LKPDPertemuan 6Bab 3Fase FSemester 2

LKPD Sosiologi Kelas 11: Menerapkan Prinsip Kesetaraan Antaretnis dan Agama untuk Mewujudkan Harmoni Sosial

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan Sosiologi kelas 11 dengan topik "Menerapkan Prinsip Kesetaraan Antaretnis dan Agama untuk Mewujudkan Harmoni Sosial".

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD Sosiologi Kelas 11: Menerapkan Prinsip Kesetaraan Antaretnis dan Agama untuk Mewujudkan Harmoni Sosial

Sosiologi - Kelas 11

Bab 3 Pertemuan 6

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Sosiologi — Kelas 11 (Fase F)

Topik: Menerapkan Prinsip Kesetaraan Antaretnis dan Agama untuk Mewujudkan Harmoni Sosial

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranSosiologi
Fase / KelasFase F / Kelas 11
TopikMenerapkan Prinsip Kesetaraan Antaretnis dan Agama untuk Mewujudkan Harmoni Sosial
Alokasi Waktu3 JP (3 x 45 menit = 135 menit)
Tipe Aktivitascampuran
Tahun Ajaran2026/2027
Semester2
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Menerapkan prinsip kesetaraan dalam perbedaan sosial untuk mewujudkan masyarakat multikultural yang harmonis

PETUNJUK UMUM

  • Bacalah setiap instruksi dan studi kasus dengan cermat sebelum menjawab.
  • Kerjakan tugas secara mandiri atau kelompok sesuai arahan pada tiap kegiatan.
  • Fokuskan jawaban Anda pada penerapan prinsip kesetaraan (kesetaraan hak, kesempatan, perlakuan adil tanpa diskriminasi) dalam mengelola perbedaan etnis dan agama.
  • Tuliskan hasil kerja langsung pada format ruang jawaban yang telah disediakan.

KEGIATAN

Kegiatan 1: Menerapkan Prinsip Kesetaraan dalam Studi Kasus Lingkungan Multikultural

Estimasi: 40 menit

Alat & Bahan:

  • Lembar kerja/buku catatan sosiologi
  • Alat tulis

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Bacalah secara saksama narasi kasus interaksi sosial di Desa Kebangsaan berikut:
  2. Di Desa Kebangsaan, warganya berasal dari berbagai latar belakang suku (Jawa, Batak, Sunda, Minang) dan agama (Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha). Panitia peringatan hari kemerdekaan desa sedang menyusun tata tertib kepanitiaan dan pembagian peran warga.
  3. Beberapa usulan awal muncul: (a) Pengurus inti hanya boleh dipegang oleh warga dari kelompok etnis atau agama mayoritas; (b) Jadwal kerja bakti dan rapat desa diadakan pada hari Minggu pagi saat sebagian warga beribadah; (c) Dana fasilitas bersama hanya dialokasikan untuk kegiatan perayaan kelompok tertentu.
  4. Terapkan prinsip kesetaraan (kesetaraan hak, perlakuan setara, dan kesempatan yang adil) untuk mengubah ketiga usulan di atas menjadi kebijakan yang menjamin harmoni sosial multikultural.
  5. Tuliskan bentuk perbaikan penerapan kesetaraan Anda pada format tabel yang disediakan.

Pertanyaan:

1. Berdasarkan narasi Desa Kebangsaan, ubahlah 3 usulan yang timpang/diskriminatif tersebut dengan menerapkan prinsip kesetaraan dalam perbedaan sosial agar terwujud harmoni sosial! Sajikan dalam bentuk tabel analisis perbaikan.

Ruang tabel jawaban

Format tabel 3 kolom: Kolom 1 (Usulan Awal yang Timpang/Diskriminatif), Kolom 2 (Bentuk Penerapan Prinsip Kesetaraan yang Tepat), Kolom 3 (Dampak Penerapan terhadap Harmoni Sosial).

Kegiatan 2: Perumusan Rencana Aksi Penerapan Kesetaraan Antaretnis dan Agama di Sekolah

Estimasi: 45 menit

Alat & Bahan:

  • Lembar kerja kelompok
  • Kertas plano / lembar portofolio
  • Spidol/pena

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Bekerjasamalah dalam kelompok beranggotakan 4-5 murid.
  2. Identifikasi 3 bidang interaksi di lingkungan sekolah multikultural: (1) Kepengurusan Organisasi Murid (OSIS/Ekskul), (2) Kerja Kelompok Akademik di Kelas, dan (3) Pemanfaatan Fasilitas Ibadah & Ruang Publik Sekolah.
  3. Terapkan prinsip kesetaraan secara konkret pada ketiga bidang tersebut agar seluruh murid dari berbagai etnis dan agama mendapatkan perlakuan dan hak yang setara.
  4. Diskusikan dan rumuskan aturan tindakan nyata penerapan kesetaraan untuk masing-masing bidang tersebut.

Pertanyaan:

1. Rumuskan masing-masing 1 aturan/tindakan nyata penerapan prinsip kesetaraan pada 3 bidang interaksi sekolah (Kepengurusan OSIS/Ekskul, Kerja Kelompok Akademik, dan Pemanfaatan Fasilitas Bersama) beserta alasan sosiologis mengapa tindakan tersebut mewujudkan masyarakat sekolah yang harmonis!

Format uraian terstruktur: Tuliskan dengan subjudul per bidang (Bidang 1, Bidang 2, Bidang 3) dengan memuat rumusan aturan nyata dan alasan penerapannya.

Kegiatan 3: Simulasi Pengambilan Keputusan Adil Berbasis Kesetaraan dan Refleksi Penutup

Estimasi: 50 menit

Alat & Bahan:

  • Lembar kerja
  • Pena

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Bacalah dilema sosial berikut: 'Dalam sebuah festival budaya sekolah tahunan, panitia dihadapkan pada keterbatasan panggung dan waktu. Ada usulan agar perwakilan budaya dan keagamaan minoritas hanya ditampilkan dalam tayangan video pendek, sementara kelompok mayoritas tampil di panggung utama secara langsung selama durasi penuh.'
  2. Sebagai anggota perwakilan murid, terapkan prinsip kesetaraan untuk mengambil keputusan musyawarah yang adil bagi seluruh pihak.
  3. Tuliskan keputusan penerapan prinsip kesetaraan Anda dan jawab pertanyaan refleksi penutup.

Pertanyaan:

1. Bagaimana keputusan nyata yang Anda terapkan dalam mengatasi dilema pembagian panggung festival budaya tersebut agar mencerminkan prinsip kesetaraan sosial antaretnis dan agama secara nyata?

2. Berdasarkan seluruh aktivitas yang telah dilakukan, jelaskan mengapa penerapan prinsip kesetaraan menjadi syarat mutlak bagi terciptanya masyarakat multikultural yang harmonis!

Format paragraf argumentatif (minimal 1 paragraf per nomor) pada lembar jawaban yang tersedia.

REFLEKSI

1. Bagian mana dari tindakan penerapan kesetaraan dalam kegiatan hari ini yang paling menantang untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari Anda?

2. Bagaimana Anda memastikan diri Anda tidak membeda-bedakan teman yang berbeda etnis atau agama saat berinteraksi di lingkungan kelas dan sekolah?

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.