LKPDPertemuan 3Bab 4Fase DSemester 2

LKPD Seni Rupa Kelas 8: Mengeksplorasi Karakteristik dan Jenis Potensi Bahan Limbah Kering di Lingkungan Sekitar

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan Seni Rupa kelas 8 dengan topik "Mengeksplorasi Karakteristik dan Jenis Potensi Bahan Limbah Kering di Lingkungan Sekitar".

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD Seni Rupa Kelas 8: Mengeksplorasi Karakteristik dan Jenis Potensi Bahan Limbah Kering di Lingkungan Sekitar

Seni Rupa - Kelas 8

Bab 4 Pertemuan 3

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Seni Rupa — Kelas 8 (Fase D)

Topik: Mengeksplorasi Karakteristik dan Jenis Potensi Bahan Limbah Kering di Lingkungan Sekitar

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranSeni Rupa
Fase / KelasFase D / Kelas 8
TopikMengeksplorasi Karakteristik dan Jenis Potensi Bahan Limbah Kering di Lingkungan Sekitar
Alokasi Waktu2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)
Tipe Aktivitascampuran
Tahun Ajaran2026/2027
Semester2
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Mengeksplorasi potensi bahan yang ada di lingkungan sekitar berupa limbah kering untuk persiapan berkarya

PETUNJUK UMUM

  • Berdoalah sebelum memulai kegiatan eksplorasi.
  • Bekerjalah secara kolaboratif dalam kelompok yang terdiri atas 3-4 orang.
  • Perhatikan aspek keselamatan dan kebersihan saat memegang dan mengamati bahan limbah kering di lingkungan sekitar sekolah.
  • Fokus kegiatan ini adalah mengeksplorasi potensi fisik dan bentuk bahan limbah kering untuk persiapan berkarya, bukan membuat karya jadi utuh.
  • Tanyakan kepada guru apabila terdapat petunjuk eksplorasi yang belum dipahami.

KEGIATAN

Kegiatan 1: Eksplorasi Fisik dan Karakteristik Bahan Limbah Kering

Estimasi: 20 menit

Alat & Bahan:

  • Sampel limbah kering (kardus, botol plastik, kaleng bekas, sedotan plastik, atau stik kayu)
  • Alat tulis
  • Sarung tangan kerja/kain lap (opsional demi kebersihan)

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Amati 3 jenis limbah kering berbeda yang telah kalian kumpulkan dari lingkungan sekitar (misalnya: kardus bekas, botol plastik, dan kaleng minuman bekas).
  2. Lakukan eksplorasi fisik sederhana secara langsung pada tiap bahan: sentuh permukaannya, coba tekuk perlahan, periksa ketebalannya, dan ketuk pelan untuk mendengarkan bunyinya.
  3. Catat hasil eksplorasi sifat fisik bahan tersebut ke dalam tabel yang disediakan.

Pertanyaan:

1. Isilah tabel eksplorasi karakteristik fisik 3 jenis limbah kering yang kalian temukan berdasarkan hasil perabaan, pembengkokan, dan pengamatan langsung!

Ruang tabel jawaban

Tabel 4 kolom: Kolom 1 (Nama Bahan Limbah Kering), Kolom 2 (Tekstur Permukaan: kasar/halus/berpola), Kolom 3 (Kelenturan: kaku/lentur/mudah ditekuk), Kolom 4 (Kekuatan/Ketahanan Bahan).

Kegiatan 2: Uji Eksplorasi Bentuk dan Potensi Olah Bahan

Estimasi: 30 menit

Alat & Bahan:

  • Gunting
  • Cutter (digunakan hati-hati di bawah pengawasan)
  • Selotip kertas atau lem
  • Bahan limbah kering

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Pilihlah minimal 2 dari 3 bahan limbah kering yang sudah kalian amati pada Kegiatan 1.
  2. Lakukan uji eksplorasi potensi manipulasi/pengolahan bahan secara langsung menggunakan alat bantu sederhana (gunting, cutter, pelubang, atau perekat/selotip). Ujilah apakah bahan tersebut berpotensi untuk: digunting/dipotong, dilubangi, disambung, dilipat/digulung, atau disusun bertumpuk.
  3. Tuliskan temuan hasil uji eksplorasi kalian pada pertanyaan yang disediakan.

Pertanyaan:

1. Berdasarkan hasil uji pengolahan, uraikan potensi tindakan yang paling mudah dan paling sulit dilakukan pada masing-masing bahan yang kalian eksplorasi beserta alasannya!

2. Diskusikan bersama kelompok: Dari hasil manipulasi fisik tersebut, potensi perubahan wujud apa yang terjadi pada bahan limbah (misal: lembaran pipih, potongan modular berulang, anyaman, bentukan 3 dimensi berongga)? Tuliskan hasilnya!

Nomor 1: Uraian terstruktur per bahan (Bahan A: Potensi termudah, Potensi tersulit; Bahan B: Potensi termudah, Potensi tersulit). Nomor 2: Catatan hasil diskusi berupa daftar potensi wujud rupa yang dapat dihasilkan dari eksplorasi bahan.

Kegiatan 3: Pemetaan Potensi Bahan untuk Persiapan Rencana Karya

Estimasi: 30 menit

Alat & Bahan:

  • Kertas LKPD
  • Alat tulis / spidol

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Berdasarkan seluruh hasil uji dan karakteristik yang ditemukan pada Kegiatan 1 dan 2, kelompokkan potensi bahan limbah kering tersebut untuk fungsi persiapan berkarya.
  2. Tentukan potensi peran struktural/visual bahan (misalnya: cocok sebagai struktur rangka penopang, bidang latar, tekstur pengisi permukaan, atau detail hiasan).
  3. Lengkapi bagan/peta pemetaan potensi bahan limbah kering untuk persiapan berkarya.

Pertanyaan:

1. Petakan potensi peran dari minimal 3 jenis limbah kering yang telah kalian eksplorasi ke dalam peran persiapan karya rupa (sebagai: Penopang/Rangka, Pengisi Bidang/Volume, atau Aksen/Tekstur Permukaan) disertai alasan kesesuaian sifat bahannya!

Ruang tabel jawaban

Tabel 3 kolom: Kolom 1 (Nama Limbah Kering), Kolom 2 (Potensi Peran dalam Persiapan Berkarya: Rangka/Bidang/Tekstur), Kolom 3 (Alasan Berdasarkan Hasil Eksplorasi Fisik).

REFLEKSI

1. Setelah melakukan serangkaian eksplorasi, sifat bahan limbah kering manakah yang menurutmu paling unik dan paling mengejutkan potensi bentuknya?

2. Kesulitan apa yang kamu dan kelompokmu temukan saat menguji potensi pemotongan atau penyambungan bahan limbah kering tersebut?

3. Bagaimana eksplorasi karakteristik bahan ini membantumu lebih siap membayangkan rencana karya rupa sebelum mulai membuatnya?

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.