LKPDPertemuan 3Bab 4Fase CSemester 2

LKPD Seni Teater Kelas 6: Melakukan Permainan Peran Berkelompok Melalui Latihan Improvisasi Aksi dan Reaksi

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan Seni Teater kelas 6 dengan topik "Melakukan Permainan Peran Berkelompok Melalui Latihan Improvisasi Aksi dan Reaksi".

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD Seni Teater Kelas 6: Melakukan Permainan Peran Berkelompok Melalui Latihan Improvisasi Aksi dan Reaksi

Seni Teater - Kelas 6

Bab 4 Pertemuan 3

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Seni Teater — Kelas 6 (Fase C)

Topik: Melakukan Permainan Peran Berkelompok Melalui Latihan Improvisasi Aksi dan Reaksi

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranSeni Teater
Fase / KelasFase Fase C / Kelas 6
TopikMelakukan Permainan Peran Berkelompok Melalui Latihan Improvisasi Aksi dan Reaksi
Alokasi Waktu3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)
Tipe Aktivitascampuran
Tahun Ajaran2026/2027
Semester2
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Melakukan permainan peran berkelompok melalui improvisasi untuk melatih aksi dan reaksi dalam mengelaborasi cerita saat persiapan pementasan

PETUNJUK UMUM

  • Berdoalah sebelum memulai kegiatan pembelajaran.
  • Bentuklah kelompok yang terdiri dari 4 sampai 5 orang murid.
  • Baca petunjuk setiap aktivitas permainan peran dan improvisasi secara saksama.
  • Fokuslah pada pasangan mainmu: perhatikan aksi kawan kelompok dan berikan reaksi spontan yang sesuai.
  • Gunakan benda-benda sederhana di sekitarmu sebagai properti improvisasi pendukung adegan.

KEGIATAN

Kegiatan 1: Permainan Pemanasan Rantai Aksi dan Reaksi Berpasangan

Estimasi: 25 menit

Alat & Bahan:

  • Ruang kelas yang cukup lapang untuk bergerak
  • Buku catatan dan alat tulis

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Berdirilah berpasangan di dalam kelompok masing-masing (Murid A dan Murid B).
  2. Murid A memulai dengan memberikan satu 'Aksi Spontan' tanpa kata (misalnya: memberikan kotak imajiner yang sangat berat atau meniup peluit dengan panik).
  3. Murid B harus segera merespons dengan satu 'Reaksi Spontan' yang masuk akal dan melanjutkan alur tindakan tersebut tanpa jeda lama.
  4. Lakukan pergantian peran secara bergantian hingga terbentuk minimal 3 putaran aksi-reaksi per pasangan.
  5. Tuliskan catatan singkat aksi dan reaksi yang telah kelompok kalian peragakan pada tabel yang disediakan.

Pertanyaan:

1. Tuliskan 3 pasangan aksi dan reaksi yang telah kalian lakukan dalam permainan rantai improvisasi berpasangan!

Ruang tabel jawaban

Tabel 3 kolom: Kolom 1 (Putaran ke-), Kolom 2 (Aksi Spontan yang Dilakukan), Kolom 3 (Reaksi Spontan yang Diberikan). Sediakan 3 baris untuk Putaran 1, Putaran 2, dan Putaran 3.

Kegiatan 2: Rancang Bangun Elaborasi Cerita Berdasarkan Kartu Situasi

Estimasi: 30 menit

Alat & Bahan:

  • Kartu Situasi Improvisasi
  • Alat tulis

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Ketua kelompok mengambil satu Kartu Situasi Improvisasi yang disiapkan oleh guru (Pilihan: 1. Terjebak Hujan Lebat di Halte Sepi; 2. Menemukan Dompet Tertinggal di Kantin; 3. Tersesat di Stasiun Kereta Api).
  2. Diskusikan pembagian peran untuk 4-5 anggota kelompok serta rangkaian pemicu aksi-reaksi yang akan dikembangkan tanpa membuat naskah dialog hafalan.
  3. Tentukan titik awal cerita (siapa melakukan aksi awal), titik tengah (konflik/kejutan aksi reaksi yang mengembangkan cerita), dan titik akhir penyelesaian.
  4. Lengkapi bagan elaborasi alur aksi-reaksi kelompok pada kolom lembar kerja sebelum mempraktikkannya.

Pertanyaan:

1. Berdasarkan situasi yang didapatkan kelompokmu, sebutkan nama peran tiap anggota dan rancang alur elaborasi cerita melalui urutan aksi-reaksi (Aksi Pembuka, Aksi Pemicu Konflik, dan Reaksi Penyelesaian)!

Format isian terstruktur: Judul Situasi, Daftar Peran Anggota (1 sampai 5), Bagian Awal (Aksi Pembuka), Bagian Tengah (Aksi & Reaksi Konflik), Bagian Akhir (Reaksi Penyelesaian Cerita).

Kegiatan 3: Pementasan Permainan Peran Improvisasi dan Penilaian Pengamatan

Estimasi: 50 menit

Alat & Bahan:

  • Properti kelas sederhana (botol, tempat pensil, map/buku, kursi)
  • Lembar pengamatan teman sejawat

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Secara bergantian, setiap kelompok maju ke depan kelas untuk menampilkan permainan peran improvisasi kelompok durasi 3-4 menit.
  2. Manfaatkan benda di dalam kelas sebagai properti imajiner pendukung adegan (seperti penggaris, buku, atau botol minum).
  3. Lakukan adegan secara spontan: dengarkan dialog lawan main dan tanggapi setiap gerak-gerik teman melalui aksi dan reaksi yang terus menyambung cerita.
  4. Kelompok yang sedang menonton bertindak sebagai pengamat dan mencatat keterpaduan aksi-reaksi kelompok yang sedang tampil pada lembar pengamatan.
  5. Setelah seluruh kelompok tampil, selesaikan refleksi dan penutup bersama guru.

Pertanyaan:

1. Catatlah 1 contoh momen aksi dan reaksi paling hidup/spontan yang dilakukan oleh salah satu kelompok teman saat mereka tampil di panggung!

2. Bagaimana kelompok kalian memastikan bahwa adegan improvisasi tidak macet atau terhenti di tengah panggung saat ada teman yang melakukan aksi tak terduga?

Ruang uraian bebas berisi dua kotak bernomor: Kotak 1 untuk Catatan Pengamatan Aksi-Reaksi Kelompok Teman; Kotak 2 untuk Hasil Pembahasan Kesiapan Respon Kelompok Sendiri.

REFLEKSI

1. Apa tantangan terbesar yang kamu rasakan saat harus memberikan reaksi spontan terhadap tindakan teman tanpa membaca naskah?

2. Bagaimana kemampuan saling mendengarkan dan mengamati teman satu kelompok membantumu dalam mengembangkan cerita di panggung?

3. Pelajaran apa tentang kerja sama dan empati yang kamu peroleh dari latihan aksi-reaksi dalam teater hari ini?

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.