LKPDPertemuan 6Bab 2Fase CSemester 1

LKPD Seni Teater Kelas 6: Memainkan Ragam Peran Berpasangan Berdasarkan Hasil Pengamatan untuk Menguji Kewajaran Dialog Lakon

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan Seni Teater kelas 6 dengan topik "Memainkan Ragam Peran Berpasangan Berdasarkan Hasil Pengamatan untuk Menguji Kewajaran Dialog Lakon".

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD Seni Teater Kelas 6: Memainkan Ragam Peran Berpasangan Berdasarkan Hasil Pengamatan untuk Menguji Kewajaran Dialog Lakon

Seni Teater - Kelas 6

Bab 2 Pertemuan 6

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Seni Teater — Kelas 6 (Fase C)

Topik: Memainkan Ragam Peran Berpasangan Berdasarkan Hasil Pengamatan untuk Menguji Kewajaran Dialog Lakon

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranSeni Teater
Fase / KelasFase C / Kelas 6
TopikMemainkan Ragam Peran Berpasangan Berdasarkan Hasil Pengamatan untuk Menguji Kewajaran Dialog Lakon
Alokasi Waktu3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)
Tipe Aktivitascampuran
Tahun Ajaran2026/2027
Semester1
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Memainkan ragam peran dari cerita sederhana berdasarkan hasil pengamatan untuk menguji kelayakan dialog naskah lakon

PETUNJUK UMUM

  • Berdoalah sebelum memulai kegiatan belajar.
  • Bekerjasamalah dengan pasangan belajarmu secara kompak dan saling menghargai.
  • Gunakan hasil pengamatan terhadap perilaku orang di sekitar (seperti cara bicara teman, pedagang, atau guru) sebagai bahan memainkan peran.
  • Fokus utama latihan ini adalah memainkan peran berpasangan untuk menguji apakah dialog lakon terasa wajar dan layak diucapkan.
  • Tanyakan kepada gurumu jika ada instruksi yang belum dipahami.

KEGIATAN

Kegiatan 1: Menghidupkan Dialog Awal Melalui Pengamatan Peran Berpasangan

Estimasi: 25 menit

Alat & Bahan:

  • Teks dialog naskah lakon sederhana
  • Alat tulis

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Bacalah potongan naskah cerita sederhana 'Kerja Bakti di Sekolah' berikut bersama pasanganmu.
  2. Teks Lakon Singkat: Tokoh A (Ketua Kelas yang tergesa-gesa): 'Ayo cepat bawa embernya! Selokan di dekat kantin sudah meluap airnya.' Tokoh B (Murid yang santai/lelah): 'Tunggu sebentar, nafasku masih tersengal-sengal karena tadi mengangkut cangkul dari gudang.'
  3. Ingatlah kembali bagaimana orang yang sedang tergesa-gesa dan orang yang sedang lelah berbicara di dunia nyata (hasil pengamatanmu).
  4. Mainkan peran Tokoh A dan Tokoh B bersama pasanganmu secara berhadapan.
  5. Setelah memainkan peran, uji kewajaran dialog tersebut dengan menjawab pertanyaan berikut.

Pertanyaan:

1. Berdasarkan hasil memainkan peran tadi, apakah kalimat dialog Tokoh A dan Tokoh B terasa wajar/layak diucapkan seperti orang di dunia nyata? Jelaskan alasannya berdasarkan pengalaman saat kamu memainkannya!

Tuliskan uraian alasan kelayakan dialog pada 3 baris bergaris yang disediakan.

Kegiatan 2: Memainkan Peran Berpasangan dan Menguji Kelayakan Dialog Lakon

Estimasi: 45 menit

Alat & Bahan:

  • Teks lakon 'Buku PR yang Tertinggal'
  • Alat tulis

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Bacalah naskah lakon sederhana 'Buku PR yang Tertinggal' berikut ini berpasangan:
  2. Naskah Lakon: Tokoh 1 (Rani - Cemas): 'Dodi, gawat! Buku tugas matematikaku tidak ada di tasku! Bagaimana ini?' Tokoh 2 (Dodi - Tenang menolong): 'Coba periksa laci mejamu sekali lagi secara teliti. Mungkin terselip di balik buku gambar.' Tokoh 1 (Rani): 'Wah, benar! Ternyata ada di bawah map merah. Syukurlah, terima kasih, Dodi!'
  3. Lakukan latihan memainkan peran secara berpasangan dengan saling bergantian peran sebanyak dua kali putaran.
  4. Saat memainkan peran, terapkan kebiasaan bicara tokoh berdasarkan pengamatan nyata terhadap teman yang cemas dan teman yang tenang menolong.
  5. Ujilah kelayakan dan kewajaran dialog naskah tersebut dengan mengisi tabel uji dialog.

Pertanyaan:

1. Lengkapi tabel evaluasi kelayakan dialog lakon berikut berdasarkan praktik memainkan peran yang telah kalian lakukan bersama pasangan!

Ruang tabel jawaban

Isi tabel 3 kolom: [Nama Tokoh & Sifat], [Perilaku yang Dimainkan Berdasarkan Pengamatan], [Kewajaran/Kelayakan Dialog Saat Dimainkan (Layak/Tidak Layak beserta alasannya)].

Kegiatan 3: Penyesuaian dan Pemeranan Ulang untuk Menguji Kewajaran Dialog

Estimasi: 35 menit

Alat & Bahan:

  • Naskah dialog yang disesuaikan
  • Alat tulis

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Bila pada kegiatan 2 ada kalimat dialog yang terasa kaku atau janggal saat diucapkan, ubahlah satu baris kalimat dialog tersebut menjadi kalimat yang lebih wajar sesuai cara bicara nyata.
  2. Mainkan kembali peran tersebut di depan kelas/berpasangan dengan kalimat baru hasil penyesuaian.
  3. Tuliskan perbandingan dialog sebelum dan sesudah dimainkan pada ruang yang tersedia.
  4. Lakukan refleksi penutup pembelajaran bersama guru.

Pertanyaan:

1. Tuliskan kalimat dialog awal yang terasa kaku saat dimainkan, lalu tuliskan kalimat dialog baru yang lebih wajar dan layak diucapkan setelah kalian memainkannya kembali!

Tuliskan perbandingan pada dua kotak berdampingan: Kotak Kiri (Dialog Awal Sebelum Diuji) dan Kotak Kanan (Dialog Baru Hasil Uji Pemeranan).

REFLEKSI

1. Bagaimana caramu memanfaatkan pengamatan perilaku orang sehari-hari ketika memainkan peran tadi?

2. Apa yang kamu rasakan saat mengucapkan dialog lakon: apakah kalimatnya terasa wajar dan alami seperti obrolan nyata, atau masih terasa kaku?

3. Mengapa memainkan peran berpasangan secara langsung sangat membantu kita mengetahui kelayakan dialog dalam sebuah lakon?

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.