LKPDPertemuan 9Bab 2Fase BSemester 1

LKPD Seni Musik Kelas 4: Pola Irama dalam Lagu Anak

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Seni Musik kelas 4 dengan topik "Pola Irama dalam Lagu Anak". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD Seni Musik Kelas 4: Pola Irama dalam Lagu Anak

Seni Musik - Kelas 4

Bab 2 - Pertemuan 9

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Seni Musik — Kelas 4 (Fase B)

Topik: Pola Irama dalam Lagu Anak

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranSeni Musik
Fase / KelasFase B / Kelas 4
TopikPola Irama dalam Lagu Anak
Alokasi Waktu70 menit (1 pertemuan)
Tipe Aktivitascampuran
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Mengidentifikasi pola irama dalam lagu anak (misal: 'Anak Gembala', 'Pemandangan').
  2. Memainkan pola irama sebagai iringan lagu anak dengan perkusi tubuh atau alat musik ritmis.

PETUNJUK UMUM

  • Bacalah setiap petunjuk kegiatan dengan saksama sebelum mengerjakan.
  • Kerjakan secara berurutan dari kegiatan 1 hingga kegiatan 3.
  • Jangan ragu untuk bertanya kepada guru jika ada langkah yang belum jelas.
  • Nikmati setiap prosesnya—belajar musik itu menyenangkan!

KEGIATAN

Kegiatan 1: Menangkap Pola Irama Lewat Lagu

Estimasi: 20 menit

Alat & Bahan:

  • Pengeras suara/speaker
  • Rekaman lagu 'Anak Gembala' dan 'Pemandangan'
  • Lembar kerja ini

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Dengarkan lagu 'Anak Gembala' atau 'Pemandangan' yang akan diputar oleh guru.
  2. Sambil mendengarkan, tepuk tanganmu mengikuti ketukan yang kamu rasa.
  3. Setelah selesai, diskusikan dengan teman sebangkumu: mana ketukan yang terasa 'kuat' dan mana yang terasa 'lemah'?
  4. Gambarkan pola ketukan tersebut pada tabel di bawah.

Pertanyaan:

1. Lagu apa yang kamu dengarkan? Tuliskan judulnya.

2. Dalam lagu tersebut, ada ketukan yang terasa lebih kuat dan ada yang lebih lemah. Coba lingkari kata 'kuat' atau 'lemah' pada setiap ketukan di bawah ini sesuai yang kamu dengar:
Ketukan 1: kuat / lemah
Ketukan 2: kuat / lemah
Ketukan 3: kuat / lemah
Ketukan 4: kuat / lemah

3. Gambarkan pola irama yang kamu rasakan dengan menggunakan simbol berikut:

  • Tanda ‘ ( ) ‘ untuk bunyi kuat
  • Tanda ‘. ‘ untuk bunyi lemah

(Buatlah dalam 4 kotak berurutan di bawah ini)

Ruang gambar

4. Bandingkan jawabanmu dengan teman di sebelah. Apakah ada perbedaan? Mengapa menurutmu hal itu bisa terjadi? Tuliskan pendapatmu.

Tulis jawaban pada kotak kecil di samping setiap pertanyaan. Untuk soal nomor 3, gambarlah 4 kotak berurutan dan isi simbol kuat/lemah.

Kegiatan 2: Bermain Pola Irama dengan Tubuh

Estimasi: 25 menit

Alat & Bahan:

  • Tidak ada alat khusus, cukup tubuh sendiri

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Pilih satu pola irama dari kegiatan 1 yang paling kamu ingat.
  2. Coba tirukan pola tersebut menggunakan tepuk tangan (untuk bunyi kuat) dan tepuk paha (untuk bunyi lemah).
  3. Ulangi beberapa kali hingga kamu merasa lancar.
  4. Sekarang, buatlah satu pola irama barumu yang berbeda (masih dalam 4 ketukan). Gunakan kombinasi tepuk tangan, hentakan kaki, atau jentikan jari.
  5. Peragakan pola buatanmu di depan teman sekelompok, lalu catat hasil diskusi.

Pertanyaan:

1. Tuliskan pola irama dari lagu yang kamu tirukan (gunakan simbol ( ) untuk kuat dan. untuk lemah seperti di kegiatan 1).

2. Pola irama baru ciptaanmu: tuliskan dengan simbol yang sama.

3. Gerakan tubuh apa yang kamu pilih untuk bunyi kuat? (misal: tepuk tangan, hentak kaki, jentik jari)
Untuk bunyi lemah: gerakan tubuh apa?

4. Setelah memperagakan pola iramamu, mintalah pendapat satu teman. Apakah pola iramanya mudah diikuti? Catat komentarnya.

Sediakan 4 baris kosong untuk menulis simbol pola irama. Untuk jawaban diskusi, tulis di baris yang telah disediakan.

Kegiatan 3: Iringi Lagu dengan Alat Musik Ritmis

Estimasi: 25 menit

Alat & Bahan:

  • Marakas
  • Tamborin
  • Kastanyet
  • Botol plastik berisi kerikil/beras (alternatif)
  • Rekaman lagu (opsional)

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Ambil alat musik ritmis yang tersedia di kelas (misalnya marakas, tamborin, kastanyet, atau alat sederhana buatan sendiri dari botol berisi kerikil).
  2. Pilih salah satu lagu anak dari kegiatan 1 (Anak Gembala atau Pemandangan).
  3. Bersama kelompokmu (3-4 orang), tentukan siapa yang memainkan pola irama kuat dan siapa yang memainkan pola irama lemah. Kalian boleh juga membuat dua pola berbeda yang dimainkan bergantian.
  4. Latih iringan lagu tersebut beberapa kali hingga kompak.
  5. Tampilkan hasilnya di depan kelas secara bergiliran.

Pertanyaan:

1. Alat musik ritmis apa yang kamu gunakan? Tuliskan nama alatnya.

2. Dalam kelompokmu, pola irama apa yang kamu mainkan? Gambarkan dengan simbol ( ) dan. seperti sebelumnya, untuk 4 ketukan.

Ruang gambar

3. Bagaimana perasaanmu saat memainkan alat musik ritmis untuk mengiringi lagu? Apakah kamu merasa serasi dengan kelompok? Jelaskan.

4. Apa tantangan terbesar saat memainkan pola irama bersama kelompok? Bagaimana cara kalian mengatasinya?

Sediakan area untuk menggambar simbol, dan baris jawaban untuk pertanyaan uraian. Untuk diskusi berkelompok, tulis kesimpulan di buku catatan terpisah lalu salin poin penting di lembar ini.

REFLEKSI

1. Dari kegiatan hari ini, bagian mana yang paling menyenangkan? Mengapa?

2. Apakah kamu merasa lebih bisa merasakan ketukan kuat dan lemah dalam sebuah lagu setelah kegiatan ini? Beri contoh lagu lain yang bisa kamu coba analisis sendiri.

3. Apa yang akan kamu lakukan jika suatu hari diminta mengiringi lagu dengan alat musik ritmis? Ceritakan rencanamu dalam satu kalimat.

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.