LKPDPertemuan 6Bab 1Fase ASemester 1

LKPD Seni Teater Kelas 2: Menggabungkan Suara dengan Properti

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Seni Teater kelas 2 dengan topik "Menggabungkan Suara dengan Properti". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD Seni Teater Kelas 2: Menggabungkan Suara dengan Properti

Seni Teater - Kelas 2

Bab 1 - Pertemuan 6

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Seni Teater — Kelas 2 (Fase A)

Topik: Menggabungkan Suara dengan Properti

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranSeni Teater
Fase / KelasFase A / Kelas 2
TopikMenggabungkan Suara dengan Properti
Alokasi Waktu70 menit
Tipe Aktivitascampuran
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Mengidentifikasi properti yang dapat menghasilkan suara untuk mendukung cerita.
  2. Menggabungkan suara tiruan dengan properti sederhana dalam permainan peran.

PETUNJUK UMUM

  • Baca setiap petunjuk dengan baik sebelum mulai mengerjakan.
  • Kerjakan kegiatan bersama teman kelompokmu dengan gembira dan tertib.
  • Gunakan suara dan gerakan tubuhmu dengan percaya diri — tidak ada jawaban yang salah selama kamu mencoba!
  • Jika ada yang belum dimengerti, angkat tangan dan tanya gurumu.
  • Jaga alat dan bahan yang kamu gunakan dengan hati-hati.

KEGIATAN

Kegiatan 1: Detektif Suara — Apa Bunyinya?

Estimasi: 20 menit

Alat & Bahan:

  • Lembar LKPD
  • Pensil atau krayon
  • Gambar properti yang ditampilkan guru (tayangan atau kartu gambar)

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Gurumu akan menampilkan beberapa gambar properti di papan tulis (contoh: kaleng, botol plastik, buku, sendok, batu).
  2. Amati gambar-gambar itu dengan seksama.
  3. Bayangkan: jika properti itu digerak-gerakkan atau dipukul pelan, kira-kira bunyi apa yang muncul?
  4. Tuliskan nama propertinya dan tiruan bunyinya di tabel yang sudah tersedia.
  5. Setelah mengisi tabel, beri tanda bintang (★) pada properti yang menurutmu paling cocok untuk cerita tentang hujan badai.

Pertanyaan:

1. Lengkapi tabel berikut! Tulis nama properti, tiruan bunyinya, dan cerita apa yang cocok dengan bunyi itu.

Ruang tabel jawaban

2. Dari semua properti di tabel, mana satu properti yang paling menarik bunyinya menurutmu? Mengapa?

Tabel 3 kolom: (1) Nama Properti, (2) Tiruan Bunyi (tulis seperti ini: kresek-kresek / duk-duk), (3) Cocok untuk Cerita Apa? — isi 4 baris. Di bawah tabel, tulis 1–2 kalimat jawaban untuk pertanyaan nomor 2.

Kegiatan 2: Ayo Bereksperimen — Buat Bunyi Sendiri!

Estimasi: 25 menit

Alat & Bahan:

  • Benda-benda sederhana di meja (gelas plastik, kertas, penggaris, dll. — disiapkan guru)
  • Pensil dan krayon
  • Lembar LKPD

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Ambil properti sederhana yang sudah disiapkan gurumu di meja kelompok (contoh: gelas plastik, kertas, penggaris, atau benda lain).
  2. Coba buat minimal 3 cara berbeda untuk menghasilkan bunyi dari benda tersebut (contoh: ditiup, dipukul, digosok, digoyangkan).
  3. Dengarkan baik-baik setiap bunyi yang dihasilkan.
  4. Gambar benda yang kamu gunakan di kotak yang tersedia, lalu tulis cara membuatnya bunyi dan tiruan bunyinya.
  5. Diskusikan dengan kelompokmu: bunyi mana yang paling cocok untuk adegan dalam cerita? Tuliskan ide ceritanya.

Pertanyaan:

1. Gambar benda yang kamu pakai di kotak di bawah ini. Tulis namanya!

Ruang gambar

2. Lengkapi tabel eksperimen bunyimu! Tulis cara membuat bunyi, tiruan bunyinya, dan perasaanmu saat mendengar bunyi itu (senang, takut, sedih, semangat).

Ruang tabel jawaban

3. Dari ketiga bunyi itu, pilih satu bunyi terbaik kelompokmu. Cerita apa yang cocok dengan bunyi itu? Ceritakan dalam 2–3 kalimat!

Kotak gambar ukuran 6x6 cm untuk menggambar benda. Tabel 3 kolom di bawahnya: (1) Cara Membuat Bunyi, (2) Tiruan Bunyi, (3) Perasaan — isi 3 baris. Di bawah tabel, ruang 3 baris untuk menjawab pertanyaan nomor 3.

Kegiatan 3: Pertunjukan Mini — Mainkan Peranmu!

Estimasi: 25 menit

Alat & Bahan:

  • Kartu cerita (disiapkan guru)
  • Properti dari kegiatan sebelumnya
  • Lembar LKPD
  • Pensil

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Bersama kelompokmu, pilih satu cerita pendek dari kartu cerita yang diberikan guru (contoh: Petualangan di Hutan, Hujan Deras, atau Pesta Ulang Tahun).
  2. Tentukan siapa yang memerankan tokoh dan siapa yang bertugas membuat efek suara dengan properti.
  3. Latih pertunjukan mini kalian selama 5 menit. Pastikan pemain suara memberikan bunyi yang tepat di bagian yang sesuai dengan cerita.
  4. Tampilkan pertunjukan mini di depan kelas (cukup 1–2 menit).
  5. Setelah tampil, kerjakan pertanyaan di bawah ini secara mandiri.

Pertanyaan:

1. Cerita apa yang dimainkan kelompokmu? Properti apa yang kalian gunakan untuk membuat bunyi? Tulis di tabel!

Ruang tabel jawaban

2. Apakah bunyi yang kalian buat membuat cerita terasa lebih seru? Jelaskan dengan 1–2 kalimat!

3. Lihat pertunjukan kelompok lain. Tulis 1 hal yang kamu suka dari cara mereka menggunakan properti untuk membuat bunyi!

Tabel 4 kolom: (1) Judul Cerita, (2) Properti yang Digunakan, (3) Bunyi yang Dibuat, (4) Digunakan Saat Adegan Apa — isi 1–2 baris sesuai pertunjukan kelompok. Di bawah tabel, 2 ruang masing-masing 2 baris untuk jawaban pertanyaan nomor 2 dan 3.

REFLEKSI

1. Properti apa yang paling berkesan bunyinya hari ini? Mengapa bunyi itu membuatmu merasa seperti itu?

2. Menurutmu, mengapa sebuah cerita atau pertunjukan membutuhkan efek suara dari properti? Apa bedanya cerita dengan bunyi dan tanpa bunyi?

3. Kalau kamu bisa membuat cerita sendiri besok, bunyi dan properti apa yang ingin kamu gunakan? Ceritanya tentang apa?

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.