LKPD Sejarah Kelas 11: Menerapkan Keterampilan Berpikir Diakronis dan Sinkronis Menganalisis Dampak Pendudukan Jepang Bidang Birokrasi dan Militer
LKPD ini disusun untuk satu pertemuan Sejarah kelas 11 dengan topik "Menerapkan Keterampilan Berpikir Diakronis dan Sinkronis Menganalisis Dampak Pendudukan Jepang Bidang Birokrasi dan Militer".
MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD
LKPD Sejarah Kelas 11: Menerapkan Keterampilan Berpikir Diakronis dan Sinkronis Menganalisis Dampak Pendudukan Jepang Bidang Birokrasi dan Militer
Sejarah - Kelas 11
Bab 3 Pertemuan 4
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD) Sejarah — Kelas 11 (Fase F) Topik: Menerapkan Keterampilan Berpikir Diakronis dan Sinkronis Menganalisis Dampak Pendudukan Jepang Bidang Birokrasi dan Militer INFORMASI UMUM
TUJUAN PEMBELAJARAN
PETUNJUK UMUM
KEGIATANKegiatan 1: Analisis Diakronis: Dinamika Perubahan Birokrasi dari Masa Hindia Belanda ke Pendudukan JepangEstimasi: 25 menit Alat & Bahan:
Petunjuk Pengerjaan:
Pertanyaan:1. Berdasarkan perspektif berpikir diakronis (kronologis dan perubahan sepanjang waktu), isilah tabel perbandingan untuk menganalisis perubahan birokrasi pemerintahan dari masa Hindia Belanda ke masa Pendudukan Jepang berikut: (a) Siapa pemegang posisi birokrasi puncak/tinggi, (b) Bagaimana posisi dan kesempatan birokrasi bagi kaum bumiputra (Indonesia), dan (c) Apa faktor penyebab terjadinya perubahan peran birokrasi tersebut seiring waktu? Ruang tabel jawaban Tabel 3 kolom dan 4 baris: Kolom 1 (Aspek Analisis Diakronis), Kolom 2 (Masa Hindia Belanda), Kolom 3 (Masa Pendudukan Jepang 1942–1945). Baris: 1) Pemegang jabatan puncak birokrasi, 2) Peran/posisi birokrasi kaum bumiputra, 3) Faktor penggerak perubahan kronologis. Kegiatan 2: Analisis Sinkronis: Pembagian Tiga Wilayah Pemerintahan Militer Jepang (1942–1945)Estimasi: 30 menit Alat & Bahan:
Petunjuk Pengerjaan:
Pertanyaan:1. Terapkan pendekatan berpikir sinkronis untuk menganalisis kondisi struktur militer-birokrasi Jepang di tiga zona wilayah pada periode yang sama (1942–1945). Jelaskan dalam format tabel komparatif mengenai:
Format tabel analisis sinkronis 4 kolom: Kolom 1 (Parameter Analisis Wilayah), Kolom 2 (Wilayah I: Jawa-Madura), Kolom 3 (Wilayah II: Sumatra), Kolom 4 (Wilayah III: Indonesia Timur). Kegiatan 3: Sintesis Diakronis-Sinkronis: Dampak Organisasi Militer/Semi-Militer terhadap Kemampuan Pertahanan BumiputraEstimasi: 35 menit Alat & Bahan:
Petunjuk Pengerjaan:
Pertanyaan:1. Terapkan berpikir sinkronis: Apa fungsi dan tujuan dibentuknya korps militer bumiputra (seperti PETA dan Heiho) dalam struktur pertahanan garis belakang Jepang menghadapi Sekutu pada sekitar tahun 1943–1944? 2. Terapkan berpikir diakronis: Analisislah kesinambungan (kontinuitas waktu) dari pelatihan militer yang didapatkan perwira bumiputra pada masa Jepang terhadap pembentukan Badan Keamanan Rakyat (BKR) / Tentara Keamanan Rakyat (TKR) saat mempertahankan kemerdekaan Indonesia! Ruang uraian 2 kolom pembanding: Kolom Kiri memuat 'Analisis Sinkronis Masa Perang (1943-1944)' dan Kolom Kanan memuat 'Analisis Diakronis Kesinambungan Sejarah (1943 hingga Pasca-1945)', masing-masing 1 paragraf penjelasan padat. REFLEKSI1. Bagaimana penerapan cara berpikir diakronis dan sinkronis membantumu melihat dampak penjajahan Jepang secara lebih utuh dan tidak sekadar menghafal tahun peristiwa? 2. Dari pemahaman tentang dampak birokrasi dan militer masa pendudukan Jepang, apa keterkaitan yang masih bisa kamu rasakan dalam sistem organisasi kemasyarakatan atau ketatanegaraan di sekitarmu hari ini? |
Lihat & unduh lengkap
Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.
Apa isi pertemuan ini?
Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.
Cara pakai pertemuan ini
Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.