LKPDPertemuan 11Bab 4Fase BSemester 2

LKPD Seni Rupa Kelas 4: Asesmen Sumatif: Membuat Miniatur Bangunan Umum

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Seni Rupa kelas 4 dengan topik "Asesmen Sumatif: Membuat Miniatur Bangunan Umum". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD Seni Rupa Kelas 4: Asesmen Sumatif: Membuat Miniatur Bangunan Umum

Seni Rupa - Kelas 4

Bab 4 - Pertemuan 11

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Seni Rupa — Kelas 4 (Fase B)

Topik: Asesmen Sumatif: Membuat Miniatur Bangunan Umum

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranSeni Rupa
Fase / KelasFase B / Kelas 4
TopikAsesmen Sumatif: Membuat Miniatur Bangunan Umum
Alokasi Waktu70 menit (2 JP)
Tipe Aktivitascampuran
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Menghasilkan miniatur bangunan umum (tempat ibadah, sekolah, dll) dari benda di sekitar dengan menerapkan prinsip keseimbangan dan penempelan yang kuat.
  2. Menyajikan dan menjelaskan karya miniatur bangunan umum yang berdampak pada perasaan atau mewakili harapan.

PETUNJUK UMUM

  • 1. Bacalah setiap petunjuk kegiatan dengan saksama sebelum mulai bekerja.
  • 2. Siapkan alat dan bahan yang sudah kamu bawa dari rumah (benda bekas, lem, gunting, dll).
  • 3. Kerjakan kegiatan secara urut dari nomor 1 sampai 3.
  • 4. Jika ada kesulitan, tanyakan kepada guru atau diskusikan dengan teman sebangkumu.
  • 5. Nikmati prosesnya dan jadilah kreatif! Tidak ada jawaban 'salah' selama kamu berusaha dengan sungguh-sungguh.

KEGIATAN

Kegiatan 1: Ayo, Rencanakan Miniatur Impianmu!

Estimasi: 15 menit

Alat & Bahan:

  • Benda-benda bekas (kardus, botol plastik, tutup botol, gulungan tisu, dll)
  • Lem tembak/lem kertas
  • Gunting
  • Pensil dan penghapus
  • Kertas HVS/karton untuk sketsa
  • Penggaris

Petunjuk Pengerjaan:

  1. 1. Keluarkan semua benda bekas yang kamu bawa (kotak bekas, botol plastik, tutup botol, kardus, dll).
  2. 2. Amati bentuk dan ukuran benda-benda itu. Bayangkan bangunan umum apa yang bisa kamu buat? (Misalnya: masjid, gereja, sekolah, pos ronda, perpustakaan keliling).
  3. 3. Pilih benda-benda yang paling cocok untuk badan, atap, jendela, dan pintu bangunanmu.
  4. 4. Gambarlah sketsa rencana miniaturmu di kotak yang tersedia. Tulis juga nama bangunan yang akan kamu buat.
  5. 5. Beri tanda (✓) pada bagian mana yang harus kamu perhatikan agar bangunan berdiri seimbang (misalnya bagian bawah harus lebar dan rata).

Pertanyaan:

1. Bangunan umum apa yang akan kamu buat? Mengapa kamu memilih bangunan itu?

2. Gambarlah sketsa miniatur bangunanmu di kotak di bawah ini. Beri keterangan bagian-bagiannya (atap, dinding, pintu, jendela, dan bahan yang digunakan).

Ruang gambar

3. Bagaimana cara kamu memastikan miniaturmu berdiri seimbang dan tidak mudah roboh? Tuliskan idemu!

Tulis jawaban di kotak yang disediakan. Untuk nomor 2, gunakan kotak kosong untuk sketsa (boleh beri warna).

Kegiatan 2: Ayo, Bangun Miniaturmu!

Estimasi: 30 menit

Alat & Bahan:

  • Sama seperti kegiatan 1, ditambah lem tembak/lem kertas tambahan
  • Kertas koran bekas untuk alas

Petunjuk Pengerjaan:

  1. 1. Susun benda-benda sesuai sketsa rencanamu. Mulailah dari bagian bawah (alas) ke atas.
  2. 2. Setiap kali menambahkan bagian, periksa apakah bangunan masih seimbang. Jika miring, ganti atau geser benda sampai stabil.
  3. 3. Jika sudah yakin dengan susunannya, tempelkan benda satu per satu dengan lem yang cukup kuat. Tunggu hingga lem kering sebelum menempel bagian berikutnya.
  4. 4. Setelah semua bagian terpasang, biarkan miniatur mengering sempurna selama beberapa menit.
  5. 5. Catat langkah-langkah yang kamu lakukan dan kesulitan yang kamu hadapi pada tabel di bawah.

Pertanyaan:

1. Lengkapi tabel berikut dengan langkah dan kendala yang kamu alami saat membuat miniatur:

Ruang tabel jawaban

2. Bagian mana dari miniaturmu yang paling sulit dibuat agar seimbang? Ceritakan bagaimana kamu menyelesaikannya!

3. Apakah lem yang kamu gunakan cukup kuat menahan semua bagian? Jika ada yang lepas, bagaimana kamu memperbaikinya?

Tulis jawaban nomor 1 pada tabel 4 kolom (No, Langkah, Kendala, Cara mengatasi). Gunakan 3 baris. Jawaban nomor 2 dan 3 tulis di kotak kosong.

Kegiatan 3: Ayo, Ceritakan Karyamu!

Estimasi: 20 menit

Alat & Bahan:

  • Miniatur yang sudah jadi
  • Catatan kecil (opsional)

Petunjuk Pengerjaan:

  1. 1. Letakkan miniaturmu di meja agar bisa dilihat oleh teman-teman.
  2. 2. Persiapkan diri untuk maju ke depan kelas (atau presentasi ke teman sebangku) dan menjelaskan karyamu.
  3. 3. Ceritakan: (a) nama bangunan dan bahan yang digunakan, (b) perasaanmu saat membuatnya, (c) harapan yang ingin kamu sampaikan lewat bangunan ini.
  4. 4. Dengarkan presentasi temanmu dengan baik dan beri apresiasi (tepuk tangan atau komentar positif).
  5. 5. Setelah selesai presentasi, jawab pertanyaan berikut secara tertulis.

Pertanyaan:

1. Bagaimana perasaanmu ketika melihat miniaturmu sudah jadi? Apakah ada perasaan bangga, senang, atau justru kurang puas? Jelaskan!

2. Miniatur bangunanmu mewakili harapan apa untuk dirimu, keluargamu, atau lingkungan sekitarmu?

3. Jika kamu bisa mengubah satu hal dari miniaturmu, apa yang akan kamu ubah? Mengapa?

Tulis jawaban di kotak kosong, minimal 3 kalimat untuk setiap nomor.

REFLEKSI

1. 1. Apa hal baru yang kamu pelajari dari kegiatan membuat miniatur ini?

2. 2. Tantangan apa yang paling berkesan saat kamu menyusun benda-benda agar seimbang? Bagaimana cara kamu menghadapinya?

3. 3. Menurutmu, apa manfaat belajar membuat miniatur dari barang bekas untuk kehidupan sehari-hari?

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.