LKPDPertemuan 1Bab 4Fase CSemester 2

LKPD Seni Teater Kelas 5: Pengenalan Adaptasi Cerita Rakyat

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Seni Teater kelas 5 dengan topik "Pengenalan Adaptasi Cerita Rakyat". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD Seni Teater Kelas 5: Pengenalan Adaptasi Cerita Rakyat

Seni Teater - Kelas 5

Bab 4 - Pertemuan 1

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Seni Teater — Kelas 5 (Fase C)

Topik: Pengenalan Adaptasi Cerita Rakyat

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranSeni Teater
Fase / KelasFase C / Kelas 5
TopikPengenalan Adaptasi Cerita Rakyat
Alokasi Waktu3 jam pelajaran (105 menit)
Tipe Aktivitascampuran
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid mampu menjelaskan pengertian adaptasi cerita rakyat dengan kata-kata sendiri.
  2. Murid mampu mengidentifikasi perbedaan antara cerita asli dan cerita adaptasi melalui contoh.

PETUNJUK UMUM

  • Bacalah setiap petunjuk dengan teliti sebelum mengerjakan kegiatan.
  • Kerjakan kegiatan secara berurutan dari Kegiatan 1 sampai Kegiatan 3.
  • Berani berpendapat! Tidak ada jawaban yang salah selama kamu menjelaskannya dengan alasan.
  • Untuk kegiatan diskusi, dengarkan teman-temanmu dan hargai pendapat mereka.
  • Jika ada yang kurang dipahami, tanyakan kepada gurumu sebelum melanjutkan.

KEGIATAN

Kegiatan 1: Apa Itu Adaptasi? Mari Menggali Ide!

Estimasi: 30 menit

Alat & Bahan:

  • Lembar LKPD ini
  • Alat tulis (pensil/pulpen)

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Bacalah dua cuplikan cerita berikut ini dengan seksama.
  2. Cuplikan A adalah penggalan cerita rakyat 'Malin Kundang' versi asli.
  3. Cuplikan B adalah versi adaptasinya yang sudah diubah menjadi lebih modern.
  4. Setelah membaca keduanya, jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini.
  5. Kamu boleh membaca ulang cuplikan sebanyak yang kamu mau sebelum menjawab.

Pertanyaan:

1. 📖 Cuplikan A (Cerita Asli): Malin Kundang adalah seorang anak muda yang pergi merantau ke negeri seberang. Setelah menjadi kaya raya, ia pulang dengan kapal mewah. Namun ketika ibunya yang miskin dan tua datang menyambutnya di pelabuhan, Malin berpura-pura tidak mengenalnya. Ia malu memiliki ibu yang lusuh. Sang ibu pun berdoa dengan hati yang hancur, dan Malin beserta kapalnya dikutuk menjadi batu.

📱 Cuplikan B (Cerita Adaptasi): Malin adalah seorang remaja yang pergi ke kota besar untuk kuliah dengan beasiswa. Setelah sukses menjadi pengusaha muda terkenal, ia sering memamerkan gaya hidupnya di media sosial. Suatu hari, ibunya yang tinggal di desa menghubunginya lewat video call, tetapi Malin mematikan panggilan itu karena malu dengan penampilan ibunya yang sederhana. Melihat ini, teman-teman dan pengikut media sosialnya mengecam keras sikap Malin, dan usahanya pun bangkrut dalam semalam.

Menurutmu, apa persamaan utama dari kedua cerita di atas? Tuliskan minimal 2 persamaan yang kamu temukan!

2. Sekarang perhatikan perbedaannya! Lengkapi tabel berikut berdasarkan dua cuplikan yang sudah kamu baca.

Ruang tabel jawaban

3. Berdasarkan pengamatanmu terhadap kedua cerita tadi, coba jelaskan dengan kata-katamu sendiri: apa yang dimaksud dengan 'adaptasi cerita rakyat'?

Pertanyaan 1: tulis jawaban uraian minimal 2 kalimat per persamaan. Pertanyaan 2: isi tabel 3 kolom (Aspek | Cerita Asli | Cerita Adaptasi) dengan 4 baris aspek: latar tempat, cara Malin pergi, cara ibu menghubungi, dan hukuman yang diterima. Pertanyaan 3: tulis jawaban uraian minimal 3 kalimat dengan kata-katamu sendiri.

Kegiatan 2: Detektif Cerita: Temukan Perbedaannya!

Estimasi: 35 menit

Alat & Bahan:

  • Lembar LKPD ini
  • Alat tulis
  • Boleh menggunakan buku atau referensi cerita rakyat jika tersedia

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Pada kegiatan ini, kamu akan bekerja berpasangan dengan teman sebangkumu.
  2. Masing-masing pasangan mendapat satu judul cerita rakyat dari daerahmu (tanyakan kepada guru jika belum tahu).
  3. Diskusikan bersama pasanganmu untuk mengisi kartu analisis di bawah ini.
  4. Bayangkan bagaimana versi asli cerita itu, lalu pikirkan bagaimana cara mengadaptasinya ke zaman sekarang.
  5. Tulis hasil diskusimu pada kolom yang tersedia.
  6. Siapkan diri untuk mempresentasikan hasil diskusimu kepada kelompok lain!

Pertanyaan:

1. Tuliskan judul cerita rakyat yang kamu dan pasanganmu pilih atau dapatkan dari guru. Dari daerah mana cerita itu berasal?

2. Ceritakan secara singkat isi cerita rakyat asli tersebut! Tuliskan: (a) siapa tokoh utamanya, (b) apa masalah atau konflik dalam cerita, dan (c) apa pesan moral atau nilai yang terkandung di dalamnya.

3. Sekarang, bayangkan kamu ingin mengadaptasi cerita itu ke zaman sekarang! Lengkapi kartu adaptasi berikut:

Ruang tabel jawaban

4. Diskusi bersama pasanganmu: Mengapa pesan moral dari cerita asli penting untuk TETAP dipertahankan meski ceritanya sudah diadaptasi? Tuliskan pendapat kalian!

Pertanyaan 1: isian singkat (nama cerita dan asal daerah). Pertanyaan 2: uraian dalam format (a), (b), (c) masing-masing 1-2 kalimat. Pertanyaan 3: isi tabel 3 kolom (Aspek | Versi Asli | Versi Adaptasi) dengan 5 baris: latar waktu, latar tempat, tokoh utama, konflik/masalah, pesan moral. Pertanyaan 4: tulis hasil diskusi minimal 3 kalimat.

Kegiatan 3: Aku Bisa Mengadaptasi! Buat Mini-Sinopsis Versi Kita

Estimasi: 40 menit

Alat & Bahan:

  • Lembar LKPD ini
  • Alat tulis
  • Kertas HVS tambahan jika diperlukan untuk menulis draft
  • Boleh menggunakan referensi cerita rakyat (buku atau ingatan)

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Kegiatan ini dilakukan dalam kelompok kecil (3-4 orang).
  2. Bersama kelompokmu, pilih SATU cerita rakyat dari daerah tempat tinggalmu yang paling kalian sukai atau paling familiar.
  3. Tugas kalian adalah membuat 'mini-sinopsis' yaitu ringkasan cerita adaptasi versi kalian sendiri.
  4. Mini-sinopsis tidak perlu panjang, cukup 5-7 kalimat yang menggambarkan cerita adaptasimu.
  5. Pastikan adaptasimu mengubah latar dan situasi menjadi lebih modern, TETAPI pesan moral asli cerita tetap terjaga.
  6. Setelah selesai, setiap kelompok akan membacakan mini-sinopsisnya di depan kelas selama 1-2 menit.

Pertanyaan:

1. Tuliskan judul cerita rakyat asli yang kalian pilih dan asal daerahnya.

2. Apa pesan moral utama cerita asli yang WAJIB kalian jaga dalam adaptasi? Tuliskan dalam 1-2 kalimat.

3. Sekarang tulis mini-sinopsis adaptasi cerita versi kelompokmu! Gunakan panduan berikut:

  • Kalimat 1-2: Perkenalkan tokoh utama dan latar cerita (di zaman sekarang)
  • Kalimat 3-4: Ceritakan konflik atau masalah yang dihadapi
  • Kalimat 5-6: Ceritakan bagaimana konflik diselesaikan
  • Kalimat 7: Tuliskan pesan moral yang ingin kalian sampaikan

4.

Refleksi Kelompok

Apa bagian paling sulit ketika kalian mengadaptasi cerita tadi? Mengapa bagian itu terasa sulit?

Pertanyaan 1 & 2: isian singkat, masing-masing 1-2 kalimat. Pertanyaan 3: tulis mini-sinopsis dalam format paragraf 5-7 kalimat mengikuti panduan yang diberikan. Sediakan kotak besar untuk menulis. Pertanyaan 4: tulis hasil diskusi kelompok minimal 3 kalimat.

REFLEKSI

1. Cerita rakyat mana yang paling berkesan bagimu hari ini, dan mengapa cerita itu menarik untuk diadaptasi?

2. Setelah belajar tentang adaptasi, apakah kamu melihat ada film, serial, atau cerita modern yang menurutmu merupakan adaptasi dari cerita lama? Ceritakan contohnya!

3. Apa satu hal paling penting yang kamu pelajari hari ini tentang adaptasi cerita rakyat, dan bagaimana hal itu bisa berguna dalam kehidupanmu sehari-hari?

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.