LKPDPertemuan 7Bab 3Fase CSemester 2

LKPD Seni Teater Kelas 6: Mewujudkan Tokoh

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Seni Teater kelas 6 dengan topik "Mewujudkan Tokoh". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD Seni Teater Kelas 6: Mewujudkan Tokoh

Seni Teater - Kelas 6

Bab 3 - Pertemuan 7

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Seni Teater — Kelas 6 (Fase C)

Topik: Mewujudkan Tokoh

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranSeni Teater
Fase / KelasFase C / Kelas 6
TopikMewujudkan Tokoh
Alokasi Waktu3 × 35 menit (105 menit)
Tipe Aktivitascampuran
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Memerankan tokoh sesuai dengan karakter dan konteks cerita yang telah dipilih.

PETUNJUK UMUM

  • Kalian akan belajar memerankan tokoh dalam cerita adaptasi yang sudah kalian siapkan sebelumnya.
  • LKPD ini akan memandu kalian untuk menghidupkan tokoh dengan cara yang menarik dan sesuai karakter.
  • Bacalah setiap petunjuk dengan seksama sebelum memulai kegiatan.
  • Kerjakan dengan penuh kesadaran, nikmati prosesnya, dan jangan takut bereksplorasi!
  • Siapkan naskah cerita adaptasi kalian dan properti sederhana yang sudah disiapkan.

KEGIATAN

Kegiatan 1: Mengeksplorasi Karakter Tokohku

Estimasi: 30 menit

Alat & Bahan:

  • Naskah cerita adaptasi kelompok
  • Alat tulis
  • Cermin kecil (jika ada)

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Pilih satu tokoh yang akan kamu perankan dari cerita adaptasi kelompokmu.
  2. Baca kembali bagian cerita yang melibatkan tokohmu dengan seksama.
  3. Bayangkan tokohmu sebagai orang nyata: bagaimana cara berjalannya, bicaranya, dan kebiasaannya?
  4. Isi tabel karakteristik tokoh dengan lengkap berdasarkan analisis dan imajinasimu.
  5. Cobalah praktikkan 2-3 gerakan khas atau cara bicara tokohmu di depan teman sekelompok.
  6. Minta teman memberi masukan: apakah pemerananmu sudah sesuai dengan tokoh?

Pertanyaan:

1. Siapa nama tokoh yang akan kamu perankan dan bagaimana peran tokoh tersebut dalam cerita?

2. Lengkapi tabel karakteristik tokohmu berikut ini:

Ruang tabel jawaban

3. Apa tantangan terbesar dalam memerankan tokoh ini? Bagaimana cara kamu mengatasinya?

Untuk pertanyaan 2, buat tabel dengan 5 baris: 1) Sifat kepribadian, 2) Cara berbicara (nada, volume, tempo), 3) Cara berjalan dan bergerak, 4) Kebiasaan atau gerakan unik, 5) Emosi dominan yang sering muncul. Isi setiap baris dengan deskripsi tokohmu.

Kegiatan 2: Mewujudkan Tokoh dalam Adegan

Estimasi: 40 menit

Alat & Bahan:

  • Naskah cerita
  • Hand property (properti sederhana: kipas, topi, tongkat, dll)
  • Ruang untuk bermain peran (bisa di dalam atau luar kelas)
  • Alat tulis dan kertas untuk menggambar denah

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Pilih satu adegan penting dalam cerita di mana tokohmu muncul.
  2. Perhatikan konteks adegan: di mana kejadiannya, siapa lawan mainmu, apa tujuan tokohmu dalam adegan itu?
  3. Praktikkan adegan tersebut dengan memerhatikan: blocking (posisi di panggung), pergerakan, dialog, ekspresi, dan gestur tubuh.
  4. Gunakan hand property (properti tangan) jika ada untuk mendukung pemeranan, misalnya kipas, tongkat, atau benda lain.
  5. Tampilkan adegan di depan kelompok atau pasangan.
  6. Terima masukan dan catat hal-hal yang perlu diperbaiki.

Pertanyaan:

1. Adegan apa yang kamu pilih? Ceritakan apa yang terjadi dalam adegan tersebut dan mengapa adegan ini penting untuk tokohmu.

2. Gambarkan denah panggung sederhana dan tunjukkan: posisi awalmu, posisi lawan main (jika ada), arah pergerakanmu, dan properti yang digunakan.

Ruang gambar

3. Masukan apa yang kamu terima dari teman atau guru setelah menampilkan adegan? Apa yang akan kamu perbaiki?

Untuk pertanyaan 2, gambar denah panggung berbentuk persegi panjang. Beri tanda posisi dengan simbol (X, O, △) dan beri keterangan. Gunakan panah untuk menunjukkan arah pergerakan. Gambar boleh sederhana, yang penting jelas.

Kegiatan 3: Menyempurnakan dan Mengevaluasi Pemeranan

Estimasi: 35 menit

Alat & Bahan:

  • Naskah cerita
  • Hand property
  • Ruang bermain peran
  • Alat tulis

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Berdasarkan masukan di kegiatan 2, lakukan perbaikan pada pemerananmu.
  2. Praktikkan kembali adegan yang sama dengan perbaikan yang sudah kamu rencanakan.
  3. Amati penampilan teman kelompokmu dengan saksama.
  4. Berikan apresiasi dan evaluasi yang membangun untuk teman.
  5. Diskusikan bersama: apa yang sudah baik dan apa yang masih perlu diperbaiki untuk pementasan nanti?
  6. Catat komitmen perbaikan yang akan kamu lakukan untuk persiapan pementasan.

Pertanyaan:

1. Apa saja perbaikan yang sudah kamu lakukan dari penampilan sebelumnya? Jelaskan dengan spesifik.

2. Evaluasi penampilan salah satu temanmu menggunakan tabel berikut:

Ruang tabel jawaban

3. Tuliskan 3 komitmen yang akan kamu lakukan untuk menyempurnakan pemerananmu sebelum pementasan!

Untuk pertanyaan 2, buat tabel dengan kolom: Nama Teman, 5 aspek penilaian (penghayatan karakter, vokal/suara, gerak/blocking, penggunaan properti, kesesuaian dengan konteks cerita), Nilai (skala 1-4: 1=perlu banyak perbaikan, 2=cukup, 3=baik, 4=sangat baik), dan Saran Perbaikan. Isi dengan jujur dan membangun.

REFLEKSI

1. Apa hal paling menarik yang kamu pelajari tentang memerankan tokoh dalam pembelajaran hari ini?

2. Bagaimana memerankan tokoh dengan karakter berbeda dari dirimu membantumu memahami orang lain dengan lebih baik?

3. Jika kamu menjadi sutradara, apa saran yang akan kamu berikan kepada dirimu sendiri untuk menyempurnakan pemeranan tokohmu?

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.