersama-sama.'
  • Guru mendiskusikan tata cara menyimak bersama murid: tubuh menghadap guru, mata menatap buku/guru, tidak berbicara saat cerita dibacakan, cara meminta izin bertanya.

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru membacakan cerita 'Duk! Duk!' dengan lantang dan ekspresif sambil menunjuk setiap kata pada buku. Guru memberi jeda setelah tiap kalimat agar murid dapat mengamati gambar.
  • Setelah selesai membacakan, guru mengajak murid menirukan guru membaca kalimat-kalimat pendek dalam cerita bersama-sama (choral reading).
  • Guru mengajukan pertanyaan pemahaman dasar secara lisan: 'Siapa tokoh dalam cerita ini?', 'Bunyi apa yang didengar tokoh dalam cerita?', 'Di mana bunyi itu terjadi?'. Murid menjawab secara klasikal atau dengan menunjuk gambar.
  • Guru membantu murid mengidentifikasi minimal dua informasi tentang bunyi dalam cerita, misalnya: bunyi apa yang terjadi (Duk! Duk!) dan apa penyebabnya (bola kena batu). Guru menuliskan kata kunci di papan tulis agar murid dapat melihatnya.

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Guru mengadakan sesi tanya jawab tentang isi cerita yang berkaitan dengan bunyi. Pertanyaan yang diajukan antara lain: 'Bunyi apa yang didengar Boni?', 'Mengapa bolanya berbunyi Duk! Duk!?', 'Pernahkah kalian mendengar bunyi seperti itu? Kapan?'
  • Murid menjawab pertanyaan guru satu per satu atau bergantian. Guru memandu dan mengingatkan agar menjawab menggunakan kalimat sederhana yang lengkap (bukan hanya satu kata), misalnya: 'Boni mendengar bunyi Duk! Duk! dari bolanya.'
  • Guru memberikan penguatan dan umpan balik langsung setiap kali murid menjawab, baik dari sisi isi jawaban maupun cara berbicara (santun, kalimat lengkap).
  • Kegiatan diperluas: guru mengajak murid menyebutkan bunyi-bunyi lain yang mereka kenal di lingkungan sekitar (rumah, sekolah, alam). Murid secara bergantian menyebutkan satu bunyi dan menirukan bunyinya.
  • Guru mencatat beberapa bunyi yang disebutkan murid di papan tulis sebagai daftar bersama, memperkuat kosakata tentang bunyi.

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru mengajak murid berpikir sejenak: 'Dari cerita 'Duk! Duk!' tadi, informasi bunyi apa saja yang kalian ingat? Coba sebutkan dua di antaranya!' Murid menyebutkan secara lisan, guru memberi konfirmasi.
  • Guru memandu murid menghubungkan cerita dengan pengalaman nyata mereka: 'Bunyi di cerita tadi mirip bunyi apa yang pernah kalian dengar di rumah atau di sekolah?'
  • Murid melakukan penilaian diri sederhana dengan bantuan guru: guru bertanya, 'Tadi kita sudah belajar menyimak dan menjawab pertanyaan. Siapa yang sudah bisa menjawab dengan kalimat lengkap? Angkat tangan!' Guru mengapresiasi semua murid.
  • Guru memberi umpan balik singkat dan memotivasi: mengingatkan bahwa mendengarkan dengan saksama adalah cara yang baik untuk mendapatkan informasi.

Penutup:

  • Guru mengajak murid menyimpulkan pembelajaran hari ini bersama-sama: 'Hari ini kita sudah menyimak cerita apa? Bunyi apa yang kita pelajari?'
  • Asesmen Akhir: Guru mengajukan 2 pertanyaan lisan penutup kepada beberapa murid secara acak: (1) 'Sebutkan dua bunyi yang didengar tokoh dalam cerita 'Duk! Duk!'!' dan (2) 'Jawab dengan kalimat lengkap: Mengapa bola Boni berbunyi Duk! Duk!?' Guru mencatat hasilnya sebagai data sumatif pertemuan ini.
  • Guru membunyikan kembali 'kode bunyi' sebagai penanda kegiatan menyimak telah selesai, lalu mengajak murid kembali ke tempat duduk masing-masing.
  • Guru menyampaikan pesan penutup: 'Kalian sudah hebat hari ini karena menyimak dengan baik dan berani menjawab pertanyaan. Teruslah memperhatikan bunyi-bunyi di sekitar kalian!'
  • Guru menutup kegiatan dengan tepuk semangat bersama atau lagu pendek pilihan kelas.

Diferensiasi:

  • Konten: Untuk murid yang memerlukan dukungan lebih, guru menggunakan gambar dari cerita 'Duk! Duk!' sebagai petunjuk visual saat bertanya, sehingga mereka dapat menunjuk gambar terlebih dahulu sebelum menjawab secara lisan.
  • Proses: Murid yang lebih cepat dapat diminta menyebutkan lebih dari dua informasi tentang bunyi dalam cerita, atau diminta menjelaskan hubungan sebab-akibat (mengapa bola berbunyi Duk! Duk!). Murid yang memerlukan waktu lebih dapat menjawab dengan bantuan gambar atau dengan satu kata terlebih dahulu sebelum guru membantu melengkapi kalimat.
  • Produk: Murid yang sudah mampu dapat diminta menggambar salah satu bunyi yang mereka kenal di lingkungan sekitar dan menceritakannya kepada teman di sebelahnya. Murid yang masih berkembang cukup menyebutkan satu bunyi secara lisan.

ASESMEN

Awal:

  • Tanya jawab lisan di awal kegiatan Pendahuluan: 'Tadi pagi kalian mendengar bunyi apa saja di rumah?' — untuk mengukur pengetahuan awal murid tentang bunyi di lingkungan sekitar.
  • Guru mengamati respons murid saat mengamati sampul cerita 'Duk! Duk!' sebagai indikator kemampuan menghubungkan gambar dengan bunyi.

Proses:

  • Observasi sikap menyimak selama guru membacakan cerita: posisi tubuh, konsentrasi, tidak berbicara sendiri.
  • Tanya jawab lisan saat tahap Memahami: murid mengidentifikasi tokoh, bunyi, dan informasi dasar dalam cerita.
  • Kualitas jawaban murid pada sesi tanya jawab tahap Mengaplikasi: dinilai dari ketepatan isi dan penggunaan kalimat sederhana yang santun.
  • Partisipasi dalam kegiatan menyebutkan bunyi-bunyi di lingkungan sekitar: keberanian berbicara dan relevansi jawaban.

Akhir:

  • Unjuk kerja lisan: murid menyebutkan minimal dua informasi tentang bunyi yang didengar tokoh dalam cerita 'Duk! Duk!' secara tepat.
  • Tanya jawab lisan penutup: murid menjawab pertanyaan guru tentang isi cerita yang berkaitan dengan bunyi menggunakan kalimat sederhana dan santun.

Formatif:

  • Observasi partisipasi murid selama kegiatan menyimak: apakah murid menunjukkan sikap tubuh menyimak yang benar (tubuh menghadap guru, mata menatap, tidak berbicara).
  • Tanya jawab lisan selama tahap Mengaplikasi: guru mencatat murid yang dapat menjawab pertanyaan tentang isi cerita dengan kalimat sederhana.
  • Penilaian diri murid pada tahap Merefleksi: murid mengidentifikasi sendiri kemampuan mereka menjawab dengan kalimat lengkap.

Sumatif:

  • Unjuk kerja lisan di akhir pembelajaran: murid menyebutkan minimal dua informasi tentang bunyi dalam cerita 'Duk! Duk!'.
  • Tanya jawab lisan di Penutup: murid menjawab pertanyaan guru tentang isi cerita menggunakan kalimat sederhana yang santun.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menyebutkan informasi tentang bunyi dalam cerita (TP 1.1.1.1)Murid belum dapat menyebutkan informasi apapun tentang bunyi dalam cerita meskipun dengan bantuan gambar.Murid dapat menyebutkan satu informasi tentang bunyi dalam cerita dengan bantuan gambar atau pertanyaan pancingan dari guru.Murid dapat menyebutkan minimal dua informasi tentang bunyi dalam cerita dengan tepat secara mandiri.Murid dapat menyebutkan lebih dari dua informasi tentang bunyi dalam cerita dengan tepat dan mampu menjelaskan hubungan sebab-akibatnya secara mandiri.
Menjawab pertanyaan tentang isi cerita menggunakan kalimat sederhana (TP 1.1.1.2)Murid belum dapat menjawab pertanyaan guru tentang isi cerita, atau hanya diam meskipun sudah diberikan bantuan.Murid dapat menjawab pertanyaan guru dengan satu kata atau jawaban tidak lengkap, dengan bantuan pertanyaan pancingan.Murid dapat menjawab pertanyaan guru tentang isi cerita menggunakan kalimat sederhana yang dapat dipahami dengan sikap yang santun.Murid dapat menjawab pertanyaan guru menggunakan kalimat sederhana yang lengkap, tepat, dan santun, serta mampu menambahkan informasi dari pengalaman pribadinya.
Sikap menyimakMurid tidak menunjukkan sikap menyimak yang baik: sering berbicara sendiri, tidak menghadap guru, tidak fokus.Murid menunjukkan sikap menyimak yang baik sebagian waktu, dengan beberapa pengingat dari guru.Murid menunjukkan sikap menyimak yang baik (tubuh menghadap guru, mata menatap, tidak berbicara) hampir sepanjang kegiatan tanpa perlu diingatkan.Murid secara konsisten menunjukkan sikap menyimak yang sangat baik dan mampu mengingatkan teman di sekitarnya untuk menyimak dengan baik.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah semua murid dapat mengikuti kegiatan menyimak dengan baik? Siapa yang perlu pendampingan lebih lanjut?
  • Apakah pertanyaan yang saya ajukan sudah mendorong murid untuk menjawab menggunakan kalimat sederhana, bukan hanya satu kata?
  • Apakah tata cara menyimak yang saya perkenalkan sudah dipahami dan dijalankan murid? Apa yang perlu diperbaiki?
  • Apakah diferensiasi yang saya lakukan sudah membantu murid dengan kebutuhan berbeda untuk mencapai tujuan pembelajaran?
  • Apakah alokasi waktu tiap tahap kegiatan sudah proporsional? Bagian mana yang perlu disesuaikan di pertemuan berikutnya?

Refleksi Murid:

  • Bunyi apa yang paling kalian ingat dari cerita 'Duk! Duk!' hari ini?
  • Apakah kalian sudah bisa menjawab pertanyaan dengan kalimat lengkap? Bagian mana yang masih terasa sulit?
  • Bagaimana perasaan kalian saat menyimak cerita hari ini? Senang, atau ada yang membingungkan?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa: Bahasa Indonesia 'Aku Bisa!' (Edisi Revisi) untuk SD/MI Kelas 1, Penulis: Sofie Dewayani, Kemdikbudristek 2023 — Bab 1 'Bunyi Apa?', cerita 'Duk! Duk!'
  2. Panduan Guru: Bahasa Indonesia 'Aku Bisa!' (Edisi Revisi) untuk SD/MI Kelas 1 — Panduan Khusus Bab I
  3. Lonceng kecil atau alat bunyi sederhana sebagai 'kode bunyi' tanda kegiatan menyimak dimulai
  4. Papan tulis dan spidol/kapur untuk menuliskan kata kunci dan daftar bunyi bersama murid
  5. Gambar sampul dan ilustrasi cerita 'Duk! Duk!' (dari buku siswa atau dicetak terpisah sebagai media peraga)

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.