LKPDPertemuan 5Bab 2Fase FSemester 1

LKPD Sosiologi Kelas 11: Melakukan Kajian Literasi Perbedaan Konflik Sosial dan Kekerasan dari Literatur Sosiologi

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan Sosiologi kelas 11 dengan topik "Melakukan Kajian Literasi Perbedaan Konflik Sosial dan Kekerasan dari Literatur Sosiologi".

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD Sosiologi Kelas 11: Melakukan Kajian Literasi Perbedaan Konflik Sosial dan Kekerasan dari Literatur Sosiologi

Sosiologi - Kelas 11

Bab 2 Pertemuan 5

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Sosiologi — Kelas 11 (Fase F)

Topik: Melakukan Kajian Literasi Perbedaan Konflik Sosial dan Kekerasan dari Literatur Sosiologi

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranSosiologi
Fase / KelasFase F / Kelas 11
TopikMelakukan Kajian Literasi Perbedaan Konflik Sosial dan Kekerasan dari Literatur Sosiologi
Alokasi Waktu3 JP (3 x 45 menit = 135 menit)
Tipe Aktivitascampuran
Tahun Ajaran2026/2027
Semester1
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Melakukan kajian literasi atas fenomena konflik sosial dan kekerasan dari berbagai sumber

PETUNJUK UMUM

  • Bacalah pengantar dan kutipan literatur sosiologi yang disajikan secara saksama.
  • Bekerjalah secara mandiri atau bersama rekan kelompok sesuai arahan pendidik.
  • Lakukan kajian literasi dengan mengekstraksi dan membedakan informasi kunci mengenai konflik sosial dan kekerasan.
  • Tuliskan hasil kajian literasi pada format ruang jawaban yang telah disediakan.

KEGIATAN

Kegiatan 1: Kajian Literatur: Konseptualisasi Konflik Sosial dan Kekerasan

Estimasi: 40 menit

Alat & Bahan:

  • Kutipan teks literatur sosiologi
  • Alat tulis/stabilo penanda bacaan

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Cermati Teks Literatur A dan Teks Literatur B berikut:
  2. Teks A (Lewis A. Coser, 'The Functions of Social Conflict'): Konflik sosial didefinisikan sebagai perjuangan mengenai nilai-nilai atau tuntutan atas status, kekuasaan, dan sumber daya yang langka, dengan tujuan menetralkan, melukai, atau melenyapkan pihak lawan. Konflik dapat bersifat inheren dalam interaksi sosial dan tidak selalu berarti perusakan fisik secara langsung, bahkan dapat memperkuat kohesi internal kelompok.
  3. Teks B (Johan Galtung, 'Violence, Peace, and Peace Research'): Kekerasan didefinisikan sebagai kondisi yang menyebabkan potensi manusia terhalang atau berada di bawah kondisi aktualnya, sering kali termanifestasi sebagai tindakan langsung yang mencederai fisik, psikis, atau perusakan harta benda demi memaksakan kehendak secara paksa.
  4. Identifikasi definisi, fokus kajian, dan tujuan/wujud tindakan dari masing-masing literatur pada tabel perbandingan yang tersedia.

Pertanyaan:

1. Berdasarkan Teks A dan Teks B, lengkapilah tabel perbedaan konseptual antara konflik sosial dan kekerasan menurut literatur sosiologi!

Ruang tabel jawaban

Tabel 3 kolom dan 4 baris (Kolom: Aspek Pembanding, Literatur Konflik Sosial [Coser], Literatur Kekerasan [Galtung]. Baris: Definisi Konsep, Wujud Manifestasi Tindakan, Dampak Struktural).

Kegiatan 2: Kajian Literasi Kasus Nyata: Mengurai Unsur Konflik dan Kekerasan

Estimasi: 45 menit

Alat & Bahan:

  • Lembar teks kasus perselisihan pemuda antar-RW
  • Buku referensi sosiologi kelas 11

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Bacalah cuplikan laporan studi kasus sosiologis berikut:
  2. 'Kasus Perselisihan Pemuda Antar-RW': Perselisihan bermula dari perbedaan pandangan mengenai batas pengelolaan lahan parkir dan ruang publik di perbatasan wilayah. Situasi ketegangan kepentingan antarkelompok pemuda telah berlangsung selama berbulan-bulan (Konflik laten). Suatu malam, akibat provokasi dan pengaruh minuman keras, terjadi aksi saling lempar batu dan bentrokan antarpemuda yang menyebabkan tiga gerobak warga rusak serta dua orang mengalami cedera fisik (Eskalasi kekerasan manifes). Penanganan kemudian dilakukan melalui mediasi kepolisian dan tokoh masyarakat.
  3. Lakukan telaah literasi atas teks kasus tersebut dengan memisahkan unsur yang termasuk fenomena konflik sosial dan unsur yang masuk kategori tindakan kekerasan.

Pertanyaan:

1. Berdasarkan cuplikan kasus, tunjukkan kalimat atau bagian peristiwa yang menandai terjadinya 'konflik sosial' beserta alasannya sesuai literatur sosiologi!

2. Tunjukkan kalimat atau bagian peristiwa yang menandai eskalasi menjadi 'kekerasan' beserta alasannya sesuai literatur sosiologi!

Dua kolom isian uraian: Kolom 1 untuk kutipan teks pendukung dari laporan kasus; Kolom 2 untuk argumentasi rujukan literatur sosiologis.

Kegiatan 3: Sintesis Literasi Lintas Sumber Mengenai Sifat Relasional Konflik dan Kekerasan

Estimasi: 50 menit

Alat & Bahan:

  • Lembar sintesis kajian literatur
  • Buku catatan murid

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Diskusikan bersama rekan kelompok hasil telaah dari berbagai literatur (Buku Teks Sosiologi Bab 2 dan artikel referensi yang telah dibaca).
  2. Buatlah sintesis literasi yang menjelaskan keterhubungan antara konflik sosial dan kekerasan: Apakah setiap konflik sosial harus selalu berakhir dengan kekerasan? Dan bagaimana literatur sosiologi menjelaskan batas transisi dari konflik menuju kekerasan?
  3. Susun jawaban secara terstruktur dalam bentuk poin-poin penjelasan hasil kajian literatur.

Pertanyaan:

1. Berdasarkan sintesis berbagai literatur sosiologi yang telah dikaji, jelaskan mengapa konflik sosial tidak identik dengan kekerasan dan faktor apa menurut literatur yang memicu transisi konflik menjadi kekerasan!

Bagan/lembar sintesis literasi berformat: Poin Simpulan Konseptual (Mengapa tidak identik) dan Poin Simpulan Transisi (Faktor pemicu eskalasi destruktif).

REFLEKSI

1. Informasi baru apa yang paling bermakna yang kamu peroleh dari kegiatan membaca literatur sosiologi mengenai perbedaan konflik sosial dan kekerasan hari ini?

2. Bagaimana kajian literasi ini membantumu lebih objektif dalam membaca berita atau fenomena pertikaian yang terjadi di media sosial maupun lingkungan sekitarmu?

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.