LKPDPertemuan 5Bab 2Fase BSemester 1

LKPD Seni Musik Kelas 3: Membuat Pola Irama Sederhana

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Seni Musik kelas 3 dengan topik "Membuat Pola Irama Sederhana". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD Seni Musik Kelas 3: Membuat Pola Irama Sederhana

Seni Musik - Kelas 3

Bab 2 - Pertemuan 5

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Seni Musik — Kelas 3 (Fase B)

Topik: Membuat Pola Irama Sederhana

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranSeni Musik
Fase / KelasFase B / Kelas 3
TopikMembuat Pola Irama Sederhana
Alokasi Waktu2 x 35 menit (70 menit)
Tipe Aktivitascampuran (praktik individu, kerja kelompok, dan diskusi)
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid mampu membuat pola irama sederhana menggunakan anggota tubuh atau alat musik ritmis.
  2. Murid mampu menirukan pola irama yang dibuat oleh teman.

PETUNJUK UMUM

  • Pastikan kamu sudah duduk dengan nyaman dan siap belajar musik bersama teman-temanmu.
  • Siapkan anggota tubuhmu sebagai alat musik alami, ya! Kamu bisa bertepuk tangan, menjentikkan jari, menepuk meja, atau menghentakkan kaki.
  • Jika ada alat musik ritmis di sekolah (seperti tamborin, marakas, drum kecil, atau stick), kamu boleh menggunakannya.
  • Dengarkan instruksi gurumu dengan saksama sebelum memulai setiap kegiatan.
  • Nikmati prosesnya — tidak masalah jika pola iramamu masih sederhana. Yang penting kamu berani mencoba dan bersenang-senang!

KEGIATAN

Kegiatan 1: Eksplorasi Bunyi Tubuhku

Estimasi: 20 menit

Alat & Bahan:

  • Tidak ada alat khusus — cukup anggota tubuh peserta didik.

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Duduklah dengan rileks. Pejamkan mata sejenak dan tarik napas dalam-dalam. Rasakan tubuhmu tenang dan siap bergerak.
  2. Sekarang, cobalah membuat bunyi dengan 4 anggota tubuh berbeda: tepuk tangan, tepuk paha, jentikkan jari, dan hentakkan kaki. Dengarkan setiap bunyinya.
  3. Jawab pertanyaan di bawah ini untuk membantu kamu mengenali bunyi yang kamu hasilkan.
  4. Setelah menulis, tunjukkan bunyi-bunyi itu kepada teman di sebelahmu dan bandingkan suaranya.

Pertanyaan:

1. Bunyi apa yang paling keras di antara 4 bunyi yang kamu coba? Mengapa menurutmu bunyi itu paling keras?

2. Bunyi apa yang paling pelan? Apa yang membuatnya pelan?

3. Coba buat pola sederhana dengan 4 bunyi tubuh secara urut. Contoh: tepuk – hentak – tepuk paha – jentik. Tuliskan pola buatanmu sendiri di kotak jawaban.

Kotak jawaban untuk pertanyaan 1 dan 2 masing-masing berupa 3 baris garis. Untuk pertanyaan 3, satu kotak persegi panjang besar untuk menuliskan urutan pola (boleh disertai gambar kecil anggota tubuh).

Kegiatan 2: Kreasi Pola Iramaku

Estimasi: 25 menit

Alat & Bahan:

  • Alat musik ritmis (opsional): tamborin, marakas, stick kayu, atau alat sederhana seperti botol plastik berisi beras.
  • Meja atau lantai yang aman untuk menepuk/hentak.

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Kamu akan membuat pola irama sederhana sepanjang 4 ketukan.
  2. Pilih minimal 3 jenis bunyi dari anggota tubuhmu (tepuk, hentak, tepuk paha, jentik) atau gunakan alat musik ritmis jika tersedia.
  3. Susun 4 bunyi secara berurutan menjadi pola irama milikmu sendiri. Contoh: bunyi 1 – bunyi 2 – bunyi 3 – bunyi 4.
  4. Latih pola iramamu sebanyak 5 kali sampai kamu hafal dan lancar memainkannya.
  5. Tuliskan pola iramamu di tabel yang disediakan. Kamu boleh menulis nama bunyi atau menggambar simbol sederhana (misal: lingkaran untuk tepuk, segitiga untuk hentak, garis untuk jentik).
  6. Setelah selesai, peragakan pola iramamu di depan teman sekelompokmu (3-4 orang) secara bergiliran.

Pertanyaan:

1. Isilah tabel pola irama 4 ketukan milikmu sendiri!

Ruang tabel jawaban

2. Mengapa kamu memilih urutan bunyi seperti itu? Ceritakan alasannya dengan 1-2 kalimat!

3. Bagaimana perasaanmu saat memainkan pola iramu sendiri? Apakah kamu merasa senang atau kesulitan? Jelaskan!

Tabel 4 kolom (Ketukan ke-1 sampai ke-4) dan 2 baris (baris 1 untuk nomor ketukan, baris 2 untuk isian pola). Pertanyaan 2 dan 3: 3-4 baris garis jawaban.

Kegiatan 3: Tiru dan Kembangkan!

Estimasi: 25 menit

Alat & Bahan:

  • Anggota tubuh atau alat musik ritmis (sama seperti Kegiatan 2).

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Bekerjalah dalam kelompok yang terdiri dari 3-4 orang.
  2. Secara bergiliran, setiap anggota kelompok memperagakan pola irama yang sudah dibuat di Kegiatan 2.
  3. Anggota kelompok yang lain harus mendengarkan dengan saksama, lalu menirukan pola irama temannya sebanyak 2 kali berturut-turut.
  4. Setelah menirukan, cobalah menambahkan satu variasi kecil pada pola tersebut. Contoh: mengganti bunyi di ketukan ke-3 dengan bunyi lain, atau menambah 1 ketukan di akhir.
  5. Amati tabel berikut, lalu tuliskan hasil tiruan dan variasi yang kamu lakukan.
  6. Setiap anggota kelompok mendapat giliran sebagai 'pemimpin pola' dan sebagai 'peniru'. Pastikan semua kebagian.

Pertanyaan:

1. Isilah tabel hasil kegiatan meniru pola irama temanmu!

Ruang tabel jawaban

2. Bagian mana yang paling seru saat meniru pola irama teman? Apakah ada pola yang sulit ditirukan? Mengapa?

3. Menurutmu, apa yang harus dilakukan agar bisa menirukan pola irama orang lain dengan tepat?

Tabel dengan 4 kolom: 'Nama Teman', 'Pola Irama Teman (4 ketuk)', 'Pola Tiruanku (sama)', 'Variasi yang Kutambahkan'. Baris tabel sebanyak 3 baris (untuk 3 teman). Pertanyaan 2 dan 3: 3-4 baris garis jawaban.

REFLEKSI

1. Kegiatan mana yang paling kamu sukai hari ini: eksplorasi bunyi, membuat pola irama sendiri, atau meniru pola teman? Mengapa?

2. Apa hal baru yang kamu pelajari tentang bunyi dari anggota tubuhmu hari ini?

3. Jika kamu bisa membuat pola irama lagi di rumah, bunyi apa saja yang ingin kamu coba? (Misal: bunyi dari benda di dapur, bunyi daun kering, dll.)

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.