LKPDPertemuan 1Bab 1Fase DSemester 1

LKPD Seni Teater Kelas 7: Eksplorasi Olah Tubuh sebagai Dasar Keaktoran Murid melalui Latihan Gerak dan Konsentrasi Fisik

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan Seni Teater kelas 7 dengan topik "Eksplorasi Olah Tubuh sebagai Dasar Keaktoran Murid melalui Latihan Gerak dan Konsentrasi Fisik".

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD Seni Teater Kelas 7: Eksplorasi Olah Tubuh sebagai Dasar Keaktoran Murid melalui Latihan Gerak dan Konsentrasi Fisik

Seni Teater - Kelas 7

Bab 1 Pertemuan 1

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Seni Teater — Kelas 7 (Fase D)

Topik: Eksplorasi Olah Tubuh sebagai Dasar Keaktoran Murid melalui Latihan Gerak dan Konsentrasi Fisik

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranSeni Teater
Fase / KelasFase D / Kelas 7
TopikEksplorasi Olah Tubuh sebagai Dasar Keaktoran Murid melalui Latihan Gerak dan Konsentrasi Fisik
Alokasi Waktu2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)
Tipe Aktivitascampuran
Tahun Ajaran2026/2027
Semester1
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Mengeksplorasi olah tubuh sebagai dasar keaktoran murid melalui latihan gerak dan konsentrasi fisik

PETUNJUK UMUM

  • Berdoalah sebelum memulai pembelajaran.
  • Kenakan pakaian olahraga atau pakaian yang leluasa untuk bergerak bebas.
  • Lakukan setiap instruksi olah tubuh dan pemusatan konsentrasi fisik secara sungguh-sungguh dan aman.
  • Catat hasil eksplorasi fisik dan pengamatan gerakmu pada lembar kerja yang tersedia secara jujur.
  • Bekerjasamalah secara sportif dan saling menghargai ruang gerak teman.

KEGIATAN

Kegiatan 1: Aktivitas 1: Eksplorasi Konsentrasi Fisik dan Kesadaran Tubuh

Estimasi: 20 menit

Alat & Bahan:

  • Matras atau lantai ruang kelas/aula yang bersih
  • Penanda waktu (stopwatch)

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Duduk bersila dengan posisi relaks, tegakkan punggung tanpa tegang, letakkan kedua telapak tangan di atas lutut, dan pejamkan mata secara lembut.
  2. Pusatkan konsentrasi fisik secara bertahap: sadari napas masuk dan keluar, lepaskan ketegangan otot mulai dari kepala, leher, bahu, lengan, hingga ujung kaki selama 5 menit.
  3. Saat guru memberikan tepukan atau ketukan tempo lambat, buka mata perlahan sambil mempertahankan fokus tubuh tanpa terdistraksi lingkungan sekitar.
  4. Tuliskan pengamatan atas respons fisik dan sensasi otot tubuhmu pada format yang disediakan.

Pertanyaan:

1. Berdasarkan latihan meditasi fisik di atas, bagian tubuh mana yang awalnya terasa paling tegang, dan perubahan fisik konkret apa yang kamu rasakan setelah konsentrasi dipusatkan pada pelepasan ketegangan otot tersebut?

Tuliskan jawaban dalam 2-3 kalimat penjelasan: sebutkan bagian otot/tubuh yang tegang dan jelaskan sensasi fisik relaksasi yang dirasakan secara nyata.

Kegiatan 2: Aktivitas 2: Eksplorasi Tingkatan Level Gerak Tubuh

Estimasi: 25 menit

Alat & Bahan:

  • Ruang gerak bebas hambatan
  • Peluit/ketukan ritme guru

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Berdirilah dan sediakan ruang gerak personal yang cukup tanpa bersentuhan langsung dengan teman.
  2. Lakukan eksplorasi olah tubuh dengan menjelajahi 3 level gerak fisik keaktoran berikut:
  3. 1) Level Rendah: gerak merayap, melata, atau menempel mendekati lantai dengan menjaga kontrol tumpuan tubuh.
  4. 2) Level Sedang: gerak berjongkok, berlutut, atau membungkuk dengan menjaga keseimbangan pusat berat tubuh (center of gravity).
  5. 3) Level Tinggi: gerak menjangkau ke atas, berjinjit, atau melompat terkontrol dengan meregangkan seluruh postur tubuh.
  6. Ujilah transisi gerak dari level rendah ke sedang lalu ke tinggi tanpa kehilangan kendali keseimbangan fisik.
  7. Catat hasil eksplorasi tumpuan berat dan tantangan keseimbangan pada tabel pengamatan yang tersedia.

Pertanyaan:

1. Lengkapilah tabel eksplorasi level olah tubuh di bawah ini untuk mendokumentasikan tumpuan fisik utama dan kendali keseimbangan tubuh yang kamu rasakan pada ketiga level gerak!

Ruang tabel jawaban

Isilah tabel 3 kolom berikut: Kolom 1 = Tingkatan Level Gerak (Rendah, Sedang, Tinggi); Kolom 2 = Bagian Tubuh yang Menjadi Tumpuan Utama; Kolom 3 = Cara Menjaga Keseimbangan Tubuh saat Bergerak.

Kegiatan 3: Aktivitas 3: Eksplorasi Olah Gerak Fisik Berdasarkan Dinamika Bobot dan Tempo

Estimasi: 35 menit

Alat & Bahan:

  • Alat pengetuk ritme (tamburin/tongkat kayu)
  • Lembar Kerja Siswa

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Dengarkan narasi situasi fisik yang dibacakan oleh guru: 'Seorang penjelajah yang melangkah memikul beban sangat berat di punggungnya, mendadak harus bergerak waspada dan membeku (freeze) seimbang saat ada ancaman di depannya, lalu melangkah kembali secara ringan dan cepat saat rintangan terlewati'.
  2. Praktikkan olah tubuh mengeksplorasi 2 variasi dinamika fisik: (A) Gerak lambat-berat (otot menegang menahan resistensi beban) dan (B) Gerak cepat-ringan (otot lentur meluncur lincah).
  3. Latih konsentrasi fisik untuk melakukan 'freeze' (berhenti bergerak seketika tanpa kehilangan keseimbangan selama 5 detik) saat aba-aba ketukan dibunyikan.
  4. Amati perubahan ketegangan otot dan kendali tubuhmu saat berpindah dari gerak berat ke gerak ringan, lalu jawab pertanyaan analisis eksplorasi gerak berikut.

Pertanyaan:

1. Bagaimana caramu mengatur ketegangan otot tubuh ketika beralih dari gerak dengan bobot berat-lambat menuju gerak berbobot ringan-cepat agar postur tubuh aktor tetap seimbang dan tidak terjatuh saat berhenti seketika (freeze)?

Tuliskan uraian analitis dalam 3-4 kalimat yang mencakup: cara pengaturan otot saat gerak lambat-berat, cara penyesuaian saat gerak cepat-ringan, dan teknik fisik menahan tubuh saat 'freeze'.

REFLEKSI

1. Bagian tubuh mana yang terasa paling sulit dikendalikan keseimbangannya selama eksplorasi olah gerak tadi, dan mengapa?

2. Bagaimana pemusatan konsentrasi fisik membantumu mengontrol gerakan tubuh agar tidak mudah goyah atau hilang keseimbangan?

3. Apa manfaat kesadaran gerak tubuh yang kamu rasakan hari ini terhadap kelincahan fisikmu dalam aktivitas sehari-hari?

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.