LKPDPertemuan 8Bab 1Fase FSemester 1

LKPD Sejarah Kelas 11: Menerapkan Keterampilan Berpikir Sinkronis dalam Menganalisis Kondisi Sosial-Politik Perang Jawa

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan Sejarah kelas 11 dengan topik "Menerapkan Keterampilan Berpikir Sinkronis dalam Menganalisis Kondisi Sosial-Politik Perang Jawa".

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD Sejarah Kelas 11: Menerapkan Keterampilan Berpikir Sinkronis dalam Menganalisis Kondisi Sosial-Politik Perang Jawa

Sejarah - Kelas 11

Bab 1 Pertemuan 8

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Sejarah — Kelas 11 (Fase F)

Topik: Menerapkan Keterampilan Berpikir Sinkronis dalam Menganalisis Kondisi Sosial-Politik Perang Jawa

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranSejarah
Fase / KelasFase F / Kelas 11
TopikMenerapkan Keterampilan Berpikir Sinkronis dalam Menganalisis Kondisi Sosial-Politik Perang Jawa
Alokasi Waktu2 JP (2 x 45 menit = 90 menit)
Tipe Aktivitascampuran
Tahun Ajaran2026/2027
Semester1
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Menerapkan keterampilan berpikir diakronis dan sinkronis dalam menganalisis peristiwa perlawanan rakyat daerah terhadap penjajah

PETUNJUK UMUM

  • Bacalah instruksi pada setiap kegiatan dengan cermat sebelum mulai bekerja.
  • Gunakan keterampilan berpikir sejarah: diakronis (memanjang dalam waktu, mengamati urutan peristiwa kronologis) dan sinkronis (meluas dalam ruang, menganalisis kondisi struktur sosial, ekonomi, budaya, dan politik pada kurun waktu tertentu).
  • Kerjakan tugas secara mandiri atau berpasangan sesuai instruksi masing-masing kegiatan pada ruang jawaban yang telah disediakan.

KEGIATAN

Kegiatan 1: Kegiatan 1: Menerapkan Keterampilan Berpikir Diakronis pada Kronologi Perang Jawa (1825–1830)

Estimasi: 25 menit

Alat & Bahan:

  • Buku Siswa Sejarah Kelas 11 Bab 1
  • Alat tulis

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Cermati lima peristiwa penting dalam rangkaian Perang Jawa (1825–1830) berikut: A. Pematokan tanah makam leluhur Pangeran Diponegoro di Tegalrejo oleh Belanda; B. Penangkapan Pangeran Diponegoro saat perundingan di Magelang; C. Penerapan strategi Benteng Stelsel oleh Jenderal de Kock; D. Penyerangan kediaman Pangeran Diponegoro di Tegalrejo dan pengungsian ke Selarong; E. Pecahnya perlawanan gerilya berskala luas di Jawa Tengah dan Jawa Timur.
  2. Terapkan cara berpikir diakronis dengan mengurutkan peristiwa-peristiwa tersebut secara runtut menurut urutan waktu terjadinya (kronologis).
  3. Tuliskan urutan huruf peristiwa beserta penjelasan singkat alur sebab-akibatnya ke dalam tabel kronologi.

Pertanyaan:

1. Susunlah urutan kronologis yang tepat dari kelima peristiwa tersebut (tuliskan urutan hurufnya) dan jelaskan keterkaitan urutan waktu tersebut berdasarkan prinsip berpikir diakronis.

Ruang tabel jawaban

Tabel 3 kolom: Kolom 1 (Urutan Kronologis Peristiwa: 1 sampai 5), Kolom 2 (Huruf & Nama Peristiwa), Kolom 3 (Penjelasan Alur Kronologis Sebab-Akibat Berdasarkan Waktu).

Kegiatan 2: Kegiatan 2: Menerapkan Keterampilan Berpikir Sinkronis pada Kondisi Sosial-Politik Menjelang Perang Jawa

Estimasi: 35 menit

Alat & Bahan:

  • Teks ringkasan latar Perang Jawa dari Buku Siswa
  • Lembar kerja/buku catatan

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Bacalah konteks situasi Kesultanan Yogyakarta sekitar tahun 1820–1825 yang mencakup dimensi sosial, politik, ekonomi, dan keagamaan.
  2. Terapkan keterampilan berpikir sinkronis untuk membedah kondisi multi-aspek yang terjadi serentak/meluas dalam kurun waktu tersebut.
  3. Identifikasi bukti kondisi pada tiap aspek (Sosial-Budaya, Politik-Pemerintahan, dan Ekonomi) yang berkontribusi memicu perlawanan rakyat bersama Pangeran Diponegoro.

Pertanyaan:

1. Berdasarkan cara berpikir sinkronis (melihat keterkaitan berbagai aspek kehidupan pada suatu waktu tertentu), analisislah kondisi Kesultanan Yogyakarta periode 1820–1825 ke dalam 3 aspek: (a) Aspek Politik (campur tangan kolonial di keraton), (b) Aspek Ekonomi (pajak dan sewa tanah), serta (c) Aspek Sosial-Budaya (kehidupan masyarakat dan moral keraton).

2. Jelaskan bagaimana pendekatan sinkronis membantu memahami bahwa Perang Jawa tidak hanya disebabkan oleh satu faktor insidental (pemasangan patok di Tegalrejo), melainkan akumulasi berbagai aspek yang terjadi secara bersamaan.

Format uraian terstruktur: Bagian 1 memuat analisis 3 aspek sinkronis (Politik, Ekonomi, Sosial-Budaya); Bagian 2 memuat penjelasan keterkaitan komprehensif antara penyebab langsung dan kondisi struktural serentak.

Kegiatan 3: Kegiatan 3: Mengintegrasikan Berpikir Diakronis dan Sinkronis dalam Studi Kasus Perlawanan Rakyat

Estimasi: 30 menit

Alat & Bahan:

  • Buku Siswa Sejarah Kelas 11
  • Kertas kerja

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Pilih salah satu titik penting dalam Perang Jawa (misalnya: tahun 1825 saat awal perlawanan, atau tahun 1827 saat perubahan strategi militer).
  2. Diskusikan bersama rekan sebangku untuk menerapkan kedua pendekatan sejarah sekaligus: gambarkan posisi peristiwanya dalam garis waktu (diakronis) dan gambarkan irisan kondisi lingkungan sosial-militer pada saat itu (sinkronis).
  3. Tuliskan hasil pembandingan dan sintesis ke dalam format matriks komparatif.

Pertanyaan:

1. Lengkapi matriks penerapan berpikir sejarah pada titik tahun 1827: (a) Dari sudut pandang diakronis, peristiwa apa yang mendahului tahun 1827 dan apa peristiwa kelanjutannya? (b) Dari sudut pandang sinkronis, bagaimana situasi militer, kondisi geografis benteng, dan dukungan logistik rakyat yang saling mempengaruhi pada tahun 1827 tersebut?

Matriks 2 kolom: Kolom kiri (Penerapan Sudut Pandang Diakronis: urutan waktu sebelum-saat-sesudah 1827), Kolom kanan (Penerapan Sudut Pandang Sinkronis: integrasi aspek militer, logistik, dan ruang geografis pada 1827).

REFLEKSI

1. Apa perbedaan utama yang kamu rasakan saat melihat peristiwa Perang Jawa secara urutan waktu (diakronis) dibandingkan saat membedah kondisi berbagai aspek pada kurun waktu yang sama (sinkronis)?

2. Mengapa memahami peristiwa perlawanan rakyat daerah membutuhkan keterampilan berpikir diakronis dan sinkronis secara bersamaan?

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.