LKPDPertemuan 4Bab 3Fase DSemester 2

LKPD Seni Teater Kelas 9: Menyusun Alur Cerita Sederhana dalam Bagan Kerangka Penyutradaraan

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan Seni Teater kelas 9 dengan topik "Menyusun Alur Cerita Sederhana dalam Bagan Kerangka Penyutradaraan".

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD Seni Teater Kelas 9: Menyusun Alur Cerita Sederhana dalam Bagan Kerangka Penyutradaraan

Seni Teater - Kelas 9

Bab 3 Pertemuan 4

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Seni Teater — Kelas 9 (Fase D)

Topik: Menyusun Alur Cerita Sederhana dalam Bagan Kerangka Penyutradaraan

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranSeni Teater
Fase / KelasFase D / Kelas 9
TopikMenyusun Alur Cerita Sederhana dalam Bagan Kerangka Penyutradaraan
Alokasi Waktu2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)
Tipe Aktivitascampuran
Tahun Ajaran2026/2027
Semester2
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Menyusun alur cerita sederhana yang jelas dan mudah dipahami dalam kerangka penyutradaraan

PETUNJUK UMUM

  • Bacalah setiap instruksi kerja dan bahan peristiwa pemantik dengan cermat.
  • Kerjakan tugas secara mandiri atau berkelompok sesuai arahan guru.
  • Gunakan bagan alur cerita yang disediakan untuk menyusun urutan peristiwa pertunjukan secara jelas, logis, dan mudah dipahami.
  • Fokuskan pekerjaan pada penyusunan runtutan peristiwa dramatik dari awal hingga akhir cerita.

KEGIATAN

Kegiatan 1: Menata Runtutan Adegan Acak

Estimasi: 20 menit

Alat & Bahan:

  • Alat tulis
  • Teks peristiwa pemantik di LKPD

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Cermati lima kartu peristiwa acak dari cerita drama remaja berikut: A. Kedua sahabat saling memaafkan dan berjanji mengutamakan kejujuran; B. Doni panik mencari tugas kelompok yang tertinggal di rumah padahal jam presentasi segera dimulai; C. Doni dan Rian bersiap di kelas sebelum pelajaran dimulai dengan tenang; D. Rian kesal dan menuduh Doni tidak bertanggung jawab sehingga terjadi pertengkaran sengit; E. Doni jujur mengakui keteledorannya dan meminta maaf kepada Rian.
  2. Susunlah peristiwa A, B, C, D, dan E ke dalam urutan kronologis yang logis dan jelas (Tahap 1 s.d. Tahap 5).
  3. Tuliskan nomor urut serta alasan singkat mengapa susunan urutan tersebut membentuk alur yang mudah dipahami penonton.

Pertanyaan:

1. Tuliskan susunan urutan peristiwa yang tepat dari kelima kartu peristiwa acak tersebut (pilih urutan huruf A, B, C, D, E) agar menjadi alur cerita yang runtut!

2. Jelaskan alasan mengapa urutan peristiwa yang kamu susun pada nomor 1 membuat cerita tersebut jelas dan mudah dipahami!

Tulis jawaban pada lembar berikut:
1. Urutan peristiwa: [ Tahap 1: ... ] -> [ Tahap 2: ... ] -> [ Tahap 3: ... ] -> [ Tahap 4: ... ] -> [ Tahap 5: ... ]
2. Uraian alasan keruntutan: (Tuliskan penjelasan 2-4 kalimat pada baris kosong yang disediakan).

Kegiatan 2: Menyusun Bagan Alur Cerita Sutradara

Estimasi: 35 menit

Alat & Bahan:

  • Alat tulis
  • Penggaris/lembar tabel LKPD

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Pilihlah salah satu topik peristiwa aktual kehidupan remaja berikut: (1) Kejujuran saat ujian sekolah, (2) Penggunaan gawai berlebihan yang memicu kesalahpahaman teman, atau (3) Kerja sama tim membersihkan lingkungan sekolah.
  2. Rancang dan susun alur cerita sederhana ke dalam bagan kerangka penyutradaraan 4 babak: Awal (Pengenalan situasi), Tengah Awal (Timbulnya masalah), Tengah Akhir (Puncak ketegangan/klimaks), dan Akhir (Penyelesaian).
  3. Pastikan setiap tahapan adegan memuat peristiwa konkret yang jelas perubahannya dan mudah dipahami penonton.

Pertanyaan:

1. Lengkapi bagan kerangka penyutradaraan di bawah ini dengan menyusun alur cerita sederhana berdasarkan topik yang kamu pilih!

Ruang tabel jawaban

Isi tabel bagan alur kerangka penyutradaraan berikut:
- Topik Pilihan: ...
- Bagan Alur Cerita:
+----------------------+----------------------------------------------------+
| Tahapan Alur | Deskripsi Peristiwa Adegan |
+----------------------+----------------------------------------------------+
| 1. Awal (Pengenalan) | |
+----------------------+----------------------------------------------------+
| 2. Tengah Awal | |
| (Muncul Masalah) | |
+----------------------+----------------------------------------------------+
| 3. Tengah Akhir | |
| (Puncak Masalah) | |
+----------------------+----------------------------------------------------+
| 4. Akhir | |
| (Penyelesaian) | |
+----------------------+----------------------------------------------------+

Kegiatan 3: Menyempurnakan Transisi dan Kejelasan Alur

Estimasi: 25 menit

Alat & Bahan:

  • Bagan alur hasil pengerjaan Kegiatan 2
  • Alat tulis

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Tukarkan bagan alur cerita yang telah disusun pada Kegiatan 2 dengan teman sebangku/kelompok lain.
  2. Baca secara saksama alur cerita milik temanmu, lalu diskusikan keterhubungan antaradegan.
  3. Tuliskan hasil telaah dan susun kalimat perbaikan agar transisi perpindahan dari babak tengah menuju babak akhir menjadi semakin runtut, jelas, dan mudah dipahami.

Pertanyaan:

1. Berdasarkan alur cerita yang kamu susun (dan masukan rekan), susun kembali satu rangkaian transisi adegan (2-3 kalimat) yang menghubungkan puncak masalah menuju penyelesaian agar alur cerita semakin jelas dan tidak terputus!

Tuliskan hasil penyusunan kalimat transisi penghubung adegan puncak ke penyelesaian pada kotak uraian yang tersedia (panjang 2-3 kalimat).

REFLEKSI

1. Bagian mana dari penyusunan alur cerita (awal, masalah, puncak masalah, atau penyelesaian) yang paling menantang bagimu agar ceritanya tetap runtut dan mudah dipahami?

2. Bagaimana penyusunan urutan alur peristiwa ini membantumu memahami cara kerja seorang sutradara saat merancang kejelasan sebuah pertunjukan teater?

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.