LKPDPertemuan 5Bab 1Fase CSemester 1

LKPD Seni Teater Kelas 6: Pengenalan Monolog

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Seni Teater kelas 6 dengan topik "Pengenalan Monolog". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD Seni Teater Kelas 6: Pengenalan Monolog

Seni Teater - Kelas 6

Bab 1 - Pertemuan 5

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Seni Teater — Kelas 6 (Fase C)

Topik: Pengenalan Monolog

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranSeni Teater
Fase / KelasFase C / Kelas 6
TopikPengenalan Monolog
Alokasi Waktu70 menit
Tipe Aktivitascampuran
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Memahami struktur monolog sederhana dan memilih cerita pendek untuk diperankan.

PETUNJUK UMUM

  • Baca setiap petunjuk kegiatan dengan saksama sebelum mulai mengerjakan.
  • Kerjakan kegiatan sesuai urutan nomor yang tertera.
  • Boleh berdiskusi dengan teman sebangku saat ada instruksi diskusi, tetapi tulis jawabanmu sendiri dengan kata-katamu sendiri.
  • Gunakan pensil atau bolpoin untuk menulis. Kalau ada yang ingin diubah, coret rapi dan tulis ulang di sebelahnya.
  • Jangan ragu bertanya kepada guru jika ada instruksi yang kurang jelas.
  • Jaga kerapian LKPD-mu karena ini akan menjadi catatan belajar yang bisa kamu simpan.

KEGIATAN

Kegiatan 1: Apa Itu Monolog? Yuk, Kita Selidiki!

Estimasi: 20 menit

Alat & Bahan:

  • Lembar LKPD ini
  • Bolpoin atau pensil

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Baca kutipan contoh monolog berikut dengan suara pelan dalam hati selama 2 menit.
  2. Kutipan Monolog — 'Surat untuk Ibu': 'Bu… aku kangen. Setiap pagi aku bangun dan berharap melihat senyummu di dapur. Tapi kursi itu selalu kosong. Hari ini aku dapat nilai sempurna di ulangan. Aku tahu, di mana pun Ibu berada, Ibu pasti bangga. Aku janji, aku akan terus berjuang.'
  3. Setelah membaca, jawab pertanyaan-pertanyaan di bawah ini berdasarkan pengamatanmu terhadap kutipan tersebut.
  4. Untuk pertanyaan tabel, isi kolom-kolom yang tersedia secara lengkap.
  5. Kerjakan sendiri terlebih dahulu sebelum mendiskusikan dengan teman.

Pertanyaan:

1. Dalam kutipan monolog di atas, ada berapa tokoh yang berbicara? Siapakah tokoh itu dan kepada siapa ia berbicara?

2. Berdasarkan pengamatanmu pada kutipan di atas, lengkapi tabel berikut untuk mengenali bagian-bagian dalam monolog sederhana.

Ruang tabel jawaban

3. Menurut kamu, apa perbedaan utama antara monolog dan drama biasa yang dimainkan banyak orang? Jelaskan dengan bahasamu sendiri!

4. Diskusi Cepat (2 menit bersama teman sebangku): Pernahkah kamu melihat seseorang berbicara sendirian di atas panggung, di televisi, atau di film? Ceritakan pengalamanmu itu! Apakah menurutmu itu termasuk monolog? Mengapa?

Untuk soal no. 1 dan 3: tulis uraian minimal 2 kalimat di kotak jawaban yang tersedia. Untuk soal no. 2: isi tabel 3 baris × 3 kolom (Bagian Monolog | Contoh dari Kutipan | Fungsinya). Untuk soal no. 4: tulis 2–3 kalimat hasil diskusi dengan teman sebangku.

Kegiatan 2: Bedah Struktur Monolog — Jadi Detektif Cerita!

Estimasi: 25 menit

Alat & Bahan:

  • Lembar LKPD ini
  • Bolpoin atau pensil
  • Penggaris (opsional untuk membuat tabel lebih rapi)

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Baca teks cerita pendek berikut dengan cermat. Ini adalah bahan yang akan kamu analisis.
  2. Teks Cerita Pendek — 'Layang-Layang Terakhir': 'Ardi adalah anak kelas 6 yang sangat menyukai layang-layang. Setiap sore ia bermain di lapangan bersama kakeknya. Namun, sejak kakeknya sakit, lapangan itu terasa sepi. Suatu sore, Ardi membawa layang-layang milik kakeknya dan menerbangkannya sendirian. Sambil menatap langit, ia berbisik, ingin rasanya kakeknya bisa melihat layang-layang itu terbang tinggi.'
  3. Bayangkan kamu adalah seorang penulis yang akan mengubah cerita pendek ini menjadi naskah monolog. Ikuti langkah-langkah di bawah ini.
  4. Kerjakan soal nomor 1 hingga 4 secara berurutan karena setiap soal saling berhubungan.
  5. Setelah selesai, bandingkan hasil kerjamu dengan teman di sebelahmu — amati persamaan dan perbedaannya!

Pertanyaan:

1. Identifikasi unsur-unsur penting dari cerita 'Layang-Layang Terakhir' dengan mengisi tabel berikut.

Ruang tabel jawaban

2. Jika cerita ini dijadikan monolog, siapa yang akan berbicara dan kepada siapa ia akan berbicara? Jelaskan pilihanmu!

3. Buat kerangka monolog dari cerita 'Layang-Layang Terakhir' menggunakan struktur 3 bagian. Isi setiap bagian dengan satu atau dua kalimat rancangan dialognya.

Ruang tabel jawaban

4. Amati kerangka monolog yang kamu buat. Menurutmu, perasaan apa yang paling penting ditampilkan seorang pemain saat membawakan monolog ini? Mengapa perasaan itu penting bagi penonton?

Untuk soal no. 1 dan 3: isi tabel yang tersedia — no. 1 berisi 6 baris × 2 kolom (Unsur | Isi dari Cerita), no. 3 berisi 3 baris × 2 kolom (Bagian Monolog | Rancangan Kalimat Dialog). Untuk soal no. 2 dan 4: tulis uraian minimal 3 kalimat di kotak yang tersedia.

Kegiatan 3: Aku Pilih Ceritaku — Saatnya Menentukan Monologku!

Estimasi: 25 menit

Alat & Bahan:

  • Lembar LKPD ini
  • Bolpoin atau pensil
  • Pensil warna atau krayon (opsional, untuk bagian menggambar)

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Guru akan menyediakan atau menyebutkan 3–4 pilihan cerita pendek yang bisa dijadikan monolog. Tuliskan judul-judul tersebut di kolom yang tersedia.
  2. Baca atau dengarkan ringkasan singkat setiap cerita yang guru sampaikan.
  3. Gunakan tabel perbandingan di bawah untuk menilai setiap cerita berdasarkan kriteria yang diberikan.
  4. Setelah mengisi tabel, buat keputusanmu dan tuliskan alasannya di bagian 'Keputusan Akhirku'.
  5. Bagian terakhir adalah latihan cepat 1 menit: coba ucapkan satu kalimat pembuka dari cerita pilihanmu dengan ekspresi yang sesuai — ini bukan penampilan, hanya eksplorasi awal!

Pertanyaan:

1. Tuliskan judul cerita-cerita yang tersedia, lalu beri nilai 1 (kurang) sampai 3 (sangat sesuai) untuk setiap kriteria dalam tabel perbandingan berikut.

Ruang tabel jawaban

2. Keputusan Akhirku: Berdasarkan tabel di atas, cerita mana yang kamu pilih untuk diperankan sebagai monolog? Tuliskan judulnya dan berikan minimal 2 alasan mengapa kamu memilih cerita tersebut!

3. Setelah memilih cerita, gambarlah ekspresi wajah tokoh utama dalam cerita pilihanmu di kotak yang tersedia! Tambahkan label emosi apa yang sedang dirasakan tokoh tersebut.

Ruang gambar

4. Diskusi Kelompok (3–4 orang): Ceritakan kepada teman sekelompokmu — cerita apa yang kamu pilih dan mengapa. Dengarkan pilihan teman-temanmu. Apakah ada yang memilih cerita yang sama? Apakah alasan kalian berbeda meski memilih cerita yang sama? Catat temuan diskusimu di bawah!

Untuk soal no. 1: isi tabel 4 baris × 5 kolom (sesuaikan dengan jumlah cerita yang tersedia). Untuk soal no. 2: tulis uraian di kotak jawaban yang tersedia, minimal 3 kalimat. Untuk soal no. 3: gambar di kotak kosong berukuran sekitar 6×6 cm yang tersedia, tambahkan tulisan label emosi di sekitar gambar. Untuk soal no. 4: tulis 3–4 kalimat ringkasan hasil diskusi kelompok.

REFLEKSI

1. Hal baru apa yang kamu pelajari hari ini tentang monolog yang sebelumnya belum kamu ketahui? Bagaimana perasaanmu setelah mengetahui hal itu?

2. Mengapa kamu memilih cerita tersebut untuk diperankan? Apakah ada bagian dari cerita itu yang mengingatkanmu pada pengalaman hidupmu sendiri?

3. Menurutmu, apa yang paling menantang dari membawakan sebuah monolog sendirian di atas panggung? Apa yang ingin kamu latih lebih banyak sebelum tampil nanti?

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.