LKPDPertemuan 2Bab 4Fase ASemester 1

LKPD Seni Rupa Kelas 2: Eksplorasi Pewarna Kering

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Seni Rupa kelas 2 dengan topik "Eksplorasi Pewarna Kering". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD Seni Rupa Kelas 2: Eksplorasi Pewarna Kering

Seni Rupa - Kelas 2

Bab 4 - Pertemuan 2

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Seni Rupa — Kelas 2 (Fase A)

Topik: Eksplorasi Pewarna Kering

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranSeni Rupa
Fase / KelasFase A / Kelas 2
TopikEksplorasi Pewarna Kering
Alokasi Waktu70 menit (2 × 35 menit)
Tipe Aktivitascampuran
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Mengeksplorasi penggunaan pewarna kering (pensil warna, krayon, pastel minyak) untuk membuat goresan dan campuran warna pada kertas.
  2. Membandingkan karakteristik goresan dari berbagai pewarna kering.

PETUNJUK UMUM

  • Siapkan pensil warna, krayon, dan pastel minyak sebelum memulai.
  • Siapkan buku gambar atau kertas putih polos minimal 2 lembar.
  • Letakkan koran bekas atau kertas roti di bawah kertas kerjamu agar meja tidak kotor.
  • Kerjakan setiap kegiatan dengan tertib dan penuh semangat.
  • Boleh bertanya kepada guru jika ada yang belum dipahami.
  • Jaga kebersihan meja dan tanganmu selama bekerja.

KEGIATAN

Kegiatan 1: Ayo Kenali Pewarna Keringku!

Estimasi: 15 menit

Alat & Bahan:

  • 1 batang pensil warna (pilih satu warna)
  • 1 batang krayon (pilih satu warna)
  • 1 batang pastel minyak (pilih satu warna)

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Ambil satu pensil warna, satu krayon, dan satu pastel minyak.
  2. Pegang masing-masing pewarna dan rasakan bentuk serta teksturnya.
  3. Amati warna, bentuk, dan bahan masing-masing pewarna.
  4. Cium aroma ringannya (jika aman) dan perhatikan apakah ada perbedaan.
  5. Jawab pertanyaan di bawah ini berdasarkan pengamatanmu.

Pertanyaan:

1. Tuliskan nama ketiga pewarna yang kamu miliki di kolom tabel berikut, lalu gambar bentuknya secara sederhana (boleh seperti lonjong atau persegi panjang).

Ruang tabel jawaban

2. Ketika kamu memegang masing-masing pewarna, mana yang terasa paling keras dan mana yang terasa paling lembut? Tuliskan jawabanmu!

3. Menurutmu, mengapa pewarna kering tidak membutuhkan air saat digunakan? Ceritakan pendapatmu!

Tabel 3 kolom untuk soal nomor 1 (kolom: Nama Pewarna | Gambar Bentuk | Warna yang Tersedia). Baris isian kosong untuk soal nomor 2. Kotak uraian bergaris 3 baris untuk soal nomor 3.

Kegiatan 2: Ayo Coba Buat Goresan!

Estimasi: 25 menit

Alat & Bahan:

  • Pensil warna
  • Krayon
  • Pastel minyak
  • 1 lembar kertas putih polos
  • Koran bekas atau kertas roti sebagai alas

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Ambil selembar kertas putih polos.
  2. Bagi kertasmu menjadi 3 bagian dengan melipat atau membuat garis ringan dengan pensil.
  3. Di bagian pertama, buat berbagai macam goresan menggunakan pensil warna: garis lurus, garis zigzag, lingkaran, dan titik-titik.
  4. Di bagian kedua, lakukan hal yang sama menggunakan krayon.
  5. Di bagian ketiga, lakukan hal yang sama menggunakan pastel minyak.
  6. Coba juga tekan pewarna dengan kuat, lalu dengan ringan untuk melihat perbedaan warnanya.
  7. Setelah selesai, amati ketiga bagian dan jawab pertanyaan berikut.

Pertanyaan:

1. Lengkapi tabel perbandingan goresan berikut berdasarkan hasil eksperimenmu!

Ruang tabel jawaban

2. Ketika kamu menekan pewarna dengan kuat dan dengan ringan, apakah warna yang dihasilkan berbeda? Ceritakan apa yang kamu lihat!

3. Gambarkan di kotak berikut: satu contoh goresan favoritmu dari salah satu pewarna yang kamu coba! Tulis juga nama pewarna yang kamu gunakan.

Ruang gambar

Tabel 4 kolom untuk soal nomor 1 (kolom: Nama Pewarna | Tebal/Tipisnya Goresan | Pekat/Mudanya Warna | Halus/Kasarnya Hasil). Kotak uraian bergaris 4 baris untuk soal nomor 2. Kotak kosong berukuran 8×8 cm untuk soal nomor 3 (dilengkapi baris nama pewarna di bawah kotak).

Kegiatan 3: Ayo Campur Warnanya!

Estimasi: 30 menit

Alat & Bahan:

  • Krayon minimal 2 warna berbeda
  • Pastel minyak minimal 2 warna berbeda
  • 1 lembar kertas putih polos
  • Koran bekas atau kertas roti sebagai alas
  • Tisu atau lap bersih untuk membersihkan jari

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Ambil selembar kertas baru.
  2. Pilih dua warna krayon atau dua warna pastel minyak yang berbeda (contoh: merah dan kuning).
  3. Goreskan warna pertama di kertas, buat sebuah bidang kecil (sekitar 3×3 cm).
  4. Goreskan warna kedua di atas atau di sebelah warna pertama sehingga keduanya bertemu dan saling tumpang tindih di bagian tengah.
  5. Usap perlahan bagian yang bertemu dengan ujung jarimu agar warna berbaur (blending).
  6. Amati warna baru yang muncul di bagian tengah.
  7. Coba ulangi dengan dua warna lain yang kamu suka.
  8. Jawab pertanyaan berikut.

Pertanyaan:

1. Warna apa yang kamu campur? Warna baru apa yang muncul? Isi tabel di bawah ini untuk dua percobaan campuranmu!

Ruang tabel jawaban

2. Ketika kamu mengusap campuran warna dengan jari, apa yang terjadi? Apakah hasilnya sama antara krayon dan pastel minyak?

3. Dari semua pewarna kering yang kamu coba hari ini (pensil warna, krayon, pastel minyak), mana yang paling kamu sukai? Mengapa? Tuliskan alasanmu!

Tabel 3 kolom untuk soal nomor 1 (kolom: Warna Pertama | Warna Kedua | Warna Campuran yang Muncul) dengan 2 baris isian. Kotak diskusi bergaris 3 baris untuk soal nomor 2 (diberi ikon 'bicara bersama teman'). Kotak uraian bergaris 4 baris untuk soal nomor 3.

REFLEKSI

1. Pewarna kering mana yang paling menarik buatmu hari ini? Apa yang membuatnya istimewa?

2. Apakah ada sesuatu yang mengejutkan saat kamu mencampur dua warna? Ceritakan!

3. Menurutmu, kapan kamu akan menggunakan pensil warna, krayon, atau pastel minyak saat membuat karya? Apa bedanya?

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.