LKPD Seni Teater Kelas 5: Berandai-andai: Magic If
LKPD ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Seni Teater kelas 5 dengan topik "Berandai-andai: Magic If". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.
MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD
LKPD Seni Teater Kelas 5: Berandai-andai: Magic If
Seni Teater - Kelas 5
Bab 3 - Pertemuan 2
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD) Seni Teater — Kelas 5 (Fase C) Topik: Berandai-andai: Magic If INFORMASI UMUM
TUJUAN PEMBELAJARAN
PETUNJUK UMUM
KEGIATANKegiatan 1: Aku Mengenal Magic If — Apa Itu Berandai-andai?Estimasi: 20 menit Alat & Bahan:
Petunjuk Pengerjaan:
Pertanyaan:1. Apa arti dari Magic If atau Berandai-andai? Jelaskan dengan kata-katamu sendiri! 2. Lengkapi tabel berikut berdasarkan teks yang sudah kamu baca! Ruang tabel jawaban 3. Menurutmu, mengapa seorang aktor perlu MERASAKAN apa yang dirasakan karakternya, bukan sekadar menghafal kata-kata? Tuliskan pendapatmu! Untuk pertanyaan 1 dan 3: tulis jawabanmu dalam 2–4 kalimat di kotak uraian yang tersedia. Untuk pertanyaan 2: isi tabel 4 kolom dengan judul kolom: Nama Teknik | Pertanyaan Kuncinya | Manfaatnya | Penciptanya. Kegiatan 2: Aku Mencoba Magic If — Masuk ke Dunia Karakter!Estimasi: 35 menit Alat & Bahan:
Petunjuk Pengerjaan:
Pertanyaan:1. Pilih DUA situasi karakter (A, B, atau C). Untuk setiap situasi yang kamu pilih, jawab pertanyaan Magic If berikut:
Ruang tabel jawaban 2. Dari dua situasi yang kamu pilih, manakah yang menurutmu PALING berbeda dari kehidupanmu sehari-hari? Mengapa situasi itu terasa paling berbeda bagimu? 3. Diskusi dengan teman sebangkumu: apakah kalian memilih situasi yang sama atau berbeda? Apakah perasaan yang kalian bayangkan sama atau berbeda? Catat hasil diskusimu! Untuk pertanyaan 1: isi tabel dengan 3 baris (Situasi yang dipilih | Perasaan yang dirasakan | Hal pertama yang dilakukan | Hal paling sulit). Buat satu tabel untuk masing-masing situasi yang dipilih. Untuk pertanyaan 2: tulis uraian 3–5 kalimat. Untuk pertanyaan 3: tulis poin-poin hasil diskusi dalam format daftar singkat. Kegiatan 3: Aku Menciptakan — Kartu Karakter Magic If-ku!Estimasi: 35 menit Alat & Bahan:
Petunjuk Pengerjaan:
Pertanyaan:1. Buat Kartu Karakter Magic If-mu dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan berikut: (a) Siapa nama karaktermu? (b) Berapa usianya? (c) Di mana ia tinggal? (d) Apa yang ia kerjakan setiap hari? (e) Apa satu hal yang paling ia takuti? (f) Apa satu hal yang paling ia impikan? (g) Bagaimana perasaannya hari ini? 2. Gambarlah sketsa wajah atau sosok sederhana karaktermu di kotak gambar yang tersedia. Beri keterangan singkat di bawah gambar (nama karakter dan satu kata yang menggambarkan perasaannya). Ruang gambar 3. Setelah kamu memperkenalkan karaktermu ke kelompok: apa tanggapan atau pertanyaan menarik yang diberikan teman-temanmu? Tuliskan satu tanggapan atau pertanyaan yang paling membuatmu berpikir! Untuk pertanyaan 1: isi 'Kartu Karakter' berbentuk kotak dengan 7 kolom isian (a–g). Untuk pertanyaan 2: kotak gambar berukuran minimal 8x8 cm dengan ruang keterangan di bawahnya. Untuk pertanyaan 3: tulis uraian 2–3 kalimat. REFLEKSI1. Setelah hari ini mencoba Magic If, apakah kamu merasa lebih mudah memahami perasaan orang lain yang berbeda dari kamu? Ceritakan pengalamanmu! 2. Karakter mana yang paling susah kamu bayangkan hari ini? Mengapa menurutmu itu terasa sulit? 3. Menurutmu, selain untuk bermain teater, di kehidupan nyata kapan saja kita butuh kemampuan 'berandai-andai' seperti Magic If ini? |
Lihat & unduh lengkap
Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.
Apa isi pertemuan ini?
Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.
Cara pakai pertemuan ini
Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.