LKPDPertemuan 2Bab 2Fase FSemester 1

LKPD Sejarah Kelas 11: Menjelaskan Dinamika Peristiwa Sejarah Pergerakan Kebangsaan Indonesia Masa Radikal hingga Akhir Kolonialisme

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan Sejarah kelas 11 dengan topik "Menjelaskan Dinamika Peristiwa Sejarah Pergerakan Kebangsaan Indonesia Masa Radikal hingga Akhir Kolonialisme".

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD Sejarah Kelas 11: Menjelaskan Dinamika Peristiwa Sejarah Pergerakan Kebangsaan Indonesia Masa Radikal hingga Akhir Kolonialisme

Sejarah - Kelas 11

Bab 2 Pertemuan 2

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Sejarah — Kelas 11 (Fase F)

Topik: Menjelaskan Dinamika Peristiwa Sejarah Pergerakan Kebangsaan Indonesia Masa Radikal hingga Akhir Kolonialisme

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranSejarah
Fase / KelasFase F / Kelas 11
TopikMenjelaskan Dinamika Peristiwa Sejarah Pergerakan Kebangsaan Indonesia Masa Radikal hingga Akhir Kolonialisme
Alokasi Waktu2 JP (2 x 45 menit = 90 menit)
Tipe Aktivitascampuran
Tahun Ajaran2026/2027
Semester1
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Menjelaskan peristiwa sejarah Pergerakan Kebangsaan Indonesia dari awal abad ke-20 sampai masa akhir kolonialisme

PETUNJUK UMUM

  • Bacalah setiap ringkasan stimulus peristiwa sejarah dan instruksi kerja dengan cermat.
  • Kerjakan tugas secara mandiri atau berdiskusi dengan teman kelompok sesuai instruksi masing-masing kegiatan.
  • Fokuskan jawaban pada penjelasan fakta, sebab-akibat, serta alur peristiwa sejarah pergerakan kebangsaan Indonesia masa radikal hingga akhir masa kolonial Belanda.
  • Tuliskan jawaban pada format ruang jawaban yang telah disediakan secara jelas dan terstruktur.

KEGIATAN

Kegiatan 1: Menjelaskan Pergeseran Strategi: Masa Radikal Non-Kooperatif Organisasi Pergerakan

Estimasi: 25 menit

Alat & Bahan:

  • Buku Siswa Sejarah Kelas XI Bab 2
  • Alat tulis

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Cermati teks pengantar singkat berikut mengenai masa radikal pergerakan nasional (dekade 1920-an).
  2. Teks pengantar: 'Memasuki dekade 1920-an, corak pergerakan kebangsaan Indonesia mengalami pergeseran tajam ke arah radikal dan non-kooperatif. Organisasi seperti Perhimpunan Indonesia (PI) di Belanda dan Partai Nasional Indonesia (PNI) yang didirikan tahun 1927 menolak bekerja sama dengan pemerintah kolonial Belanda. Mereka menegaskan prinsip self-help (menolong diri sendiri) dan swasembada demi mencapai kemerdekaan penuh, yang memicu reaksi keras pemerintah kolonial berupa pembatasan hak berkumpul hingga penangkapan tokoh-tokohnya.'
  3. Jawablah pertanyaan penjelas berikut berdasarkan materi teks pengantar dan pemahaman sejarah yang telah dipelajari.

Pertanyaan:

1. Jelaskan mengapa organisasi pergerakan seperti PI dan PNI memilih garis perjuangan radikal non-kooperatif terhadap pemerintah kolonial Belanda pada dekade 1920-an!

2. Jelaskan bentuk tindakan represif yang dilakukan oleh pemerintah kolonial Belanda dalam merespons aksi radikal organisasi-organisasi pergerakan tersebut!

Tuliskan jawaban dalam bentuk paragraf uraian penjelasan (minimal 3-4 kalimat per nomor) pada lembar kerja yang tersedia.

Kegiatan 2: Menjelaskan Respon Organisasi Moderat Masa Bertahan: Petisi Soetardjo dan GAPI

Estimasi: 30 menit

Alat & Bahan:

  • Buku Siswa Sejarah Kelas XI Bab 2
  • Kertas catatan diskusi

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Setelah tekanan represif kolonial meningkat pada dekade 1930-an, strategi pergerakan kembali bergeser ke taktik moderat/kooperatif (masa bertahan).
  2. Lakukan diskusi bersama teman sebangku untuk menjelaskan peristiwa penting pada masa bertahan, yaitu Petisi Soetardjo (1936) dan pembentukan Gabungan Politik Indonesia/GAPI (1939).
  3. Isilah tabel penjelasan peristiwa sejarah di bawah ini dengan lengkap dan tepat.

Pertanyaan:

1. Lengkapi tabel penjelasan dinamika peristiwa sejarah masa moderat/bertahan (Petisi Soetardjo dan Tuntutan GAPI) berikut:

Ruang tabel jawaban

Isilah tabel 4 kolom berikut:
| Nama Peristiwa/Gerakan | Latar Belakang Munculnya Peristiwa | Isi Pokok Tuntutan/Gagasan | Sikap Pemerintah Kolonial Belanda |
| 1. Petisi Soetardjo (1936) | [Tuliskan penjelasan] | [Tuliskan penjelasan] | [Tuliskan penjelasan] |
| 2. Tuntutan GAPI (1939) | [Tuliskan penjelasan] | [Tuliskan penjelasan] | [Tuliskan penjelasan] |

Kegiatan 3: Menjelaskan Peristiwa Akhir Masa Kolonialisme Belanda di Indonesia

Estimasi: 35 menit

Alat & Bahan:

  • Buku Teks Sejarah Siswa Kelas XI
  • Lembar Kerja Murid

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Pelajari peristiwa-peristiwa penting yang menandai keruntuhan kolonialisme Belanda di Indonesia (krisis ekonomi global/Malaise 1930-an, pecahnya Perang Dunia II di Asia Pasifik, dan Perjanjian Kalijati 1942).
  2. Jelaskan keterkaitan peristiwa-peristiwa tersebut secara terstruktur menjawab pertanyaan yang diberikan.
  3. Kegiatan ini diakhiri dengan pengisian refleksi pembelajaran dan penutup kelas.

Pertanyaan:

1. Jelaskan bagaimana krisis ekonomi global (The Great Depression/Malaise) pada tahun 1930-an memperburuk kondisi sosial-ekonomi rakyat di Hindia Belanda dan melemahkan stabilitas pemerintah kolonial!

2. Jelaskan kronologi peristiwa kejatuhan kekuasaan kolonial Belanda kepada militer Jepang yang berpuncak pada Perjanjian Kalijati pada Maret 1942!

Tuliskan penjelasan runtut untuk masing-masing butir soal pada format uraian bernomor (1 dan 2) yang telah disediakan di lembar kerja.

REFLEKSI

1. Setelah menjelaskan dinamika masa radikal hingga keruntuhan kolonialisme Belanda, peristiwa sejarah apa yang menurutmu memberikan pelajaran paling penting tentang arti persatuan bangsa?

2. Bagaimana caramu menjelaskan kepada generasi sebaya pentingnya menghargai pengorbanan para tokoh pergerakan yang diasingkan demi kemerdekaan?

3. Bagian mana dari penjelasan peristiwa sejarah pergerakan kebangsaan hari ini yang sudah kamu pahami dengan sangat baik, dan bagian mana yang masih perlu kamu pelajari lebih dalam?

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.