LKPD Sejarah Kelas 11: Menerapkan Keterampilan Berpikir Diakronis dan Sinkronis Menganalisis Dampak Pendudukan Jepang Bidang Sosial dan Ekonomi
LKPD ini disusun untuk satu pertemuan Sejarah kelas 11 dengan topik "Menerapkan Keterampilan Berpikir Diakronis dan Sinkronis Menganalisis Dampak Pendudukan Jepang Bidang Sosial dan Ekonomi".
MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD
LKPD Sejarah Kelas 11: Menerapkan Keterampilan Berpikir Diakronis dan Sinkronis Menganalisis Dampak Pendudukan Jepang Bidang Sosial dan Ekonomi
Sejarah - Kelas 11
Bab 3 Pertemuan 3
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD) Sejarah — Kelas 11 (Fase F) Topik: Menerapkan Keterampilan Berpikir Diakronis dan Sinkronis Menganalisis Dampak Pendudukan Jepang Bidang Sosial dan Ekonomi INFORMASI UMUM
TUJUAN PEMBELAJARAN
PETUNJUK UMUM
KEGIATANKegiatan 1: Penerapan Berpikir Diakronis: Melacak Perubahan Kronologis Sosial-Ekonomi (1942–1945)Estimasi: 30 menit Alat & Bahan:
Petunjuk Pengerjaan:
Pertanyaan:1. Berdasarkan cara berpikir diakronis (kronologis dan melihat perubahan waktu), lengkapilah tabel analisis perubahan kondisi sosial dan ekonomi masyarakat Indonesia dari tahun 1942, 1943-1944, hingga 1945! Ruang tabel jawaban 2. Dengan menerapkan cara berpikir diakronis, uraikan bagaimana perubahan kebijakan ekonomi Jepang dari awal masuk (1942) hingga kekalahannya (1945) mempengaruhi taraf hidup sosial masyarakat Indonesia! Format jawaban nomor 1 berupa tabel 4 kolom: Kolom 1 (Periode Tahun: 1942 | 1943-1944 | 1945), Kolom 2 (Kondisi/Kebijakan Ekonomi), Kolom 3 (Dampak Bidang Sosial), Kolom 4 (Kesimpulan Dinamika Perubahan). Format jawaban nomor 2 berupa paragraf uraian analisis sebab-akibat kronologis sepanjang 1-2 paragraf. Kegiatan 2: Penerapan Berpikir Sinkronis: Bedah Struktur Mendalam Bidang Sosial-Ekonomi Tahun 1944Estimasi: 35 menit Alat & Bahan:
Petunjuk Pengerjaan:
Pertanyaan:1. Terapkan cara berpikir sinkronis untuk membedah kondisi masyarakat Indonesia pada tahun 1944: Bagaimana keterkaitan langsung antara kebijakan ekonomi autarki (swasembada wilayah militer) dengan munculnya sistem sosial Tonarigumi dan pengerahan Romusha pada tahun tersebut? 2. Lengkapilah bagan analisis sinkronis ruang lingkup tahun 1944 berikut dengan menghubungkan 3 sektor:
Format nomor 1 berupa uraian analitis keterkaitan antar-aspek (minimal 150 kata). Format nomor 2 berupa format bagan 3 kotak berurutan: Kotak A (Produksi Pangan 1944), Kotak B (Pengendalian Sosial 1944), Kotak C (Dampak Kesejahteraan 1944). Kegiatan 3: Sintesis Komparatif: Memadukan Pendekatan Diakronis dan SinkronisEstimasi: 25 menit Alat & Bahan:
Petunjuk Pengerjaan:
Pertanyaan:1. Berdasarkan aktivitas yang telah kalian lakukan, tunjukkan perbedaan mendasar hasil analisis dampak pendudukan Jepang di bidang sosial-ekonomi ketika didekati secara Diakronis dibandingkan secara Sinkronis! Tuliskan hasil diskusi pada tabel komparasi 2 kolom: Kolom 1 (Hasil Temuan Analisis Diakronis: Aspek Waktu & Perubahan 1942-1945), Kolom 2 (Hasil Temuan Analisis Sinkronis: Aspek Ruang, Struktur, & Hubungan Antar-sektor pada Tahun Tertentu). REFLEKSI1. Bagaimana keterampilan berpikir diakronis membantu kalian melihat pola perubahan kehidupan rakyat dari awal Jepang datang hingga menjelang proklamasi kemerdekaan? 2. Saat menerapkan cara berpikir sinkronis, keterkaitan struktur sosial dan ekonomi manakah yang paling menyadarkan kalian tentang beratnya penderitaan bangsa Indonesia pada masa pendudukan militer Jepang? 3. Apa manfaat menerapkan kedua cara berpikir sejarah ini dalam menganalisis permasalahan sosial dan ekonomi di sekitar kalian pada masa kini? |
Lihat & unduh lengkap
Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.
Apa isi pertemuan ini?
Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.
Cara pakai pertemuan ini
Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.