LKPDPertemuan 7Bab 4Fase ASemester 2

LKPD Seni Musik Kelas 2: Membedakan Bunyi Keras dan Pelan

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Seni Musik kelas 2 dengan topik "Membedakan Bunyi Keras dan Pelan". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD Seni Musik Kelas 2: Membedakan Bunyi Keras dan Pelan

Seni Musik - Kelas 2

Bab 4 - Pertemuan 7

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Seni Musik — Kelas 2 (Fase A)

Topik: Membedakan Bunyi Keras dan Pelan

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranSeni Musik
Fase / KelasFase A / Kelas 2
TopikMembedakan Bunyi Keras dan Pelan
Alokasi Waktu70 menit
Tipe Aktivitascampuran
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat membedakan bunyi keras dan pelan dari sumber bunyi anggota tubuh dan benda.
  2. Murid dapat memproduksi bunyi keras dan pelan sesuai instruksi.

PETUNJUK UMUM

  • Baca setiap petunjuk dengan teliti sebelum mengerjakan.
  • Kerjakan setiap kegiatan dengan penuh semangat dan jujur.
  • Boleh bertanya kepada gurumu jika ada yang belum dimengerti.
  • Gunakan pensil warna untuk menggambar atau mewarnai jika diminta.
  • Jagalah kebersihan dan ketenangan kelas selama belajar.

KEGIATAN

Kegiatan 1: Yuk, Dengarkan dan Tebak! 🎵

Estimasi: 20 menit

Alat & Bahan:

  • Meja kelas
  • Tangan dan kaki murid
  • Lembar LKPD

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Duduklah dengan nyaman dan tutup matamu sejenak.
  2. Gurumu akan membunyikan 5 bunyi yang berbeda (tepuk tangan keras, tepuk tangan pelan, pukulan meja keras, ketukan meja pelan, dan hentakan kaki).
  3. Setelah mendengar setiap bunyi, buka matamu.
  4. Lingkari gambar telinga BESAR jika bunyinya KERAS, dan gambar telinga KECIL jika bunyinya PELAN pada tabel di bawah.
  5. Lalu tuliskan nama sumber bunyinya.

Pertanyaan:

1. Lengkapi tabel di bawah ini berdasarkan bunyi yang kamu dengar! Lingkari pilihan yang tepat.

No.Sumber BunyiKeras atau Pelan?
1...........KERAS / PELAN
2...........KERAS / PELAN
3...........KERAS / PELAN
4...........KERAS / PELAN
5...........KERAS / PELAN

2. Bagaimana cara kamu tahu apakah sebuah bunyi itu KERAS atau PELAN? Ceritakan dengan kata-katamu sendiri!

Isi tabel 3 kolom (nomor, sumber bunyi, keras/pelan) dan tulis uraian minimal 1–2 kalimat di bawah tabel.

Kegiatan 2: Aku Bisa Membuat Bunyi! 🥁

Estimasi: 25 menit

Alat & Bahan:

  • Meja kelas
  • Tangan dan kaki murid
  • Buku atau pensil (opsional sebagai alat ketuk)
  • Lembar LKPD

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Kali ini kamu akan mencoba membuat bunyi sendiri dengan anggota tubuhmu dan benda di sekitarmu.
  2. Lihat daftar instruksi di bawah. Ada 4 instruksi yang harus kamu lakukan satu per satu.
  3. Lakukan setiap instruksi ketika gurumu memberi aba-aba.
  4. Setelah mencoba, gambar atau tuliskan apa yang kamu lakukan dan beri tanda centang (✓) di kolom yang sesuai.
  5. Diskusikan bersama teman sebangkumu: apakah kalian menghasilkan bunyi yang sama?

Pertanyaan:

1. Lengkapi tabel pengamatanmu setelah mencoba setiap instruksi!

No.InstruksiApa yang Kamu Lakukan?Hasil Bunyinya
1Tepuk tanganmu dengan KERAS 3 kali..........KERAS / PELAN
2Tepuk tanganmu dengan PELAN 3 kali..........KERAS / PELAN
3Ketuk mejamu dengan jari KERAS 4 kali..........KERAS / PELAN
4Ketuk mejamu dengan jari PELAN 4 kali..........KERAS / PELAN

2. Apa yang kamu lakukan agar bunyi menjadi KERAS? Apa yang kamu lakukan agar bunyi menjadi PELAN? Tuliskan jawabanmu!

3. Diskusikan dengan teman sebangkumu: Selain tangan dan meja, benda atau anggota tubuh apa lagi yang bisa menghasilkan bunyi KERAS dan bunyi PELAN? Tuliskan minimal 2 contoh untuk masing-masing!

Isi tabel 4 kolom (nomor, instruksi, apa yang kamu lakukan, hasil bunyi). Tulis jawaban uraian di bawah tabel. Tulis hasil diskusi dalam bentuk daftar 2 kolom (Keras / Pelan).

Kegiatan 3: Konduktor Cilik — Aku yang Mengatur Bunyinya! 🎼

Estimasi: 25 menit

Alat & Bahan:

  • Kertas merah dan biru kecil (kartu isyarat, disiapkan guru)
  • Pensil warna untuk menggambar ekspresi
  • Lembar LKPD

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Sekarang kamu akan bermain peran sebagai 'Konduktor Cilik' yang mengatur teman-temannya.
  2. Gurumu akan membagi kelas menjadi kelompok kecil (3–4 orang).
  3. Setiap kelompok mendapat giliran menjadi konduktor.
  4. Konduktor bertugas memberi instruksi kepada teman: 'KERAS!' atau 'PELAN!' menggunakan kartu isyarat (kertas merah = keras, kertas biru = pelan).
  5. Anggota kelompok lain mengikuti instruksi dengan membunyikan tepuk tangan atau ketukan meja.
  6. Setelah bermain, kerjakan pertanyaan di bawah ini sendiri-sendiri.

Pertanyaan:

1. Gambar wajah ekspresif di dalam kotak berikut yang menggambarkan perasaanmu saat mendengar bunyi KERAS dan bunyi PELAN!

[ Kotak Bunyi KERAS ] [ Kotak Bunyi PELAN ]
Gambar wajahmu di sini! Gambar wajahmu di sini!

Tuliskan 1 kata yang menggambarkan perasaanmu untuk masing-masing bunyi.

Ruang gambar

2. Saat kamu menjadi Konduktor Cilik, apakah teman-temanmu berhasil mengikuti instruksimu dengan benar? Ceritakan pengalamanmu dalam 2–3 kalimat!

3. Menurutmu, kapan bunyi KERAS lebih cocok digunakan dan kapan bunyi PELAN lebih cocok digunakan dalam kehidupan sehari-hari? Berikan masing-masing 1 contoh!

Sediakan 2 kotak gambar berdampingan (ukuran ±5x5 cm) untuk ekspresi wajah. Tulis 1 kata di bawah masing-masing kotak. Tulis uraian di baris bawahnya masing-masing 2–3 kalimat.

REFLEKSI

1. Hari ini kamu belajar tentang bunyi keras dan pelan. Bunyi apa yang paling kamu ingat? Mengapa bunyi itu berkesan bagimu?

2. Apakah kamu sudah bisa membuat bunyi keras dan bunyi pelan sendiri? Hal apa yang perlu kamu latih lagi?

3. Di rumah nanti, coba perhatikan bunyi-bunyi yang ada di sekitarmu. Tuliskan atau ceritakan kepada orang tuamu: ada bunyi keras apa dan bunyi pelan apa yang kamu temukan?

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.