LKPD Seni Teater Kelas 6: Memahami Dasar-Dasar Blocking
LKPD ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Seni Teater kelas 6 dengan topik "Memahami Dasar-Dasar Blocking". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.
MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD
LKPD Seni Teater Kelas 6: Memahami Dasar-Dasar Blocking
Seni Teater - Kelas 6
Bab 3 - Pertemuan 3
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD) Seni Teater — Kelas 6 (Fase C) Topik: Memahami Dasar-Dasar Blocking INFORMASI UMUM
TUJUAN PEMBELAJARAN
PETUNJUK UMUM
KEGIATANKegiatan 1: Peta Panggung: Mengenal Area BlockingEstimasi: 20 menit Alat & Bahan:
Petunjuk Pengerjaan:
Pertanyaan:1. Perhatikan diagram panggung di bawah. Tuliskan nama 9 area panggung (UR, UC, UL, CR, C, CL, DR, DC, DL) pada kotak yang tepat sesuai posisinya. Ingat: posisi 'kiri' dan 'kanan' dilihat dari sudut pandang aktor yang menghadap penonton. Ruang gambar 2. Menurutmu, mengapa area Downstage Center (DC) sering dipilih untuk adegan paling penting atau klimaks sebuah cerita? Jelaskan alasanmu dalam 2–3 kalimat. 3. Pasangkan setiap karakter berikut dengan area panggung yang menurutmu paling cocok untuknya, lalu tuliskan alasannya. Lengkapi tabel berikut:
Diagram panggung 3x3 kotak untuk dilabeli (nomor 1). Ruang isian satu paragraf untuk nomor 2. Tabel 3 kolom (Karakter | Area Panggung | Alasan) dengan 3 baris isian untuk nomor 3. Kegiatan 2: Detektif Blocking: Menganalisis Posisi TokohEstimasi: 25 menit Alat & Bahan:
Petunjuk Pengerjaan:
Pertanyaan:1. Gambarlah posisi keempat karakter dalam adegan di atas pada denah panggung kosong yang tersedia. Tandai dengan lingkaran dan inisial nama tokoh, serta gambar tanda panah untuk pergerakan Pangeran. Ruang gambar 2. Mengapa Pengkhianat ditempatkan di area UR (Upstage Right) dan digambarkan 'setengah berbalik menjauhi penonton'? Apa pesan yang ingin disampaikan sutradara melalui pilihan posisi dan arah tubuh ini? 3. Bayangkan jika Pangeran masuk dari sisi kiri (CL) — padahal Patih sudah berada di sana. Apa masalah blocking yang akan muncul? Bagaimana kamu menyarankan perbaikannya? 4. Dalam kelompokmu, diskusikan: apakah pergerakan Pangeran yang 'berjalan cepat' dan 'berlutut' sudah mencerminkan karakternya? Jelaskan dan tuliskan kesimpulan diskusi kelompokmu. Denah panggung kosong 3x3 untuk digambar (nomor 1). Ruang uraian satu paragraf untuk nomor 2 dan 3. Kotak diskusi kelompok dengan kolom 'Pendapat Kami' untuk nomor 4. Kegiatan 3: Sutradara Cilik: Merancang Blocking SendiriEstimasi: 25 menit Alat & Bahan:
Petunjuk Pengerjaan:
Pertanyaan:1. Gambarlah rancangan blocking POSISI AWAL ketiga tokoh pada denah panggung yang tersedia. Tandai A, B, dan C. Sertakan arah hadap masing-masing tokoh dengan tanda panah kecil. Ruang gambar 2. Gambarlah rancangan blocking POSISI AKHIR setelah ada perpindahan. Gambarkan juga lintasan gerak tokoh yang berpindah dengan tanda panah. Ruang gambar 3. Lengkapi tabel alasan blocking berikut untuk menjelaskan keputusan kelompokmu:
4. Setelah merancang (dan mungkin mencoba mempraktikkan), tuliskan satu hal yang paling menantang dalam menyusun blocking dan bagaimana kelompokmu mengatasinya. Dua denah panggung kosong berdampingan (Posisi Awal | Posisi Akhir) untuk nomor 1 dan 2. Tabel 4 kolom dengan 3 baris untuk nomor 3. Ruang uraian satu paragraf untuk nomor 4. REFLEKSI1. Setelah belajar tentang blocking hari ini, pernahkah kamu menonton pertunjukan teater, film, atau sinetron dan tanpa sadar memperhatikan posisi para pemainnya? Ceritakan satu momen yang kamu ingat — di mana posisi pemain terasa 'pas' atau justru terasa aneh bagimu. 2. Bagian mana dari merancang blocking yang paling membuatmu berpikir keras? Apa yang membuatnya menantang, dan apa yang kamu pelajari dari tantangan itu? 3. Bayangkan kamu adalah aktor dalam sebuah pentas. Bagaimana pengetahuanmu tentang blocking hari ini akan mengubah cara kamu bergerak dan berdiri di atas panggung? |
Lihat & unduh lengkap
Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.
Apa isi pertemuan ini?
Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.
Cara pakai pertemuan ini
Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.