LKPDPertemuan 5Bab 1Fase FSemester 1

LKPD Sosiologi Kelas 11: Mengumpulkan Fenomena Masalah Sosial dari Media Digital Terkait Partikularisme

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan Sosiologi kelas 11 dengan topik "Mengumpulkan Fenomena Masalah Sosial dari Media Digital Terkait Partikularisme".

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD Sosiologi Kelas 11: Mengumpulkan Fenomena Masalah Sosial dari Media Digital Terkait Partikularisme

Sosiologi - Kelas 11

Bab 1 Pertemuan 5

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Sosiologi — Kelas 11 (Fase F)

Topik: Mengumpulkan Fenomena Masalah Sosial dari Media Digital Terkait Partikularisme

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranSosiologi
Fase / KelasFase F / Kelas 11
TopikMengumpulkan Fenomena Masalah Sosial dari Media Digital Terkait Partikularisme
Alokasi Waktu3 JP (3 x 45 menit = 135 menit)
Tipe Aktivitascampuran
Tahun Ajaran2026/2027
Semester1
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Mengumpulkan dan mengolah fenomena sosial terkait masalah sosial di Indonesia dari realitas sosial maupun media digital

PETUNJUK UMUM

  • Bacalah instruksi pada setiap kegiatan secara teliti sebelum memulai penelusuran digital.
  • Gunakan perangkat gawai atau komputer yang terhubung dengan internet untuk melakukan penelusuran fenomena sosial.
  • Pastikan sumber rujukan yang kamu kumpulkan berasal dari media daring atau kanal informasi yang jelas dan dapat diakses.
  • Catat dan olah seluruh data fenomena sosial ke dalam format lembar kerja yang telah disediakan secara cermat dan sistematis.

KEGIATAN

Kegiatan 1: Eksplorasi dan Inventarisasi Fenomena Sosial Digital

Estimasi: 40 menit

Alat & Bahan:

  • Gawai/komputer tersambung internet
  • Alat tulis
  • Format tabel inventarisasi

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Akses mesin pencarian atau portal berita daring terpercaya menggunakan kata kunci terkait fenomena partikularisme (seperti: nepotisme, eksklusi kelompok, intoleransi, favoritisme).
  2. Kumpulkan 2 fenomena masalah sosial di Indonesia yang dilaporkan oleh media digital.
  3. Dokumentasikan data identitas fenomena tersebut ke dalam tabel inventarisasi yang telah disiapkan.

Pertanyaan:

1. Isilah tabel inventarisasi dengan mencantumkan judul berita/artikel, nama portal media digital, tautan/sumber rujukan, serta tanggal publikasi dari 2 fenomena masalah sosial terkait partikularisme yang kamu kumpulkan!

Ruang tabel jawaban

2. Tuliskan ringkasan fakta dasar (siapa pihak yang terlibat, peristiwa apa yang terjadi, dan di mana lokasi kejadian) dari masing-masing fenomena digital yang telah kamu kumpulkan!

Tabel 4 kolom: [Nomor (1-2), Judul Berita/Fenomena, Nama Media Digital & Tautan, Tanggal Publikasi] dilanjutkan 2 kotak isian ringkasan fakta dasar (Pihak, Peristiwa, Lokasi).

Kegiatan 2: Pengolahan dan Klasifikasi Data Fenomena Sosial

Estimasi: 45 menit

Alat & Bahan:

  • Hasil data Kegiatan 1
  • Format matriks pengolahan data
  • Alat tulis

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Periksa kembali data fenomena sosial yang sudah dikumpulkan pada Kegiatan 1.
  2. Olah data tersebut dengan memilah dan mengelompokkan bentuk partikularisme yang terjadi (contoh: nepotisme/kolusi, intoleransi/primordialisme, atau eksklusi sosial).
  3. Petakan kelompok/pihak yang diuntungkan dan pihak yang dirugikan/terpinggirkan dari fenomena tersebut ke dalam matriks pengolahan data.

Pertanyaan:

1. Kelompokkan kedua fenomena yang telah dikumpulkan ke dalam bentuk partikularisme yang sesuai dan jelaskan alasan pengelompokannya berdasarkan fakta data yang diperoleh!

2. Lengkapi matriks pengolahan data untuk mengidentifikasi pihak yang diuntungkan (in-group) dan pihak yang dirugikan atau terhambat haknya (out-group) dari masing-masing fenomena tersebut!

Ruang tabel jawaban

Kolom uraian klasifikasi bentuk partikularisme dan Tabel Matriks Pengolahan Data 4 kolom: [Fenomena Ke-, Bentuk Partikularisme, Pihak yang Diuntungkan (In-group), Pihak yang Dirugikan (Out-group)].

Kegiatan 3: Penyusunan Lembar Fakta dan Verifikasi Bukti Digital

Estimasi: 50 menit

Alat & Bahan:

  • Lembar kompilasi data
  • Artikel berita digital yang telah dihimpun
  • Alat tulis

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Satukan hasil pengumpulan dan pengolahan data menjadi satu ringkasan lembar fakta sosial (fact-sheet).
  2. Bandingkan apakah fenomena yang diperoleh dari media digital tersebut mencerminkan pola hubungan antar-kelompok dalam realitas sosial nyata masyarakat Indonesia.
  3. Lakukan pemeriksaan silang (cross-check) data bersama teman sebangku atau kelompok untuk memverifikasi kejelasan bukti yang dikumpulkan.

Pertanyaan:

1. Sajikan ringkasan hasil pengolahan fenomena masalah sosial yang telah dikumpulkan dalam bentuk format Lembar Fakta (Fact-Sheet) yang mencakup: nama fenomena, sumber digital, bentuk partikularisme, serta pihak terdampak!

Ruang tabel jawaban

2. Diskusikan bersama rekan sebangku dan tuliskan catatan verifikasi: apakah bukti digital yang dikumpulkan menyajikan data yang faktual atau sekadar opini subjektif? Tunjukkan buktinya dari teks berita yang kamu himpun!

Tabel Lembar Fakta Berstruktur 5 kolom: [No, Kasus/Fenomena, Sumber Bukti Digital, Kategori Partikularisme, Ringkasan Pihak Terdampak] serta kotak Catatan Verifikasi Data Bukti Digital.

REFLEKSI

1. Apa tantangan utama yang kamu hadapi saat menelusuri dan memilah informasi fenomena masalah sosial dari media digital?

2. Bagaimana ketelitian dalam mengumpulkan dan mengolah data membantumu melihat fakta sosial di masyarakat secara lebih objektif?

3. Langkah apa yang akan kamu lakukan agar tetap kritis dan tidak mudah termakan informasi keliru saat mengamati masalah sosial di media daring?

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.