MODUL AJAR Bahasa Indonesia — Kelas 1 (Fase A) Topik: Bab 1 — Bunyi Apa? INFORMASI UMUM| Mata Pelajaran | Bahasa Indonesia |
|---|
| Fase / Kelas | Fase A / Kelas 1 |
|---|
| Topik | Bab 1 — Bunyi Apa? |
|---|
| Alokasi Waktu | 34 JP (34 x 35 menit = 1190 menit) |
|---|
| Jumlah Pertemuan | 15 |
|---|
| Tahun Ajaran | 2026/2027 |
|---|
| Semester | 1 |
|---|
TUJUAN PEMBELAJARAN- TP 1.1.1 Menunjukkan pesan teks sastra berbentuk teks aural tentang bunyi di lingkungan sekitar
- TP 1.1.2 Membaca kata-kata sederhana dengan fasih dari bacaan tentang lingkungan sekitar yang diawali huruf b
- TP 1.1.3 Merespons dengan menjawab pertanyaan orang lain dengan baik dan santun dalam suatu percakapan tentang lingkungan sekitar
- TP 1.1.4 Menulis permulaan dengan benar di atas kertas berupa nama diri dan huruf b
PROFIL LULUSAN| Dimensi | Disasar |
|---|
| Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa | | | Kewargaan | | | Penalaran Kritis | ✓ | | Kreativitas | ✓ | | Kolaborasi | ✓ | | Kemandirian | ✓ | | Kesehatan | | | Komunikasi | ✓ |
PERTANYAAN PEMANTIK- Pernahkah kalian mendengar suara 'Duk! Duk!' di sekitar kalian?
- Kira-kira benda apa yang berbunyi 'Duk! Duk!' saat jatuh atau memantul?
- Bunyi binatang apa saja yang pernah kalian dengar di sekitar rumah?
- Bagaimana kita bisa tahu ada binatang di dekat kita meskipun belum melihatnya?
- Pernahkah kalian mendengar bunyi jam dinding atau bel sepeda?
- Bagaimana telinga kita bisa tahu benda apa yang sedang berbunyi?
- Bagaimana bentuk huruf 'b' kecil dan 'B' kapital saat kita tulis di udara?
- Dari mana arah goresan pertama saat kita membuat huruf 'b' kecil dan 'B' kapital?
- Bagaimana bentuk huruf-huruf yang menyusun nama panggilanmu?
- Bagaimana posisi duduk dan cara memegang pensil yang nyaman saat kita menulis nama sendiri di kartu nama?
- Bagaimana bentuk garis pada kertas yang membantu tulisan kita rapi?
- Bagaimana cara menulis huruf b dan nama kita agar pas duduk di atas garis?
- Bunyi apa yang kalian dengar saat huruf 'b' digabung dengan huruf 'a'?
- Bagaimana kita membaca kata pada kartu yang diawali suku kata 'ba-' dan 'bi-'?
- Huruf apa yang ada di awal kata buku, bebek, dan bola?
- Bagaimana bunyi suku kata saat huruf b digabung dengan huruf u, e, dan o?
- Benda apa saja di sekitar kita yang namanya dimulai dengan huruf b?
- Bagaimana caramu membaca kata berawalan huruf b tanpa mengeja satu per satu hurufnya?
- Bunyi apa saja yang sering kalian dengar di dalam kelas kita saat belajar?
- Bagaimana cara kita menjawab yang baik dan santun jika guru bertanya tentang bunyi suatu benda?
- Bagaimana bunyi kucing mengeong atau anjing menggonggong di sekitar rumahmu?
- Bagaimana caramu menjawab dengan santun jika teman bertanya tentang bunyi binatang kesukaanmu?
- Bunyi apa saja yang biasa terdengar saat suasana pagi hari sedang sibuk di rumah atau di jalan?
- Bagaimana cara kita menjawab pertanyaan teman dengan santun saat sedang membicarakan bunyi di sekitar kita?
- Bunyi apa saja yang terdengar saat bola memantul atau saat binatang bersuara di sekitar kita?
- Bagaimana caramu menjawab dengan santun jika ada teman yang bertanya tentang bunyi yang kamu dengar?
- Bagaimana bentuk huruf b kecil dan huruf b kapital saat kita tulis di atas kertas?
- Bunyi apa saja yang pernah kita dengar di sekitar kita selama belajar Bab 1?
- Bagaimana cara kita menjawab pertanyaan teman dan guru dengan santun?
- Bagaimana cara menulis nama sendiri dan huruf b dengan rapi dan benar?
KEGIATAN PEMBELAJARANPertemuan 1 — Menunjukkan Pesan Cerita Aural Bergambar "Duk! Duk!" tentang Bunyi Bola — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 1.1.1 Menunjukkan pesan teks sastra berbentuk teks aural tentang bunyi di lingkungan sekitar
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam ramah dan menyapa kesiapan murid (5 menit).
- Guru memperkenalkan kode bunyi lonceng sederhana sebagai penanda murid berkumpul melingkar di tengah kelas dengan tenang (5 menit).
- Guru memperlihatkan gambar bola memantul dan melakukan diagnostik awal lisan: meminta murid menebak bunyi bola jatuh dan sumber bunyi 'Duk! Duk!' (acuan jawaban: bunyi pantulan/jatuhnya bola menabrak lantai/tanah/batu) (10 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru menunjukkan sampul buku 'Duk! Duk!' lalu membacakan cerita teks aural bergambar tersebut dengan artikulasi jelas, memberi jeda antar-kalimat agar murid dapat mengamati gambar cerita (15 menit).
- Guru mengajukan 3 pertanyaan lisan untuk memeriksa pemahaman pesan cerita: (1) Benda apa yang berbunyi 'Duk! Duk!'? (acuan: bola/bola milik Boni), (2) Apa warna bola Boni? (acuan: biru), (3) Mengapa bola berbunyi 'Duk! Duk!' lalu basah? (acuan: bola memantul kena batu lalu jatuh ke air/kolam) (15 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Guru memainkan permainan menyenangkan 'Tebak Kartu Bunyi Bola': guru membunyikan ketukan meja 'Duk! Duk!' lalu murid mengangkat kartu gambar bola sebagai bukti mengenali bunyi bola dalam cerita (15 menit).
- Murid secara mandiri mengerjakan lembar kerja visual dengan memberi tanda centang pada 3 gambar pilihan pesan cerita yang benar dari 4 opsi: (1) Gambar bola memantul 'Duk! Duk!' [Benar], (2) Gambar bola kena batu [Benar], (3) Gambar bola basah di kolam [Benar], (4) Gambar bola terbang ke langit [Salah] (acuan jawaban benar: nomor 1, 2, dan 3 dicentang; nomor 4 tidak dicentang) (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Guru dan murid bersama-sama mengonfirmasi gambar yang tepat sesuai urutan kejadian cerita bola Boni yang baru saja disimak (10 menit).
Penutup:- Guru memberikan umpan balik langsung terhadap ketepatan murid dalam menunjukkan pesan cerita aural (5 menit).
- Guru dan murid bersama-sama merangkum bahwa bunyi 'Duk! Duk!' berasal dari bola yang memantul dan mengenai batu, lalu menutup pembelajaran dengan doa dan salam (10 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan didampingi dengan menunjuk langsung ilustrasi cerita pada Buku Siswa saat pertanyaan aural dibacakan.
- Proses: Murid cepat dipersilakan menunjukkan urutan 3 peristiwa terjadinya bunyi bola secara mandiri tanpa pengulangan pembacaan.
- Produk: Semua murid menunjukkan pemahaman pesan melalui penandaan gambar pada lembar kerja bergambar.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab diagnostik di awal pembelajaran: 'Bunyi apakah 'Duk! Duk!' jika kalian sedang bermain di halaman?' (Acuan jawaban: bunyi pantulan bola atau bola membentur tanah/benda keras).
Proses:- Cek pemahaman lisan pesan cerita aural: (1) Benda apa yang berbunyi 'Duk! Duk!'? (acuan: bola), (2) Apa warna bola Boni? (acuan: biru), (3) Mengapa bola basah? (acuan: jatuh ke air/kolam setelah membentur batu).
- Pemeriksaan lembar kerja visual: ketepatan mencentang 3 pesan cerita (acuan: mencentang gambar bola memantul, bola membentur batu, dan bola basah di kolam).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman akhir lisan: Murid diminta menunjukkan satu gambar yang paling menggambarkan sebab bola berbunyi 'Duk!' (Acuan: gambar bola membentur batu/tanah).
Formatif:- Tes lisan pemahaman pesan cerita teks aural saat tahap memahami
- Penilaian kinerja penandaan lembar visual cerita bola Boni
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menunjukkan pesan teks aural cerita bunyi bola | Belum mampu menunjukkan pesan cerita bunyi bola (0 dari 3 gambar tepat sesuai acuan: bola memantul, bola kena batu, bola basah di kolam). | Mampu menunjukkan pesan cerita bunyi bola secara terbatas (hanya 1 dari 3 gambar tepat sesuai acuan) dengan bimbingan penuh. | Mampu menunjukkan pesan cerita bunyi bola dengan baik (2 dari 3 gambar tepat sesuai acuan) secara mandiri. | Mampu menunjukkan seluruh pesan cerita bunyi bola secara lengkap dan tepat (3 dari 3 gambar tepat sesuai acuan) secara mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah penggunaan kode bunyi efektif mengondisikan murid kelas satu untuk menyimak cerita?
- Apakah gambar dan pembacaan teks aural 'Duk! Duk!' cukup jelas membantu murid menangkap pesan cerita tentang bunyi di sekitarnya?
Murid:- Bagian mana dari cerita bola Boni yang paling kamu sukai saat didengarkan?
- Apakah kamu bisa mengenali bunyi 'Duk! Duk!' di sekitarmu?
Pertemuan 2 — Menunjukkan Pesan Cerita Aural tentang Bunyi Binatang di Sekitar — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 1.1.1 Menunjukkan pesan teks sastra berbentuk teks aural tentang bunyi di lingkungan sekitar
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, dan mengajak berdoa bersama (5 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik dengan memperdengarkan rekaman/tiruan 3 bunyi binatang: (1) 'Petok! Petok!' (ayam), (2) 'Meong! Meong!' (kucing), dan (3) 'Muuu! Muuu!' (sapi), lalu meminta murid menunjukkan gambar binatang yang sesuai dari 3 kartu pilihan di papan tulis (10 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru membacakan cerita fabel aural 'Pagi Ramai di Peternakan': 'Matahari terbit di peternakan Kakek. Ayam jantan berkokok kukuruyuk memberi tahu hari sudah pagi. Bebek-bebek berbaris menuju kolam sambil berbunyi kwek-kwek mencari makan bersama. Anak kambing mengembik mbek-mbek memanggil induknya karena lapar. Semua binatang saling menyapa dengan suaranya dan hidup rukun berdampingan.' Murid menyimak pembacaan teks sastra ini secara cermat (15 menit).
- Guru memandu murid memahami isi dan pesan cerita melalui tanya jawab terarah tentang pesan utama cerita: (1) pesan tentang mengapa binatang bersuara (acuan: untuk menyapa, memberi tanda pagi, memanggil induk/mencari makan), dan (2) pesan moral fabel (acuan: hidup rukun, berbagi tempat, dan saling peduli sesama teman) (15 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Guru membacakan cerita fabel aural kedua berjudul 'Kancil Mendengar Sahabat': 'Kancil sedang berjalan di kebun tepi hutan. Tiba-tiba terdengar suara cit-cit mencicit dari semak-semak. Ternyata Burung Pipit terjepit ranting pohon yang patah. Kancil mendengarkan bunyi itu dengan saksama lalu segera menolong mengangkat ranting. Burung Pipit berbunyi ciap-ciap riang mengucapkan terima kasih. Kancil senang karena mau mendengarkan suara di sekitarnya dan menolong sahabat yang kesulitan.' (15 menit).
- Murid memainkan permainan tebak pesan bergambar 'Detektif Pesan Cerita': guru menyediakan lembar tugas berisi 3 pasang gambar pilihan untuk menunjukkan pesan cerita aural yang baru didengar: Butir 1: 'Pesan tindakan Kancil saat mendengar bunyi rintihan' -> Pilihan A: Kancil berlari pergi meninggalkan suara, Pilihan B: Kancil mendekati sumber bunyi lalu menolong Burung Pipit (acuan benar: Pilihan B); Butir 2: 'Pesan tentang sikap terhadap suara lingkungan sekitar' -> Pilihan A: Peduli dan tanggap terhadap suara di sekitar kita, Pilihan B: Mengabaikan suara yang terdengar (acuan benar: Pilihan A); Butir 3: 'Pesan tentang cara memperlakukan teman yang bersuara meminta bantuan' -> Pilihan A: Segera membantu teman yang membutuhkan, Pilihan B: Menertawakan teman yang terjepit (acuan benar: Pilihan A). Murid secara mandiri memberi tanda centang pada gambar pilihan yang benar (30 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Guru dan murid bersama-sama memeriksa tanda centang pada lembar tugas dan mengonfirmasi ketepatan pilihan pesan cerita secara berkesadaran (10 menit).
Penutup:- Guru membimbing murid menyimpulkan pembelajaran bahwa cerita tentang bunyi binatang mengajarkan pesan kepekaan dan saling peduli terhadap lingkungan di sekitar kita (5 minit).
- Guru memberikan umpan balik penguatan terhadap kerja mandiri murid dalam menyimak dan mengidentifikasi pesan cerita, lalu menutup sesi dengan doa (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Untuk murid yang membutuhkan bimbingan, lembar pilihan dilengkapi simbol warna hijau pada pilihan bermakna baik; untuk murid yang sudah mahir, cerita dibacakan dengan tempo wajar tanpa pengulangan kata.
- Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan didampingi guru membacakan ulang teks per butir pertanyaan; murid mahir mengerjakan secara mandiri setelah sekali menyimak cerita.
- Produk: Murid menunjukkan pesan cerita dengan memberi tanda centang pada gambar jawaban yang tepat.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Diagnostik kesiapan menyimak bunyi: Guru memperdengarkan 3 tiruan bunyi binatang: (1) 'Petok! Petok!', (2) 'Meong! Meong!', dan (3) 'Muuu! Muuu!'. Murid diminta menunjuk kartu gambar yang sesuai di papan tulis. Acuan kunci jawaban: (1) gambar ayam, (2) gambar kucing, (3) gambar sapi.
Proses:- Formatif lembar pilihan bergambar menunjukkan pesan teks fabel aural 'Kancil Mendengar Sahabat' pada 3 butir: Butir 1 menunjukkan pesan tindakan Kancil saat mendengar suara rintihan (acuan: Pilihan B - Kancil mendekati sumber bunyi lalu menolong Burung Pipit); Butir 2 menunjukkan pesan sikap terhadap suara lingkungan sekitar (acuan: Pilihan A - Peduli dan tanggap terhadap suara di sekitar kita); Butir 3 menunjukkan pesan cara memperlakukan teman yang bersuara meminta bantuan (acuan: Pilihan A - Segera membantu teman yang membutuhkan).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman lisan penutup: Guru membacakan satu pesan simpulan cerita: 'Apakah pesan cerita mengajarkan kita untuk peduli pada bunyi dan suara makhluk di sekitar kita?' Murid menunjukkan tanda jempol ke atas jika benar atau jempol ke bawah jika salah (acuan: jempol ke atas / benar bahwa pesan cerita adalah peduli pada lingkungan sekitar).
Formatif:- Asesmen diagnostik awal menyimak bunyi binatang
- Asesmen proses berupa unjuk kerja lembar pilihan bergambar menunjukkan pesan cerita aural
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Ketepatan Menunjukkan Pesan Teks Sastra Aural | Belum mampu menunjukkan pesan cerita aural secara tepat (0 butir benar dari 3 butir acuan). | Mampu menunjukkan pesan cerita aural secara tepat pada 1 butir dari 3 butir acuan dengan bimbingan guru. | Mampu menunjukkan pesan cerita aural secara tepat pada 2 butir dari 3 butir acuan secara mandiri. | Mampu menunjukkan seluruh pesan cerita aural secara tepat pada 3 butir acuan (butir 1: pilihan B, butir 2: pilihan A, butir 3: pilihan A) secara mandiri dan konsisten. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah teks sastra aural yang dibacakan menarik perhatian murid dan pesan ceritanya dapat dipahami dengan baik?
- Apakah murid kelas 1 dapat menunjukkan pesan cerita dengan jelas melalui media gambar pilihan tanpa kesulitan?
Murid:- Bagian cerita binatang mana yang paling kamu sukai saat dibacakan guru?
- Pesan baik apa yang kamu dapatkan dari cerita Kancil dan Burung Pipit tadi?
Pertemuan 3 — Menunjukkan Pesan Teks Aural Cerita tentang Aneka Bunyi Benda — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 1.1.1 Menunjukkan pesan teks sastra berbentuk teks aural tentang bunyi di lingkungan sekitar
Pendahuluan:- Guru mengondisikan kelas, menyapa murid, mengajak berdoa bersama, dan mengecek kehadiran murid (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran bahwa hari ini murid akan menyimak cerita tentang aneka bunyi benda di sekitar dan menunjukkan pesan dari cerita yang didengarnya (5 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik dengan memperdengarkan rekaman/tiruan 2 bunyi benda ('Kring... kring...' bunyi bel sepeda dan 'Tik... tok...' bunyi jam dinding) lalu meminta murid menunjuk gambar benda yang bersesuaian di papan tulis (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru membacakan teks aural cerita sastra anak berjudul 'Diko dan Bunyi-Bunyi di Rumah' secara ekspresif: 'Diko sedang duduk di ruang tamu. Terdengar bunyi tik-tok-tik-tok dari jam dinding di dinding kamar. Diko tahu waktu bermain sudah sore. Lalu terdengar kring-kring dari luar, paman datang membawa sepeda. Diko segera menutup jendela karena terdengar deru ngung-ngung mesin mobil lewat di jalan. Telinga Diko selalu waspada mendengarkan setiap bunyi benda agar tetap aman dan tahu waktu.' (15 menit).
- Guru memandu murid membedah pesan cerita bahwa bunyi aneka benda memberi tanda atau pesan penting bagi keselamatan dan keteraturan kita sehari-hari (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan):- Guru mengadakan permainan menyimak 'Tebak Bunyi Benda': guru membacakan 3 kutipan cerita pendek yang memuat bunyi tiruan benda, lalu murid secara berkelompok kecil mengangkat kartu gambar benda yang tepat: (1) Bunyi 'Ting-ting-ting' tanda mangkuk tukang bakso -> gambar mangkuk bakso; (2) Bunyi 'Kring-kring' tanda bel sepeda anak -> gambar sepeda; (3) Bunyi 'Kringgg!' tanda jam beker berdering untuk bangun pagi -> gambar jam beker (15 menit).
- Murid secara mandiri mengerjakan lembar kerja unjuk kerja menyimak: guru membacakan sebuah cerita sastra pendek tentang anak yang mendengar 4 bunyi benda: (1) bunyi bel sekolah 'Teng-teng-teng' tanda masuk kelas; (2) bunyi klakson mobil 'Tin-tin' tanda harus minggir ke trotoar; (3) bunyi peluit 'Prit-prit' tanda menyeberang jalan; (4) bunyi lonceng 'Tung-tung' tanda waktu istirahat tiba. Murid menunjukkan pesan cerita dengan mencentang gambar pesan keselamatan dan fungsi bunyi yang tepat pada lembar kerja (25 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Guru membimbing murid memeriksa bersama jawaban lembar kerja dan memaknai bagaimana bunyi-bunyi benda di sekitar membantu kita berhati-hati dan disiplin (15 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan bahwa setiap bunyi benda yang didengar membawa pesan tertentu bagi aktivitas kita (5 menit).
- Guru memberikan penguatan positif atas kemampuan menyimak seluruh murid, menyampaikan gambaran aktivitas berikutnya untuk belajar menulis huruf b pada pertemuan berikutnya, dan menutup pembelajaran dengan doa bersama (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Untuk murid yang memerlukan bimbingan, guru membacakan kutipan cerita dengan pengulangan bunyi 2-3 kali secara perlahan; untuk murid yang sudah mahir, guru membacakan cerita dalam alur utuh satu kali putaran.
- Proses: Murid yang membutuhkan dukungan visual dibantu dengan kartu bergambar konkret saat menyimak; murid yang cepat menyimak dapat langsung menandai lembar kerja secara mandiri.
- Produk: Semua murid menunjukkan pesan cerita dengan mencentang/menunjuk simbol gambar yang sesuai pada lembar tugas.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tes lisan dan menunjuk gambar: guru memperdengarkan 2 bunyi benda tiruan lisan, murid menunjuk benda penghasil bunyi pada gambar (acuan benar: 'Kring... kring...' -> gambar bel sepeda; 'Tik... tok...' -> gambar jam dinding).
Proses:- Pengamatan keterlibatan dan ketepatan murid mengangkat kartu gambar saat permainan Tebak Bunyi Benda berdasarkan 3 cuplikan aural (acuan benar: 1 -> mangkuk bakso; 2 -> sepeda; 3 -> jam beker).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman individu melalui lembar kerja mencentang pesan cerita berdasarkan 4 bunyi benda yang dibacakan guru: Butir 1 bunyi bel sekolah 'Teng-teng' (acuan benar: pesan segera masuk kelas); Butir 2 bunyi klakson 'Tin-tin' (acuan benar: pesan berjalan di trotoar/minggir); Butir 3 bunyi peluit 'Prit-prit' (acuan benar: pesan menyeberang jalan hati-hati); Butir 4 bunyi lonceng 'Tung-tung' (acuan benar: pesan waktu istirahat dimulai).
Formatif:- Observasi unjuk kerja menyimak saat permainan 'Tebak Bunyi Benda'
- Penilaian lembar kerja mandiri menunjukkan pesan cerita dari 4 bunyi benda yang diperdengarkan guru
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menunjukkan pesan teks sastra berbentuk teks aural tentang aneka bunyi benda | Belum mampu menunjukkan pesan teks aural tentang aneka bunyi benda atau hanya menunjukkan 1 dari 4 pesan dengan tepat meski dengan bimbingan penuh. | Mampu menunjukkan 2 dari 4 pesan teks aural tentang aneka bunyi benda secara tepat dengan bimbingan guru. | Mampu menunjukkan 3 sampai 4 pesan teks aural tentang aneka bunyi benda secara tepat dengan sedikit arahan guru. | Mampu menunjukkan seluruh 4 pesan teks aural tentang aneka bunyi benda secara tepat, lengkap, dan mandiri tanpa keraguan. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah intonasi dan artikulasi saat membacakan teks aural cerita bunyi benda sudah cukup jelas didengar oleh seluruh murid?
- Bagian mana dari cerita yang paling mudah dan paling menantang bagi murid saat menangkap pesan bunyi benda?
Murid:- Bunyi benda apa dari cerita tadi yang paling kalian sukai?
- Apakah kalian bisa tahu pesan dari bunyi klakson atau bel saat mendengarnya?
Pertemuan 4 — Menulis Permulaan Huruf b Kecil dan B Kapital dengan Arah Goresan Benar — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 1.1.4 Menulis permulaan dengan benar di atas kertas berupa nama diri dan huruf b
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam dan mengajak murid berdoa bersama sebelum memulai pembelajaran (3 menit).
- Guru memeriksa kesiapan belajar dan memandu peregangan jari tangan lewat tepuk jari untuk melatih motorik halus (4 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal: murid diminta memegang pensil dengan posisi tripod grip dan mencoba membuat 1 garis tegak lurus ke bawah di selembar kertas kecil (acuan kesiapan motorik: pensil dijepit tiga jari jempol-telunjuk-jari tengah, goresan tegak ditarik dari atas ke bawah tanpa putus) (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu berlatih menulis permulaan huruf 'b' kecil dan 'B' kapital dengan arah goresan yang tepat di atas kertas (3 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru memperagakan posisi duduk yang tegak dan posisi memegang pensil yang benar di depan kelas sambil diamati murid secara berkesadaran (5 menit).
- Guru mendemonstrasikan arah goresan huruf 'b' kecil di papan bergaris: langkah (1) menarik garis lurus tegak dari atas ke bawah, langkah (2) membuat lengkungan perut ke arah kanan bawah (10 menit).
- Guru mendemonstrasikan arah goresan huruf 'B' kapital di papan bergaris: langkah (1) menarik garis tegak dari atas ke bawah, langkah (2) membuat lengkungan perut atas ke kanan, langkah (3) membuat lengkungan perut bawah ke kanan (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid memainkan permainan kinestetik menggembirakan 'Menulis di Udara dan di Punggung Teman': murid menggerakkan jari telunjuk di udara membentuk 'b' kecil dan 'B' kapital mengikuti aba-aba ritmis guru 'turun-putar perut', lalu bergantian menuliskan goresan di punggung teman sebangku (15 menit).
- Murid menebalkan garis putus-putus pola huruf 'b' kecil (sebanyak 5 butir) dan 'B' kapital (sebanyak 5 butir) pada Lembar Latihan Menulis Permulaan sesuai urutan nomor panah goresan (20 menit).
- Murid menulis mandiri tanpa garis putus-putus sebanyak 5 huruf 'b' kecil dan 5 huruf 'B' kapital di atas lembar kerja bergaris yang disediakan guru (acuan: goresan huruf tegak rapi, arah goresan tepat dari atas ke bawah, lengkungan menghadap ke kanan) (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid memeriksa hasil tulisannya sendiri dan melingkari 1 huruf 'b' dan 1 huruf 'B' yang menurutnya paling rapi dan sesuai arah goresan (5 menit).
- Guru memberikan umpan balik langsung kepada murid terhadap cara memegang pensil dan ketepatan arah lengkungan goresan (5 menit).
Penutup:- Murid dan guru menyimpulkan bersama dua langkah goresan membuat huruf 'b' kecil (garis tegak lalu lengkung kanan) dan tiga langkah membuat 'B' kapital (garis tegak, lengkung atas, lengkung bawah) (3 menit).
- Guru memberikan apresiasi atas ketekunan murid dan menutup pelajaran dengan doa serta salam (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan lembar huruf bergaris bantu tebal dan pola titik-titik berspasi besar bagi murid yang motorik halusnya masih kaku, serta lembar kertas bergaris standar dua garis bagi murid yang sudah terampil.
- Proses: Memberikan bimbingan fisik tangan-ke-tangan (hand-over-hand) saat menarik goresan bagi murid yang butuh bimbingan intensif, sedangkan murid mahir langsung menulis mandiri.
- Produk: Bagi murid pemula target ketuntasan adalah 3 huruf 'b' dan 3 huruf 'B' dengan arah goresan benar; bagi murid mahir menuliskan 5 huruf 'b' dan 5 huruf 'B' dengan proporsi ukuran konsisten.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pemeriksaan postur dan genggaman pensil (tripod grip) serta penarikan 1 garis tegak dari atas ke bawah di kertas kecil. (Acuan: pensil dijepit jari telunjuk dan jempol bertumpu pada jari tengah; goresan ditarik lurus ke bawah tanpa terputus)
Proses:- Lembar observasi pembentukan huruf: Guru mengamati ketercapaian arah goresan 5 huruf 'b' kecil dan 5 huruf 'B' kapital pada Lembar Latihan Menulis Permulaan. (Acuan: 'b' kecil dimulai garis tegak lurus lalu lengkungan kanan; 'B' kapital dimulai garis tegak lurus lalu dua lengkungan ke kanan; perut tidak terbalik ke kiri)
Akhir Pertemuan:- Pemeriksaan hasil tulisan mandiri 5 huruf 'b' kecil dan 5 huruf 'B' kapital pada lembar bergaris. (Acuan target: minimal 4 dari 5 huruf 'b' kecil dan 4 dari 5 huruf 'B' kapital tertulis dengan arah goresan benar dari atas ke bawah dan perut menghadap ke kanan)
Formatif:- Pengamatan kinerja cara memegang pensil dan arah goresan saat menulis huruf 'b' kecil dan 'B' kapital di lembar kerja
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Arah Goresan Huruf 'b' Kecil | Menulis huruf 'b' kecil dengan arah goresan terbalik (misal lengkung ditarik terlebih dahulu atau perut menghadap ke kiri menyerupai 'd') pada seluruh butir (0-1 tepat dari 5 target). | Menulis huruf 'b' kecil dengan arah goresan yang tepat (garis tegak dari atas lalu lengkung kanan) pada 2-3 dari 5 target. | Menulis huruf 'b' kecil dengan arah goresan yang tepat (garis tegak dari atas lalu lengkung kanan) pada 4 dari 5 target. | Menulis huruf 'b' kecil dengan arah goresan yang tepat (garis tegak dari atas lalu lengkung kanan) secara konsisten dan mandiri pada seluruh 5 target. | | Arah Goresan Huruf 'B' Kapital | Menulis huruf 'B' kapital dengan arah goresan acak atau lengkungan terbalik pada seluruh butir (0-1 tepat dari 5 target). | Menulis huruf 'B' kapital dengan arah goresan tepat (garis tegak dari atas ke bawah, diikuti dua lengkungan kanan) pada 2-3 dari 5 target. | Menulis huruf 'B' kapital dengan arah goresan tepat (garis tegak dari atas ke bawah, diikuti dua lengkungan kanan) pada 4 dari 5 target. | Menulis huruf 'B' kapital dengan arah goresan tepat (garis tegak dari atas ke bawah, diikuti dua lengkungan kanan) secara konsisten dan mandiri pada seluruh 5 target. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah seluruh murid sudah memegang pensil dengan posisi tripod grip yang benar saat menulis huruf b dan B?
- Berapa banyak murid yang masih menulis perut huruf 'b' terbalik ke arah kiri?
Murid:- Apakah aku sudah bisa membuat huruf b kecil dan B kapital dari atas ke bawah?
- Huruf b mana di bukuku yang paling bagus bentuknya?
Pertemuan 5 — Menulis Permulaan Nama Diri Sendiri pada Kartu Nama — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 1.1.4 Menulis permulaan dengan benar di atas kertas berupa nama diri dan huruf b
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, dan mengajak berdoa bersama dengan tertib (3 menit).
- Guru memeriksa kesiapan belajar dan memeriksa postur duduk serta cara memegang pensil murid (3 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik: meminta setiap murid menebalkan atau menuliskan huruf pertama dari nama panggilannya sendiri di selembar kertas kecil (acuan kesiapan: murid mampu menuliskan minimal 1 huruf awal namanya sendiri secara mandiri atau dengan bantuan contoh label nama di meja) (4 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru memperlihatkan model contoh kartu nama sederhana milik tokoh buku ('Boni') dan kartu nama guru di papan tulis, lalu menjelaskan bahwa kartu nama berisi tulisan nama diri agar barang atau pemiliknya mudah dikenali (5 menit).
- Guru memodelkan cara menulis nama diri di kartu bergaris: mulai dari posisi duduk tegak, jarak mata ke kertas, cara memegang pensil secara rileks (tripod grip), serta menulis huruf demi huruf dari kiri ke kanan (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Guru membagikan blangko kartu nama kosong (kertas tebal bergaris bantu) dan mengajak bermain 'Tantangan Hias Kartu Namaku': murid menuliskan nama panggilan masing-masing di bagian depan kartu menggunakan pensil dengan bentuk dan urutan huruf yang tepat sesuai nama dirinya (20 menit).
- Murid yang telah selesai menulis nama diri menggambar 1 benda kesukaan sederhana di sisi belakang kartu nama sebagai penanda pribadi (acuan kriteria: nama diri tertulis lengkap pada kartu nama dengan arah goresan huruf yang terbaca) (10 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid meletakkan kartu nama masing-masing di atas meja belajar, mengamati hasil tulisan namanya sendiri, dan mengecek kelengkapan huruf pada namanya dengan mencocokkan pada label nama di mejanya (5 menit).
- Guru memberikan penguatan terhadap usaha menulis murid serta memverifikasi bahwa seluruh huruf pada nama panggilan murid sudah tertulis dengan benar di atas kertas kartu nama (5 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan kegiatan hari ini bahwa setiap anak telah berhasil menulis nama diri sendiri pada kartu nama dengan posisi duduk dan pegangan pensil yang baik (3 menit).
- Guru menyampaikan rencana kegiatan pertemuan berikutnya (Pertemuan 6: menulis permulaan nama diri dan huruf b di atas kertas bergaris) dan menutup pelajaran dengan doa serta salam (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan disediakan kartu nama dengan pola titik-titik (titik bantu huruf nama sendiri); murid mandiri menulis langsung pada kartu nama polos bergaris penuntun.
- Proses: Guru memberikan bimbingan individual dalam memegang pensil dan mengarahkan goresan bagi murid yang belum terbiasa menulis; murid yang sudah lancar diberi kesempatan menuliskan nama lengkap/panjang.
- Produk: Murid pemula menghasilkan kartu nama dengan nama panggilan; murid mahir menghasilkan kartu nama berisi nama panggilan dan nama lengkap.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tugas menulis/menebalkan huruf pertama nama panggilan di selembar kertas kecil (acuan: murid dapat menuliskan minimal 1 huruf pertama nama panggilannya dengan bentuk yang dapat dikenali).
Proses:- Pengamatan langsung saat murid mempraktikkan menulis nama panggilan diri pada kartu nama bergaris (indikator: ketepatan posisi duduk dan genggaman pensil, kelengkapan huruf penyusun nama diri, keterbacaan bentuk huruf dari kiri ke kanan).
Akhir Pertemuan:- Pemeriksaan hasil akhir kartu nama murid (acuan kriteria: seluruh huruf penyusun nama panggilan murid tertulis lengkap tanpa ada huruf yang terbalik atau tertinggal, serta tertulis di atas kertas kartu nama).
Formatif:- Observasi unjuk kerja menulis permulaan nama diri pada blangko kartu nama menggunakan lembar amatan rubrik.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menulis permulaan nama diri sendiri di atas kertas kartu nama | Belum mampu menuliskan huruf-huruf pembentuk nama panggilan sendiri meskipun telah diberi contoh dan titik bantu. | Mampu menuliskan sebagian huruf penyusun nama panggilan sendiri (1-2 huruf awal) di atas kertas dengan bimbingan guru secara intensif. | Mampu menuliskan seluruh huruf penyusun nama panggilan sendiri secara lengkap dan terbaca di atas kertas kartu nama dengan sedikit bantuan. | Mampu menuliskan seluruh huruf penyusun nama panggilan sendiri secara lengkap, rapi, proporsional, dan mandiri tanpa bimbingan guru. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah seluruh murid sudah memegang pensil dengan benar saat menulis nama diri di kartu nama?
- Berapa murid yang masih memerlukan bantuan garis titik-titik untuk menyelesaikan tulisan nama dirinya?
Murid:- Huruf apa saja yang ada pada nama panggilanmu di kartu nama?
- Bagaimana perasaanmu setelah berhasil menulis namamu sendiri di kartu nama?
Pertemuan 6 — Menulis Permulaan Nama Diri dan Huruf b di Atas Kertas Bergaris — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 1.1.4 Menulis permulaan dengan benar di atas kertas berupa nama diri dan huruf b
Pendahuluan:- Guru menyapa murid, memeriksa postur duduk siap menulis, serta mengajak bernyanyi lagu jari tangan peregangan otot motorik halus (5 menit).
- Guru melakukan asesmen awal: meminta murid mengamati 3 contoh tulisan huruf 'b' di papan tulis (Contoh 1: melayang di atas garis; Contoh 2: menembus garis ke bawah terlalu jauh; Contoh 3: menapak pas pada garis dasar buku bergaris) lalu murid mengidentifikasi contoh yang tepat menapak di garis dasar (acuan: Contoh 3 tepat menapak pada garis dasar) (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran):- Guru memperagakan posisi menulis huruf 'b' kecil di papan tulis bergaris: menarik garis lurus dari garis atas ke garis dasar, lalu memutar perut melengkung ke kanan pas menyentuh garis dasar (10 menit).
- Murid mempraktikkan gerakan 'menulis di udara' (sky-writing) untuk huruf 'b' kecil dan huruf awal nama diri dengan panduan aba-aba ritmik dari guru (5 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid memainkan 'Tantangan Garis Ajaib': murid berlatih menebalkan 3 baris garis bantu bergelombang dan garis lurus di lembar kerja bergaris dengan ceria tanpa keluar garis panduan (10 menit).
- Murid menuliskan 5 huruf 'b' kecil pada baris pertama kertas bergaris, memastikan tiang berdiri tegak dan perut huruf menapak tepat di atas garis dasar (15 menit).
- Murid menuliskan nama panggilan diri sendiri sebanyak 2 kali pada baris kedua dan ketiga kertas bergaris dengan bentuk huruf yang tepat menapak pada garis (10 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid memeriksa hasil tulisannya sendiri di atas kertas bergaris menggunakan pensil warna untuk memberi lingkaran kecil tanda 'bintang rapi' pada 1 huruf 'b' dan 1 huruf dari namanya yang paling pas menapak garis (5 menit).
Penutup:- Guru mengulas latihan hari ini dan mengapresiasi kerapian tulisan murid yang sudah menapak garis kertas (3 menit).
- Guru bersama murid merapikan alat tulis dan lembar kerja bergaris ke dalam map masing-masing (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan motorik diberikan lembar kertas bergaris dengan spasi baris lebih lebar dan tanda titik garis bantu mula-tulis; murid yang sudah mahir diberikan kertas buku garis tiga standar.
- Proses: Murid yang memerlukan pendampingan dibimbing guru secara individual dalam memegang pensil dan menjaga dasar tulisan di garis; murid yang lancar menulis mandiri tanpa garis bantu titik-titik.
- Produk: Murid pemula menuntaskan penulisan 3 huruf 'b' dan nama panggilan 1 kali tepat garis; murid mahir menuntaskan 5 huruf 'b' dan menuliskan nama panggilan 3 kali dengan jarak antarkata yang rapi di atas garis.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Diagnostik visual: Guru menampilkan 3 contoh penempatan huruf 'b' pada garis di papan (Contoh 1: melayang; Contoh 2: menembus ke bawah; Contoh 3: pas menapak garis dasar) dan meminta murid memilih mana penempatan yang benar (acuan jawaban: Contoh 3, dasar lengkung huruf b menapak pas di atas garis dasar).
Proses:- Pengamatan langsung saat murid menulis pada lembar kerja: memeriksa arah goresan huruf 'b' (garis lurus ke bawah, lalu lengkung ke kanan) dan keteraturan peletakan huruf-huruf pada nama diri murid tepat di atas garis kertas bergaris.
Akhir Pertemuan:- Pemeriksaan lembar latihan menulis bergaris murid (acuan ketercapaian: minimal 3 dari 5 huruf 'b' berposisi menapak pas di atas garis dasar dan seluruh huruf pada nama panggilan murid ditulis berurutan secara terbaca di atas garis).
Formatif:- Observasi unjuk kerja ketepatan penempatan huruf b dan nama diri di atas garis pada lembar kerja kertas bergaris
- Pemeriksaan mandiri murid menandai huruf terbaik yang tepat garis
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Ketepatan Menulis Huruf b di Atas Kertas Bergaris | Goresan huruf b belum beraturan dan belum menapak pada garis dasar kertas. | Menulis huruf b dengan bentuk yang dikenali namun letaknya masih melayang atau menembus garis dasar. | Menulis minimal 3 dari 5 huruf b dengan goresan benar dan dasar lengkung huruf tepat menapak di atas garis dasar. | Menulis seluruh 5 huruf b dengan rapi, ukuran proporsional, dan konsisten tepat menapak di atas garis dasar secara mandiri. | | Ketepatan Menulis Nama Diri di Atas Kertas Bergaris | Belum dapat merangkai huruf nama diri secara berurutan di atas garis tanpa bimbingan penuh. | Menulis huruf-huruf nama diri dengan urutan benar, tetapi posisi huruf belum bertumpu pada garis bergaris. | Menulis seluruh huruf nama diri secara terbaca dan sebagian besar huruf menapak pada garis dasar kertas. | Menulis nama diri dengan rapi, seluruh huruf tersusun konsisten menapak tepat di atas garis dasar tanpa keluar garis secara mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah penggunaan kertas bergaris membantu murid menstabilkan ukuran dan kerapian huruf?
- Bagian mana dari nama murid yang paling sering mengalami kesulitan penulisan di atas garis bergaris?
Murid:- Bagian mana dari tulisan huruf b dan namamu yang menurutmu paling rapi menempel di garis?
- Apakah kamu merasa lebih mudah menulis nama di kertas bergaris dibandingkan di kertas polos?
Pertemuan 7 — Membaca Kata-Kata Sederhana Suku Kata 'ba-' dan 'bi-' dengan Fasih — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 1.1.2 Membaca kata-kata sederhana dengan fasih dari bacaan tentang lingkungan sekitar yang diawali huruf b
Pendahuluan:- Guru mengondisikan kelas dengan menyapa murid dan memandu doa singkat bersama (3 menit).
- Guru melakukan diagnostik membaca awal menggunakan kartu suku kata 'ba' dan 'bi' kepada murid secara acak (acuan: murid mampu melafalkan bunyi 'ba' dan 'bi' dengan tepat tanpa mengeja) (4 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu membaca kata-kata sederhana yang diawali suku kata 'ba-' dan 'bi-' dari lingkungan sekitar secara lancar (3 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru menunjukkan kartu huruf 'b', 'a', dan 'i', lalu mencontohkan cara merangkai bunyi huruf menjadi suku kata 'ba' dan 'bi' secara berulang di depan kelas (5 menit).
- Guru memodelkan cara membaca 4 kata sederhana di papan tulis yang memuat suku kata 'ba-' dan 'bi-': (1) 'batu', (2) 'baju', (3) 'biru', dan (4) 'bisa' dengan lafal yang jelas dan lancar, kemudian murid menirukannya bersama-sama (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan):- Guru membagi kelas menjadi pasangan dan membagikan amplop berisi 4 kartu kata: (1) 'batu', (2) 'baju', (3) 'biru', dan (4) 'bisa' untuk dibaca secara bergantian dengan pasangan (15 menit).
- Murid memainkan permainan 'Tepuk Kata Cepat': guru mengangkat satu kartu dari 4 kartu kata target ('batu', 'baju', 'biru', 'bisa') dan murid secara serempak membaca kata tersebut dengan fasih dan tanggap tanpa mengeja (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid bersama bimbingan guru menyimpulkan perbedaan bunyi kata yang berawalan suku kata 'ba-' dan 'bi-' berdasarkan 4 kata yang dipelajari (5 menit).
Penutup:- Guru melakukan cek pemahaman akhir dengan meminta 4 murid membacakan masing-masing 1 kartu dari 4 kartu target: (1) 'batu', (2) 'baju', (3) 'biru', dan (4) 'bisa' secara mandiri (acuan: dibaca tepat dan fasih tanpa mengeja) (5 menit).
- Guru memberikan apresiasi atas partisipasi belajar murid dan menyampaikan topik latihan membaca suku kata berikutnya sebelum mengakhiri kelas dengan salam (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu kata dengan suku kata berwarna beda ('ba'-tu, 'bi'-ru), sedangkan murid yang lebih cepat diberikan kartu kata bertuliskan kata berawalan 'ba-' dan 'bi-' tambahan tanpa jeda warna.
- Proses: Murid yang belum lancar dibimbing langsung oleh guru membaca per suku kata ('ba' - 'tu'), sedangkan murid yang sudah lancar membaca mandiri langsung utuh kata.
- Produk: Murid yang belum lancar cukup membaca 2 dari 4 kata target dengan tepat, sedangkan murid yang sudah fasih membaca seluruh 4 kata target secara langsung tanpa jeda ragu.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Diagnostik lisan membaca 2 kartu suku kata: (1) 'ba' dan (2) 'bi' (acuan jawaban tepat: murid melafalkan /ba/ dan /bi/ dengan benar tanpa terbata-bata).
Proses:- Penilaian unjuk kerja membaca 4 kartu kata sederhana: (1) 'batu', (2) 'baju', (3) 'biru', (4) 'bisa' (acuan indikator: membaca tepat bunyi kata, tanpa mengeja huruf satu per satu, tanpa mengulang kata, dan tanpa jeda ragu).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman membaca mandiri 4 kata sederhana di akhir sesi: (1) 'batu', (2) 'baju', (3) 'biru', dan (4) 'bisa' (acuan: murid membaca kata yang ditunjuk secara tepat dan fasih).
Formatif:- Observasi unjuk kerja membaca nyaring kartu kata berawalan suku kata 'ba-' dan 'bi-' ('batu', 'baju', 'biru', 'bisa') menggunakan lembar ceklis ketercapaian.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Kefasihan Membaca Kata Sederhana Berawalan Suku Kata 'ba-' dan 'bi-' | Belum dapat membaca kata sederhana berawalan 'ba-' dan 'bi-' ('batu', 'baju', 'biru', 'bisa') meski dibimbing mengeja huruf. | Membaca 1-2 dari 4 kata target ('batu', 'baju', 'biru', 'bisa') secara benar dengan bimbingan mengeja suku kata terlebih dahulu. | Membaca 3-4 dari 4 kata target ('batu', 'baju', 'biru', 'bisa') secara tepat dan fasih tanpa mengeja namun masih terdapat sedikit jeda ragu. | Membaca seluruh (4 dari 4) kata target ('batu', 'baju', 'biru', 'bisa') dengan sangat fasih, tepat, tanpa mengeja, tanpa mengulang, dan secara mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah seluruh murid sudah dapat membedakan lafal suku kata 'ba-' dan 'bi-' pada kata benda lingkungan sekitar?
- Langkah manakah dalam kegiatan pembelajaran membaca kartu kata yang paling efektif memfasilitasi murid yang masih mengeja?
Murid:- Kata mana yang paling mudah kamu baca hari ini: 'batu', 'baju', 'biru', atau 'bisa'?
- Apakah kamu merasa senang saat bermain tebak kartu kata tadi?
Pertemuan 8 — Membaca Kata-Kata Sederhana Suku Kata 'bu-', 'be-', dan 'bo-' dengan Fasih — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 1.1.2 Membaca kata-kata sederhana dengan fasih dari bacaan tentang lingkungan sekitar yang diawali huruf b
Pendahuluan:- Guru membuka pelajaran dengan menyapa murid dan mengajak berdoa bersama (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu membaca kata-kata sederhana yang diawali suku kata 'bu-', 'be-', dan 'bo-' dengan fasih (3 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik singkat dengan menunjukkan 3 kartu suku kata ('bu', 'be', 'bo') di papan tulis dan meminta murid membunyikannya secara klasikal dan individual acak (acuan pelafalan tepat: 'bu' dibaca /bu/, 'be' dibaca /be/, 'bo' dibaca /bo/) (4 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru memodelkan cara merangkai bunyi huruf konsonan b (/b/) dengan vokal u (/u/), e (/e/), dan o (/o/) menjadi suku kata 'bu', 'be', dan 'bo' dengan artikulasi jelas (5 menit).
- Guru menunjukkan 6 kartu kata bergambar dari lingkungan sekitar yang diawali suku kata tersebut: (1) 'buku' (bu-ku), (2) 'buaya' (bu-a-ya), (3) 'bebek' (be-bek), (4) 'benang' (be-nang), (5) 'bola' (bo-la), dan (6) 'botol' (bo-tol), lalu membacanya bersama murid secara bergantian (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan):- Murid bermain permainan 'Kereta Kata': murid dalam kelompok kecil mengambil kartu kata acak dari kotak, lalu membaca kata tersebut dengan lantang dan fasih sebelum menempelkannya pada gerbong suku kata yang sesuai di papan tulis (pilihan kartu: 'buku', 'buaya', 'bebek', 'benang', 'bola', 'botol'; acuan penempatan: kolom 'bu' = 'buku', 'buaya'; kolom 'be' = 'bebek', 'benang'; kolom 'bo' = 'bola', 'botol') (15 menit).
- Secara berpasangan, murid saling menyimak dan bergantian membaca lembar baca berisi 6 kata target: (1) 'buku', (2) 'buaya', (3) 'bebek', (4) 'benang', (5) 'bola', dan (6) 'botol' secara langsung tanpa mengeja lambat (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Guru memanggil murid secara bergiliran untuk membaca 3 kata acak dari 6 kata target ('buku', 'buaya', 'bebek', 'benang', 'bola', 'botol') untuk memastikan ketepatan dan kefasihan membaca secara mandiri (acuan: terbaca tepat tanpa mengeja dan tanpa jeda ragu) (10 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan kembali cara membaca kata-kata yang diawali suku kata 'bu-', 'be-', dan 'bo-' (2 menit).
- Murid menjawab pertanyaan refleksi lisan mengenai kata mana yang dirasa paling mudah atau paling menantang untuk dibaca (2 menit).
- Guru memberikan apresiasi atas usaha membaca mandiri murid dan menutup pelajaran dengan doa bersama (1 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan kartu kata dengan pemenggalan warna suku kata (misal: 'bu'-merah, 'ku'-biru) bagi murid yang membutuhkan bantuan visual, dan kartu kata polos tanpa warna bagi murid yang sudah lancar.
- Proses: Murid yang masih mengeja per huruf didampingi guru dengan bimbingan fonik per suku kata, sedangkan murid yang sudah lancar diminta langsung membaca 6 kata secara cepat dan mandiri.
- Produk: Murid yang memerlukan bimbingan membaca 3 kata target berulang hingga fasih; murid yang sudah mahir membaca seluruh 6 kata target secara beruntun dan cepat.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tes lisan diagnostik: Meminta murid membunyikan 3 kartu suku kata yang ditunjukkan guru: (1) 'bu', (2) 'be', (3) 'bo' (acuan jawaban tepat: murid melafalkan bunyi suku kata /bu/, /be/, dan /bo/ secara benar tanpa tertukar).
Proses:- Formatif membaca berpasangan dan permainan papan: Mengamati ketepatan pelafalan 6 kata target: (1) 'buku', (2) 'buaya', (3) 'bebek', (4) 'benang', (5) 'bola', (6) 'botol' saat murid membaca kartu kata (indikator: tepat dan lancar membunyikan kata tanpa salah fonem).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman individu pada tahap merefleksi: Murid membaca 3 kata acak dari daftar 6 kata target: (1) 'buku', (2) 'buaya', (3) 'bebek', (4) 'benang', (5) 'bola', (6) 'botol' (acuan ketepatan: minimal 3 dari 3 kata target dibaca tepat, lancar tanpa mengeja per huruf, dan tanpa jeda ragu).
Formatif:- Observasi unjuk kerja membaca nyaring kata-kata bersuku kata 'bu-', 'be-', dan 'bo-' saat kegiatan berpasangan dan individu.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Kefasihan Membaca Kata Sederhana Berawalan Suku Kata 'bu-', 'be-', dan 'bo-' (Daftar target: buku, buaya, bebek, benang, bola, botol) | Membaca kurang dari 3 kata dengan tepat, masih mengeja huruf demi huruf secara terbata-bata walau dengan bimbingan penuh guru. | Membaca 3 sampai 4 kata dengan tepat namun masih mengeja suku katanya perlahan atau memerlukan bantuan guru. | Membaca 5 sampai 6 kata target dengan tepat dan fasih secara mandiri tanpa mengeja per huruf. | Membaca seluruh 6 kata target dengan sangat fasih, tepat seketika tanpa jeda ragu dan tanpa mengeja secara mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah media kartu kata bergambar efektif membantu murid mengenali suku kata 'bu-', 'be-', dan 'bo-'?
- Berapa banyak murid yang sudah mampu membaca kata target secara langsung tanpa mengeja lambat?
Murid:- Kata berawalan 'bu-', 'be-', atau 'bo-' mana yang paling mudah kamu baca hari ini?
- Apakah kamu senang bermain kereta kata bersama teman?
Pertemuan 9 — Membaca Kata-Kata Sederhana Berawalan Huruf b tentang Lingkungan Sekitar Mandiri — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 1.1.2 Membaca kata-kata sederhana dengan fasih dari bacaan tentang lingkungan sekitar yang diawali huruf b
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, dan mengajak berdoa bersama (3 menit).
- Guru mengaitkan pembelajaran sebelumnya tentang suku kata ba-, bi-, bu-, be-, bo- dengan kemampuan membaca kata utuh bertema benda dan makhluk hidup di lingkungan sekitar (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu membaca kata-kata sederhana berawalan huruf b tentang lingkungan sekitar secara fasih dan mandiri (2 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal singkat: guru menunjukkan 2 kartu kata contoh, yaitu 'batu' dan 'buku', lalu meminta 3 murid acak membacanya langsung untuk memetakan kesiapan membaca utuh (acuan baca: kata 1 dibaca /batu/, kata 2 dibaca /buku/) (2 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru menampilkan 5 kartu kata target berawalan huruf b tentang lingkungan sekitar di papan tulis: (1) 'batu', (2) 'buku', (3) 'bola', (4) 'baju', (5) 'bebek' (5 menit).
- Murid menyimak demonstrasi guru membaca kelima kata tersebut dengan fasih langsung per kata tanpa mengeja huruf per huruf, kemudian murid menirukan bersama-sama (5 menit).
- Murid mengidentifikasi huruf awal dan suku kata pembentuk pada kelima kata target dengan bimbingan ketukan ritmis dari guru (prinsip berkesadaran terhadap bentuk kata dan pelafalannya) (5 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan):- Guru membagikan set kartu kata individu yang berisi 5 kata target lingkungan sekitar: (1) 'batu', (2) 'buku', (3) 'bola', (4) 'baju', (5) 'bebek' kepada setiap murid (5 menit).
- Murid memainkan permainan 'Tepuk Kata Cepat': guru menyebutkan nomor atau konteks benda (misal: 'benda bulat untuk bermain'), lalu murid secara mandiri mengangkat kartu yang tepat dan melafalkan katanya dengan fasih (prinsip menggembirakan melalui tantangan membaca cepat) (10 menit).
- Setiap murid secara mandiri berlatih membaca lembar bacaan mandiri berisi 5 kata target yang disusun acak: baris 1 'bola', baris 2 'batu', baris 3 'bebek', baris 4 'buku', baris 5 'baju', sementara guru berkeliling melakukan observasi dan penilaian formatif individual (13 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid bersama guru mengevaluasi kelancaran membaca mandiri yang baru saja dilakukan dengan menghitung berapa kata yang berhasil dibaca langsung tanpa jeda mengeja (5 menit).
- Murid mengidentifikasi strategi mandiri yang membantu mereka membaca fasih, seperti langsung melihat suku kata utuh dan mengingat bunyinya (prinsip berkesadaran) (5 menit).
Penutup:- Guru memberikan penguatan atas usaha belajar murid yang telah membaca kata-kata sederhana berawalan huruf b secara mandiri (3 menit).
- Guru melakukan cek pemahaman akhir dengan menunjukkan 1 kartu kata acak dari 5 target di papan tulis ('bebek') dan seluruh murid melafalkannya bersama secara fasih (acuan pelafalan: /bebek/) (2 menit).
- Guru menginformasikan kegiatan pertemuan berikutnya tentang merespons pertanyaan mengenai bunyi benda di kelas, kemudian menutup pembelajaran dengan doa dan salam (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan kartu kata dengan pemisahan warna suku kata (misal: 'ba' warna merah, 'tu' warna biru) untuk murid yang masih mengeja, serta kartu kata teks polos satu warna bagi murid yang sudah fasih.
- Proses: Memberikan pendampingan berulang (scaffolding pelafalan suku kata) bagi murid lambat, sedangkan murid cepat membaca set kata tambahan lingkungan sekitar yang lebih bervariasi secara mandiri ('balok', 'buaya', 'benang').
- Produk: Tidak ada diferensiasi produk karena bukti capaian adalah unjuk kerja membaca lisan kata sederhana berawalan huruf b.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tes lisan singkat membaca 2 kata contoh di awal pembelajaran: guru menunjukkan kartu kata (1) 'batu' dan (2) 'buku' kepada 3 murid acak. Acuan jawaban benar: kata 1 dilafalkan tepat /batu/ dan kata 2 dilafalkan tepat /buku/ secara langsung tanpa mengeja huruf terpisah.
Proses:- Pengamatan membaca mandiri pada lembar bacaan mandiri berisi 5 kata target lingkungan sekitar: (1) 'bola', (2) 'batu', (3) 'bebek', (4) 'buku', (5) 'baju'. Aturan penskoran kefasihan: kata dinilai fasih jika dibaca langsung sebagai kata utuh tanpa mengeja huruf per huruf, tanpa pengulangan suku kata, dan tanpa jeda ragu lebih dari 3 detik (acuan lafal baku: /bola/, /batu/, /bebek/, /buku/, /baju/).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman lisan penutup: guru mengangkat kartu kata 'bebek'. Acuan jawaban benar: murid melafalkan kata 'bebek' (/bebek/) secara fasih, serempak, dan tepat.
Formatif:- Observasi unjuk kerja membaca lisan 5 kata sederhana berawalan huruf b menggunakan lembar ceklis ketercapaian kefasihan membaca.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Kefasihan membaca mandiri kata sederhana berawalan huruf b tentang lingkungan sekitar (Daftar 5 target: batu, buku, bola, baju, bebek) | Membaca 0 sampai 1 dari 5 kata target dengan fasih, masih mengeja huruf satu per satu dan memerlukan bimbingan penuh dari guru. | Membaca 2 sampai 3 dari 5 kata target dengan fasih tanpa mengeja secara mandiri, sedangkan sisanya masih mengeja atau keliru melafalkan. | Membaca minimal 4 dari 5 kata target (batu, buku, bola, baju, bebek) dengan fasih tanpa mengeja secara mandiri. | Membaca seluruh 5 kata target (batu, buku, bola, baju, bebek) dengan fasih tanpa mengeja, lancar tanpa keraguan, secara konsisten dan mandiri penuh. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah seluruh murid berhasil membaca kata sederhana berawalan huruf b secara mandiri tanpa mengeja huruf terpisah?
- Langkah scaffolding apa yang paling efektif membantu murid yang masih kesulitan menggabungkan suku kata menjadi kata utuh?
Murid:- Kata berawalan huruf b mana yang paling mudah kamu baca sendiri hari ini?
- Bagaimana perasaanmu saat berhasil membaca kata tanpa mengeja hurufnya satu per satu?
Pertemuan 10 — Merespons Pertanyaan Guru dengan Santun tentang Bunyi Benda di Kelas — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 1.1.3 Merespons dengan menjawab pertanyaan orang lain dengan baik dan santun dalam suatu percakapan tentang lingkungan sekitar
Pendahuluan:- Guru mengkondisikan kelas, menyapa murid, dan memandu doa pembuka bersama (3 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik dengan mengetuk meja perlahan dan bertanya: 'Bunyi apa yang kalian dengar?' Murid merespons jawaban secara bergiliran dengan santun (acuan respon tepat: menyebut 'bunyi meja/ketukan meja' dengan sikap sopan seperti mengangkat tangan dan tidak berteriak) (4 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu merespons pertanyaan guru dengan santun mengenai aneka bunyi benda yang ada di dalam ruang kelas (3 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran):- Guru memodelkan cara merespons pertanyaan secara santun dalam percakapan: menunggu penanya selesai berbicara, mengangkat tangan terlebih dahulu, menjawab dengan bahasa yang baik tanpa memotong pembicaraan (7 menit).
- Guru membunyikan 3 benda konkret di depan kelas satu per satu: (1) membunyikan lonceng kecil (kring-kring), (2) meremas kertas (kresek-kresek), dan (3) mengetuk pintu kayu (tok-tok). Guru mengajukan pertanyaan contoh: 'Benda apa yang berbunyi kring-kring?' lalu membimbing murid menjawab bersama secara santun: 'Itu bunyi lonceng kecil, Bu Guru' (8 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Guru mengadakan permainan tebak bunyi 'Dengar dan Jawab Santun': guru berada di balik sekat dan membunyikan 4 benda kelas secara acak dari daftar: (1) gunting memotong kertas (srek-srek), (2) tepuk penghapus papan tulis (plok-plok), (3) ritsleting tas dibuka (sret), (4) botol minum plastik dipencet (kletuk-kletuk) (10 menit).
- Guru mengajukan pertanyaan bergilir kepada setiap murid: 'Menurutmu, bunyi benda apa itu?' dan murid merespons dengan menjawab secara mandiri dan santun sesuai 4 acuan kunci jawaban: (1) gunting/kertas, (2) penghapus papan tulis, (3) ritsleting tas, (4) botol minum (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):- Guru dan murid merefleksikan bersama pengalaman menjawab pertanyaan: mengapa kita perlu menjawab pertanyaan orang lain dengan sopan dan tidak berteriak saat percakapan di kelas berlangsung (8 menit).
Penutup:- Guru memberikan umpan balik langsung dan konfirmasi atas respons seluruh murid terhadap pertanyaan seputar bunyi benda di kelas (4 menit).
- Guru bersama murid menyimpulkan pembelajaran mengenai cara merespons dan menjawab pertanyaan dengan baik dan santun, kemudian menutup pelajaran dengan doa dan salam (8 menit).
Diferensiasi:- Konten: Bagi murid yang memerlukan bimbingan, guru memperlihatkan visual benda secara langsung saat mengajukan pertanyaan; bagi murid yang sudah mahir, guru hanya memperdengarkan bunyinya tanpa petunjuk visual.
- Proses: Bagi murid yang masih ragu, guru memberikan pemodelan kalimat awal respon ('Itu bunyi...'); bagi murid mandiri, murid langsung merespons pertanyaan dengan kalimat santun buatannya sendiri.
- Produk: Semua murid menunjukkan bukti belajar yang sama yaitu jawaban lisan yang santun dan tepat mengenai bunyi benda di kelas.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab diagnostik singkat: Guru mengetuk meja kelas lalu bertanya 'Bunyi apakah ini?'. Kriteria kesiapan dinilai dari ketepatan menyebut bunyi benda (acuan: ketukan meja) serta kesantunan menjawab (menunggu giliran, tidak berteriak).
Proses:- Pengamatan performa lisan murid saat merespons 4 pertanyaan guru dalam permainan tebak bunyi benda kelas: (1) bunyi gunting kertas, (2) bunyi penghapus papan tulis, (3) bunyi ritsleting tas, (4) bunyi botol minum plastik (acuan ketepatan: menyebutkan nama benda dengan tepat dan menggunakan ungkapan santun tanpa menyela).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman lisan penutup: Guru membunyikan peluit kecil dan bertanya: 'Bunyi benda apa ini dan bagaimana cara menjawab yang santun?'. Acuan jawaban: Murid mengangkat tangan lalu menjawab: 'Itu bunyi peluit, Pak/Bu Guru'.
Formatif:- Observasi unjuk kerja merespons pertanyaan guru tentang bunyi benda di kelas dengan bahasa yang baik dan sikap santun (mengangkat tangan/tidak memotong pembicaraan).
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Ketepatan Menjawab Pertanyaan tentang Bunyi Benda | Belum mampu menjawab atau jawaban salah untuk seluruh 4 bunyi benda yang diperdengarkan guru. | Menjawab dengan tepat 1–2 dari 4 bunyi benda yang diperdengarkan guru (acuan: gunting, penghapus, ritsleting, botol). | Menjawab dengan tepat 3 dari 4 bunyi benda yang diperdengarkan guru secara tepat. | Menjawab dengan tepat seluruh 4 bunyi benda yang diperdengarkan guru secara konsisten dan mandiri. | | Kesantunan Merespons Pertanyaan Guru | Merespons dengan memotong pembicaraan guru, berteriak, atau bersikap kurang pantas. | Merespons pertanyaan guru dengan cukup baik tetapi masih perlu diingatkan untuk tidak memotong pembicaraan. | Merespons pertanyaan guru secara santun (menunggu giliran, intonasi wajar) dengan sedikit arahan. | Merespons pertanyaan guru dengan sangat santun secara konsisten dan mandiri tanpa perlu diingatkan. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah seluruh murid mendapatkan kesempatan merespons pertanyaan guru secara lisan?
- Bagaimana efektivitas permainan tebak bunyi dalam melatih kesantunan murid saat menjawab?
Murid:- Apakah kamu merasa senang saat menebak bunyi benda tadi?
- Bagaimana perasaanmu ketika dapat menjawab pertanyaan guru dengan sopan?
Pertemuan 11 — Merespons Pertanyaan Teman dengan Santun dalam Percakapan tentang Bunyi Binatang — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 1.1.3 Merespons dengan menjawab pertanyaan orang lain dengan baik dan santun dalam suatu percakapan tentang lingkungan sekitar
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam ramah, menyapa murid, dan mengajak berdoa bersama (3 menit).
- Guru melakukan diagnostik awal singkat: menanyakan kepada 3 murid acak pertanyaan percakapan sederhana tentang bunyi binatang di sekitar, seperti 'Bagaimana bunyi kambing?' (acuan respons tepat: 'Mbee' atau 'Embek') dan 'Bagaimana bunyi ayam jago?' (acuan respons tepat: 'Kukuruyuk') untuk mengecek kesiapan merespons dengan santun (4 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu berlatih merespons pertanyaan teman secara santun dalam percakapan tentang bunyi binatang di sekitar (3 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna):- Guru memperagakan contoh percakapan santun berpasangan di depan kelas bersama seorang murid mengenai bunyi binatang, memperagakan sikap mendengarkan hingga selesai lalu menjawab dengan santun tanpa memotong kalimat (7 menit).
- Guru membacakan 4 contoh kartu situasi percakapan bunyi binatang di lingkungan sekitar: (1) Situasi sapi: Pertanyaan 'Bagaimana bunyi sapi di kebun?' -> Respons santun 'Sapi berbunyi Muuu!'; (2) Situasi bebek: Pertanyaan 'Bagaimana bunyi bebek di kolam?' -> Respons santun 'Bebek berbunyi Kwek-kwek!'; (3) Situasi kucing: Pertanyaan 'Bagaimana bunyi anak kucing lapar?' -> Respons santun 'Anak kucing berbunyi Meong-meong!'; (4) Situasi burung: Pertanyaan 'Bagaimana bunyi burung di pohon?' -> Respons santun 'Burung berbunyi Cit-cit!' (acuan: murid menyimak dan menirukan lafal respons santun tersebut) (8 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Berkesadaran):- Guru membagi murid berpasangan dan membagikan 4 kartu gambar binatang (kucing, anjing, sapi, ayam jago) untuk melakukan permainan percakapan interaktif 'Tanya Teman Bunyi Binatang' (5 menit).
- Murid secara bergantian bertanya dan merespons pertanyaan pasangan masing-masing secara santun menggunakan 4 pertanyaan target: (1) 'Bagaimana bunyi kucing?' (acuan jawaban: 'Meong-meong'); (2) 'Bagaimana bunyi anjing?' (acuan jawaban: 'Guk-guk'); (3) 'Bagaimana bunyi sapi?' (acuan jawaban: 'Muuu'); (4) 'Bagaimana bunyi ayam jago?' (acuan jawaban: 'Kukuruyuk'), sementara guru berkeliling melakukan observasi formatif (20 menit).
Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):- Guru mengajak 2 pasangan murid memperagakan kembali satu percakapan tanya-jawab bunyi binatang di depan kelas, lalu bersama teman sekelas memberikan apresiasi atas respons santun yang ditunjukkan (8 menit).
- Murid bersama bimbingan guru merefleksikan rasa nyaman dan pentingnya menjawab pertanyaan orang lain dengan sopan dan tidak berteriak saat diajak bicara (4 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan kembali cara merespons pertanyaan orang lain secara baik dan santun (5 menit).
- Guru memberikan penguatan apresiatif terhadap keterlibatan aktif semua murid serta menutup sesi dengan doa dan salam (3 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan kartu bergambar binatang dengan tulisan bunyi untuk pasangan murid yang memerlukan panduan visual konkret.
- Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan berlatih merespons dengan 2 binatang dasar (kucing dan sapi), sedangkan murid yang mandiri berlatih merespons variasi 4 binatang (kucing, anjing, sapi, ayam jago) bergantian secara luwes.
- Produk: Respons lisan santun berpasangan disampaikan langsung dalam dialog terbimbing atau dialog mandiri.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab lisan diagnostik di awal pembelajaran berupa 2 pertanyaan guru: 'Bagaimana bunyi kambing?' (acuan: 'Mbee'/'Embek') dan 'Bagaimana bunyi ayam jago?' (acuan: 'Kukuruyuk') untuk mengecek kesiapan murid merespons dengan santun.
Proses:- Pengamatan lembar observasi percakapan berpasangan saat murid merespons pertanyaan teman berdasarkan 4 kartu gambar binatang: (1) kucing -> 'Meong-meong'; (2) anjing -> 'Guk-guk'; (3) sapi -> 'Muuu'; (4) ayam jago -> 'Kukuruyuk' dengan indikator kesantunan (tidak memotong kalimat dan menggunakan kata/frasa ramah).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman lisan penutup: guru meminta murid menyebutkan kembali respons santun jika ada teman yang bertanya 'Bagaimana bunyi anak ayam?' (kriteria penerimaan operasional: murid menjawab relevan bunyi anak ayam seperti 'Ciap-ciap' atau 'Piyik-piyik' secara santun).
Formatif:- Observasi unjuk kerja percakapan berpasangan: ketepatan dan kesantunan dalam merespons pertanyaan teman tentang bunyi 4 binatang (kucing, anjing, sapi, ayam jago)
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Ketepatan dan Kesantunan Merespons Pertanyaan Teman tentang Bunyi Binatang | Belum mampu merespons pertanyaan teman atau respons tidak sesuai konteks bunyi binatang walau telah dibimbing guru. | Mampu merespons 1-2 pertanyaan teman tentang bunyi binatang dengan benar namun masih membutuhkan arahan guru agar santun. | Mampu merespons minimal 3 dari 4 pertanyaan teman tentang bunyi binatang (kucing: 'Meong-meong', anjing: 'Guk-guk', sapi: 'Muuu', ayam jago: 'Kukuruyuk') dengan tepat dan santun secara mandiri. | Mampu merespons seluruh 4 pertanyaan teman tentang bunyi binatang (kucing, anjing, sapi, ayam jago) secara tepat, runtut, dan santun secara konsisten pada setiap giliran percakapan tanpa diingatkan guru. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu percakapan berpasangan cukup untuk mengamati kesantunan respons seluruh murid?
- Bagaimana memfasilitasi murid yang masih malu atau ragu saat merespons pertanyaan teman?
Murid:- Apakah kamu senang bisa menjawab pertanyaan teman tentang bunyi binatang?
- Kata apa yang kamu ucapkan saat menjawab pertanyaan temanmu dengan santun?
Pertemuan 12 — Merespons Pertanyaan dalam Percakapan tentang Suasana Sibuk dan Bunyi di Sekitar — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 1.1.3 Merespons dengan menjawab pertanyaan orang lain dengan baik dan santun dalam suatu percakapan tentang lingkungan sekitar
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam, mengajak murid berdoa bersama, dan mengecek kehadiran murid secara hangat (4 menit).
- Guru menunjukkan gambar bertema 'Pagi yang Sibuk' (suasana pasar/jalan raya dengan kendaraan bermotor, pedagang keliling, ayam berkokok, dan orang beraktivitas) lalu mengajukan pertanyaan pemantik mengenai bunyi yang terdengar pada situasi tersebut (3 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik lisan singkat kepada murid: guru membacakan 2 pertanyaan panduan percakapan, yaitu (1) 'Bunyi kendaraan apa yang terdengar saat jalanan sedang sibuk?' (acuan jawaban: deru motor 'ngeng-ngeng', klakson mobil 'tin-tin', atau bel sepeda 'kring-kring') dan (2) 'Bagaimana kata yang santun untuk menjawab pertanyaan teman tentang suara ayam berkokok di pagi hari?' (acuan jawaban: menjawab dengan kata pembuka yang baik seperti 'Menurutku suara ayam kukuruyuk' atau 'Iya, ayam berkokok kukuruyuk') untuk memetakan kesiapan murid dalam merespons pertanyaan secara santun (3 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid menyimak peragaan percakapan yang dicontohkan guru bersama salah satu boneka tangan mengenai suasana pagi yang sibuk: boneka bertanya 'Suara apa yang paling ramai di jalan pagi hari?' dan guru mencontohkan respons santun: 'Suara klakson mobil dan deru motor yang lalu-lalang' (8 menit).
- Guru memandu murid mengenali 3 ciri merespons pertanyaan dengan baik dan santun dalam percakapan: (1) mendengarkan pertanyaan teman sampai selesai tanpa memotong, (2) menjawab sesuai hal yang ditanyakan tentang bunyi di sekitar, dan (3) menggunakan kata-kata santun seperti 'Iya', 'Menurut saya', atau menyebut nama teman dengan ramah (7 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Guru membagi murid secara berpasangan untuk memainkan permainan percakapan gembira 'Tanya Bunyi Pagi Sibuk' menggunakan 3 kartu bergambar situasi: (Kartu 1) Jalan raya sibuk dengan motor dan bus; (Kartu 2) Pasar pagi sibuk dengan pedagang dan pembeli; (Kartu 3) Dapur rumah di pagi hari dengan blender dan air mendidih (10 menit).
- Secara bergantian, Murid A mengambil satu kartu situasi lalu mengajukan pertanyaan yang tertulis pada kartu kepada Murid B, kemudian Murid B merespons dengan jawaban santun sesuai situasi: untuk Kartu 1 pertanyaan 'Bunyi apa yang terdengar saat jalanan macet?' dijawab 'Bunyi klakson tin-tin dan deru mesin motor ngeng-ngeng'; untuk Kartu 2 pertanyaan 'Bunyi apa yang terdengar dari pedagang di pasar?' dijawab 'Bunyi orang menawarkan dagangan dan suara timbangan'; untuk Kartu 3 pertanyaan 'Bunyi apa yang terdengar saat ibu memasak?' dijawab 'Bunyi blender wus-wus atau desis air mendidih' (12 menit).
- Peran bertukar sehingga setiap murid mempraktikkan merespons minimal 2 pertanyaan dari teman pasangannya dengan baik dan santun tentang bunyi pada suasana sibuk, sementara guru berkeliling melakukan observasi formatif (10 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid bersama pasangannya saling memberikan tanda jempol dan menyebutkan hal yang dirasakan ketika menjawab pertanyaan teman dengan santun (5 menit).
- Guru memfasilitasi murid menyimpulkan kembali cara menjawab pertanyaan teman dengan baik saat bercakap-cakap tentang bunyi di lingkungan sekitar (3 menit).
Penutup:- Guru memberikan asesmen akhir berupa cek pemahaman lisan kepada murid secara acak dengan menanyakan 1 pertanyaan: 'Jika teman bertanya, "Bunyi apa yang kamu dengar saat bel sekolah berbunyi di pagi yang sibuk?", bagaimana jawaban santunmu?' (acuan jawaban: 'Saat bel berbunyi terdengar suara teng-teng atau kring-kring dan murid-murid bergegas masuk kelas') (3 menit).
- Guru bersama murid menyimpulkan pembelajaran hari ini bahwa merespons dengan santun membuat percakapan tentang lingkungan sekitar menjadi menyenangkan, lalu menutup pertemuan dengan doa dan salam tanpa mengaitkannya sebagai penutup bab (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan kartu situasi bergambar konkret dengan ikon bunyi bagi murid yang membutuhkan bantuan visual, serta kartu situasi dengan variasi suasana sibuk yang lebih luas bagi murid yang sudah lancar bercakap-cakap.
- Proses: Murid yang belum percaya diri dibimbing langsung oleh guru melalui pemodelan kalimat respons santun secara bertahap, sedangkan murid yang sudah mahir merespons pertanyaan secara mandiri berpasangan langsung dengan teman tanpa perantara contoh kalimat dari guru.
- Produk: Respons lisan murid dapat berupa jawaban sederhana yang relevan dan santun (minimal menyebutkan 1 bunyi sesuai situasi), sedangkan bagi murid yang cepat dapat merespons dengan menyebutkan 2-3 bunyi lingkungan beserta keterangannya secara santun.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab diagnostik singkat di pendahuluan dengan 2 pertanyaan acuan: (1) Menanyakan bunyi kendaraan pada suasana jalan sibuk (acuan jawaban: suara klakson 'tin-tin' atau deru motor 'ngeng-ngeng'); (2) Menanyakan cara menjawab santun tentang suara ayam berkokok (acuan jawaban: diawali kata santun seperti 'Iya' atau 'Menurutku suara ayam kukuruyuk').
Proses:- Pengamatan formatif saat murid berpasangan melakukan tanya jawab menggunakan 3 kartu situasi: (1) Jalan raya sibuk (acuan jawaban: klakson 'tin-tin', mesin motor 'ngeng-ngeng'); (2) Pasar pagi sibuk (acuan jawaban: suara orang bercakap/menawar, bunyi gerobak); (3) Dapur rumah pagi hari (acuan jawaban: bunyi blender 'wus-wus', air mendidih 'bluk-bluk'). Guru mengamati ketepatan isi jawaban terhadap bunyi dan kesantunan respons.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman lisan di akhir sesi: Guru memberikan 1 pertanyaan 'Jika teman bertanya, "Bunyi apa yang kamu dengar saat bel sekolah berbunyi di pagi yang sibuk?", bagaimana jawaban santunmu?' (acuan penerimaan: murid menjawab dengan kata santun dan menyebutkan bunyi bel sekolah seperti 'teng-teng' atau 'kring-kring' secara tepat dan santun).
Formatif:- Observasi unjuk kerja percakapan berpasangan menggunakan lembar amatan respons santun terhadap pertanyaan tentang bunyi pada suasana sibuk di sekitar.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Ketepatan Merespons Pertanyaan Percakapan tentang Bunyi Suasana Sibuk | Belum mampu menjawab pertanyaan teman tentang bunyi suasana sibuk, atau jawaban sama sekali tidak sesuai dengan pertanyaan yang diajukan meskipun telah dibimbing guru. | Mampu menjawab 1 pertanyaan teman tentang bunyi pada situasi sibuk dengan tepat sesuai acuan situasi (Kartu 1/2/3) namun masih membutuhkan dorongan dan bimbingan penuh dari guru. | Mampu menjawab minimal 2 pertanyaan teman tentang bunyi pada situasi sibuk dengan tepat sesuai acuan situasi (Kartu 1/2/3) secara mandiri. | Mampu menjawab seluruh (3) pertanyaan teman tentang bunyi pada situasi sibuk dengan tepat dan lengkap sesuai acuan situasi (Kartu 1, 2, dan 3) secara konsisten dan mandiri. | | Kesantunan dalam Merespons Pertanyaan Percakapan | Belum menunjukkan kesantunan saat merespons (misalnya memotong pertanyaan teman, berbicara ketus, atau menolak menjawab). | Merespons pertanyaan teman dengan santun (menunggu teman selesai bertanya dan menggunakan kata sopan) tetapi masih harus diingatkan oleh guru. | Merespons pertanyaan teman dengan santun secara konsisten tanpa perlu diingatkan selama percakapan berlangsung. | Merespons pertanyaan teman dengan sangat santun, menggunakan kata sapaan ramah serta mendengarkan teman dengan penuh perhatian secara konsisten sepanjang kegiatan. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah seluruh murid mendapatkan giliran dan kesempatan aktif merespons pertanyaan temannya dalam percakapan berpasangan?
- Bagian mana dari kegiatan percakapan bertema suasana sibuk ini yang paling efektif membantu murid memahami cara merespons dengan santun?
Murid:- Bagaimana perasaanmu saat menjawab pertanyaan teman tentang bunyi-bunyian di pagi hari yang sibuk tadi?
- Kata santun apa yang kamu gunakan ketika menjawab pertanyaan temanmu?
Pertemuan 13 — Menunjukkan Pesan Teks Sastra Aural dan Merespons Pertanyaan Percakapan Bunyi — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 1.1.1 Menunjukkan pesan teks sastra berbentuk teks aural tentang bunyi di lingkungan sekitar
- TP 1.1.3 Merespons dengan menjawab pertanyaan orang lain dengan baik dan santun dalam suatu percakapan tentang lingkungan sekitar
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam, mengajak murid berdoa singkat, dan mengecek kehadiran murid (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu menyimak cerita tentang aneka bunyi di sekitar dan berlatih menjawab pertanyaan teman secara santun dalam percakapan (2 menit).
- Guru melakukan asesmen awal lisan dengan memperdengarkan rekaman tiruan bunyi 'Duk! Duk!' dan bertanya: 'Bunyi apakah itu dan benda apa yang biasanya bersuara seperti itu?' lalu murid menjawab (acuan jawaban benar: bunyi pantulan bola / benda jatuh membentur lantai/tanah) (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid dengan penuh perhatian menyimak teks sastra aural yang dibacakan guru berjudul 'Bola Boni yang Bergulir' yang memuat pesan tentang kehati-hatian menjaga bola agar tidak hilang atau kotor saat bermain bunyi pantulan di halaman (7 menit).
- Guru membimbing murid memahami pesan teks sastra aural tersebut dengan mengajukan pertanyaan terarah: 'Apa pesan cerita bola Boni saat bermain bola di halaman?' (acuan jawaban: kita harus berhati-hati saat bermain bola agar bola tidak membentur batu atau masuk ke selokan/tempat basah) (8 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Guru mengadakan permainan pasangan komunikatif 'Tanya-Jawab Bunyi': murid berpasangan mempraktikkan percakapan santun, di mana murid pertama bertanya menggunakan salah satu dari 3 kartu stimulus pertanyaan yang dibagikan guru, dan murid kedua merespons dengan jawaban yang santun dan relevan (15 menit). [Isi 3 kartu stimulus pertanyaan dan acuan respons santun: (1) Kartu A: 'Permisi, bunyi apa yang kamu dengar di taman saat pagi hari?' -> respons acuan: menyebutkan bunyi kicauan burung/kucing dengan kata sopan seperti 'Saya mendengar bunyi kicau burung, terima kasih sudah bertanya'; (2) Kartu B: 'Bolehkah saya tahu, bagaimana bunyi bola Boni saat menabrak lantai?' -> respons acuan: menyebutkan bunyi pantulan bola 'Duk! Duk!'; (3) Kartu C: 'Maaf, binatang apa di sekitarmu yang berbunyi meong?' -> respons acuan: menyebutkan kucing dengan kata santun 'Itu bunyi kucing'].
- Secara bergantian dalam pasangan, murid yang sebelumnya menjawab kini menunjukkan pesan cerita yang disimak dengan memilih 1 dari 2 kartu gambar pesan: Gambar A (bermain bola dengan hati-hati dan menjaga barang) atau Gambar B (bermain sembarangan hingga bola rusak), lalu menyatakan pesan cerita yang benar (acuan jawaban benar: Gambar A) (10 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid bersama bimbingan guru merefleksikan proses percakapan: memeriksa apakah respons jawaban yang diberikan kepada teman sudah menggunakan kata santun (seperti permisi, terima kasih, maaf) dan menjawab sesuai topik bunyi (8 menit).
- Murid mengevaluasi pemahamannya mengenai pesan teks aural tentang aneka bunyi di sekitar dan menyampaikan hal yang telah dipelajari dengan tenang (4 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan kegiatan hari ini mengenai pesan cerita bunyi bola dan cara menjawab pertanyaan percakapan dengan santun (5 menit).
- Guru memberikan apresiasi atas partisipasi murid, menyampaikan informasi singkat kegiatan berikutnya, dan menutup pembelajaran dengan doa serta salam (3 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan teks aural yang lebih ringkas dengan kartu gambar visual yang sangat kontras, sedangkan murid yang lebih cepat diberikan kartu variasi pertanyaan percakapan dengan kosakata situasi yang lebih luas.
- Proses: Untuk murid yang belum percaya diri merespons pertanyaan, guru mendampingi dan memberikan pemodelan frasa santun (scaffolding); bagi murid yang mahir, mereka dipasangkan untuk saling bertanya-jawab 3 putaran secara mandiri.
- Produk: Respons lisan murid dapat berupa jawaban satu kalimat santun terstruktur atau jawaban lugas santun berbantuan penunjukan kartu gambar pesan yang tepat.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab diagnostik singkat: Guru memperdengarkan tiruan bunyi 'Duk! Duk!' dan bertanya secara lisan kepada murid: 'Bunyi apakah itu dan benda apa yang biasanya bersuara seperti itu?' (Acuan jawaban benar: murid menyebutkan bunyi bola memantul atau benda padat yang jatuh/menabrak lantai).
Proses:- Observasi formatif saat murid mempraktikkan percakapan tanya-jawab bunyi berpasangan dengan 3 kartu stimulus: (1) Kartu A: 'Permisi, bunyi apa yang kamu dengar di taman saat pagi hari?' (acuan: kicau burung/kucing/ayam); (2) Kartu B: 'Bolehkah saya tahu, bagaimana bunyi bola Boni saat menabrak lantai?' (acuan: bunyi pantulan bola 'Duk! Duk!'); (3) Kartu C: 'Maaf, binatang apa di sekitarmu yang berbunyi meong?' (acuan: kucing). Kriteria: kesantunan kata dan ketepatan menjawab pertanyaan percakapan.
- Observasi ketepatan murid dalam menunjukkan pesan cerita aural: Murid memilih kartu Gambar A (bermain hati-hati dan menjaga bola) versus Gambar B (bermain ceroboh) (Acuan benar: Gambar A).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman lisan di akhir sesi: Guru menanyakan kepada murid secara acak: 'Jika temanmu bertanya dengan sopan tentang bunyi bel sekolah, bagaimana cara kamu menjawabnya dengan santun?' (Kriteria penerimaan operasional: murid menjawab dengan kata sopan seperti 'Itu bunyi teng-teng tanda masuk kelas, teman' atau menyebut bunyi bel sekolah secara tepat dengan nada dan kata yang santun).
Formatif:- Pengamatan unjuk kerja percakapan berpasangan (merespons pertanyaan orang lain dengan santun)
- Pemeriksaan ketepatan menunjukkan pesan teks sastra aural melalui pemilihan kartu gambar pesan
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menunjukkan pesan teks sastra aural tentang bunyi di lingkungan sekitar | Belum mampu menunjukkan pesan teks aural meskipun telah diberikan bimbingan penuh dan pilihan gambar. | Mampu menunjukkan pesan teks sastra aural tentang bunyi di sekitar dengan memilih kartu gambar yang tepat setelah dibimbing guru. | Mampu menunjukkan pesan teks sastra aural tentang bunyi di sekitar secara tepat dan mandiri melalui pemilihan kartu gambar acuan. | Mampu menunjukkan pesan teks sastra aural tentang bunyi di sekitar secara tepat, mandiri, dan dapat menyebutkan kembali pesan kehati-hatian dalam cerita dengan kalimat sendiri. | | Merespons pertanyaan dalam percakapan tentang lingkungan sekitar dengan santun | Belum memberikan jawaban yang sesuai dengan pertanyaan yang diajukan teman dalam percakapan. | Merespons pertanyaan teman dengan jawaban yang sesuai topik bunyi, namun belum menggunakan kata/sikap santun secara konsisten. | Merespons seluruh 3 pertanyaan teman dalam percakapan dengan jawaban yang sesuai topik bunyi dan menggunakan tutur kata yang baik dan santun secara mandiri. | Merespons seluruh 3 pertanyaan teman dalam percakapan dengan sangat baik, relevan, serta konsisten menunjukkan kesantunan berbicara tanpa perlu diingatkan. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah seluruh murid aktif berpartisipasi dalam kegiatan percakapan santun berpasangan?
- Apakah teks aural yang dibacakan cukup jelas dan menarik sehingga murid dapat menangkap pesan cerita dengan tepat?
- Langkah perbaikan apa yang perlu dilakukan untuk melatih murid yang masih malu merespons pertanyaan temannya?
Murid:- Bagian mana dari cerita bola dan aneka bunyi tadi yang paling kamu sukai?
- Apakah kamu merasa senang saat berlatih tanya-jawab dengan teman sebangkumu secara sopan?
Pertemuan 14 — Membaca Kata Berawalan Huruf b dan Menulis Permulaan Nama Diri serta Huruf b — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 1.1.2 Membaca kata-kata sederhana dengan fasih dari bacaan tentang lingkungan sekitar yang diawali huruf b
- TP 1.1.4 Menulis permulaan dengan benar di atas kertas berupa nama diri dan huruf b
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan menyapa murid, mengajak berdoa bersama, dan memeriksa kehadiran murid di kelas (5 menit).
- Guru melakukan diagnostik awal singkat: menunjukkan 2 kartu kata berawalan huruf b yaitu 'bola' dan 'buku', meminta murid melafalkannya secara klasikal, lalu meminta murid mengacungkan jari menuliskan bentuk huruf 'b' di udara (acuan: pembacaan kata tepat 'bo-la' dan 'bu-ku' serta arah goresan tegak lurus diikuti lengkung perut ke kanan) (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru memperlihatkan bagan 4 kata berawalan huruf b dari lingkungan sekitar pada papan tulis: (1) bola, (2) batu, (3) baju, (4) buku; guru mencontohkan membaca setiap kata secara fasih langsung per kata tanpa mengeja satu per satu huruf (10 menit).
- Guru mencontohkan teknik menulis permulaan di papan bergaris untuk huruf 'b' kecil (garis lurus dari atas ke bawah, lalu lengkung ke kanan di bagian bawah) dan huruf 'B' kapital (garis lurus ke bawah, lalu dua lengkungan ke kanan), serta menuliskan contoh nama diri pada garis pembatas (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid bermain tantangan kartu 'Tepuk Kata b': secara berpasangan, murid mengambil secara bergantian 4 kartu kata dari tumpukan meja yang memuat kata: (1) bola, (2) batu, (3) baju, (4) buku, lalu membacanya secara fasih langsung kepada temannya (acuan ketepatan: pelafalan utuh 'bola', 'batu', 'baju', 'buku' tanpa mengeja dan tanpa jeda ragu) (15 menit).
- Murid secara mandiri mengerjakan lembar kerja menulis permulaan di atas kertas bergaris: menuliskan 3 baris huruf 'b' kecil dan 'B' kapital dengan arah goresan yang benar serta menuliskan nama diri sendiri sebanyak 1 baris dengan rapi (acuan ketepatan: bentuk huruf 'b' garis lurus ke bawah dengan perut melengkung ke kanan pas pada garis dasar buku, nama diri tertulis lengkap sesuai identitas murid) (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid memeriksa kembali hasil tulisan huruf b dan nama diri mereka di atas kertas, lalu mencocokkan apakah tulisan mereka sudah berada tepat di atas garis buku bergaris (5 menit).
Penutup:- Guru memberikan umpan balik langsung terhadap pembacaan kata dan hasil tulisan murid, memberi apresiasi atas kemandirian belajar murid hari ini, serta menutup pelajaran dengan doa bersama (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan kartu kata dengan ukuran huruf lebih besar dan garis bantu titik-titik untuk murid yang membutuhkan bantuan motorik halus.
- Proses: Memberikan bimbingan langsung (scaffolding) cara memegang pensil bagi murid yang masih kesulitan menorehkan garis tegak lurus huruf b.
- Produk: Bagi murid yang sudah sangat lancar menulis, diberikan tantangan tambahan menuliskan kata berawalan b yang sudah dibaca (misalnya 'buku') di samping nama diri.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab diagnostik cepat: guru menunjukkan 2 kartu kata ('bola' dan 'buku') dan meminta murid membacanya langsung (acuan jawaban: terbaca fasih 'bola' dan 'buku'), dilanjutkan meminta murid meniru bentuk huruf 'b' di udara (acuan: goresan garis lurus dari atas ke bawah, diikuti garis lengkung perut di bagian bawah sebelah kanan).
Proses:- Pengamatan membaca fasih berpasangan terhadap 4 kata target: (1) bola, (2) batu, (3) baju, (4) buku (kriteria: fasih, tanpa mengeja suku kata, tanpa jeda ragu).
- Pemeriksaan lembar menulis permulaan: ketepatan goresan huruf b kecil dan B kapital pada garis, serta kelengkapan penulisan nama diri di atas kertas bergaris.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman di akhir sesi: guru meminta murid secara acak membaca 1 kata berawalan huruf b yang ditunjuk pada papan tulis (pilihan: bola/batu/baju/buku; acuan: pembacaan kata utuh tanpa jeda ragu) dan menunjukkan hasil tulisan nama diri di kertas bergaris (acuan: terbaca jelas dan berada tepat di atas garis).
Formatif:- Unjuk kerja membaca fasih 4 kata berawalan huruf b menggunakan kartu kata
- Penilaian produk hasil tulisan permulaan huruf b dan nama diri di lembar kertas bergaris
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Membaca kata-kata sederhana diawali huruf b | Belum mampu membaca kata berawalan huruf b secara mandiri atau membutuhkan bimbingan penuh mengeja huruf demi huruf. | Mampu membaca 1-2 kata dari 4 kata target (bola, batu, baju, buku) dengan mengeja suku katanya terlebih dahulu. | Mampu membaca 3-4 kata dari 4 kata target (bola, batu, baju, buku) dengan fasih tanpa mengeja secara mandiri. | Mampu membaca seluruh 4 kata target (bola, batu, baju, buku) dengan sangat fasih tanpa mengeja dan tanpa jeda ragu secara konsisten. | | Menulis permulaan huruf b dan nama diri di atas kertas | Belum mampu menuliskan huruf b dengan arah goresan yang benar dan nama diri belum tersusun di atas kertas. | Mampu menulis huruf b dan nama diri di atas kertas dengan arah goresan yang masih terbalik atau melenceng jauh dari garis panduan. | Mampu menuliskan huruf b kecil dan B kapital dengan arah goresan benar serta menuliskan nama diri di atas kertas bergaris secara tepat. | Mampu menuliskan huruf b kecil, B kapital, dan nama diri secara mandiri dengan arah goresan benar, proporsional, dan rapi konsisten tepat di atas garis. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu untuk latihan membaca fasih dan menulis permulaan sudah seimbang?
- Bagian mana dari penulisan huruf b (kecil atau kapital) yang paling banyak memerlukan perbaikan goresan bagi murid?
Murid:- Kata berawalan huruf b mana yang paling mudah kamu baca hari ini?
- Apakah kamu sudah dapat menulis huruf b dan namamu sendiri dengan rapi di atas garis buku?
Pertemuan 15 — Asesmen Sumatif Bab — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 1.1.1 Menunjukkan pesan teks sastra berbentuk teks aural tentang bunyi di lingkungan sekitar
- TP 1.1.2 Membaca kata-kata sederhana dengan fasih dari bacaan tentang lingkungan sekitar yang diawali huruf b
- TP 1.1.3 Merespons dengan menjawab pertanyaan orang lain dengan baik dan santun dalam suatu percakapan tentang lingkungan sekitar
- TP 1.1.4 Menulis permulaan dengan benar di atas kertas berupa nama diri dan huruf b
Pendahuluan:- Guru membuka sesi dengan salam, doa bersama, dan memeriksa kesiapan alat tulis serta posisi duduk murid yang tegak di kursi masing-masing (2 menit).
- Guru menjelaskan tujuan pertemuan ke-15 sebagai asesmen sumatif bab untuk menunjukkan kemampuan menyimak pesan cerita bunyi, menulis huruf b dan nama diri, membaca kata berawalan b, serta merespons pertanyaan dengan santun (3 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran):- Guru membagikan lembar kerja sumatif Tugas 1 kepada seluruh murid dan membacakan petunjuk pengerjaan: murid menulis nama panggilan diri sendiri pada kotak kartu nama, menulis huruf 'B' kapital dan 'b' kecil masing-masing 3 kali dengan arah goresan tegak lurus lalu melengkung ke kanan, serta menyimak cerita aural 'Duk! Duk!' untuk memberi tanda centang pada gambar pesan yang tepat (5 menit).
Mengaplikasi (Bermakna):- Murid mengerjakan Tugas 1 secara serentak dan mandiri: (a) menulis nama panggilan sendiri pada kartu nama bergaris; (b) menulis 3 huruf 'B' kapital dan 3 huruf 'b' kecil mengikuti arah goresan yang benar; (c) menyimak guru membacakan petikan teks aural cerita 'Duk! Duk!': 'Boni bermain bola di taman. Duk! Bola membentur pohon lalu memantul jatuh ke semak-semak. Boni mencari bolanya dengan hati-hati.'; lalu murid memberi tanda centang (✓) pada 1 gambar yang tepat dari 2 pilihan gambar: [Gambar A: Boni mencari bola di dekat pohon/semak] atau [Gambar B: Boni berenang di kolam air] (acuan benar: tanda centang pada Gambar A) (20 menit).
- Pelaksanaan Tugas 2 secara individual bergantian di meja guru (durasi 1,5 menit per murid; sementara murid lain duduk tenang mewarnai ilustrasi bola dan kartu nama pada lembar kerja tanpa saling bersuara): (a) Membaca nyaring 3 kartu kata berawalan b berikut secara acak: 'batu', 'biru', 'bola' (acuan kefasihan: membaca kata utuh dengan lancar tanpa mengeja b-a-t-u dan tanpa jeda ragu berulang); (b) Merespons secara lisan 1 pertanyaan guru tentang bunyi benda di kelas: 'Bila meja kayu ini diketuk dengan jari, bagaimana bunyinya?' (acuan respons santun dan tepat: menjawab langsung dengan pilihan kata santun dan isi tepat, misalnya 'Bunyinya tuk-tuk/dok-dok, Bu/Pak' atau 'Terdengar bunyi ketukan tuk-tuk') (35 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Seluruh murid mengumpulkan lembar kerja sumatif ke meja guru dan bersama guru memeriksa kelengkapan identitas nama pada lembar kerja masing-masing (2 menit).
Penutup:- Guru memberikan apresiasi atas ketertiban, kejujuran, dan kemandirian seluruh murid dalam menyelesaikan seluruh rangkaian asesmen sumatif Bab 1 (2 menit).
- Guru menutup pembelajaran bab 1 dengan mengajak murid mengucapkan syukur bersama atas pencapaian belajar membaca, menulis, menyimak, dan berbicara santun (1 menit).
Diferensiasi:- Konten: Akomodasi akses: Bagi murid dengan hambatan visual/motorik halus disediakan lembar kerja dengan garis bantu kontras lebih tebal dan kartu kata dengan huruf berukuran ekstra besar (font 48 pt), tanpa mengubah kata target maupun kriteria penilaian.
- Proses: Akomodasi akses: Murid yang membutuhkan waktu pemrosesan lebih lama diberi kesempatan membaca kartu kata pada giliran akhir sesi sumatif lisan dengan instruksi guru yang diulang secara tenang satu per satu.
- Produk: Standar bukti produk dan unjuk kerja tetap seragam sesuai rubrik sumatif: lembar kerja menulis dan menyimak centang gambar, serta pembacaan 3 kata dan 1 respons percakapan lisan santun.
Asesmen Pertemuan:Sumatif Bab:- kombinasi penilaian produk menulis permulaan serentak dan unjuk kerja membaca-percakapan lisan bergiliran: kartu nama diri dan huruf b yang ditulis mandiri dengan arah goresan benar, centang gambar pesan cerita yang didengar, serta rekaman observasi kelancaran membaca kata berawalan b dan respons santun dalam percakapan terpadu
- penilaian produk dan tes aural serentak: lembar kerja murid berisi hasil menuliskan nama diri dan huruf b (kapital/kecil) dengan bentuk serta arah goresan yang benar, dilanjutkan memberi tanda silang/centang pada gambar pesan dari cerita bergambar 'Duk! Duk!' yang dibacakan guru secara klasikal (25 menit; kelompok; instrumen: lembar kerja bergambar dan rubrik penilaian tulisan permulaan)
- unjuk kerja terpadu membaca nyaring dan respons percakapan bergiliran: pelafalan fasih saat membaca 3 kata sederhana berawalan huruf b pada kartu kata dan jawaban lisan yang santun saat merespons pertanyaan guru tentang aneka bunyi di sekitar (dinilai 1,5 menit per murid secara rotasi ke meja guru sementara murid lain mewarnai lembar tugas; 45 menit / 1,5 menit = 30 murid, muat 28 murid satu kelas) (45 menit; individual; instrumen: rubrik unjuk kerja kelancaran membaca dan kesantunan respons)
Sumatif:- kombinasi penilaian produk menulis permulaan serentak dan unjuk kerja membaca-percakapan lisan bergiliran: kartu nama diri dan huruf b yang ditulis mandiri dengan arah goresan benar, centang gambar pesan cerita yang didengar, serta rekaman observasi kelancaran membaca kata berawalan b dan respons santun dalam percakapan terpadu
- penilaian produk dan tes aural serentak: lembar kerja murid berisi hasil menuliskan nama diri dan huruf b (kapital/kecil) dengan bentuk serta arah goresan yang benar, dilanjutkan memberi tanda silang/centang pada gambar pesan dari cerita bergambar 'Duk! Duk!' yang dibacakan guru secara klasikal (25 menit; kelompok; instrumen: lembar kerja bergambar dan rubrik penilaian tulisan permulaan)
- unjuk kerja terpadu membaca nyaring dan respons percakapan bergiliran: pelafalan fasih saat membaca 3 kata sederhana berawalan huruf b pada kartu kata dan jawaban lisan yang santun saat merespons pertanyaan guru tentang aneka bunyi di sekitar (dinilai 1,5 menit per murid secara rotasi ke meja guru sementara murid lain mewarnai lembar tugas; 45 menit / 1,5 menit = 30 murid, muat 28 murid satu kelas) (45 menit; individual; instrumen: rubrik unjuk kerja kelancaran membaca dan kesantunan respons)
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menunjukkan Pesan Teks Sastra Aural (TP 1.1.1) | Belum mampu memberi tanda centang atau salah memilih gambar pesan dari cerita aural 'Duk! Duk!' (memilih Gambar B). | Memerlukan pengulangan pembacaan cerita lebih dari 2 kali oleh guru untuk dapat memberi tanda centang pada Gambar A. | Mampu memberi tanda centang tepat pada Gambar A (Boni mencari bola dekat semak) setelah menyimak cerita aural 'Duk! Duk!' yang dibacakan guru dengan 1-2 kali pembacaan. | Mampu memberi tanda centang tepat pada Gambar A secara mandiri dan langsung tepat pada pembacaan cerita pertama kali. | | Membaca Kata Sederhana Berawalan b (TP 1.1.2) | Belum mampu membaca ketiga kata target ('batu', 'biru', 'bola') meskipun dibantu mengeja tiap huruf. | Mampu membaca 1 dari 3 kata target ('batu', 'biru', 'bola') dengan fasih, atau masih mengeja huruf demi huruf pada seluruh kata. | Mampu membaca 2 hingga 3 kata target ('batu', 'biru', 'bola') dengan fasih dan benar tanpa mengeja suku kata berulang kali. | Mampu membaca seluruh (3) kata target ('batu', 'biru', 'bola') dengan sangat fasih, lancar seketika tanpa mengeja dan tanpa keraguan. | | Merespons Pertanyaan Percakapan dengan Santun (TP 1.1.3) | Belum memberikan jawaban lisan saat ditanya guru tentang bunyi ketukan meja. | Menjawab pertanyaan guru mengenai bunyi meja ('tuk-tuk') namun hanya berupa bisikan satu suku kata tanpa sapaan/sikap santun. | Merespons dengan menjawab pertanyaan guru secara jelas dan santun menyebutkan bunyi ketukan meja (misal: 'Bunyinya tuk-tuk, Bu/Pak'). | Merespons pertanyaan guru dengan sangat santun, percaya diri, dan kalimat lengkap yang runtut mengenai bunyi ketukan benda di sekitarnya. | | Menulis Permulaan Huruf b dan Nama Diri (TP 1.1.4) | Belum mampu menuliskan nama diri dan arah goresan huruf b masih terbalik atau salah bentuk. | Mampu menuliskan huruf awal nama diri dan menulis 1 bentuk huruf b, namun arah goresan belum tepat atau belum terbaca jelas. | Mampu menulis nama panggilan diri dengan terbaca serta menuliskan huruf 'B' kapital dan 'b' kecil dengan bentuk dan arah goresan yang benar di atas kertas bergaris. | Mampu menuliskan nama panggilan diri secara lengkap rapi serta menuliskan huruf 'B' dan 'b' dengan bentuk, proporsi garis, dan arah goresan yang sempurna dan konsisten. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Bagaimana ketercapaian murid kelas 1 secara keseluruhan pada 4 TP di Bab 1 berdasarkan hasil asesmen sumatif ini?
- Apakah pengelolaan waktu rotasi asesmen membaca dan percakapan individual (1,5 menit per murid) berjalan efektif dan tertib?
- Tindak lanjut pendampingan apa yang perlu dirancang pada awal Bab 2 untuk murid yang masih berada pada level belum berkembang dalam membaca suku kata dan menulis huruf b?
Murid:- Bagian mana dari tugas hari ini yang paling mudah kalian kerjakan?
- Apakah kalian merasa senang sudah bisa membaca kata berawalan b dan menulis nama sendiri?
SUMBER BELAJAR- Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia: Aku Bisa! SD/MI Kelas I (Kemendikbudristek 2023) Bab 1
- Buku Siswa Bahasa Indonesia: Aku Bisa! SD/MI Kelas I (Kemendikbudristek 2023) Halaman 2-7 Cerita 'Duk! Duk!'
- Kartu gambar benda/bola dan alat pembuat bunyi (lonceng/meja)
- Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia: Aku Bisa! SD Kelas I (Kemendikbudristek, 2023)
- Buku Siswa Bahasa Indonesia: Aku Bisa! SD Kelas I (Kemendikbudristek, 2023)
- Kartu gambar binatang (ayam, kucing, sapi)
- Lembar aktivitas pilihan bergambar 'Detektif Pesan Cerita'
- Kartu bergambar aneka benda penghasil bunyi (jam dinding, jam beker, mangkuk bakso, bel sepeda, klakson mobil, peluit)
- Lembar kerja murid tentang pesan bunyi benda
- Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia | Aku Bisa! SD Kelas I
- Buku Siswa Bahasa Indonesia | Aku Bisa! SD Kelas I Bab 1
- Kartu contoh arah panah goresan huruf b kecil dan B kapital
- Lembar kerja latihan menulis permulaan bergaris
- Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia: Aku Bisa! SD Kelas I
- Buku Siswa Bahasa Indonesia: Aku Bisa! SD Kelas I Halaman 12
- Kertas manila/karton tebal dipotong ukuran kartu nama (bergaris bantu)
- Pensil tulis dan pensil warna/krayon
- Buku Siswa Bahasa Indonesia: Aku Bisa! Kelas 1 SD/MI
- Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia Kelas 1 SD/MI
- Lembar kertas bergaris khusus latihan menulis permulaan
- Papan tulis bergaris dan spidol/kapur warna
- Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia: Aku Bisa! untuk SD/MI Kelas I
- Buku Siswa Bahasa Indonesia: Aku Bisa! untuk SD/MI Kelas I Bab 1
- Kartu suku kata ('ba', 'bi') dan kartu kata ('batu', 'baju', 'biru', 'bisa')
- Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia | Aku Bisa! SD Kelas I (Pusat Perbukuan, Kemendikbudristek 2021)
- Buku Siswa Bahasa Indonesia | Aku Bisa! SD Kelas I (Pusat Perbukuan, Kemendikbudristek 2021)
- Set kartu suku kata ('bu', 'be', 'bo') dan set kartu kata bergambar ('buku', 'buaya', 'bebek', 'benang', 'bola', 'botol')
- Papan flanel/papan saku 'Kereta Kata'
- Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia: Aku Bisa! untuk SD/MI Kelas I (Kemendikbudristek, 2021/2024)
- Buku Siswa Bahasa Indonesia: Aku Bisa! untuk SD/MI Kelas I
- Kartu kata bertuliskan 5 kata target: batu, buku, bola, baju, bebek
- Papan tulis dan lembar bacaan mandiri murid
- Benda-benda penghasil bunyi di kelas: lonceng kecil, kertas, gunting, penghapus papan tulis, tas berperekat/ritsleting, botol minum plastik
- Buku Siswa Bahasa Indonesia: Aku Bisa! SD Kelas I Bab 1 (halaman 14-16)
- Set kartu gambar binatang (kucing, anjing, sapi, ayam jago)
- Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia: Aku Bisa! untuk SD/MI Kelas I (Edisi Revisi), Bab 1 'Bunyi Apa?'
- Buku Siswa Bahasa Indonesia: Aku Bisa! untuk SD/MI Kelas I (Edisi Revisi), Bab 1 'Bunyi Apa?' halaman 14-16 (topik 'Pagi yang Sibuk')
- Media gambar suasana sibuk (jalan raya, pasar, dapur) dan 3 kartu tanya jawab percakapan bertema bunyi lingkungan sekitar
- Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia | Aku Bisa! SD/MI Kelas I (Edisi Revisi), Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, 2023
- Buku Siswa Bahasa Indonesia | Aku Bisa! SD/MI Kelas I (Edisi Revisi), Bab 1 'Bunyi Apa?'
- Set kartu stimulus pertanyaan percakapan (Kartu A, B, dan C) dan kartu gambar pesan cerita
- Buku Siswa Bahasa Indonesia Kelas 1: Aku Bisa! Bab 1 'Bunyi Apa?'
- Kartu kata berawalan b: bola, batu, baju, buku
- Lembar kertas bergaris latihan menulis permulaan
- Buku Panduan Guru Bahasa Indonesia | Aku Bisa! Kelas I SD (Kemendikbudristek 2023, Panduan Khusus Bab 1)
- Buku Siswa Bahasa Indonesia | Aku Bisa! Kelas I SD (Kemendikbudristek 2023, Bab 1 'Bunyi Apa?')
- Lembar Kerja Asesmen Sumatif Murid (Tugas 1: kartu nama bergaris, kisi huruf b/B, dan gambar pilihan pesan cerita 'Duk! Duk!')
- Kartu Kata Asesmen (berisi kata: 'batu', 'biru', 'bola')
- Meja kayu kelas sebagai media stimulasi bunyi ketukan
|