LKPDPertemuan 2Bab 3Fase ASemester 2

LKPD Seni Teater Kelas 2: Meniru Gerak Tubuh dan Suara untuk Mengomunikasikan Emosi Senang dan Takut

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan Seni Teater kelas 2 dengan topik "Meniru Gerak Tubuh dan Suara untuk Mengomunikasikan Emosi Senang dan Takut".

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD Seni Teater Kelas 2: Meniru Gerak Tubuh dan Suara untuk Mengomunikasikan Emosi Senang dan Takut

Seni Teater - Kelas 2

Bab 3 Pertemuan 2

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Seni Teater — Kelas 2 (Fase A)

Topik: Meniru Gerak Tubuh dan Suara untuk Mengomunikasikan Emosi Senang dan Takut

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranSeni Teater
Fase / KelasFase A / Kelas 2
TopikMeniru Gerak Tubuh dan Suara untuk Mengomunikasikan Emosi Senang dan Takut
Alokasi Waktu3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)
Tipe Aktivitascampuran
Tahun Ajaran2026/2027
Semester2
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Meniru gerak tubuh dan suara sebagai media untuk mengomunikasikan emosi dalam permainan imajinasi

PETUNJUK UMUM

  • Dengarkan aba-aba dan perhatikan contoh gerak serta suara dari Bapak/Ibu Guru.
  • Gunakan seluruh tubuh dan suaramu saat meniru emosi senang atau takut.
  • Lakukan setiap kegiatan bersama teman kelompokmu dengan riang, tertib, dan saling menghargai.
  • Beri tanda centang pada lembar kerja sesuai dengan gerak tubuh dan suara yang berhasil kamu tirukan.

KEGIATAN

Kegiatan 1: Meniru Gerak Tubuh dan Suara Emosi Senang (Kucing Mendapat Ikan)

Estimasi: 30 menit

Alat & Bahan:

  • Ruang kelas yang cukup lapang untuk bergerak
  • Kartu gambar kucing yang sedang tersenyum riang mendapat ikan

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Bayangkan dirimu menjadi seekor kucing lucu yang sedang lapar, lalu tiba-tiba diberi ikan goreng yang lezat oleh pemiliknya.
  2. Perhatikan contoh gerak tubuh dan suara kucing senang yang dicontohkan guru di depan kelas.
  3. Tirukan gerak tubuh kucing senang: melompat-lompat kecil gembira, mengusap-usap wajah/tangan, dan tersenyum lebar.
  4. Tirukan suara kucing senang: bersuara 'Miaw! Miaw! Hore!' dengan nada gembira dan ceria.
  5. Lakukan tiruan gerak tubuh dan suara tersebut bersama teman sebangkumu sebanyak 2 kali.
  6. Beri tanda centang pada tabel ketercapaian di lembar kerjamu setelah kamu berhasil menirukannya.

Pertanyaan:

1. Beri tanda centang (V) pada dua kotak gerak tubuh dan suara yang sudah kamu tirukan untuk menunjukkan emosi senang:

Ruang tabel jawaban

Format tabel centang (2 baris):
1. [ ... ] Gerak Tubuh: Melompat-lompat kecil dan merentangkan tangan dengan wajah tersenyum gembira.
2. [ ... ] Suara: Menirukan suara kucing senang berbunyi 'Miaw! Miaw! Hore!' dengan nada riang.

Kegiatan 2: Meniru Gerak Tubuh dan Suara Emosi Takut (Tikus Melihat Petir dan Kucing Besar)

Estimasi: 35 menit

Alat & Bahan:

  • Kartu gambar tikus kecil kaget dan ketakutan
  • Bunyi instrumen sederhana (misal tepukan meja sebagai efek suara petir)

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Bayangkan dirimu menjadi seekor tikus kecil yang sedang berjalan di lorong gelap, lalu tiba-tiba mendengar suara petir keras dan melihat kucing besar.
  2. Perhatikan contoh gerak tubuh dan suara tikus takut yang dicontohkan oleh guru.
  3. Tirukan gerak tubuh tikus takut: merapatkan kedua tangan ke dada, tubuh meringkuk/menunduk gemetar, dan mata membelalak waspada.
  4. Tirukan suara tikus takut: bersuara mencicit cepat dan gemetar 'Ciit... ciit... ciit! Waduh!'.
  5. Tirukan gerakan dan suara ini secara bergantian bersama pasanganmu di tempat masing-masing.
  6. Beri tanda centang pada tabel lembar kerja setelah kamu menirukan gerak tubuh dan suaranya.

Pertanyaan:

1. Beri tanda centang (V) pada dua kotak gerak tubuh dan suara yang sudah kamu tirukan untuk menunjukkan emosi takut:

Ruang tabel jawaban

Format tabel centang (2 baris):
1. [ ... ] Gerak Tubuh: Meringkuk, merapatkan tangan ke dada, dan bergerak mundur waspada.
2. [ ... ] Suara: Menirukan suara tikus takut mencicit 'Ciit... ciit... ciit! Waduh!' dengan nada bergetar.

Kegiatan 3: Permainan Imajinasi: Meniru Gerak dan Suara Senang atau Takut

Estimasi: 40 menit

Alat & Bahan:

  • Peluit atau bel sebagai penanda pergantian aba-aba imajinasi
  • Ruang kelas/aula yang aman untuk bergerak aktif

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Bentuk lingkaran bersama seluruh teman sekelas.
  2. Guru akan menyebutkan situasi imajinasi secara bergantian: Situasi A (Senang: Kelinci menemukan kebun wortel) atau Situasi B (Takut: Anak rusa mendengar auman serigala).
  3. Saat guru berkata 'Imajinasi SENANG!', tirukan langsung gerak tubuh melompat girang dan suara gembira ('Hore! Nyam nyam!').
  4. Saat guru berkata 'Imajinasi TAKUT!', tirukan langsung gerak tubuh berjongkok memeluk lutut gemetar dan suara terkejut/takut ('Aaa! Tolong!').
  5. Lakukan permainan meniru ini mengikuti 4 kali aba-aba guru dengan tangkas dan percaya diri.
  6. Tandai pada lembar kerja kedua emosi imajinasi yang sudah berhasil kamu tirukan bersama teman-teman.

Pertanyaan:

1. Tandai dengan centang (V) pada kolom emosi imajinasi yang berhasil kamu tirukan gerak dan suaranya dalam permainan:

Ruang tabel jawaban

Format tabel centang emosi (2 kolom):
- [ ... ] Emosi Senang: Melompat girang dan bersuara 'Hore! Nyam nyam!'.
- [ ... ] Emosi Takut: Berjongkok memeluk lutut dan bersuara pelan/gemetar 'Aaa! Tolong!'.

REFLEKSI

1. Gerak tubuh dan suara emosi mana yang paling seru kamu tirukan: saat merasa senang atau merasa takut?

2. Bagaimana bentuk gerak tubuhmu saat menirukan orang atau hewan yang sedang merasa senang?

3. Apakah suaramu terdengar bergetar atau cepat saat kamu menirukan emosi takut?

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.