LKPDPertemuan 8Bab 2Fase CSemester 1

LKPD Seni Teater Kelas 6: Latihan Pembacaan Dramatik

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Seni Teater kelas 6 dengan topik "Latihan Pembacaan Dramatik". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD Seni Teater Kelas 6: Latihan Pembacaan Dramatik

Seni Teater - Kelas 6

Bab 2 - Pertemuan 8

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Seni Teater — Kelas 6 (Fase C)

Topik: Latihan Pembacaan Dramatik

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranSeni Teater
Fase / KelasFase C / Kelas 6
TopikLatihan Pembacaan Dramatik
Alokasi Waktu80 menit (2 JP)
Tipe Aktivitascampuran
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Melakukan pembacaan dramatik dengan olah tubuh, suara, dan emosi sesuai tokoh.
  2. Memainkan ragam peran dari cerita adaptasi berdasarkan hasil pengamatan.

PETUNJUK UMUM

  • Kalian sudah membuat naskah adaptasi cerita rakyat di pertemuan sebelumnya. Sekarang saatnya menghidupkan dialog-dialog itu!
  • Pembacaan dramatik bukan sekadar membaca teks. Kalian akan menggunakan tubuh, suara, dan emosi untuk membangun karakter tokoh.
  • Kerjakan semua kegiatan bersama kelompokmu dengan semangat dan saling menghargai ide teman.
  • Siapkan naskah adaptasi cerita rakyat yang sudah kelompokmu buat, alat tulis, dan ruang yang cukup untuk bergerak.

KEGIATAN

Kegiatan 1: Mengenal Tokohku Lebih Dalam

Estimasi: 25 menit

Alat & Bahan:

  • Naskah adaptasi cerita rakyat kelompok
  • Alat tulis

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Duduk melingkar bersama kelompok. Masing-masing anggota memilih satu tokoh dari naskah adaptasi yang sudah dibuat.
  2. Baca kembali bagian dialog dan keterangan tokohmu dalam naskah.
  3. Amati dan bayangkan: bagaimana cara tokoh ini berbicara? Apakah cepat atau lambat? Keras atau lembut?
  4. Bayangkan pula: bagaimana tokoh ini bergerak? Tegak atau bungkuk? Gesit atau pelan?
  5. Isi tabel analisis karakter di bawah untuk tokohmu.

Pertanyaan:

1. Siapa nama tokoh yang kamu pilih dan apa perannya dalam cerita?

2. Lengkapi tabel analisis karakter tokohmu!

Ruang tabel jawaban

3. Ceritakan satu kejadian dalam hidupmu yang membantumu memahami perasaan tokoh ini.

Jawaban nomor 1 ditulis dalam 1-2 kalimat. Nomor 2 isi dalam tabel 5 kolom: Sifat Tokoh | Emosi Dominan | Cara Bicara | Cara Bergerak | Penampilan Fisik. Nomor 3 tulis uraian 3-5 kalimat.

Kegiatan 2: Eksplorasi Olah Tubuh, Suara, dan Emosi

Estimasi: 30 menit

Alat & Bahan:

  • Naskah dialog tokoh
  • Ruang kosong untuk bergerak
  • Alat tulis untuk mencatat

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Berdiri dan cari ruang kosong. Sekarang waktunya mengeksplorasi karaktermu secara fisik!
  2. Lakukan 3 percobaan berikut untuk tokohmu:
  3. PERCOBAAN 1 - Olah Tubuh: Berjalan keliling ruangan sebagai tokohmu. Perhatikan postur (tegak/bungkuk), kecepatan (cepat/lambat), dan gerakan tangan.
  4. PERCOBAAN 2 - Olah Suara: Ucapkan satu kalimat dialog tokohmu dengan 3 cara berbeda (bisikan, volume normal, berteriak). Rasakan mana yang paling cocok.
  5. PERCOBAAN 3 - Olah Emosi: Pilih satu adegan penting tokohmu. Mainkan dengan emosi yang berbeda (marah, sedih, takut, gembira). Amati mana yang paling sesuai cerita.
  6. Diskusikan hasil eksplorasi dengan kelompok. Minta masukan teman tentang pilihan yang paling meyakinkan.
  7. Catat hasil eksplorasi terbaikmu.

Pertanyaan:

1. Bagaimana hasil olah tubuhmu? Deskripsikan postur, cara berjalan, dan gerakan khas tokohmu yang paling cocok.

2. Bagaimana hasil olah suaramu? Jelaskan volume, tempo, dan nada bicara yang kamu pilih untuk tokohmu.

3. Emosi apa yang paling dominan dalam tokohmu dan bagaimana kamu menunjukkannya lewat ekspresi wajah dan bahasa tubuh?

4. Masukan apa yang kamu terima dari teman kelompok dan apakah kamu menggunakannya?

Jawab setiap nomor dalam uraian 3-5 kalimat. Tuliskan pengalaman nyata eksplorasi yang kamu lakukan.

Kegiatan 3: Pembacaan Dramatik Kelompok

Estimasi: 25 menit

Alat & Bahan:

  • Naskah lengkap kelompok
  • Ruang untuk pentas/latihan
  • Teman kelompok sebagai penonton dan pemberi masukan

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Sekarang saatnya mempraktikkan pembacaan dramatik bersama kelompok!
  2. Pilih satu adegan penting dari naskah adaptasi kalian (minimal 2 menit).
  3. Tentukan posisi masing-masing pemain di ruang latihan. Perhatikan siapa yang saling berhadapan, siapa yang berdiri/duduk.
  4. Lakukan pembacaan dramatik dengan menerapkan hasil eksplorasi kalian: olah tubuh, suara, dan emosi sesuai tokoh.
  5. PENTING: Ini bukan hafalan! Kalian boleh memegang naskah, tapi mata harus sering kontak dengan lawan main, dan tubuh tetap bergerak sesuai karakter.
  6. Lakukan latihan 2-3 kali. Setiap selesai, beri masukan satu sama lain.
  7. Setelah latihan, isi evaluasi di bawah.

Pertanyaan:

1. Adegan mana yang kelompokmu pilih dan mengapa adegan itu penting dalam cerita?

2. Buatlah tabel evaluasi pembacaan dramatik kelompokmu!

Ruang tabel jawaban

3. Apa tantangan terbesar yang kamu hadapi saat melakukan pembacaan dramatik dan bagaimana kamu mengatasinya?

4. Hal baru apa yang kamu pelajari tentang tokohmu setelah mempraktikkan pembacaan dramatik?

Jawaban nomor 1 dalam 2-3 kalimat. Nomor 2 isi tabel 4 kolom: Nama Pemain (Tokoh) | Kekuatan Penampilan | Saran Perbaikan | Catatan Khusus. Nomor 3 dan 4 tulis uraian 4-6 kalimat.

REFLEKSI

1. Bagaimana perasaanmu setelah menghidupkan tokoh melalui pembacaan dramatik? Apakah kamu merasa lebih dekat dengan karakter yang kamu mainkan?

2. Menurutmu, apa perbedaan antara sekadar membaca dialog dan melakukan pembacaan dramatik? Mana yang lebih menarik dan mengapa?

3. Jika kamu bisa memberi satu saran untuk dirimu sendiri agar pembacaan dramatikmu lebih baik lagi, apa itu?

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.