LKPDPertemuan 8Bab 3Fase FSemester 2

LKPD Sejarah Kelas 11: Mengevaluasi Nilai Persatuan dan Daya Kritis Menghadapi Tirani untuk Dikontekstualisasikan dalam Kehidupan Masa Sekarang

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan Sejarah kelas 11 dengan topik "Mengevaluasi Nilai Persatuan dan Daya Kritis Menghadapi Tirani untuk Dikontekstualisasikan dalam Kehidupan Masa Sekarang".

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD Sejarah Kelas 11: Mengevaluasi Nilai Persatuan dan Daya Kritis Menghadapi Tirani untuk Dikontekstualisasikan dalam Kehidupan Masa Sekarang

Sejarah - Kelas 11

Bab 3 Pertemuan 8

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Sejarah — Kelas 11 (Fase F)

Topik: Mengevaluasi Nilai Persatuan dan Daya Kritis Menghadapi Tirani untuk Dikontekstualisasikan dalam Kehidupan Masa Sekarang

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranSejarah
Fase / KelasFase F / Kelas 11
TopikMengevaluasi Nilai Persatuan dan Daya Kritis Menghadapi Tirani untuk Dikontekstualisasikan dalam Kehidupan Masa Sekarang
Alokasi Waktu2 JP (2 x 45 menit = 90 menit)
Tipe Aktivitascampuran
Tahun Ajaran2026/2027
Semester2
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Mengevaluasi nilai-nilai yang terkandung dalam sejarah masa pendudukan Jepang untuk dikontekstualisasikan dalam kehidupan masa sekarang

PETUNJUK UMUM

  • Bacalah pengantar kasus dan instruksi pada setiap kegiatan dengan cermat.
  • Bekerjalah secara mandiri pada kegiatan awal, lalu diskusikan temuanmu bersama kelompok kerja beranggotakan 3-4 orang.
  • Fokuskan evaluasimu pada ketepatan nilai sejarah (persatuan, daya kritis, resiliensi) dan relevansinya bagi kehidupan generasi muda masa kini.
  • Tuliskan hasil evaluasi pada format lembar kerja yang telah disediakan.

KEGIATAN

Kegiatan 1: Eksplorasi dan Penilaian Nilai Menghadapi Tirani Jepang

Estimasi: 25 menit

Alat & Bahan:

  • Buku Siswa Sejarah Kelas XI Bab 3
  • Alat tulis/lembar catatan

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Bacalah ringkasan sejarah mengenai dua respons bangsa Indonesia pada masa pendudukan Jepang: (A) Taktik kooperatif para tokoh nasionalis dalam organisasi bentukan Jepang (seperti Putera dan Jawa Hokokai) yang dimanfaatkan untuk memelihara persatuan serta menyebarkan semangat kebangsaan secara terselubung; (B) Taktik non-kooperatif bawah tanah oleh pemuda (kelompok Sutan Sjahrir, Wikana, Chaerul Saleh) yang bersikap kritis menolak propaganda militer Jepang dan menyebarkan berita radio Sekutu.
  2. Evaluasilah nilai persatuan dan daya kritis yang muncul dari kedua strategi tersebut dengan melengkapi tabel evaluasi yang tersedia.

Pertanyaan:

1. Lengkapilah tabel evaluasi berikut untuk menilai efektivitas serta keterbatasan nilai persatuan dan daya kritis dari kedua strategi tersebut dalam menghadapi tirani Jepang!

Ruang tabel jawaban

Tabel 4 kolom: [Strategi Menghadapi Tirani | Nilai Karakter Utama yang Ditunjukkan | Kekuatan/Efektivitas Nilai dalam Menjaga Bangsa | Keterbatasan/Tantangan Nilai pada Zamannya]

Kegiatan 2: Kontekstualisasi Nilai Daya Kritis dan Persatuan terhadap Tantangan Era Digital

Estimasi: 35 menit

Alat & Bahan:

  • Kutipan artikel kasus disinformasi masa kini
  • Kertas plano atau buku kerja siswa

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Cermati studi kasus komparatif masa kini: 'Di era digital, generasi muda menghadapi banjir informasi, polarisasi sosial akibat hoaks, dan dominasi narasi media sosial yang dapat mengancam persatuan bangsa, serupa dengan sensor ketat dan propaganda radio zaman pendudukan Jepang.'
  2. Bersama kelompokmu, lakukan evaluasi kritis untuk menguji apakah nilai persatuan dan daya kritis dari masa Jepang masih relevan, serta bagaimana nilai tersebut harus disesuaikan untuk mengatasi tantangan modern.

Pertanyaan:

1. Bandingkan propaganda tirani Jepang masa lalu dengan arus misinformasi/hoaks era digital masa kini. Evaluasilah bagaimana nilai 'daya kritis pemuda bawah tanah' dapat dikontekstualisasikan oleh murid SMA agar tidak mudah termanipulasi informasi saat ini!

2. Evaluasilah bagaimana nilai 'persatuan lintas kelompok' yang diperjuangkan tokoh bangsa pada masa tirani Jepang dapat diterapkan saat ini untuk meredam konflik identitas di lingkungan sekolah atau masyarakat!

Format uraian esai analitis terstruktur (masing-masing 1-2 paragraf yang memuat: landasan nilai sejarah, evaluasi relevansi, dan contoh penerapan konkret masa kini).

Kegiatan 3: Perumusan Keputusan Kontekstual: Mengambil Sikap terhadap Realitas Sekarang

Estimasi: 30 menit

Alat & Bahan:

  • Lembar kerja siswa
  • Alat tulis

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Berdasarkan hasil diskusi kegiatan 1 dan 2, susunlah pernyataan evaluasi sikap kelompokmu.
  2. Rumuskan evaluasi tentang nilai sejarah masa pendudukan Jepang mana yang paling mendesak dihidupkan kembali dalam kehidupan berbangsa saat ini beserta alasannya.
  3. Sajikan intisari evaluasi dalam bentuk matriks keputusan nilai.

Pertanyaan:

1. Tentukan satu nilai utama masa pendudukan Jepang (Persatuan, Daya Kritis, atau Resiliensi/Ketangguhan). Evaluasilah mengapa nilai tersebut paling krusial untuk diterapkan oleh generasi muda hari ini dalam mempertahankan kedaulatan bangsa!

Matriks evaluasi nilai: [Nilai Terpilih | Refleksi Akar Sejarah Masa Jepang | Urgensi Evaluatif Masa Kini | Tindakan Konkret Murid]

REFLEKSI

1. Setelah mengevaluasi strategi bangsa dalam menghadapi tirani Jepang, makna apa yang kamu dapatkan tentang arti penting menjadi pemuda yang kritis sekaligus penjaga persatuan?

2. Dalam kehidupanmu sehari-hari di sekolah atau keluarga, situasi nyata apa yang paling membutuhkan daya kritis atau nilai persatuan yang telah kamu pelajari hari ini?

3. Apakah proses mengevaluasi nilai sejarah hari ini membantumu lebih bijak dalam menyaring pengaruh luar dan media sosial? Jelaskan secara singkat!

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.