LKPDPertemuan 5Bab 3Fase ASemester 2

LKPD Seni Teater Kelas 2: Bermain Peran Imajinatif

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Seni Teater kelas 2 dengan topik "Bermain Peran Imajinatif". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD Seni Teater Kelas 2: Bermain Peran Imajinatif

Seni Teater - Kelas 2

Bab 3 - Pertemuan 5

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Seni Teater — Kelas 2 (Fase A)

Topik: Bermain Peran Imajinatif

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranSeni Teater
Fase / KelasFase A / Kelas 2
TopikBermain Peran Imajinatif
Alokasi Waktu70 menit
Tipe Aktivitascampuran
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Melalui permainan peran sederhana, murid mampu memainkan tokoh rekaan dengan ekspresi dan gerak tubuh.
  2. Melalui pengamatan, murid mampu mengenali emosi tokoh yang diperankan.

PETUNJUK UMUM

  • Siapkan hatimu yang gembira — hari ini kita akan bermain peran seru!
  • Bacalah setiap petunjuk pelan-pelan. Kalau bingung, tanya gurumu.
  • Kerjakan setiap kegiatan dengan penuh semangat dan percaya diri.
  • Tidak ada jawaban yang salah selama kamu mencoba dengan sungguh-sungguh.
  • Kamu boleh menggambar, menulis, atau berdiskusi sesuai petunjuk di setiap kegiatan.

KEGIATAN

Kegiatan 1: Aku Bisa Merasakan Ekspresi!

Estimasi: 20 menit

Alat & Bahan:

  • Pensil dan krayon/pensil warna
  • Lembar LKPD dengan kotak gambar dan tabel
  • Gambar referensi ekspresi yang ditempel di papan (disediakan guru)

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Gurumu akan menyebutkan sebuah emosi (contoh: senang, sedih, takut, marah, kaget).
  2. Perhatikan gambar wajah emosi yang ditempel di papan tulis.
  3. Coba tirukan ekspresi wajah tersebut di depan temanmu.
  4. Setelah itu, gambarkan wajah dengan ekspresi sesuai perintah di kotak yang tersedia.
  5. Kerjakan sendiri-sendiri terlebih dahulu, lalu bandingkan gambarmu dengan teman sebangku.

Pertanyaan:

1. Gambarlah wajah SENANG di kotak pertama. Apa yang biasanya kamu lakukan saat merasa senang?

Ruang gambar

2. Gambarlah wajah SEDIH di kotak kedua. Ceritakan satu kalimat: kapan kamu pernah merasa sedih?

Ruang gambar

3. Gambarlah wajah TAKUT di kotak ketiga. Bagaimana posisi tubuhmu saat merasa takut? (contoh: kaki gemetar, badan membungkuk)

Ruang gambar

4. Lengkapi tabel berikut! Pasangkan emosi dengan gerak tubuh yang cocok.

Ruang tabel jawaban

Empat kotak gambar (ukuran 6x6 cm) untuk menggambar ekspresi wajah; satu tabel 2 kolom berjudul 'Emosi' dan 'Gerak Tubuh yang Cocok' dengan 4 baris isian.

Kegiatan 2: Aku Jadi Tokoh Rekaan!

Estimasi: 30 menit

Alat & Bahan:

  • Kartu tokoh rekaan (disediakan guru, bisa berupa gambar tokoh imajinatif dari buku/media)
  • Pensil dan krayon
  • Lembar LKPD
  • Ruang kosong di kelas untuk bergerak saat memperagakan tokoh

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Pilihlah satu tokoh rekaan yang ingin kamu mainkan. Pilih dari kartu tokoh yang dibagikan gurumu, atau ciptakan tokohmu sendiri! Contoh tokoh: naga baik hati, kucing ajaib, robot lucu, penyihir ramah.
  2. Bayangkan tokoh pilihanmu: Bagaimana dia berjalan? Bagaimana suaranya? Apa yang dia rasakan hari ini?
  3. Jawab pertanyaan di bawah untuk merencanakan peranmu.
  4. Setelah mengisi LKPD, bersiaplah untuk memperagakan tokohmu selama 1 menit di depan kelompok kecil (3–4 orang).
  5. Teman-temanmu akan menebak tokoh dan emosi yang kamu peragakan — seru!

Pertanyaan:

1. Siapa nama tokoh rekaanmu? Gambarkan tokohmu di kotak yang tersedia!

Ruang gambar

2. Isi kartu tokohku berikut ini! (a) Nama tokohku: ___ (b) Tokohku adalah seekor/seorang: ___ (c) Hari ini tokohku sedang merasa: ___ (d) Gerak khas tokohku adalah: ___ (e) Suara tokohku terdengar: ___

3. Bagaimana cara kamu menunjukkan emosi tokohmu dengan wajah dan tubuh? Jelaskan dalam 2–3 kalimat.

4. Setelah kamu memperagakan tokohmu di depan kelompok, jawab pertanyaan ini: Apakah temanmu bisa menebak emosi tokohmu? Apa yang membuat mereka bisa atau tidak bisa menebaknya?

Satu kotak gambar besar (8x8 cm) untuk menggambar tokoh rekaan; satu kartu tokoh dengan 5 titik-titik isian; satu kotak uraian bergaris (4 baris); satu kotak diskusi bergaris (3 baris).

Kegiatan 3: Aku Pengamat Emosi Tokoh!

Estimasi: 20 menit

Alat & Bahan:

  • Lembar LKPD
  • Pensil
  • Pengamatan langsung terhadap penampilan teman sekelas

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Sekarang giliranmu menjadi pengamat! Perhatikan 2 teman yang memperagakan tokoh rekaan mereka.
  2. Amati dengan seksama: ekspresi wajah, gerak tubuh, dan cara mereka bersuara.
  3. Isi lembar pengamatan di bawah untuk setiap teman yang kamu amati.
  4. Berikan pendapatmu dengan jujur dan sopan — ingat, kita saling mendukung!
  5. Setelah semua selesai, diskusikan bersama guru di kelas.

Pertanyaan:

1. Lengkapi tabel pengamatanmu! Amati 2 teman yang memperagakan tokoh rekaan mereka, lalu isi tabel berikut: Kolom 1: Nama teman; Kolom 2: Nama tokoh yang diperankan; Kolom 3: Emosi tokoh menurut pengamatanku; Kolom 4: Gerak/ekspresi yang membuatku tahu emosi itu.

Ruang tabel jawaban

2. Dari dua teman yang kamu amati, manakah emosi tokoh yang paling mudah kamu kenali? Mengapa?

3. Menurutmu, apa yang bisa dilakukan seorang pemain teater agar penonton bisa dengan mudah mengenali emosi tokohnya? Tuliskan 2 caranya!

Satu tabel 4 kolom dengan 2 baris data pengamatan (Nama Teman | Nama Tokoh | Emosi Tokoh | Gerak/Ekspresi yang Diamati); dua kotak uraian bergaris masing-masing 3 baris.

REFLEKSI

1. Tokoh rekaan apa yang paling ingin kamu mainkan lagi? Ceritakan kenapa kamu menyukainya!

2. Saat kamu mengamati temanmu bermain peran, bagian mana yang membuatmu paling kagum? Apa yang ingin kamu tiru dari cara temanmu memperagakan tokohnya?

3. Bagaimana perasaanmu hari ini saat bermain menjadi tokoh rekaan? Ceritakan dengan satu kata ekspresi dan gambarkan wajahmu saat itu di pojok kanan bawah lembaran ini!

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.