LKPDPertemuan 3Bab 3Fase BSemester 2

LKPD Seni Teater Kelas 4: Menunjukkan Bentuk Lakon Alur Cerita Fabel dalam Teater

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan Seni Teater kelas 4 dengan topik "Menunjukkan Bentuk Lakon Alur Cerita Fabel dalam Teater".

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD Seni Teater Kelas 4: Menunjukkan Bentuk Lakon Alur Cerita Fabel dalam Teater

Seni Teater - Kelas 4

Bab 3 Pertemuan 3

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Seni Teater — Kelas 4 (Fase B)

Topik: Menunjukkan Bentuk Lakon Alur Cerita Fabel dalam Teater

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranSeni Teater
Fase / KelasFase B / Kelas 4
TopikMenunjukkan Bentuk Lakon Alur Cerita Fabel dalam Teater
Alokasi Waktu3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)
Tipe Aktivitascampuran
Tahun Ajaran2026/2027
Semester2
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Menunjukkan bentuk lakon dalam bermain teater cerita fabel dan legenda

PETUNJUK UMUM

  • Berdoalah sebelum memulai kegiatan belajar.
  • Bacalah setiap teks dan petunjuk dengan cermat bersama kelompokmu.
  • Bekerjasamalah secara aktif dan saling menghargai pendapat teman.
  • Tunjukkan bentuk alur lakon cerita fabel (awal, tengah, dan akhir) pada lembar kerja yang tersedia.

KEGIATAN

Kegiatan 1: Mengenal dan Menunjukkan Bagian Lakon Cerita Fabel

Estimasi: 30 menit

Alat & Bahan:

  • Teks adegan fabel pada LKPD
  • Alat tulis (pensil/pulpen)

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Bacalah cuplikan adegan lakon fabel 'Kancil, Kerbau, dan Buaya' yang tertera pada lembar kerja.
  2. Cermati tiga bagian bentuk lakon teater: Bagian Awal (pengenalan tokoh dan suasana), Bagian Tengah (munculnya masalah/konflik), dan Bagian Akhir (penyelesaian masalah).
  3. Pasangkan setiap nomor cuplikan adegan dengan bagian bentuk lakon yang tepat pada tabel yang disediakan.

Pertanyaan:

1. Teks Lakon:
Adegan A: Kerbau berhasil diselamatkan oleh Kancil, Buaya kembali ke sungai sambil meminta maaf dan berjanji tidak akan berbuat curang lagi.
Adegan B: Di sebuah tepi sungai yang tenang, tampak Kerbau yang baik hati sedang berjalan mencari rumput segar.
Adegan C: Seekor Buaya yang tertimpa batang pohon berteriak minta tolong. Kerbau menolongnya, tetapi Buaya justru menggigit kaki Kerbau dan tidak mau melepaskannya.
Tunjukkan bentuk lakon (Bagian Awal, Bagian Tengah, atau Bagian Akhir) untuk masing-masing Adegan A, B, dan C!

Ruang tabel jawaban

Tuliskan jawaban dalam tabel 2 kolom: Kolom 1 'Nama Adegan' (Adegan A, Adegan B, Adegan C), Kolom 2 'Bentuk Lakon' (pilih: Bagian Awal / Bagian Tengah / Bagian Akhir).

Kegiatan 2: Menunjukkan Runtutan Alur Lakon Cerita Fabel

Estimasi: 35 menit

Alat & Bahan:

  • Teks peristiwa fabel pada LKPD
  • Pensil/pena

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Bacalah 3 kartu peristiwa lakon fabel 'Semut dan Belalang' yang tersusun acak.
  2. Susunlah peristiwa tersebut agar membentuk rangkaian alur lakon yang urut dari Awal, Tengah, hingga Akhir.
  3. Tunjukkan bukti kalimat atau alasan singkat mengapa peristiwa tersebut menempati posisi awal, tengah, atau akhir.

Pertanyaan:

1. Peristiwa Acak Lakon 'Semut dan Belalang':

  1. Musim dingin tiba, Belalang kelaparan dan kedinginan lalu datang meminta bantuan ke sarang Semut. Semut menyambutnya dan berbagi makanan.
  2. Di padang rumput yang cerah, Semut rajin mengangkut butir biji makanan sambil bernyanyi riang di bawah terik matahari.
  3. Belalang menertawakan Semut yang terus bekerja, lalu Belalang asyik bermalas-malasan tanpa menyiapkan persediaan makanan sama sekali.

Tunjukkan urutan nomor peristiwa yang tepat dari Bagian Awal -> Bagian Tengah -> Bagian Akhir!

2. Berdasarkan urutan lakon di atas, tunjukkan pada nomor peristiwa keberapakah masalah utama (konflik lakon) mulai terjadi? Jelaskan peristiwa apa yang menjadi masalahnya!

Nomor 1: Tuliskan bagan urutan alur angka: [...] -> [...] -> [...]. Nomor 2: Tuliskan jawaban dalam 1-2 kalimat deskriptif yang menunjukkan nomor peristiwa dan masalah lakonnya.

Kegiatan 3: Menganalisis dan Menunjukkan Peristiwa dalam Bentuk Lakon Fabel

Estimasi: 40 menit

Alat & Bahan:

  • Lembar kerja bagan alur lakon
  • Pena/pensil warna

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Bekerjalah bersama teman sebangku atau kelompok kecil.
  2. Baca cerita fabel singkat 'Kelinci yang Sombong dan Kura-Kura'.
  3. Tunjukkan dan klasifikasikan peristiwa yang terjadi ke dalam bagan 3 bentuk lakon teater: Awal, Tengah, dan Akhir.
  4. Lakukan refleksi pembelajaran bersama di akhir kegiatan.

Pertanyaan:

1. Cerita: Di sebuah hutan tinggallah Kelinci yang bangga akan kecepatannya dan Kura-Kura yang lambat. Kelinci menantang Kura-Kura berlomba lari. Saat lomba dimulai, Kelinci melesat jauh dan memilih tidur di bawah pohon karena meremehkan lawannya. Sementara itu, Kura-Kura terus berjalan tanpa henti hingga berhasil melewati garis finis terlebih dahulu. Kelinci terbangun dan mendapati dirinya kalah, lalu mengakui kehebatan Kura-Kura.
Tunjukkan masing-masing 1 peristiwa pokok untuk mengisi: (a) Bentuk Lakon Bagian Awal, (b) Bentuk Lakon Bagian Tengah, dan (c) Bentuk Lakon Bagian Akhir!

Ruang tabel jawaban

Isilah bagan 3 kotak bentuk lakon teater:
Kotak 1: [Bentuk Lakon: Bagian Awal] -> Tuliskan peristiwa pengenalan.
Kotak 2: [Bentuk Lakon: Bagian Tengah] -> Tuliskan peristiwa masalah/pertentangan.
Kotak 3: [Bentuk Lakon: Bagian Akhir] -> Tuliskan peristiwa penyelesaian.

REFLEKSI

1. Bagian bentuk lakon mana (Awal, Tengah, atau Akhir) yang menurutmu paling mudah kamu tunjukkan dalam cerita fabel? Mengapa?

2. Apa tanda utama yang membantumu mengenali bahwa suatu peristiwa merupakan bagian tengah (masalah) dalam sebuah lakon teater?

3. Bagaimana perasaanmu setelah berhasil menunjukkan urutan alur lakon fabel bersama teman-teman hari ini?

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.