LKPDPertemuan 5Bab 3Fase CSemester 2

LKPD Seni Teater Kelas 6: Menyusun Blocking

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Seni Teater kelas 6 dengan topik "Menyusun Blocking". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD Seni Teater Kelas 6: Menyusun Blocking

Seni Teater - Kelas 6

Bab 3 - Pertemuan 5

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Seni Teater — Kelas 6 (Fase C)

Topik: Menyusun Blocking

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranSeni Teater
Fase / KelasFase C / Kelas 6
TopikMenyusun Blocking
Alokasi Waktu3 x 35 menit (105 menit)
Tipe Aktivitascampuran
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Menyusun blocking dan pergerakan di atas panggung sebagai persiapan pementasan.

PETUNJUK UMUM

  • Selamat datang di lembar kerja Menyusun Blocking! Kamu akan belajar merancang pergerakan aktor di atas panggung agar pementasan kelompokmu terlihat menarik dan mudah dipahami penonton.
  • Kerjakan setiap kegiatan bersama kelompokmu dengan semangat dan penuh kreativitas.
  • Baca petunjuk dengan teliti sebelum memulai setiap kegiatan.
  • Gunakan imajinasimu dan ingat karakter tokoh yang kamu perankan!
  • Jika ada yang kurang jelas, jangan ragu bertanya kepada guru.

KEGIATAN

Kegiatan 1: Mengamati dan Memahami Blocking

Estimasi: 30 menit

Alat & Bahan:

  • Alat tulis (pensil, penghapus, bolpoin)
  • Penggaris (untuk menggambar panggung)
  • Video contoh pementasan atau demonstrasi langsung dari guru

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Guru akan menayangkan sebuah adegan pementasan teater atau mencontohkan blocking sederhana di depan kelas.
  2. Amati dengan seksama posisi para pemain di atas panggung dan bagaimana mereka berpindah tempat.
  3. Perhatikan: Mengapa pemain berdiri di posisi tertentu? Kapan mereka bergerak? Ke mana arah gerakan mereka?
  4. Diskusikan bersama kelompokmu hasil pengamatanmu.

Pertanyaan:

1. Gambarkan posisi para pemain dalam adegan yang kamu amati! Gunakan simbol sederhana (misalnya lingkaran atau kotak) dan beri nama atau inisial setiap pemain. Buat minimal 2 blocking berbeda dari adegan tersebut.

Ruang gambar

2. Mengapa menurut kamu para pemain mengubah posisi mereka di panggung? Tuliskan minimal 2 alasan!

Untuk pertanyaan 1, sediakan ruang kosong berbentuk persegi panjang (mewakili panggung) untuk menggambar. Untuk pertanyaan 2, sediakan 5-7 baris untuk menulis jawaban.

Kegiatan 2: Merancang Blocking untuk Cerita Adaptasi Kelompokmu

Estimasi: 40 menit

Alat & Bahan:

  • Naskah cerita adaptasi kelompok
  • Alat tulis dan penggaris
  • Kertas tambahan (jika diperlukan untuk sketsa kasar)

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Berkumpul dengan kelompok pementasanmu.
  2. Ambil naskah cerita adaptasi yang sudah kalian siapkan sebelumnya.
  3. Pilih 2-3 adegan penting dari cerita kalian untuk dirancang blocking-nya.
  4. Diskusikan bersama: Di mana posisi setiap tokoh di awal adegan? Kapan dan ke mana tokoh akan bergerak? Mengapa tokoh bergerak ke posisi tersebut?
  5. Buatlah sketsa atau diagram blocking untuk setiap adegan yang dipilih.
  6. Pastikan blocking yang kalian rancang sesuai dengan karakter tokoh dan alur cerita!

Pertanyaan:

1. Lengkapi tabel perancangan blocking berikut untuk 2-3 adegan penting dalam cerita adaptasi kelompokmu!

Ruang tabel jawaban

2. Gambarkan diagram blocking untuk salah satu adegan yang sudah kalian diskusikan! Beri keterangan nama tokoh, arah gerakan (gunakan tanda panah), dan posisi di panggung (depan/belakang, kiri/kanan/tengah).

Ruang gambar

3. Apakah blocking yang kalian rancang sudah sesuai dengan karakter tokoh dan cerita? Jelaskan dengan contoh!

Untuk pertanyaan 1, sediakan tabel dengan kolom: No. Adegan | Nama Adegan | Posisi Awal Tokoh | Pergerakan Tokoh | Alasan Blocking (3 baris). Untuk pertanyaan 2, sediakan ruang kosong berbentuk persegi panjang besar untuk menggambar diagram. Untuk pertanyaan 3, sediakan 5-7 baris untuk menulis.

Kegiatan 3: Mencoba dan Mengevaluasi Blocking

Estimasi: 35 menit

Alat & Bahan:

  • Ruang luas untuk praktik (aula, halaman, atau kelas yang diatur)
  • Marking/tanda di lantai untuk batas panggung (opsional, bisa pakai isolasi/kapur)
  • Naskah dan catatan blocking dari kegiatan 2

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Sekarang saatnya mencoba blocking yang sudah kalian rancang!
  2. Bersama kelompok, praktikkan blocking untuk salah satu adegan yang sudah dirancang di atas panggung atau area yang disediakan.
  3. Rasakan: Apakah blocking ini nyaman untuk dilakukan? Apakah semua pemain terlihat jelas oleh penonton? Apakah pergerakan sudah mendukung cerita?
  4. Lakukan minimal 2 kali percobaan, kemudian evaluasi dan catat perbaikan yang diperlukan.
  5. Kelompok lain akan mengamati dan memberikan masukan konstruktif.

Pertanyaan:

1. Setelah mencoba, apa yang terasa baik dari blocking yang kalian rancang? Tuliskan minimal 2 hal positif!

2. Apa yang perlu diperbaiki atau diubah dari blocking yang sudah dicoba? Tuliskan masalah yang ditemukan dan solusinya!

Ruang tabel jawaban

3. Masukan apa yang kalian terima dari kelompok lain? Apakah masukan tersebut membantu? Mengapa?

Untuk pertanyaan 1, sediakan 5-7 baris. Untuk pertanyaan 2, sediakan tabel dengan kolom: Masalah yang Ditemukan | Solusi Perbaikan (3 baris). Untuk pertanyaan 3, sediakan 5-7 baris.

REFLEKSI

1. Apa yang paling menantang saat menyusun blocking untuk pementasan kelompokmu? Bagaimana kamu mengatasinya?

2. Bagaimana blocking yang baik bisa membantu penonton memahami cerita dengan lebih baik?

3. Setelah kegiatan ini, apa yang akan kamu perhatikan ketika menonton pementasan teater di masa depan?

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.