LKPDPertemuan 9Bab 2Fase BSemester 1

LKPD Seni Teater Kelas 3: Memainkan Sebuah Lakon Cerita Sederhana secara Utuh Berkelompok

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan Seni Teater kelas 3 dengan topik "Memainkan Sebuah Lakon Cerita Sederhana secara Utuh Berkelompok".

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD Seni Teater Kelas 3: Memainkan Sebuah Lakon Cerita Sederhana secara Utuh Berkelompok

Seni Teater - Kelas 3

Bab 2 Pertemuan 9

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Seni Teater — Kelas 3 (Fase B)

Topik: Memainkan Sebuah Lakon Cerita Sederhana secara Utuh Berkelompok

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranSeni Teater
Fase / KelasFase B / Kelas 3
TopikMemainkan Sebuah Lakon Cerita Sederhana secara Utuh Berkelompok
Alokasi Waktu2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)
Tipe Aktivitascampuran
Tahun Ajaran2026/2027
Semester1
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Memainkan sebuah lakon dalam cerita sederhana yang telah disusun

PETUNJUK UMUM

  • Berdoalah sebelum memulai kegiatan teater bersama kelompokmu.
  • Bekerjasamalah dengan kompak bersama seluruh anggota kelompok.
  • Bawalah naskah cerita sederhana yang sudah disusun pada pertemuan sebelumnya.
  • Perhatikan peran masing-masing dalam lakon cerita yang akan dimainkan.

KEGIATAN

Kegiatan 1: Pemeriksaan Peran dalam Lakon Cerita

Estimasi: 15 menit

Alat & Bahan:

  • Naskah cerita sederhana yang telah disusun kelompok
  • Alat tulis

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Duduklah melingkar bersama kelompok lakonmu.
  2. Buka naskah cerita sederhana yang telah kalian susun.
  3. Tuliskan judul lakon cerita dan cocokkan nama teman dengan tokoh yang dimainkan dalam lakon.

Pertanyaan:

1. Tuliskan judul lakon cerita sederhana kelompokmu dan pasangkan nama anggota dengan tokoh yang dimainkan dalam lakon tersebut!

Ruang tabel jawaban

Tabel 2 kolom: Kolom 1 'Nama Murid', Kolom 2 'Tokoh yang Dimainkan'. Di bagian atas tabel disediakan baris isian untuk 'Judul Lakon Cerita'.

Kegiatan 2: Latihan Memainkan Lakon secara Teratur

Estimasi: 25 menit

Alat & Bahan:

  • Naskah cerita kelompok
  • Ruang gerak/area kelas

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Berdirilah bersama kelompok di ruang latihan yang telah ditentukan.
  2. Latih dan mainkan lakon cerita kalian dari babak awal, tengah, hingga akhir sesuai cerita yang telah disusun.
  3. Periksa urutan peristiwa lakon saat kalian memainkannya bersama kelompok menggunakan daftar periksa.

Pertanyaan:

1. Beri tanda centang (V) pada bagian cerita lakon yang berhasil dimainkan kelompokmu secara berurutan!

Ruang tabel jawaban

Tabel 3 kolom: Kolom 1 'Bagian Lakon', Kolom 2 'Keterangan Lakon yang Dimainkan', Kolom 3 'Centang (V) jika Sudah Dimainkan'. Terdiri dari 3 baris: Bagian Awal, Bagian Tengah, dan Bagian Akhir.

Kegiatan 3: Pentas Memainkan Lakon Cerita secara Utuh

Estimasi: 30 menit

Alat & Bahan:

  • Naskah cerita kelompok
  • Area pentas di depan kelas

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Maju ke depan kelas bersama kelompokmu secara bergantian.
  2. Mainkan lakon cerita sederhana kelompokmu dari awal sampai akhir di hadapan guru dan teman-teman.
  3. Tuliskan catatan pelaksanaan lakon kelompokmu setelah selesai tampil.

Pertanyaan:

1. Tuliskan laporan singkat pelaksanaan pentas: Bagian cerita apa saja yang berhasil dimainkan oleh kelompokmu dari awal hingga akhir lakon?

Kotak uraian 4 baris bergaris untuk menuliskan laporan pelaksanaan lakon yang telah dimainkan.

REFLEKSI

1. Bagian mana dari lakon cerita yang paling kamu senangi saat memainkannya bersama teman kelompok?

2. Apakah kamu sudah memainkan tokohmu dari awal sampai akhir cerita lakon?

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.