LKPDPertemuan 6Bab 3Fase CSemester 2

LKPD Seni Teater Kelas 6: Mematangkan Blocking

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Seni Teater kelas 6 dengan topik "Mematangkan Blocking". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD Seni Teater Kelas 6: Mematangkan Blocking

Seni Teater - Kelas 6

Bab 3 - Pertemuan 6

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Seni Teater — Kelas 6 (Fase C)

Topik: Mematangkan Blocking

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranSeni Teater
Fase / KelasFase C / Kelas 6
TopikMematangkan Blocking
Alokasi Waktu90 menit
Tipe Aktivitascampuran
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Mematangkan blocking dan pergerakan dengan memanfaatkan hand property.

PETUNJUK UMUM

  • Lembar Kerja ini akan membantumu mematangkan blocking (penempatan posisi) dan pergerakan di atas panggung menggunakan hand property (properti yang dibawa aktor).
  • Kerjakan bersama kelompok teatermu dengan semangat dan saling mendukung.
  • Siapkan naskah cerita adaptasi yang sudah kalian pilih, serta hand property yang sudah disiapkan pada pertemuan sebelumnya.
  • Gunakan ruang yang luas (kelas atau aula) untuk berlatih blocking dengan nyaman.
  • Bacalah setiap petunjuk dengan saksama sebelum mengerjakan kegiatan.

KEGIATAN

Kegiatan 1: Menganalisis Blocking dengan Hand Property

Estimasi: 25 menit

Alat & Bahan:

  • Video/contoh pementasan teater
  • Alat tulis dan kertas

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Guru akan menayangkan sebuah adegan pementasan teater atau meminta kalian mengamati contoh blocking yang sudah disiapkan.
  2. Perhatikan dengan seksama bagaimana aktor menggunakan hand property (seperti tas, buku, tongkat, payung, dll) sambil bergerak di atas panggung.
  3. Amati posisi aktor di awal adegan dan bagaimana posisi mereka berubah.
  4. Diskusikan dalam kelompok: mengapa aktor berpindah posisi? Apa hubungannya dengan cerita dan penggunaan properti?

Pertanyaan:

1. Gambarkan secara sederhana blocking (posisi aktor) di awal dan akhir adegan yang kamu amati. Gunakan tanda panah untuk menunjukkan perpindahan. Beri simbol sederhana untuk hand property yang digunakan.

Ruang gambar

2. Tuliskan 3 alasan mengapa aktor berpindah posisi dalam adegan tersebut. Kaitkan dengan cerita dan penggunaan hand property.

3. Apakah penggunaan hand property dalam adegan tersebut membantu penonton memahami cerita? Jelaskan pendapatmu!

Sediakan area kosong untuk menggambar blocking (sekitar 1/2 halaman) dan baris-baris untuk menjawab pertanyaan uraian (5-7 baris per pertanyaan).

Kegiatan 2: Mematangkan Blocking Cerita Adaptasi Kelompokmu

Estimasi: 45 menit

Alat & Bahan:

  • Naskah cerita adaptasi kelompok
  • Hand property (tas, tongkat, buku, payung, dll sesuai cerita)
  • Ruang luas untuk berlatih
  • Pakaian nyaman/olahraga

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Ambil rancangan blocking yang sudah dibuat kelompokmu pada pertemuan sebelumnya.
  2. Pilih 2 adegan penting dari cerita adaptasi kalian untuk dimatangkan hari ini.
  3. Lakukan pemanasan tubuh dan suara terlebih dahulu: peregangan kaki, pinggang, bahu, tangan, leher, serta latihan volume dan artikulasi suara.
  4. Praktikkan blocking adegan pertama dengan menggunakan hand property yang sudah disiapkan.
  5. Perhatikan: apakah blocking sudah sesuai karakter tokoh? Apakah perpindahan posisi terasa alami? Apakah hand property digunakan dengan tepat?
  6. Ulangi dan perbaiki hingga blocking terasa matang. Minta teman kelompok lain mengamati dan memberi masukan.
  7. Lakukan hal yang sama untuk adegan kedua.

Pertanyaan:

1. Lengkapi tabel evaluasi blocking untuk 2 adegan yang kalian latih!

Ruang tabel jawaban

2. Tuliskan 3 tantangan yang kalian hadapi saat mematangkan blocking dengan hand property, dan bagaimana kalian mengatasinya!

Sediakan tabel dengan kolom: Nama Adegan | Hand Property yang Digunakan | Blocking Awal | Blocking Akhir | Perbaikan yang Dilakukan (2 baris per adegan). Sediakan 8-10 baris untuk pertanyaan uraian.

Kegiatan 3: Presentasi dan Umpan Balik Antar Kelompok

Estimasi: 20 menit

Alat & Bahan:

  • Naskah dan hand property kelompok masing-masing
  • Area penampilan (panggung sederhana/area depan kelas)

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Setiap kelompok mempresentasikan salah satu adegan yang sudah dimatangkan blockingnya (maksimal 3-5 menit per kelompok).
  2. Kelompok lain mengamati dengan saksama: apakah blocking jelas? Apakah hand property digunakan efektif? Apakah pergerakan sesuai karakter tokoh?
  3. Setelah presentasi, berikan umpan balik positif dan saran konstruktif secara lisan.
  4. Catat umpan balik yang diterima kelompokmu untuk perbaikan selanjutnya.

Pertanyaan:

1. Amati penampilan 2 kelompok lain. Tuliskan hal yang sudah bagus dan saran perbaikan untuk masing-masing kelompok!

2. Tuliskan 3 umpan balik yang diterima kelompokmu dari kelompok lain atau guru! Mana yang akan kalian perbaiki untuk latihan berikutnya?

Sediakan tabel observasi dengan kolom: Nama Kelompok | Yang Sudah Bagus | Saran Perbaikan (2 baris untuk 2 kelompok). Sediakan 8-10 baris untuk pertanyaan uraian.

REFLEKSI

1. Apa hal paling menantang saat mematangkan blocking sambil menggunakan hand property? Bagaimana kamu mengatasinya?

2. Menurutmu, apakah hand property membantu peranmu menjadi lebih hidup dan blocking lebih dinamis? Jelaskan dengan contoh konkret dari latihanmu!

3. Setelah mendapat umpan balik dari teman dan guru, apa yang akan kamu perbaiki untuk penampilan kelompokmu nanti?

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.