LKPDPertemuan 11Bab 2Fase FSemester 1

LKPD Sosiologi Kelas 11: Mengolah Data Isu Pemicu dan Kepentingan Aktor dalam Fenomena Konflik Sosial

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan Sosiologi kelas 11 dengan topik "Mengolah Data Isu Pemicu dan Kepentingan Aktor dalam Fenomena Konflik Sosial".

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD Sosiologi Kelas 11: Mengolah Data Isu Pemicu dan Kepentingan Aktor dalam Fenomena Konflik Sosial

Sosiologi - Kelas 11

Bab 2 Pertemuan 11

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Sosiologi — Kelas 11 (Fase F)

Topik: Mengolah Data Isu Pemicu dan Kepentingan Aktor dalam Fenomena Konflik Sosial

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranSosiologi
Fase / KelasFase F / Kelas 11
TopikMengolah Data Isu Pemicu dan Kepentingan Aktor dalam Fenomena Konflik Sosial
Alokasi Waktu2 JP (2 x 45 menit = 90 menit)
Tipe Aktivitascampuran
Tahun Ajaran2026/2027
Semester1
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Mengolah data fenomena konflik sosial secara sistematis untuk menyusun pemetaan konflik

PETUNJUK UMUM

  • Bacalah ringkasan data mentah konflik sosial yang disajikan dengan saksama.
  • Bekerjalah secara kolaboratif dalam kelompok kecil (3-4 orang) untuk memproses data mentah ke dalam format pengolahan data sistematis.
  • Fokuskan kerja pada pengolahan data: mengelompokkan aktor, memilah kepentingan, mengurai isu pemicu, dan menyusun matriks pemetaan konflik.
  • Tuliskan hasil pengolahan data pada bagan dan tabel yang telah disediakan secara teliti dan sistematis.

KEGIATAN

Kegiatan 1: Pengolahan Data Mentah: Ekstraksi Isu Pemicu dan Kepentingan Aktor

Estimasi: 25 menit

Alat & Bahan:

  • Teks data kasus konflik Desa Sukamaju
  • Alat tulis / pulpen

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Cermati teks data mentah konflik berikut: 'Di Desa Sukamaju terjadi ketegangan antara Paguyuban Petani Tradisional dan PT Sumber Agro Mandiri terkait pengalihan fungsi 50 hektar lahan resapan air menjadi perkebunan kelapa sawit monokultur. Isu pemicu langsung adalah penutupan sepihak akses parit irigasi warga oleh alat berat perusahaan pada 12 Oktober 2023. Paguyuban Petani menuntut pemulihan saluran irigasi dan perlindungan mata pencaharian tani lokal. Sementara itu, PT Sumber Agro Mandiri berkepentingan merealisasikan target investasi perkebunan berdasar izin HGU resmi dari pemerintah daerah demi keuntungan korporasi. Pemerintah Desa Sukamaju berada di tengah, memiliki kepentingan menjaga stabilitas keamanan desa sekaligus menarik pendapatan desa dari retribusi perusahaan.'
  2. Olah data mentah tersebut dengan memilah dan mengklasifikasikan komponen konflik ke dalam tabel pengolahan data isu dan aktor.

Pertanyaan:

1. Olah dan masukkan data mentah tersebut ke dalam tabel klasifikasi 3 aktor yang terlibat: sebutkan nama aktor, posisi/peran (primer/sekunder), kepentingan utama, dan isu pemicu spesifik yang dihadapi masing-masing!

Ruang tabel jawaban

Format tabel 4 kolom x 3 baris: Kolom 1 (Nama Aktor), Kolom 2 (Posisi: Primer/Sekunder), Kolom 3 (Kepentingan Utama Aktor), Kolom 4 (Isu Pemicu Spesifik Terkait Aktor).

Kegiatan 2: Penyusunan Matriks Pemetaan Hubungan Antaraktor

Estimasi: 30 menit

Alat & Bahan:

  • Hasil tabel Kegiatan 1
  • Format lembar kerja matriks relasi

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Gunakan data aktor dan kepentingan yang telah diolah pada Kegiatan 1.
  2. Olah data tersebut ke dalam matriks relasi/hubungan konflik sistematis untuk memetakan dinamika hubungan antaraktor (apakah bertentangan/konflik terbuka, beraliansi, atau netral/perantara).
  3. Tentukan titik temu (irisan kepentingan bersama yang potensial) atau titik patah (benturan kepentingan yang tajam) di antara aktor-aktor tersebut.

Pertanyaan:

1. Lengkapi matriks relasi pemetaan konflik berikut: (a) Hubungan Petani vs Perusahaan, (b) Hubungan Petani vs Pemdes, dan (c) Hubungan Perusahaan vs Pemdes. Tentukan sifat relasi dan alasan berdasarkan data kepentingan!

Format isian terstruktur 3 butir relasi: sebutkan pasangan aktor, tentukan sifat relasi (konflik terbuka / tegang / kolaboratif), dan tuliskan alasan berbasis benturan/irisan kepentingan.

Kegiatan 3: Penyusunan Bagan Pemetaan Konflik Sistematis

Estimasi: 35 menit

Alat & Bahan:

  • Kertas LKPD / plano
  • Spidol / pensil warna / penggaris

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Integrasikan seluruh data hasil olahan Kegiatan 1 dan Kegiatan 2 ke dalam visualisasi bagan pemetaan konflik sistematis.
  2. Gambarkan bagan yang memuat: kotak aktor (dengan ukuran/posisi sesuai tingkat pengaruh), garis relasi penghubung (garis petir untuk konflik, garis putus-putus untuk relasi dinamis/tegang, garis lurus untuk kerja sama resmi), dan letakkan isu pemicu utama di pusat diagram.
  3. Periksa kelengkapan bagan agar menyajikan data konflik yang terstruktur dan mudah dibaca.

Pertanyaan:

1. Gambarkan bagan pemetaan konflik yang mengintegrasikan aktor, isu pemicu di pusat, dan simbol garis relasi antaraktor sesuai hasil pengolahan data!

Ruang gambar

2. Berdasarkan bagan pemetaan yang disusun, simpulkan aktor mana yang memegang posisi paling krusial untuk membuka simpul konflik dan berikan alasannya dari data posisi/relasi!

Kotak gambar visual bagan pemetaan konflik ukuran 1/2 halaman HVS, diikuti kolom uraian 5-8 baris untuk simpulan posisi krusial aktor.

REFLEKSI

1. Bagian mana dari proses pengolahan data mentah ke dalam tabel atau bagan pemetaan konflik yang paling menantang ketelitian kelompokmu?

2. Bagaimana penyusunan pemetaan konflik sistematis ini membantumu melihat sengketa secara objektif tanpa terburu-buru menyalahkan salah satu pihak?

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.