LKPDPertemuan 13Bab 2Fase FSemester 1

LKPD Sosiologi Kelas 11: Menyajikan Data Aktor dan Isu Konflik Sosial dalam Draf Bagan Pemetaan Konflik

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan Sosiologi kelas 11 dengan topik "Menyajikan Data Aktor dan Isu Konflik Sosial dalam Draf Bagan Pemetaan Konflik".

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD Sosiologi Kelas 11: Menyajikan Data Aktor dan Isu Konflik Sosial dalam Draf Bagan Pemetaan Konflik

Sosiologi - Kelas 11

Bab 2 Pertemuan 13

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Sosiologi — Kelas 11 (Fase F)

Topik: Menyajikan Data Aktor dan Isu Konflik Sosial dalam Draf Bagan Pemetaan Konflik

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranSosiologi
Fase / KelasFase F / Kelas 11
TopikMenyajikan Data Aktor dan Isu Konflik Sosial dalam Draf Bagan Pemetaan Konflik
Alokasi Waktu2 JP (2 x 45 menit = 90 menit)
Tipe Aktivitascampuran
Tahun Ajaran2026/2027
Semester1
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Menyajikan data fenomena konflik sosial secara sistematis dalam bentuk bagan visual pemetaan konflik

PETUNJUK UMUM

  • Bacalah ringkasan data fenomena konflik sosial yang disajikan dengan saksama.
  • Gunakan simbol visual standar pemetaan konflik (lingkaran untuk aktor, persegi untuk isu, garis relasi untuk pola hubungan) dalam menyusun bagan.
  • Kerjakan penataan data secara bertahap: mulai dari inventarisasi data visual, perancangan draf bagan, hingga penyajian draf bagan pemetaan visual utuh.
  • Bekerjalah secara kolaboratif bersama anggota kelompok dan pastikan pembagian tugas jelas.

KEGIATAN

Kegiatan 1: Klasifikasi Simbol Visual Aktor dan Isu Konflik

Estimasi: 25 menit

Alat & Bahan:

  • Teks studi kasus konflik
  • Alat tulis
  • Penggaris

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Cermati studi kasus berikut: 'Sengketa Pembangunan Jalur Tol di Desa Sukamakmur: Warga Petani menolak pembebasan lahan sawah produktif karena ganti rugi dinilai terlalu rendah dan mengancam mata pencaharian. Pihak Pengembang Tol bersikeras melanjutkan proyek berdasarkan izin penetapan lokasi pemerintah. Posisi Warga Petani dan Pengembang berada dalam perselisihan tajam (konflik terbuka). Pemerintah Daerah berupaya memfasilitasi komunikasi informal secara berkala dengan kedua pihak untuk negosiasi, sementara Koalisi LSM Agraria membentuk persekutuan resmi dengan Warga Petani untuk memberikan advokasi hukum.'
  2. Berdasarkan kasus tersebut, sajikan data aktor, peran/kekuatan, dan isu utama ke dalam tabel data visual.
  3. Tentukan simbol visual yang tepat untuk mewakili data aktor, isu, dan relasi antar-aktor sesuai konvensi pemetaan konflik.

Pertanyaan:

1. Sajikan data aktor-aktor yang terlibat beserta perannya ke dalam tabel klasifikasi simbol visual (tentukan ukuran lingkaran: besar/sedang/kecil sesuai kekuatan relatif).

Ruang tabel jawaban

2. Sajikan data isu/masalah inti konflik serta jenis garis relasi yang menghubungkan para aktor dalam tabel representasi simbol visual.

Ruang tabel jawaban

Tabel 3 kolom untuk nomor 1: [Nama Aktor | Peran dalam Konflik | Simbol Visual & Ukuran Lingkaran]. Tabel 3 kolom untuk nomor 2: [Elemen Relasi / Isu | Hubungan Antar-Pihak Terkait | Bentuk Garis / Simbol Bangun Datar].

Kegiatan 2: Penyusunan Draf Tata Letak Relasional Konflik

Estimasi: 30 menit

Alat & Bahan:

  • Kertas buram/sketsa
  • Pensil dan penghapus
  • Penggaris

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Gunakan data yang telah diklasifikasikan pada Kegiatan 1 untuk merancang tata letak (layout) spasial bagan visual.
  2. Tempatkan aktor-aktor yang berselisih secara berhadapan dengan isu sengketa di bagian tengah.
  3. Hubungkan aktor sekutu di dekat aktor yang didukung, serta pihak ketiga/penengah pada posisi netral.
  4. Periksa ketepatan letak posisi sebelum digambar secara permanen pada bagan akhir.

Pertanyaan:

1. Sajikan matriks penempatan posisi spasial para pihak dan isu konflik sebelum digambar ke dalam bagan (posisi kiri, tengah, kanan, dan penyokong).

2. Sajikan draf sketsa kasar pemetaan visual yang memperlihatkan hubungan antar-aktor dan isu sesuai data kasus Desa Sukamakmur.

Ruang gambar

Kolom isian deskripsi posisi spasial untuk nomor 1, dan kotak gambar ukuran 15 x 10 cm untuk sketsa draf tata letak visual nomor 2.

Kegiatan 3: Penyajian Final Draf Bagan Visual Pemetaan Konflik

Estimasi: 35 menit

Alat & Bahan:

  • Kertas gambar A4 / plano kecil
  • Spidol / pena gambar
  • Penggaris
  • Pensil warna/stabilo (opsional)

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Sajikan draf bagan visual pemetaan konflik secara lengkap, rapi, dan sistematis pada media kertas gambar yang disediakan.
  2. Pastikan bagan visual memuat legenda simbol secara eksplisit (arti simbol lingkaran, persegi, garis zig-zag, garis ganda, garis putus-putus).
  3. Lengkapi bagan dengan label nama aktor dan label isu yang terbaca jelas.
  4. Lakukan pengecekan akhir keterbacaan data visual secara kelompok sebelum diserahkan.

Pertanyaan:

1. Sajikan bagan visual pemetaan konflik secara sistematis dan utuh lengkap dengan kotak legenda simbol berdasarkan data konflik Desa Sukamakmur!

Ruang gambar

Area gambar berbingkai ukuran 20 x 15 cm untuk bagan pemetaan visual, disertai kotak legenda ukuran 10 x 5 cm di sudut kanan bawah.

REFLEKSI

1. Bagian mana dari data konflik yang paling menantang untuk divisualisasikan ke dalam bentuk bagan simetris/terstruktur?

2. Bagaimana bagan visual pemetaan ini membantu memperjelas posisi dan hubungan antar-aktor yang bertikai dibandingkan jika hanya membaca teks narasi panjang?

3. Hal apa yang perlu disempurnakan dari draf bagan visual yang telah kelompokmu sajikan agar lebih mudah dipahami oleh pembaca umum?

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.