LKPD Sosiologi Kelas 11: Merancang Rencana Aksi Projek Kolaboratif Solutif atas Konflik Sosial dalam Pendekatan Pemberdayaan
LKPD ini disusun untuk satu pertemuan Sosiologi kelas 11 dengan topik "Merancang Rencana Aksi Projek Kolaboratif Solutif atas Konflik Sosial dalam Pendekatan Pemberdayaan".
MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD
LKPD Sosiologi Kelas 11: Merancang Rencana Aksi Projek Kolaboratif Solutif atas Konflik Sosial dalam Pendekatan Pemberdayaan
Sosiologi - Kelas 11
Bab 2 Pertemuan 17
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD) Sosiologi — Kelas 11 (Fase F) Topik: Merancang Rencana Aksi Projek Kolaboratif Solutif atas Konflik Sosial dalam Pendekatan Pemberdayaan INFORMASI UMUM
TUJUAN PEMBELAJARAN
PETUNJUK UMUM
KEGIATANKegiatan 1: Menentukan Fokus Isu dan Merancang Kerangka Kolaborasi ProjekEstimasi: 25 menit Alat & Bahan:
Petunjuk Pengerjaan:
Pertanyaan:1. Berdasarkan stimulus kasus ketegangan antarpemuda beda RW akibat prasangka dan perbedaan latar belakang sosial, rancanglah judul/nama projek kolaboratif kelompokmu beserta rumusan tujuan solutif yang ingin dicapai melalui keterlibatan aktif kedua belah pihak! 2. Rancanglah pemetaan pihak-pihak yang akan dilibatkan secara kolaboratif dalam projek ini (misal: perwakilan pemuda RW A, pemuda RW B, tokoh masyarakat/RT, fasilitator) beserta peran masing-masing dalam tabel kerangka kolaborasi! Ruang tabel jawaban Tuliskan jawaban pada format berikut: 1) Isian Judul Projek & Rumusan Tujuan Solutif (2-3 kalimat); 2) Tabel Kerangka Kolaborasi 3 kolom: 'Pihak yang Dilibatkan', 'Potensi/Kekuatan yang Dimiliki', dan 'Peran Kolaboratif dalam Projek'. Kegiatan 2: Merancang Rencana Aksi Projek Berbasis Pendekatan PemberdayaanEstimasi: 35 menit Alat & Bahan:
Petunjuk Pengerjaan:
Pertanyaan:1. Susunlah rancangan tahapan aksi projek kolaboratif kelompokmu ke dalam 3 fase utama:
Ruang tabel jawaban 2. Jelaskan rancangan strategi pemberdayaan yang kalian gunakan dalam aksi projek ini: bagaimana rancangan kegiatan tersebut memastikan masyarakat/pemuda yang berkonflik memiliki daya/kemampuan mandiri dan tidak terus bergantung pada pihak luar dalam mencegah kekerasan akibat perbedaan? Format isian: 1) Tabel Matriks Rencana Aksi 4 kolom: 'Fase/Tahap', 'Rencana Kegiatan Kolaboratif', 'Bentuk Keterlibatan Warga/Pemuda (Pemberdayaan)', dan 'Tolok Ukur Keberhasilan Solutif'; 2) Paragraf penjelasan strategi pemberdayaan (4-6 kalimat terstruktur). Kegiatan 3: Merancang Mitigasi Kendala dan Finalisasi Draf Projek KolaboratifEstimasi: 30 menit Alat & Bahan:
Petunjuk Pengerjaan:
Pertanyaan:1. Rancanglah tabel mitigasi risiko atas minimal 2 potensi hambatan kolaborasi di lapangan serta tindakan antisipasi solutif yang akan dilakukan tim projek! Ruang tabel jawaban 2. Tuliskan ringkasan rancangan rencana aksi projek kolaboratif kelompokmu secara utuh dan terpadu (mencakup judul, tujuan, mitra kolaborasi, tahapan utama, dan mitigasi risiko) untuk siap dikonsultasikan dalam pleno kelas! Format pengerjaan: 1) Tabel Mitigasi Risiko 3 kolom: 'Potensi Hambatan', 'Penyebab Munculnya Hambatan', dan 'Tindakan Mitigasi Kolaboratif'; 2) Lembar Ringkasan Final Draf Rencana Aksi Projek Kolaboratif (1 halaman terstruktur). REFLEKSI1. Bagian mana dari perancangan projek kolaboratif ini yang paling menantang bagi kelompokmu dalam memadukan ide dari pihak-pihak yang sebelumnya berkonflik? 2. Bagaimana rancangan aksi yang kalian susun membantumu memahami bahwa mengatasi konflik akibat perbedaan memerlukan pemberdayaan warga, bukan sekadar paksaan atau perintah sepihak? 3. Apa komitmen personalmu dalam menerapkan semangat kerja sama dan anti-kekerasan saat menghadapi perbedaan di lingkungan sehari-hari? |
Lihat & unduh lengkap
Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.
Apa isi pertemuan ini?
Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.
Cara pakai pertemuan ini
Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.