LKPDPertemuan 5Bab 4Fase CSemester 2

LKPD Seni Teater Kelas 5: Membuat Dialog untuk Cerita Adaptasi

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Seni Teater kelas 5 dengan topik "Membuat Dialog untuk Cerita Adaptasi". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD Seni Teater Kelas 5: Membuat Dialog untuk Cerita Adaptasi

Seni Teater - Kelas 5

Bab 4 - Pertemuan 5

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Seni Teater — Kelas 5 (Fase C)

Topik: Membuat Dialog untuk Cerita Adaptasi

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranSeni Teater
Fase / KelasFase C / Kelas 5
TopikMembuat Dialog untuk Cerita Adaptasi
Alokasi Waktu70 menit
Tipe Aktivitascampuran
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid mampu menuliskan dialog yang responsif terhadap situasi dalam cerita adaptasi.
  2. Murid mampu merancang pertunjukan sederhana secara mandiri dalam kelompok.

PETUNJUK UMUM

  • Kerjakan LKPD ini bersama kelompokmu. Setiap kelompok terdiri dari 4–5 orang.
  • Baca setiap petunjuk kegiatan dengan seksama sebelum mulai mengerjakan.
  • Boleh berdiskusi dengan teman satu kelompok, tapi pastikan setiap anggota ikut berkontribusi.
  • Gunakan pensil atau pulpen untuk menulis. Kalian juga boleh mencoret-coret dan mengedit tulisan — itu bagian dari proses kreatif!
  • Jika ada yang kurang dipahami, angkat tangan dan tanyakan kepada guru.
  • Simpan lembar kerja ini karena akan digunakan pada pertemuan berikutnya.

KEGIATAN

Kegiatan 1: Mengenal Dialog yang Responsif

Estimasi: 20 menit

Alat & Bahan:

  • LKPD ini
  • Alat tulis (pensil/pulpen)

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Bacalah penggalan dialog berikut dalam hati selama 2 menit.
  2. Dialog A — Budi menemukan dompet di jalan: Budi: 'Hei, ini dompet siapa ya?' | Sari: 'Entah. Buang saja, bukan urusan kita.' | Budi: 'Tidak bisa! Kita harus kembalikan ke pemiliknya.'
  3. Dialog B — Budi menemukan dompet di jalan: Budi: 'Wah, ada dompet! Tebal sekali isinya.' | Sari: 'Aduh, kamu sudah punya uang, buat apa repot?' | Budi: 'Justru karena itu, aku tahu rasanya kehilangan. Ayo kita cari pemiliknya!'
  4. Setelah membaca, diskusikan bersama kelompokmu pertanyaan-pertanyaan di bawah ini.
  5. Tuliskan hasil diskusi di ruang jawaban yang tersedia.

Pertanyaan:

1. Menurutmu, apa perbedaan Dialog A dan Dialog B? Mana yang menurutmu lebih 'hidup' dan terasa nyata? Jelaskan alasanmu!

2. Isilah tabel berikut berdasarkan Dialog B! Tuliskan: (a) nama tokoh, (b) apa yang sedang dirasakan tokoh, (c) mengapa tokoh merespons seperti itu.

Ruang tabel jawaban

3. Menurut kelompokmu, apa yang membuat sebuah dialog disebut 'responsif terhadap situasi'? Tulis minimal 2 ciri-cirinya!

Nomor 1: tulis uraian 3–5 kalimat di kotak uraian. Nomor 2: tulis di tabel 3 kolom — Nama Tokoh | Perasaan Tokoh | Alasan Respons (2 baris, satu per tokoh). Nomor 3: tulis daftar 2–3 poin di kotak diskusi.

Kegiatan 2: Menulis Dialog Cerita Adaptasimu

Estimasi: 30 menit

Alat & Bahan:

  • LKPD ini
  • Alat tulis
  • Boleh membawa buku cerita/dongeng sebagai referensi

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Sekarang saatnya kelompokmu berkreasi! Kalian akan menulis dialog untuk cerita adaptasi.
  2. Langkah 1 — Pilih cerita: Sepakati satu cerita rakyat atau dongeng yang sudah kalian kenal bersama (contoh: Malin Kundang, Timun Mas, Bawang Merah Bawang Putih, atau cerita daerahmu sendiri).
  3. Langkah 2 — Tentukan adegan: Pilih SATU adegan penting dari cerita tersebut (misalnya: saat konflik terjadi, saat perpisahan, atau saat tokoh membuat keputusan besar).
  4. Langkah 3 — Buat daftar tokoh: Tuliskan siapa saja tokoh yang muncul di adegan itu dan satu kata sifat utama karakter mereka.
  5. Langkah 4 — Tulis dialog: Buat dialog untuk adegan tersebut. Minimal 8 baris percakapan (boleh lebih). Pastikan setiap dialog mencerminkan perasaan dan situasi tokoh saat itu.
  6. Langkah 5 — Baca ulang bersama: Setelah selesai, baca dialog kalian pelan-pelan. Tanyakan pada diri sendiri: 'Apakah setiap respons tokoh terasa masuk akal dan terasa nyata?'
  7. Revisi jika ada bagian yang terasa janggal, lalu tuliskan versi finalnya.

Pertanyaan:

1. Tuliskan judul cerita asli yang kalian pilih dan nama adegan yang akan diadaptasi!

2. Lengkapi tabel tokoh berikut: tuliskan nama tokoh, satu kata sifat karakter utamanya, dan apa yang sedang dirasakan tokoh di adegan ini.

Ruang tabel jawaban

3. Tuliskan dialog adegan cerita adaptasimu di sini! Gunakan format: NAMA TOKOH: 'ucapan tokoh'. Minimal 8 baris.

4. Setelah membaca ulang dialog kalian: apakah ada baris dialog yang perlu diperbaiki agar lebih responsif terhadap situasi? Tuliskan baris aslinya dan versi perbaikannya!

Nomor 1: isian satu baris untuk judul dan satu baris untuk nama adegan. Nomor 2: tabel 3 kolom — Nama Tokoh | Kata Sifat Karakter | Perasaan di Adegan Ini (isi minimal 2 tokoh). Nomor 3: kotak besar bernomor baris (baris 1–minimal 8) dengan format NAMA TOKOH: 'dialog'. Nomor 4: tabel 2 kolom — Dialog Asli | Dialog Perbaikan.

Kegiatan 3: Merancang Pertunjukan Sederhana

Estimasi: 20 menit

Alat & Bahan:

  • LKPD ini
  • Alat tulis dan pensil warna/spidol untuk denah
  • Benda-benda sekitar kelas sebagai properti (maks. 3 benda)
  • Area ruang kelas untuk latihan singkat

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Selamat! Kalian sudah punya naskah dialog. Sekarang saatnya merancang bagaimana dialog itu akan dipentaskan.
  2. Langkah 1 — Bagi peran: Sepakati siapa memerankan tokoh siapa. Setiap anggota kelompok mendapat peran (boleh ada yang menjadi sutradara/pengatur adegan jika jumlah anggota lebih dari jumlah tokoh).
  3. Langkah 2 — Tentukan panggung: Bayangkan di mana pertunjukan akan berlangsung. Tandai area panggung sederhana di ruang kelas kalian (bisa berupa deretan meja atau pojok ruangan).
  4. Langkah 3 — Rencanakan blocking sederhana: Blocking adalah di mana posisi tokoh berdiri dan ke mana mereka bergerak. Gambarkan denah panggung kalian dan tandai posisi setiap tokoh.
  5. Langkah 4 — Pilih properti: Pilih paling banyak 3 benda dari sekitar kelas yang bisa digunakan sebagai properti untuk memperkuat suasana adegan.
  6. Langkah 5 — Latihan singkat: Bacakan dialog sambil berdiri di posisi yang sudah dirancang. Rasakan apakah posisi dan gerak tubuh kalian sudah mendukung dialog.
  7. Isi lembar rancangan pertunjukan di bawah ini berdasarkan rencana kelompokmu.

Pertanyaan:

1. Tuliskan daftar pembagian peran kelompokmu: nama anggota dan tokoh yang diperankan (atau tugasnya jika menjadi sutradara).

Ruang tabel jawaban

2. Gambarkan denah panggung sederhanamu! Tandai dengan simbol (lingkaran = tokoh, kotak = properti/meja). Beri keterangan nama di setiap simbol.

Ruang gambar

3. Tuliskan 3 properti yang akan kalian gunakan, dari mana asalnya, dan fungsinya dalam adegan!

Ruang tabel jawaban

4. Setelah latihan singkat, ceritakan satu hal yang terasa sudah bagus dari pertunjukan kelompokmu dan satu hal yang masih perlu diperbaiki!

Nomor 1: tabel 3 kolom — Nama Anggota | Tokoh/Tugas | Alasan Singkat (isi semua anggota). Nomor 2: kotak gambar kosong berukuran setengah halaman dengan label 'Denah Panggung Kelompok Kami' — gambar bebas dengan simbol dan keterangan. Nomor 3: tabel 3 kolom — Nama Properti | Diambil dari Mana | Fungsinya dalam Adegan (3 baris). Nomor 4: tulis dua poin terpisah — satu paragraf 'Yang sudah bagus:' dan satu paragraf 'Yang perlu diperbaiki:'.

REFLEKSI

1. Dari semua dialog yang kalian tulis hari ini, bagian mana yang paling membuatmu merasa 'wah, ini benar-benar terasa nyata!'? Apa yang membuatnya terasa hidup?

2. Pernahkah kamu mengalami situasi di kehidupan nyata di mana kamu harus merespons sesuatu dengan perasaan yang kuat — seperti tokoh dalam ceritamu? Ceritakan singkat!

3. Bagaimana rasanya bekerja bersama kelompok untuk menciptakan sesuatu dari nol? Apa yang paling kamu pelajari dari teman-temanmu hari ini?

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.