LKPDPertemuan 5Bab 3Fase CSemester 2

LKPD Seni Teater Kelas 5: Menceritakan Pendapat tentang Penokohan dan Perwatakan Tokoh dari Cerita Sederhana

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan Seni Teater kelas 5 dengan topik "Menceritakan Pendapat tentang Penokohan dan Perwatakan Tokoh dari Cerita Sederhana".

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD Seni Teater Kelas 5: Menceritakan Pendapat tentang Penokohan dan Perwatakan Tokoh dari Cerita Sederhana

Seni Teater - Kelas 5

Bab 3 Pertemuan 5

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Seni Teater — Kelas 5 (Fase C)

Topik: Menceritakan Pendapat tentang Penokohan dan Perwatakan Tokoh dari Cerita Sederhana

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranSeni Teater
Fase / KelasFase C / Kelas 5
TopikMenceritakan Pendapat tentang Penokohan dan Perwatakan Tokoh dari Cerita Sederhana
Alokasi Waktu3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)
Tipe Aktivitascampuran
Tahun Ajaran2026/2027
Semester2
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Menceritakan pendapatnya tentang penokohan dan perwatakan sebuah cerita sederhana

PETUNJUK UMUM

  • Berdoalah sebelum memulai kegiatan belajar.
  • Bacalah teks cerita sederhana yang disediakan dengan cermat dan saksama.
  • Bekerjasamalah dengan teman kelompok saat berdiskusi, saling mendengarkan, dan menghargai pendapat satu sama lain.
  • Tuliskan pendapatmu pada lembar kerja yang tersedia sebelum menceritakannya secara lisan.
  • Ceritakan pendapatmu dengan percaya diri di depan teman atau kelompok lain.

KEGIATAN

Kegiatan 1: Menemukenali Penokohan dan Perwatakan dalam Cerita

Estimasi: 30 menit

Alat & Bahan:

  • Teks cerita 'Kancil dan Kerbau'
  • Alat tulis (pensil/pulpen)

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Bacalah teks cerita pendek berikut: 'Di sebuah desa pinggir hutan, hiduplah Kancil dan Kerbau. Kerbau bertubuh besar dan kuat, namun ia mudah percaya dan sering tergesa-gesa mengambil keputusan tanpa berpikir panjang. Suatu hari, Kerbau terperangkap dalam kubangan lumpur karena tidak melihat jalan. Kancil yang bertubuh kecil lewat. Kancil terkenal cerdik, banyak akal, dan peduli pada sesama. Melihat Kerbau kesusahan, Kancil tidak langsung panik. Kancil mengamati dahan pohon di dekat kubangan, lalu memikirkan cara mengikatkan tali jerami agar Kerbau bisa menarik dirinya sendiri keluar. Berkat akal Kancil dan tenaga Kerbau, Kerbau pun selamat.'
  2. Diskusikan dengan teman sebangkumu tentang siapa saja tokoh dalam cerita serta bagaimana watak masing-masing tokoh.
  3. Tuliskan pendapatmu mengenai penokohan (peran tokoh) dan perwatakan (sifat tokoh) pada tabel yang tersedia.

Pertanyaan:

1. Berdasarkan cerita sederhana di atas, bagaimana pendapatmu tentang penokohan dan perwatakan tokoh Kancil?

Ruang tabel jawaban

2. Berdasarkan cerita sederhana di atas, bagaimana pendapatmu tentang penokohan dan perwatakan tokoh Kerbau?

Ruang tabel jawaban

Isilah tabel 4 kolom: [Nama Tokoh], [Pendapat tentang Penokohan/Peran], [Pendapat tentang Perwatakan/Sifat], [Alasan/Bukti dalam Cerita]. Tuliskan baris 1 untuk Kancil dan baris 2 untuk Kerbau.

Kegiatan 2: Menyusun Pokok Pendapat tentang Watak Tokoh

Estimasi: 35 menit

Alat & Bahan:

  • Lembar kerja kelompok
  • Alat tulis

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Bentuklah kelompok kecil beranggotakan 3-4 murid.
  2. Renungkan tindakan masing-masing tokoh dalam cerita 'Kancil dan Kerbau'.
  3. Susunlah kalimat pendapat pribadimu mengenai watak tokoh: tokoh mana yang kamu sukai atau kurang kamu sukai wataknya, apa alasannya, dan bagaimana watak tersebut mempengaruhi jalannya peristiwa.
  4. Tuliskan kerangka pendapatmu secara tertulis agar siap kamu ceritakan secara lisan.

Pertanyaan:

1. Bagaimana pendapat kelompokmu mengenai sifat Kerbau yang tergesa-gesa? Apa akibat dari watak tersebut dalam cerita?

2. Bagaimana pendapat kelompokmu mengenai watak Kancil saat menyelesaikan masalah? Sikap apa dari wataknya yang patut dicontoh?

Tuliskan jawaban berupa paragraf pendapat (3-4 kalimat per pertanyaan) pada kotak uraian yang disediakan di lembar kerja.

Kegiatan 3: Menceritakan Pendapat tentang Penokohan dan Perwatakan

Estimasi: 40 menit

Alat & Bahan:

  • Lembar catatan apresiasi
  • Rubrik penilaian observasi guru

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Secara bergantian di dalam kelompok atau di depan kelas, ceritakanlah secara lisan pendapat yang telah kamu susun tentang penokohan dan perwatakan tokoh Kancil dan Kerbau.
  2. Saat giliranmu menceritakan pendapat, sebutkan: a. Siapa tokoh yang kamu ceritakan. b. Apa peran dan watak tokoh tersebut menurut pandanganmu. c. Alasan atau tindakan tokoh dalam cerita yang mendasari pendapatmu itu.
  3. Dengarkan cerita pendapat dari temanmu dan catat satu hal menarik dari pendapat temanmu pada kolom catatan.
  4. Lakukan kegiatan refleksi dan penutup bersama guru di akhir sesi.

Pertanyaan:

1. Ceritakanlah secara lisan di hadapan teman/kelompokmu: Menurut pendapatmu, bagaimanakah penokohan dan perwatakan tokoh Kancil dan Kerbau dalam cerita tersebut beserta alasannya?

2. Tuliskan satu tanggapanmu terhadap cerita pendapat yang disampaikan oleh salah satu teman kelompokmu mengenai watak tokoh!

Untuk pertanyaan 1: Praktik penyampaian lisan (dinilai dengan lembar amatan guru). Untuk pertanyaan 2: Tuliskan pada kolom 'Catatan Apresiasi Pendapat Teman' dengan format [Nama Teman] dan [Tanggapan terhadap Pendapatnya].

REFLEKSI

1. Setelah mempelajari penokohan dan perwatakan hari ini, apa hal paling menarik yang kamu temukan saat menceritakan pendapatmu tentang tokoh cerita?

2. Apakah kamu pernah menemukan teman atau orang di sekitarmu yang memiliki sifat mirip dengan tokoh Kancil atau Kerbau? Bagaimana caramu menghargai sifat mereka?

3. Bagian mana dari kegiatan menceritakan pendapat ini yang paling kamu sukai atau masih terasa menantang?

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.