LKPDPertemuan 14Bab 2Fase FSemester 1

LKPD Sosiologi Kelas 11: Menyajikan Hubungan dan Dinamika Kepentingan Antarpihak dalam Bagan Visual Pemetaan Konflik

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan Sosiologi kelas 11 dengan topik "Menyajikan Hubungan dan Dinamika Kepentingan Antarpihak dalam Bagan Visual Pemetaan Konflik".

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD Sosiologi Kelas 11: Menyajikan Hubungan dan Dinamika Kepentingan Antarpihak dalam Bagan Visual Pemetaan Konflik

Sosiologi - Kelas 11

Bab 2 Pertemuan 14

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Sosiologi — Kelas 11 (Fase F)

Topik: Menyajikan Hubungan dan Dinamika Kepentingan Antarpihak dalam Bagan Visual Pemetaan Konflik

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranSosiologi
Fase / KelasFase F / Kelas 11
TopikMenyajikan Hubungan dan Dinamika Kepentingan Antarpihak dalam Bagan Visual Pemetaan Konflik
Alokasi Waktu2 JP (2 x 45 menit = 90 menit)
Tipe Aktivitascampuran
Tahun Ajaran2026/2027
Semester1
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Menyajikan data fenomena konflik sosial secara sistematis dalam bentuk bagan visual pemetaan konflik

PETUNJUK UMUM

  • Bacalah ringkasan data fenomena konflik yang disediakan secara saksama.
  • Bekerjalah secara kolaboratif dalam kelompok kecil (3-4 orang) untuk mendiskusikan dan menyusun visualisasi data.
  • Gunakan simbol standar pemetaan konflik (garis, bentuk, dan panah) secara konsisten dan sistematis sesuai panduan.
  • Tanyakan kepada guru apabila terdapat simbol atau instruksi teknis yang belum dipahami.

KEGIATAN

Kegiatan 1: Klasifikasi Simbol dan Elemen Data Fenomena Konflik

Estimasi: 20 menit

Alat & Bahan:

  • Teks studi kasus konflik lingkungan
  • Alat tulis/pulpen

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Bacalah ringkasan studi kasus fenomena konflik tata kelola sampah berikut: Di Kelurahan Sukamaju, Paguyuban Warga memprotes keras Pengelola TPA Swasta akibat bau dan pencemaran air lindi. Hubungan warga dan TPA berada dalam perselisihan terbuka. Sementara itu, TPA Swasta memiliki hubungan kerja sama resmi berbasis kontrak dengan Dinas Kebersihan Kota. Di sisi lain, Dinas Kebersihan berupaya membuka ruang komunikasi berkala dengan Paguyuban Warga namun hubungannya masih renggang/informal. Isu utama yang diperebutkan adalah ganti rugi lingkungan dan relokasi penampungan.
  2. Identifikasi dan kelompokkan data pihak, ukuran pengaruh/kekuatan, bentuk relasi/dinamika hubungan, serta isu inti konflik ke dalam tabel yang disediakan.
  3. Tentukan simbol visual pemetaan konflik yang tepat untuk setiap elemen data tersebut.

Pertanyaan:

1. Lengkapilah tabel inventarisasi visual berikut berdasarkan data kasus di atas: sebutkan pihak-pihak yang terlibat, bentuk relasi antarpihak, isu inti konflik, serta pasangan simbol bagan pemetaan konflik yang sesuai.

Ruang tabel jawaban

Format tabel isian 4 kolom: Kolom 1 (Elemen Fenomena Konflik: Pihak Terlibat / Hubungan Antarpihak / Isu Utama), Kolom 2 (Keterangan Data Berdasarkan Kasus), Kolom 3 (Simbol Visual: Bentuk Lingkaran/Garis/Persegi), Kolom 4 (Makna Simbolik).

Kegiatan 2: Penyusunan Bagan Visual Pemetaan Konflik

Estimasi: 40 menit

Alat & Bahan:

  • Kertas gambar/kertas plano
  • Spidol warna/pensil warna/penggaris

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Berdasarkan data yang telah diklasifikasikan pada Kegiatan 1, tuangkan seluruh komponen data ke dalam bagan visual pemetaan konflik secara utuh.
  2. Gambarkan simbol lingkaran untuk tiap pihak, gunakan proporsi ukuran lingkaran yang mencerminkan besaran kekuatan/peran pihak.
  3. Gambarkan garis relasi yang menghubungkan pihak-pihak tersebut sesuai jenis dinamikanya (garis ganda untuk kerja sama resmi, garis zig-zag untuk konflik, dan garis putus-putus untuk hubungan informal). Letakkan isu utama di kotak persegi pada posisi tengah.
  4. Beri keterangan/legenda visual yang rapi di sudut bidang gambar agar bagan terbaca secara sistematis.

Pertanyaan:

1. Gambarkan bagan visual pemetaan konflik secara utuh dan sistematis pada lembar kerja yang disediakan, mencakup posisi ketiga aktor, relasi antaraktor menggunakan garis simbolik yang tepat, penempatan kotak isu utama, serta legenda penjelasan simbol.

Ruang gambar

Kotak bidang gambar berukuran minimal 1 halaman kosong (atau kertas plano/kertas gambar kelompok) dengan area legenda simbol di pojok kanan bawah.

Kegiatan 3: Penyajian dan Verifikasi Keselarasan Bagan Visual

Estimasi: 30 menit

Alat & Bahan:

  • Bagan visual hasil pengerjaan Kegiatan 2
  • Lembar catatan kelompok

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Tampilkan bagan visual pemetaan konflik yang telah dibuat kelompokmu kepada kelompok rekan untuk diverifikasi keterbacaannya.
  2. Lakukan pemeriksaan silang: periksa apakah susunan visual telah menyajikan data konflik secara tepat tanpa ada relasi atau aktor yang tertukar.
  3. Lengkapi deskripsi penyajian tertulis singkat (3-4 butir) yang merangkum cara bagan tersebut membaca struktur relasi konflik.

Pertanyaan:

1. Sajikan penjelasan tertulis mengenai bagan pemetaan konflik kelompokmu dengan menjawab 3 poin keterbacaan: (a) Siapakah dua pihak yang berada dalam garis perselisihan langsung menurut baganmu? (b) Pihak mana yang memiliki relasi persekutuan/ikatan formal? (c) Bagaimana alur hubungan informal yang berpeluang menjembatani komunikasi antarpihak?

Format isian paragraf berbutir (a, b, c) maksimal 1 halaman.

REFLEKSI

1. Bagian mana dari pembuatan bagan visual pemetaan konflik yang paling membantumu memahami kerumitan hubungan antarpihak yang berselisih?

2. Kesulitan apa yang kelompokmu hadapi saat mengubah narasi data konflik tertulis menjadi garis dan bentuk visual yang sistematis?

3. Bagaimana penyajian data melalui bagan visual ini membantumu membedakan posisi lawan dan pihak penengah dalam suatu peristiwa konflik sosial?

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.