LKPDPertemuan 4Bab 3Fase CSemester 2

LKPD Seni Teater Kelas 5: Mengembangkan Karakter (1): Observasi dan Catatan

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Seni Teater kelas 5 dengan topik "Mengembangkan Karakter (1): Observasi dan Catatan". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD Seni Teater Kelas 5: Mengembangkan Karakter (1): Observasi dan Catatan

Seni Teater - Kelas 5

Bab 3 - Pertemuan 4

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Seni Teater — Kelas 5 (Fase C)

Topik: Mengembangkan Karakter (1): Observasi dan Catatan

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranSeni Teater
Fase / KelasFase C / Kelas 5
TopikMengembangkan Karakter (1): Observasi dan Catatan
Alokasi Waktu70 menit
Tipe Aktivitascampuran
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid mampu membuat catatan deskripsi tokoh berdasarkan pengamatan terhadap orang di sekitar.
  2. Murid mampu mengomunikasikan ide tentang karakter yang diamati secara lisan.

PETUNJUK UMUM

  • Baca setiap instruksi dengan teliti sebelum mengerjakan.
  • Kerjakan kegiatan secara berurutan dari Kegiatan 1, 2, hingga 3.
  • Gunakan pensil atau pulpen untuk menulis; boleh menambahkan gambar atau coretan kecil jika membantu idemu.
  • Perhatikan teman-temanmu dan orang-orang di sekitarmu dengan penuh rasa ingin tahu — mereka adalah inspirasi terbaikmu hari ini!
  • Jangan ada jawaban yang salah selama kamu benar-benar mengamati dan berpikir. Jadilah detektif karakter yang jeli!

KEGIATAN

Kegiatan 1: Jadi Detektif Karakter: Aku Mengamati!

Estimasi: 20 menit

Alat & Bahan:

  • Pensil/pulpen
  • LKPD ini

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Duduklah dengan nyaman. Tutup matamu sejenak (± 30 detik) dan bayangkan seseorang yang sering kamu temui sehari-hari — bisa anggota keluarga, tetangga, penjual di kantin, tukang ojek, atau siapa saja.
  2. Buka matamu dan pikirkan: bagaimana cara orang itu berjalan? Bagaimana suaranya? Apa yang sering ia lakukan?
  3. Sekarang, isilah Tabel Observasi Karakter di bawah ini berdasarkan orang yang kamu bayangkan.
  4. Isi setiap kolom sejujur dan sedetail mungkin. Semakin kaya catatanmu, semakin hidup karakter yang akan kamu mainkan nanti!

Pertanyaan:

1. Siapa orang yang kamu amati? Tulis nama panggilan atau sebutan perannya (contoh: 'Pak Edi tukang sayur', 'Nenek dari kampung', dll.).

2. Lengkapi Tabel Observasi Karakter berikut berdasarkan orang yang kamu pilih.

Kolom tabel:

  1. Aspek Pengamatan |
  2. Yang Aku Amati |
  3. Kata Sifat yang Tepat

Baris yang harus diisi:

  • Cara berjalan/bergerak
  • Cara berbicara (suara, nada, kecepatan)
  • Ekspresi wajah yang sering muncul
  • Kebiasaan unik (gerakan tangan, kata-kata yang sering diucapkan, dll.)
  • Pakaian atau penampilan khas
Ruang tabel jawaban

3. Dari semua yang kamu amati, tuliskan satu kalimat yang menggambarkan 'inti' dari karakter orang tersebut. Mulai kalimatmu dengan: 'Ia adalah seseorang yang...'

Tulis nama tokoh di kotak isian bernomor 1. Isi tabel 3 kolom untuk nomor 2 (5 baris aspek pengamatan). Tulis 1-2 kalimat uraian untuk nomor 3.

Kegiatan 2: Kartu Identitas Karakter: Aku Mencatat!

Estimasi: 25 menit

Alat & Bahan:

  • Pensil/pulpen
  • Pensil warna atau krayon (opsional untuk sketsa)
  • LKPD ini

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Selamat! Kamu sudah punya bahan observasi yang kaya. Sekarang waktunya mengubah catatan itu menjadi sebuah 'Kartu Identitas Karakter' — seperti kartu profil tokoh dalam sebuah pertunjukan teater.
  2. Baca kembali tabel observasimu di Kegiatan 1.
  3. Lengkapi Kartu Identitas Karakter di bawah ini. Gunakan informasi dari Kegiatan 1 dan tambahkan imajinasimu untuk mengembangkannya lebih jauh.
  4. Di bagian 'Sketsa Karakter', kamu bisa menggambar wajah atau tubuh sederhana tokoh tersebut — tidak perlu sempurna, yang penting menangkap ciri khasnya!

Pertanyaan:

1. Berikan nama tokoh untuk karaktermu (boleh nama asli orang itu atau nama rekaan yang cocok dengan karakternya).

2. Lengkapi deskripsi karakter berikut:

  • Usia perkiraan: ...
  • Pekerjaan/peran dalam kehidupan sehari-hari: ...
  • Tiga kata sifat yang paling menggambarkan karakternya: ..., ..., ...
  • Cara ia bergerak dan berjalan (deskripsikan seperti kamu menulis arahan untuk aktor): ...
  • Cara ia berbicara (cepat/lambat, keras/pelan, logat khas, kata-kata yang sering dipakai): ...
  • Satu kebiasaan unik yang membuatnya berbeda dari orang lain: ...

3. Buat sketsa sederhana wajah atau tubuh tokohmu di kotak yang tersedia. Beri tanda panah dan label pada ciri khas fisiknya (contoh: 'rambut selalu rapi', 'selalu membawa tas besar', 'senyum lebar').

Ruang gambar

4. Menurutmu, apa 'cerita hidup' singkat di balik karakter ini? Tulis 2-3 kalimat tentang latar belakang atau situasi yang membentuk sifat-sifatnya. (Ini boleh imajinasimu!)

Isi kotak nama tokoh (nomor 1). Tulis uraian deskripsi per poin untuk nomor 2. Gambar sketsa di kotak kosong berukuran ± 8x8 cm untuk nomor 3, lengkap dengan label. Tulis 2-3 kalimat paragraf untuk nomor 4.

Kegiatan 3: Aku Adalah Karakter Itu! Presentasi Kilat

Estimasi: 25 menit

Alat & Bahan:

  • Pensil/pulpen
  • Kartu Identitas Karakter dari Kegiatan 2
  • LKPD ini

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Wah, Kartu Identitas Karaktermu sudah lengkap! Sekarang saatnya kamu menghidupkan karakter itu di depan teman-temanmu.
  2. Baca kembali seluruh catatan di Kegiatan 1 dan 2. Bayangkan dirimu 'masuk' ke dalam tubuh dan pikiran karakter tersebut.
  3. Kamu akan melakukan presentasi kilat selama 1-2 menit di depan kelompok atau kelas. Isi presentasimu adalah: (a) perkenalkan siapa karaktermu, (b) ceritakan 2-3 hal menarik tentang sifat dan kebiasaannya, (c) peragakan SATU gerakan atau cara bicara khas tokoh tersebut.
  4. Sebelum presentasi, gunakan kotak persiapan di bawah ini untuk membuat catatan poin-poin yang akan kamu sampaikan.
  5. Setelah semua presentasi selesai, jawab pertanyaan diskusi bersama kelompokmu.

Pertanyaan:

1. Tulis catatan persiapan presentasimu di sini. Gunakan format:

  • Kalimat pembuka (bagaimana kamu akan memperkenalkan karaktermu): ...
  • Poin 1 yang akan kamu ceritakan: ...
  • Poin 2 yang akan kamu ceritakan: ...
  • Satu gerakan atau cara bicara khas yang akan kamu peragakan: ...
  • Kalimat penutup: ...

2. Setelah mendengarkan presentasi teman-temanmu, pilih SATU karakter milik temanmu yang paling membuatmu penasaran. Tulis:
(a) Nama karakter milik teman tersebut: ...
(b) Hal paling menarik dari karakter itu menurutmu: ...
(c) Satu pertanyaan yang ingin kamu tanyakan kepada temanmu tentang karakter tersebut: ...

3. Diskusi kelompok: Menurut kelompokmu, mengapa seorang aktor perlu mengamati orang nyata sebelum memerankan sebuah karakter? Tulis 2-3 ide yang muncul dari diskusi kelompokmu!

Tulis catatan persiapan presentasi dalam format poin-poin untuk nomor 1. Tulis 3 isian singkat (a, b, c) untuk nomor 2. Tulis 2-3 kalimat hasil diskusi kelompok untuk nomor 3 (bisa ditulis salah satu anggota kelompok sebagai notulis).

REFLEKSI

1. Hal apa yang paling mengejutkanmu saat mengamati orang tersebut? Apakah ada sesuatu yang selama ini kamu lihat tapi tidak pernah benar-benar kamu perhatikan?

2. Bagaimana rasanya 'menjadi' orang lain — mencoba memahami cara ia bergerak dan berbicara? Apa yang berubah dalam cara kamu melihat orang tersebut setelah kegiatan ini?

3. Keterampilan apa yang kamu rasa perlu diasah lebih lanjut agar catatanmu tentang karakter bisa semakin kaya dan hidupmu sebagai aktor semakin kuat?

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.