LKPDPertemuan 2Bab 2Fase BSemester 1

LKPD Seni Teater Kelas 4: Menebak Dialog dan Gerak Tubuh

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Seni Teater kelas 4 dengan topik "Menebak Dialog dan Gerak Tubuh". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD Seni Teater Kelas 4: Menebak Dialog dan Gerak Tubuh

Seni Teater - Kelas 4

Bab 2 - Pertemuan 2

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Seni Teater — Kelas 4 (Fase B)

Topik: Menebak Dialog dan Gerak Tubuh

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranSeni Teater
Fase / KelasFase B / Kelas 4
TopikMenebak Dialog dan Gerak Tubuh
Alokasi Waktu45 menit (3 × 15 menit)
Tipe Aktivitascampuran
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Menebak dialog yang tepat berdasarkan gambar aktivitas sehari-hari.
  2. Memperagakan gerak tubuh sesuai dialog yang ditebak.

PETUNJUK UMUM

  • Bacalah setiap kegiatan dengan saksama sebelum mulai mengerjakan.
  • Kamu boleh bekerja sendiri, berpasangan, atau dalam kelompok seperti yang diminta pada setiap kegiatan.
  • Jika ada gambar atau situasi yang kurang jelas, tanyakan kepada gurumu.
  • Jangan takut salah! Yang penting kamu berani mencoba dan bersenang-senang.

KEGIATAN

Kegiatan 1: Apa yang Mereka Katakan?

Estimasi: 15 menit

Alat & Bahan:

  • Lembar tabel situasi (disediakan guru)
  • Pensil/bolpoin

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Perhatikan 4 gambar aktivitas sehari-hari yang ditunjukkan oleh gurumu (atau lihat contoh deskripsi di bawah).
  2. Setiap gambar menunjukkan situasi yang biasa terjadi di rumah atau sekolah.
  3. Bayangkan kamu adalah salah satu tokoh dalam gambar itu. Dialog atau ucapan apa yang paling mungkin diucapkan?
  4. Tuliskan perkiraan dialog (1–2 kalimat) untuk setiap gambar pada tabel yang tersedia.
  5. Gunakan kata-kata yang santun dan sesuai dengan usia tokoh dalam gambar.

Pertanyaan:

1. Gambar situasi 1: Seorang anak memegang pipi karena sakit gigi, lalu ibunya mengajak pergi ke puskesmas.
Tuliskan dialog yang mungkin diucapkan anak dan ibu.

2. Gambar situasi 2: Beberapa anak dari berbagai agama berjalan bersama menuju tempat ibadah masing-masing, mereka saling tersenyum dan melambaikan tangan.
Tuliskan ucapan yang mungkin mereka lontarkan saat berpapasan.

3. Gambar situasi 3: Seorang anak menolong temannya yang terjatuh di halaman sekolah. Temannya mengucapkan terima kasih.
Tuliskan percakapan singkat di antara mereka.

4. Gambar situasi 4: Seorang pedagang sayur sedang menawarkan dagangannya kepada ibu-ibu di pasar.
Tuliskan dialog antara pedagang dan pembeli.

Tulis jawaban di tabel 4 baris dengan kolom: Nomor Situasi, Dialog yang Ditebak.

Kegiatan 2: Tebak Gerak, Tanpa Suara!

Estimasi: 15 menit

Alat & Bahan:

  • Tidak ada alat khusus, hanya tubuh dan ekspresi

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Bekerjalah dengan teman sebangkumu. Tentukan siapa yang menjadi A dan B.
  2. A membisikkan salah satu dialog yang sudah kamu tulis di Kegiatan 1 (atau buat dialog baru yang sederhana) ke telinga B, tetapi jangan sampai terdengar oleh teman lain.
  3. B harus memperagakan gerak tubuh sesuai dialog yang didengar, tanpa mengucapkan sepatah kata pun.
  4. A dan teman-teman lain menebak dialog apa yang sedang diperagakan.
  5. Bergantian peran: sekarang B yang membisikkan dialog, A yang memperagakan.
  6. Tuliskan hasil tebakanmu pada lembar yang tersedia.

Pertanyaan:

1. Setelah temanmu memperagakan gerak tubuh, dialog apa yang kamu tebak? (Tuliskan hasil tebakanmu sebelum mendapat jawaban benar dari teman.)

2. Dialog asli yang dibisikkan temanmu adalah... (tanyakan pada temanmu setelah tebakan selesai). Apakah tebakanmu tepat? Jika tidak, apa yang membuatmu salah menebak?

3. Sekarang giliranmu memperagakan. Gerak tubuh apa yang kamu lakukan untuk dialog yang dibisikkan? Tuliskan 2 gerakan yang paling penting.

Tulis jawaban di buku catatan atau lembar LKPD bagian Kegiatan 2. Gunakan 3 kolom: Nama Pemeraga, Dialog yang Ditebak, Dialog Asli.

Kegiatan 3: Pentas Mini: Cerita dari Sekolahku

Estimasi: 15 menit

Alat & Bahan:

  • Kertas plano / kertas HVS untuk naskah
  • Properti sederhana opsional (topi, kain, alat tulis, dll.)

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Bentuklah kelompok kecil (3–4 orang).
  2. Pilihlah satu situasi dari Kegiatan 1 atau buat situasi baru yang sering kamu alami di sekolah atau rumah.
  3. Buatlah dialog singkat (2–4 kalimat) untuk setiap tokoh dalam situasi tersebut.
  4. Latihlah peragaanmu: setiap anggota kelompok memerankan satu tokoh dengan gerak tubuh yang sesuai dengan dialog.
  5. Tampilkan di depan kelas secara bergiliran. Kelompok lain menebak situasi yang diperagakan.
  6. Setelah pentas selesai, tuliskan pengalamanmu pada lembar refleksi.

Pertanyaan:

1. Situasi apa yang kalian pilih untuk diperagakan? Tuliskan judul singkatnya.

2. Tuliskan naskah dialog singkat kelompokmu. Cantumkan nama tokoh di setiap dialog.

3. Gerak tubuh apa yang paling menarik dari pementasan kelompok lain? Jelaskan mengapa menurutmu gerakan itu cocok dengan dialognya.

4. Jika boleh memilih, peran apa yang paling ingin kamu mainkan lain kali? Mengapa?

Sediakan kertas plano atau lembar khusus untuk menulis naskah kelompok. Jawaban pertanyaan ditulis di buku catatan masing-masing.

REFLEKSI

1. Dari kegiatan hari ini, bagian mana yang paling menyenangkan? Mengapa?

2. Apakah ada kesulitan saat menebak dialog atau memperagakan gerak tubuh? Bagaimana cara kamu mengatasinya?

3. Setelah bermain peran, apakah kamu jadi lebih paham perasaan orang lain dalam situasi sehari-hari? Ceritakan sedikit!

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.