LKPDPertemuan 8Bab 2Fase BSemester 1

LKPD Seni Musik Kelas 4: Mengimitasi Pola Bunyi Alat Musik

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Seni Musik kelas 4 dengan topik "Mengimitasi Pola Bunyi Alat Musik". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD Seni Musik Kelas 4: Mengimitasi Pola Bunyi Alat Musik

Seni Musik - Kelas 4

Bab 2 - Pertemuan 8

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Seni Musik — Kelas 4 (Fase B)

Topik: Mengimitasi Pola Bunyi Alat Musik

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranSeni Musik
Fase / KelasFase B / Kelas 4
TopikMengimitasi Pola Bunyi Alat Musik
Alokasi Waktu70 menit (2 JP)
Tipe Aktivitascampuran
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Mengimitasi pola bunyi dari alat musik ritmis (misal: drum, tamborin) dan melodis (misal: pianika, recorder).
  2. Membuat bunyi sederhana menggunakan anggota tubuh atau alat musik yang tersedia.

PETUNJUK UMUM

  • Bacalah setiap petunjuk kegiatan dengan seksama sebelum memulai.
  • Kerjakan semua kegiatan dengan semangat dan rasa ingin tahu yang besar!
  • Dengarkan dengan teliti setiap bunyi dan pola yang kamu coba imitasi.
  • Jangan takut salah, bermusik adalah tentang mencoba dan berlatih.
  • Kerjakan bersama teman-temanmu dan saling membantu.
  • Tuliskan atau gambarkan jawabanmu dengan jelas di tempat yang disediakan.

KEGIATAN

Kegiatan 1: Mengenal dan Mengimitasi Bunyi Alat Musik

Estimasi: 25 menit

Alat & Bahan:

  • Alat musik ritmis: drum, tamborin, atau alat perkusi sederhana
  • Alat musik melodis: pianika, recorder, atau keyboard
  • Audio player (jika menggunakan rekaman)
  • Pensil dan pensil warna

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Dengarkan bunyi alat musik yang diputar atau dimainkan oleh gurumu (drum, tamborin, pianika, atau recorder).
  2. Perhatikan pola bunyi yang kamu dengar: apakah cepat, lambat, keras, atau lembut?
  3. Cobalah menirukan pola bunyi tersebut dengan menepuk tangan atau memukul meja.
  4. Ulangi sampai kamu merasa pola bunyimu mirip dengan yang kamu dengar.
  5. Tuliskan pengalamanmu di tabel yang tersedia.

Pertanyaan:

1. Lengkapi tabel pengamatanmu tentang bunyi alat musik yang kamu dengar!

Ruang tabel jawaban

2. Menurutmu, apa perbedaan bunyi alat musik ritmis (drum, tamborin) dengan alat musik melodis (pianika, recorder)?

3. Gambarkan pola bunyi yang kamu dengar menggunakan simbol sederhana! (Contoh: lingkaran besar untuk bunyi keras, lingkaran kecil untuk bunyi lembut, atau garis panjang dan pendek)

Ruang gambar

Tabel dengan 4 kolom: Nama Alat Musik | Bunyi yang Dihasilkan | Cara Memainkan | Kesan yang Kamu Rasakan. Sediakan 4 baris untuk 4 alat musik. Untuk nomor 2: kotak jawaban 5-7 baris. Untuk nomor 3: kotak kosong untuk menggambar pola bunyi.

Kegiatan 2: Membuat Bunyi dengan Anggota Tubuh

Estimasi: 20 menit

Alat & Bahan:

  • Anggota tubuh (tangan, kaki, mulut)
  • Ruang kelas yang cukup untuk bergerak

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Sekarang giliran kamu membuat bunyi sendiri menggunakan anggota tubuhmu!
  2. Coba berbagai cara: tepuk tangan, tepuk paha, jentik jari, hentak kaki, ketuk dada, atau petik bibir.
  3. Buatlah pola bunyi sederhana yang bisa diulang-ulang, misalnya: tepuk-tepuk-hentak, tepuk-tepuk-hentak.
  4. Berlatihlah beberapa kali sampai pola bunyimu teratur.
  5. Mainkan pola bunyimu di depan teman sebangkumu, lalu bergantian mendengarkan pola bunyi temanmu.
  6. Cobalah menirukan pola bunyi yang dibuat temanmu!

Pertanyaan:

1. Tuliskan pola bunyi yang kamu ciptakan menggunakan kata-kata! (Contoh: tepuk-tepuk-hentak-tepuk-tepuk-hentak)

2. Bagaimana perasaanmu saat membuat pola bunyi sendiri? Apakah mudah atau sulit? Ceritakan!

3. Diskusikan dengan teman sebangkumu: Pola bunyi siapa yang lebih mudah ditirukan? Mengapa?

Nomor 1: 2 baris untuk menulis pola bunyi. Nomor 2: kotak jawaban 5-7 baris untuk menceritakan perasaan. Nomor 3: kotak jawaban 5-7 baris untuk hasil diskusi dengan teman.

Kegiatan 3: Menciptakan Pertunjukan Bunyi Kelompok

Estimasi: 25 menit

Alat & Bahan:

  • Anggota tubuh
  • Alat musik sederhana yang tersedia (opsional): botol, sendok, gelas, kotak, kaleng
  • Ruang kelas atau aula untuk pertunjukan

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Bentuk kelompok beranggotakan 4-5 orang.
  2. Setiap anggota kelompok memilih: akan membuat bunyi dengan anggota tubuh ATAU menggunakan alat musik sederhana yang tersedia (jika ada).
  3. Ciptakan pola bunyi kelompok dengan cara: setiap orang membuat pola bunyinya sendiri, lalu dimainkan bersama-sama secara bergantian atau bersamaan.
  4. Berlatihlah bersama sampai pola bunyi kelompokmu kompak dan enak didengar.
  5. Tampilkan pertunjukan bunyi kelompokmu di depan kelas!
  6. Setelah semua kelompok tampil, berikan tanggapan untuk kelompok lain.

Pertanyaan:

1. Tuliskan nama anggota kelompokmu dan pola bunyi yang dimainkan masing-masing!

Ruang tabel jawaban

2. Gambarkan susunan atau urutan bunyi kelompokmu! Siapa yang main duluan? Siapa yang ikut kemudian? Gunakan tanda panah atau angka 1, 2, 3, dst.

Ruang gambar

3. Berikan tanggapan untuk satu kelompok lain: Apa yang menarik dari pertunjukan mereka? Apa yang bisa diperbaiki?

Nomor 1: Tabel 3 kolom dengan 5 baris untuk anggota kelompok. Nomor 2: Kotak besar untuk menggambar urutan/susunan bunyi. Nomor 3: Kotak jawaban 5-7 baris untuk tanggapan.

REFLEKSI

1. Apa yang paling menyenangkan dari kegiatan membuat dan menirukan bunyi hari ini?

2. Menurutmu, mengapa penting belajar mengimitasi pola bunyi dalam bermusik?

3. Bunyi apa yang ingin kamu pelajari atau ciptakan selanjutnya? Mengapa?

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.