LKPDPertemuan 3Bab 5Fase DSemester 2

LKPD Seni Rupa Kelas 8: Menganalisis Prinsip Desain Keseimbangan dan Proporsi pada Lukisan Pemandangan Alam

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan Seni Rupa kelas 8 dengan topik "Menganalisis Prinsip Desain Keseimbangan dan Proporsi pada Lukisan Pemandangan Alam".

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD Seni Rupa Kelas 8: Menganalisis Prinsip Desain Keseimbangan dan Proporsi pada Lukisan Pemandangan Alam

Seni Rupa - Kelas 8

Bab 5 Pertemuan 3

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Seni Rupa — Kelas 8 (Fase D)

Topik: Menganalisis Prinsip Desain Keseimbangan dan Proporsi pada Lukisan Pemandangan Alam

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranSeni Rupa
Fase / KelasFase D / Kelas 8
TopikMenganalisis Prinsip Desain Keseimbangan dan Proporsi pada Lukisan Pemandangan Alam
Alokasi Waktu2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)
Tipe Aktivitascampuran
Tahun Ajaran2026/2027
Semester2
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Menganalisis prinsip desain dalam karya seni rupa lukisan pemandangan alam

PETUNJUK UMUM

  • Bacalah doa sebelum memulai kegiatan belajar.
  • Cermati deskripsi dan materi visual lukisan pemandangan alam yang disajikan dalam lembar kerja.
  • Kerjakan setiap tahapan analisis secara teliti dan diskusikan bersama teman kelompokmu jika diarahkan.
  • Tuliskan hasil analisismu pada format ruang jawaban yang telah disediakan.

KEGIATAN

Kegiatan 1: Kegiatan 1: Mengurai Keseimbangan Visual Lukisan Pemandangan

Estimasi: 25 menit

Alat & Bahan:

  • Buku tulis/lembar kerja
  • Alat tulis (pena/pensil)
  • Reproduksi visual/deskripsi lukisan pemandangan pembanding

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Amati deskripsi komposisi Lukisan A (Pemandangan Lembah Ngarai Sianok karya Wakidi: bukit tebing besar di sisi kiri diimbangi deretan pepohonan rindang dan jalan setapak di sisi kanan).
  2. Amati deskripsi komposisi Lukisan B (Pemandangan Gunung Merapi simetris: puncak gunung tepat di garis tengah vertikal, diapit dua bukit berukuran serupa di sisi kanan dan kiri).
  3. Analisislah jenis keseimbangan (simetris atau asimetris) serta penempatan bobot visual pada kedua karya tersebut.
  4. Tuliskan hasil analisis ke dalam tabel perbandingan yang tersedia.

Pertanyaan:

1. Berdasarkan persebaran objeknya, jelaskan jenis keseimbangan (simetris atau asimetris) yang diterapkan pada Lukisan A dan Lukisan B serta berikan bukti analisis penataan objeknya!

Ruang tabel jawaban

2. Analisislah bagaimana efek kesan visual yang dirasakan penikmat seni saat melihat lukisan dengan keseimbangan simetris dibandingkan dengan lukisan keseimbangan asimetris!

Format tabel 3 kolom untuk soal nomor 1: Kolom 1 (Karya: Lukisan A / Lukisan B), Kolom 2 (Jenis Keseimbangan: Simetris / Asimetris), Kolom 3 (Analisis Bukti Penataan Objek). Untuk soal nomor 2, sediakan 4 baris bergaris untuk uraian analisis perbandingan kesan visual.

Kegiatan 2: Kegiatan 2: Menganalisis Proporsi dan Skala Objek Lukisan Alam

Estimasi: 30 menit

Alat & Bahan:

  • Buku catatan
  • Alat tulis
  • Teks deskriptif/reproduksi lukisan pemandangan karya maestro

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Cermati deskripsi Lukisan C (Pemandangan Alam Pegunungan dan Persawahan karya Basuki Abdullah: latar depan berupa figur petani kecil dan gubuk padi, latar tengah hamparan terasering sawah, latar belakang deretan gunung megah menjulang tinggi).
  2. Lakukan analisis kritis mengenai perbandingan ukuran (skala/proporsi) antar-objek dalam lukisan tersebut.
  3. Diskusikan bagaimana perbandingan ukuran tersebut menciptakan ilusi kedalaman ruang dan keindahan komposisi pemandangan alam.

Pertanyaan:

1. Analisislah perbandingan ukuran (proporsi) antara figur manusia/gubuk di latar depan dengan gunung di latar belakang pada Lukisan C! Mengapa pelukis membuat ukuran manusia tampak sangat kecil dibandingkan gunung?

2. Analisislah apa yang terjadi pada kualitas keharmonisan karya jika figur manusia di latar depan digambar dengan proporsi yang sama tingginya dengan gunung di latar belakang!

Format uraian analitis 2 butir soal: tiap butir disediakan ruang bergaris 4-5 baris untuk menuliskan penalaran hubungan proporsi, ukuran objek, dan persepsi kedalaman ruang.

Kegiatan 3: Kegiatan 3: Sintesis Analisis Keseimbangan dan Proporsi secara Menyeluruh

Estimasi: 25 menit

Alat & Bahan:

  • Lembar kerja murid
  • Alat tulis

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Pilihlah salah satu karya lukisan pemandangan alam yang telah dipelajari atau disediakan guru.
  2. Tuliskan sintesis analisis terpadu yang membedah keterkaitan antara prinsip keseimbangan dan prinsip proporsi dalam mewujudkan kesatuan karya pemandangan alam.
  3. Selesaikan kegiatan dan lanjutkan dengan menjawab butir refleksi belajar pada bagian akhir.

Pertanyaan:

1. Rumuskan simpulan analisis kritis: Bagaimana perpaduan prinsip keseimbangan (penataan bobot visual) dan prinsip proporsi (perbandingan ukuran objek) saling melengkapi dalam menciptakan karya lukisan pemandangan alam yang harmonis?

Format ruang isian uraian berupa kotak sintesis bertingkat dengan alokasi 6 baris teks yang memuat aspek: (a) peran keseimbangan, (b) peran proporsi, dan (c) keterpaduan visual keduanya.

REFLEKSI

1. Hal baru apa yang kamu sadari mengenai cara pelukis mengatur letak dan perbandingan ukuran objek saat mengamati pemandangan alam secara langsung?

2. Bagian mana dari kegiatan menganalisis prinsip keseimbangan dan proporsi hari ini yang paling melatih ketelitian pengamatan visualmu?

3. Bagaimana pemahaman tentang prinsip keseimbangan dan proporsi ini membantumu lebih menghargai lukisan karya pelukis Indonesia?

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.