LKPDPertemuan 1Bab 4Fase DSemester 2

LKPD Seni Teater Kelas 9: Eksplorasi Olah Tubuh dan Mimik Wajah sebagai Dasar Keaktoran Tokoh

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan Seni Teater kelas 9 dengan topik "Eksplorasi Olah Tubuh dan Mimik Wajah sebagai Dasar Keaktoran Tokoh".

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD Seni Teater Kelas 9: Eksplorasi Olah Tubuh dan Mimik Wajah sebagai Dasar Keaktoran Tokoh

Seni Teater - Kelas 9

Bab 4 Pertemuan 1

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Seni Teater — Kelas 9 (Fase D)

Topik: Eksplorasi Olah Tubuh dan Mimik Wajah sebagai Dasar Keaktoran Tokoh

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranSeni Teater
Fase / KelasFase D / Kelas 9
TopikEksplorasi Olah Tubuh dan Mimik Wajah sebagai Dasar Keaktoran Tokoh
Alokasi Waktu2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)
Tipe Aktivitascampuran
Tahun Ajaran2026/2027
Semester2
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Mengeksplorasi olah tubuh, mimik wajah, dan vokal sebagai dasar keaktoran murid dalam latihan dialog pertunjukan teater

PETUNJUK UMUM

  • Berdoalah sebelum memulai kegiatan pembelajaran.
  • Gunakan pakaian seragam olahraga atau pakaian yang leluasa untuk bergerak bebas.
  • Lakukan seluruh instruksi latihan olah tubuh, mimik wajah, dan vokal secara bersungguh-sungguh dan aman bersama kelompokmu.
  • Catat hasil observasi eksplorasi fisik, ekspresi wajah, dan vokal ke dalam kolom LKPD yang tersedia secara jujur dan reflektif.

KEGIATAN

Kegiatan 1: Eksplorasi Olah Tubuh: Karakter Fisik dan Postur Tokoh

Estimasi: 25 menit

Alat & Bahan:

  • Ruang kelas/aula yang lapang
  • Alat tulis

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Lakukan pemanasan peregangan tubuh secara mandiri di tempatmu masing-masing.
  2. Cobalah 3 jenis eksplorasi bentuk tubuh berikut: (A) Tokoh Lemah Lunglai/Rendah Diri (bahu melengkung ke dalam, langkah lambat, tumpuan lutut menekuk), (B) Tokoh Berwibawa/Tegas (dada tegap, langkah mantap, dagu terangkat terkontrol), dan (C) Tokoh Lincah/Cemas (bergerak cepat, tumpuan di ujung kaki, gestur tangan gelisah).
  3. Rasakan bagaimana perubahan postur, langkah kaki, dan pusat beban tubuh memengaruhi kesan tokoh yang kamu bawakan.
  4. Tuliskan hasil eksplorasi fisik tubuhmu pada tabel yang disediakan.

Pertanyaan:

1. Lengkapi tabel eksplorasi olah tubuh dengan mendeskripsikan secara konkret: bentuk postur tubuh, jenis langkah kaki, serta letak tumpuan berat tubuh untuk masing-masing dari 3 karakter fisik (Lemah Lunglai, Berwibawa/Tegas, Lincah/Cemas).

Ruang tabel jawaban

Format tabel 4 kolom x 4 baris: Kolom 1 (Karakter Fisik Tokoh: Lemah Lunglai, Berwibawa/Tegas, Lincah/Cemas), Kolom 2 (Deskripsi Bentuk Postur Tubuh), Kolom 3 (Gaya Langkah Kaki), Kolom 4 (Pusat Beban/Tumpuan Tubuh).

Kegiatan 2: Eksplorasi Mimik Wajah dan Vokal Dasar Keaktoran

Estimasi: 25 menit

Alat & Bahan:

  • Cermin saku (jika ada)
  • Lembar teks dialog pendek

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Berlatihlah di depan cermin atau berhadapan dengan rekan satu bangku.
  2. Eksplorasi 3 spektrum emosi mimik wajah (mata, alis, bentuk bibir): Takut, Marah Terpendam, dan Sangat Bahagia.
  3. Secara bersamaan, eksplorasi variasi vokal (nada vokal: tinggi/rendah; tempo: cepat/lambat; volume: bisikan/sedang/lantang) untuk memperkuat ekspresi mimik tersebut menggunakan satu frasa netral: 'Siapa yang meletakkan ini di mejaku?'.
  4. Tuliskan variasi bentuk mimik wajah dan karakteristik vokal yang kamu hasilkan pada lembar kerja.

Pertanyaan:

1. Uraikan hasil eksplorasi mimik wajah (posisi alis, kelopak mata, mulut) dan karakteristik olah vokal (nada, tempo, volume) saat mengucapkan frasa 'Siapa yang meletakkan ini di mejaku?' untuk emosi Marah Terpendam dan emosi Takut.

Format uraian 2 sub-bagian: Sub-bagian A (Emosi Marah Terpendam: deskripsi mata/alis/bibir dan deskripsi nada/tempo/volume) dan Sub-bagian B (Emosi Takut: deskripsi mata/alis/bibir dan deskripsi nada/tempo/volume).

Kegiatan 3: Integrasi Tubuh, Mimik, dan Vokal dalam Latihan Dialog Pertunjukan

Estimasi: 30 menit

Alat & Bahan:

  • Naskah dialog singkat dua baris
  • Ruang gerak berpasangan

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Bentuk pasangan 2 orang untuk melatih potongan dialog pertunjukan pendek berikut: Tokoh A: 'Tunggu! Jangan melangkah lebih jauh!' Tokoh B: 'Aku tidak akan berhenti sebelum melihat buktinya sendiri!'
  2. Lakukan latihan dengan mengintegrasikan olah tubuh (gestur & sikap tubuh), mimik wajah, dan vokal yang telah kamu eksplorasi sebelumnya.
  3. Tampilkan di depan satu pasangan lain, lalu lakukan eksplorasi saling mengamati: bagaimana keselarasan antara gerak tubuh, perubahan mimik muka, dan vokal yang terdengar saat melafalkan dialog tersebut.
  4. Lakukan refleksi diri dan kelompok terhadap proses eksplorasi keaktoran yang telah dijalankan.

Pertanyaan:

1. Berdasarkan latihan dialog berpasangan yang kamu lakukan, jelaskan integrasi eksplorasi yang kamu terapkan: bagaimana sikap tubuh, mimik wajah, dan warna vokal yang kamu pilih saling mendukung satu sama lain saat membawakan satu kalimat dialog tokohmu!

Paragraf uraian berstruktur (4-6 kalimat) yang menyebutkan secara eksplisit: (1) Kalimat dialog yang dipilih, (2) Sikap tubuh/gestur yang dilakukan, (3) Mimik wajah yang dimunculkan, dan (4) Warna suara/vokal yang digunakan, serta bagaimana ketiganya menyatu.

REFLEKSI

1. Bagian tubuh, otot wajah, atau organ vokal mana yang paling menantang untuk kamu kendalikan selama eksplorasi keaktoran tadi? Mengapa?

2. Bagaimana keselarasan olah tubuh, mimik wajah, dan vokal membantumu merasa benar-benar 'masuk' ke dalam keaktoran tokoh saat mengucapkan dialog?

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.