LKPDPertemuan 2Bab 2Fase DSemester 1

LKPD Seni Teater Kelas 7: Memainkan Lakon Sederhana dalam Bentuk Senandika

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan Seni Teater kelas 7 dengan topik "Memainkan Lakon Sederhana dalam Bentuk Senandika".

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD Seni Teater Kelas 7: Memainkan Lakon Sederhana dalam Bentuk Senandika

Seni Teater - Kelas 7

Bab 2 Pertemuan 2

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Seni Teater — Kelas 7 (Fase D)

Topik: Memainkan Lakon Sederhana dalam Bentuk Senandika

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranSeni Teater
Fase / KelasFase D / Kelas 7
TopikMemainkan Lakon Sederhana dalam Bentuk Senandika
Alokasi Waktu2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)
Tipe Aktivitascampuran
Tahun Ajaran2026/2027
Semester1
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Memainkan lakon dengan satu gaya yang sederhana dan mudah dipelajari dalam bentuk senandika

PETUNJUK UMUM

  • Bacalah teks senandika yang telah disediakan dengan saksama.
  • Lakukan eksplorasi memainkan lakon senandika secara mandiri dan bersama pasangan/kelompok kecil.
  • Fokuskan latihan pada memainkan lakon senandika sederhana: berbicara sendiri mengungkapkan isi hati/pikiran tokoh.
  • Ikuti setiap petunjuk kegiatan secara runtut dan gunakan alokasi waktu secara efektif.

KEGIATAN

Kegiatan 1: Mencoba Memainkan Potongan Baris Senandika Sederhana

Estimasi: 20 menit

Alat & Bahan:

  • Naskah kutipan senandika A, B, C pada lembar kerja
  • Alat tulis

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Bacalah 3 kutipan naskah senandika pendek berikut yang menggambarkan situasi tokoh sedang berbicara sendiri:
  2. Teks A: 'Ke mana perginya buku catatanku tadi? Rasanya baru saja kutaruh di atas meja ini sebelum bel masuk berbunyi...'
  3. Teks B: 'Besok giliranku tampil di depan seluruh kelas. Jantungku berdegup kencang, tapi aku tidak boleh mundur sekarang.'
  4. Teks C: 'Hujan deras lagi... padahal aku sudah berjanji pada Ibu untuk segera pulang tepat waktu.'
  5. Pilihlah salah satu kutipan, lalu cobalah mainkan kutipan tersebut secara lisan di tempat dudukmu seolah-olah kamu sedang berbicara sendiri kepada dirimu.
  6. Jawablah pertanyaan panduan di bawah ini mengenai pengalamanmu memainkan kutipan tersebut.

Pertanyaan:

1. Kutipan teks mana (A, B, atau C) yang kamu pilih untuk dimainkan? Tuliskan teks pilihanmu dan ceritakan bagaimana kamu memainkannya sebagai adegan berbicara sendiri.

2. Apa tantangan yang kamu rasakan saat memainkan dialog senandika (berbicara sendiri kepada diri sendiri) dibandingkan berbicara kepada lawan main?

Tuliskan jawaban pada lembar bergaris yang disediakan di bawah pertanyaan 1 dan 2.

Kegiatan 2: Latihan Memainkan Lakon Senandika Utuh secara Berpasangan

Estimasi: 30 menit

Alat & Bahan:

  • Teks lakon senandika 'Surat yang Belum Terkirim'
  • Lembar tabel pengamatan

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Cermati naskah senandika utuh berikut yang berjudul 'Surat yang Belum Terkirim':
  2. 'Hari ini genap satu minggu sejak pertengkaran itu. Mengapa kata maaf begitu berat keluar dari tenggorokanku? Setiap kali berpapasan dengannya di koridor, aku hanya bisa menunduk dan pura-pura memeriksa tali sepatu. Padahal surat ini sudah selesai kutulis tiga hari lalu di buku harianku. Apakah aku harus memberikannya sekarang saat istirahat? Ya, aku tidak mau kehilangan sahabat hanya karena gengsi yang tidak berguna ini.'
  3. Berlatihlah memainkan naskah senandika tersebut secara bergantian dengan teman sebangkumu.
  4. Saat satu orang memainkan lakon senandika di depan pasangannya, teman yang mengamati mencatat keterlaksanaan lakon pada tabel pengamatan yang tersedia.

Pertanyaan:

1. Isilah tabel pengamatan berikut setelah mengamati temanmu memainkan lakon senandika 'Surat yang Belum Terkirim'.

Ruang tabel jawaban

Format tabel pengamatan teman (3 baris pengamatan):
Kolom 1: Nama Teman yang Memainkan
Kolom 2: Dimainkan sebagai Bicara Sendiri (Ya/Tidak)
Kolom 3: Seluruh Adegan Dimainkan Tuntas (Ya/Tidak)
Kolom 4: Catatan Cara Memainkan Lakon

Kegiatan 3: Unjuk Memainkan Lakon Senandika di Depan Kelas dan Evaluasi

Estimasi: 30 menit

Alat & Bahan:

  • Area pentas sederhana di depan kelas
  • Lembar kerja murid

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Secara bergantian, mainkan lakon senandika 'Surat yang Belum Terkirim' (atau kutipan pilihan dari Kegiatan 1) di area pentas kelas secara mandiri.
  2. Setiap murid memainkan lakon senandika dengan satu gaya sederhana (realis wajar sehari-hari) dalam durasi 1–2 menit.
  3. Setelah giliran unjuk permainan selesai, lakukan evaluasi diri singkat pada kolom yang disediakan.
  4. Kegiatan ini sekaligus mencakup refleksi dan penutup pembelajaran.

Pertanyaan:

1. Bagaimana pencapaianmu saat memainkan lakon senandika di area kelas tadi? Tuliskan apa yang sudah berhasil kamu mainkan dengan baik dalam bentuk senandika.

Tuliskan hasil evaluasi diri dalam 2–3 kalimat pada kotak refleksi unjuk permainan yang disediakan.

REFLEKSI

1. Bagian mana dari memainkan lakon senandika yang paling terasa hidup dan meyakinkan saat kamu mainkan tadi?

2. Apa perbedaan utama yang kamu rasakan saat memainkan adegan seorang diri (senandika) dibandingkan saat berbicara biasa sehari-hari?

3. Bagaimana kemampuan memainkan senandika ini membantumu mengekspresikan pikiran atau perasaan tokoh cerita secara jujur?

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.