LKPDPertemuan 12Bab 1Fase FSemester 1

LKPD Sosiologi Kelas 11: Menyusun Alternatif Pemecahan Masalah Eksklusi Sosial dalam Perspektif Pemberdayaan

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan Sosiologi kelas 11 dengan topik "Menyusun Alternatif Pemecahan Masalah Eksklusi Sosial dalam Perspektif Pemberdayaan".

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD Sosiologi Kelas 11: Menyusun Alternatif Pemecahan Masalah Eksklusi Sosial dalam Perspektif Pemberdayaan

Sosiologi - Kelas 11

Bab 1 Pertemuan 12

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Sosiologi — Kelas 11 (Fase F)

Topik: Menyusun Alternatif Pemecahan Masalah Eksklusi Sosial dalam Perspektif Pemberdayaan

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranSosiologi
Fase / KelasFase F / Kelas 11
TopikMenyusun Alternatif Pemecahan Masalah Eksklusi Sosial dalam Perspektif Pemberdayaan
Alokasi Waktu2 JP (2 x 45 menit = 90 menit)
Tipe Aktivitascampuran
Tahun Ajaran2026/2027
Semester1
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Menyusun pemecahan masalah sosial dalam perspektif pemberdayaan

PETUNJUK UMUM

  • Bacalah teks kasus eksklusi sosial yang disediakan dengan cermat dan berkesadaran penuh.
  • Kerjakan setiap tahapan penyusunan pemecahan masalah sosial secara kolaboratif bersama kelompok.
  • Pastikan rancangan pemecahan masalah yang disusun berlandaskan pada perspektif pemberdayaan (meningkatkan kapasitas, kemandirian, dan partisipasi kelompok yang terpinggirkan).
  • Tuliskan seluruh hasil kerja pada bagan atau format tabel yang telah ditentukan.

KEGIATAN

Kegiatan 1: Menyusun Kerangka Pemecahan Masalah Eksklusi Berbasis Potensi Lokal

Estimasi: 25 menit

Alat & Bahan:

  • Lembar bacaan studi kasus Desa Sukamaju
  • Alat tulis/kertas plano

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Cermati studi kasus singkat berikut: 'Di Desa Sukamaju, kelompok pemuda putus sekolah dan perempuan prasejahtera mengalami eksklusi sosial dari bursa kerja formal karena ketiadaan sertifikasi keahlian dan minimnya jaringan usaha. Mereka memiliki potensi kerajinan bambu lokal dan lahan pekarangan tidur, tetapi bantuan yang pernah diterima hanya bersifat amal (santunan sembako) sehingga tidak mengubah ketergantungan hidup mereka.'
  2. Susunlah kerangka awal pemecahan masalah eksklusi sosial tersebut dengan mengubah pendekatan santunan/karitatif menjadi pendekatan pemberdayaan.
  3. Lengkapi tabel kerangka pemecahan masalah sosial yang terdiri dari 3 aspek pemberdayaan: penguatan kapasitas, pendampingan partisipatif, dan kemandirian berkelanjutan.

Pertanyaan:

1. Berdasarkan kasus Desa Sukamaju, susunlah kerangka pemecahan masalah sosial dengan melengkapi tabel yang memuat:

  1. Bentuk pemecahan masalah berbasis pemberdayaan,
  2. Pihak sasaran utama, dan
  3. Potensi lokal yang dioptimalkan.
Ruang tabel jawaban

Format tabel 3 kolom: Kolom 1 (Aspek Kerangka: Sasaran Masalah, Bentuk Tindakan Pemberdayaan, Potensi Lokal), Kolom 2 (Rumusan Rancangan Solusi), Kolom 3 (Penjelasan Keterkaitan dengan Perspektif Pemberdayaan).

Kegiatan 2: Menyusun Rencana Aksi Pemberdayaan Mengatasi Eksklusi Sosial

Estimasi: 35 menit

Alat & Bahan:

  • Kertas kerja LKPD
  • Spidol/pena

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Berdasarkan kerangka yang telah dibuat pada Kegiatan 1, susunlah tahapan rencana aksi konkret pemecahan masalah eksklusi sosial.
  2. Rencana aksi harus disusun sistematis ke dalam 3 tahapan utama: (a) Tahap Penyadaran dan Pelatihan Kapasitas, (b) Tahap Pengorganisasian Usaha Bersama/Partisipasi, dan (c) Tahap Pemandirian serta Akses Jaringan Pasar/Modal.
  3. Rumuskan setiap tahapan dengan tindakan terukur yang menempatkan warga sasaran sebagai pelaku utama (subjek), bukan sekadar penerima bantuan (objek).

Pertanyaan:

1. Susunlah 3 tahapan operasional rencana pemecahan masalah eksklusi sosial dalam perspektif pemberdayaan untuk warga Desa Sukamaju ke dalam matriks alur tahapan.

Ruang tabel jawaban

2. Susunlah alternatif pemecahan masalah sosial apabila kelompok sasaran menghadapi kendala penolakan modal dari pihak perbankan konvensional akibat ketiadaan agunan fisik.

Format matriks 4 kolom untuk Pertanyaan 1: Kolom 1 (Tahapan), Kolom 2 (Tindakan Nyata), Kolom 3 (Peran Warga sebagai Subjek), Kolom 4 (Hasil yang Diharapkan). Lembar paragraf terstruktur untuk Pertanyaan 2.

Kegiatan 3: Menyusun Matriks Solusi Komprehensif dan Penilaian Mandiri Solusi

Estimasi: 30 menit

Alat & Bahan:

  • Lembar kerja LKPD matriks pemecahan masalah

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Satukan seluruh hasil kerja Kegiatan 1 dan Kegiatan 2 ke dalam draf utuh 'Matriks Solusi Pemecahan Masalah Eksklusi Sosial dalam Perspektif Pemberdayaan'.
  2. Susunlah indikator ketercapaian pemecahan masalah tersebut untuk membuktikan bahwa masalah eksklusi sosial telah terselesaikan melalui pemandirian warga.
  3. Sajikan rancangan secara singkat dan ikuti sesi refleksi penutup pembelajaran.

Pertanyaan:

1. Susunlah matriks pemecahan masalah sosial yang memadukan dimensi masalah eksklusi (ekonomi, sosial, jejaring) dengan indikator keberhasilan keberdayaan kelompok sasaran.

Bagan format matriks komprehensif berisi kolom Masalah Eksklusi, Tindakan Solutif Pemberdayaan, dan Tolok Ukur Keberdayaan.

REFLEKSI

1. Bagian mana dari langkah menyusun pemecahan masalah berbasis pemberdayaan yang menurutmu paling menantang dibandingkan sekadar memberikan sumbangan langsung?

2. Bagaimana sudut pandangmu terhadap kelompok marjinal/tereksklusi berubah setelah menyusun solusi yang memosisikan mereka sebagai pelaku berdaya?

3. Prinsip pemberdayaan apa yang dapat kamu terapkan dalam kehidupan sehari-hari ketika membantu teman atau kelompok yang mengalami kesulitan di lingkungan sekolahmu?

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.