LKPDPertemuan 7Bab 1Fase FSemester 1

LKPD Sejarah Kelas 11: Menerapkan Keterampilan Berpikir Diakronis dalam Menyusun Kronologi Perlawanan Rakyat Abad XIX

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan Sejarah kelas 11 dengan topik "Menerapkan Keterampilan Berpikir Diakronis dalam Menyusun Kronologi Perlawanan Rakyat Abad XIX".

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD Sejarah Kelas 11: Menerapkan Keterampilan Berpikir Diakronis dalam Menyusun Kronologi Perlawanan Rakyat Abad XIX

Sejarah - Kelas 11

Bab 1 Pertemuan 7

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Sejarah — Kelas 11 (Fase F)

Topik: Menerapkan Keterampilan Berpikir Diakronis dalam Menyusun Kronologi Perlawanan Rakyat Abad XIX

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranSejarah
Fase / KelasFase F / Kelas 11
TopikMenerapkan Keterampilan Berpikir Diakronis dalam Menyusun Kronologi Perlawanan Rakyat Abad XIX
Alokasi Waktu2 JP (2 x 45 menit = 90 menit)
Tipe Aktivitascampuran
Tahun Ajaran2026/2027
Semester1
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Menerapkan keterampilan berpikir diakronis dan sinkronis dalam menganalisis peristiwa perlawanan rakyat daerah terhadap penjajah

PETUNJUK UMUM

  • Bacalah instruksi pada setiap aktivitas dengan cermat.
  • Gunakan keterampilan berpikir diakronis (memanjang dalam waktu, mengurutkan kronologi secara berkesinambungan) dan sinkronis (meluas dalam ruang, menganalisis kondisi sosial, ekonomi, atau politik pada satu kurun waktu tertentu).
  • Kerjakan penugasan secara berurutan pada lembar kerja yang telah disediakan.

KEGIATAN

Kegiatan 1: Aktivitas 1: Menerapkan Berpikir Diakronis dalam Kronologi Perang Diponegoro (1825–1830)

Estimasi: 25 menit

Alat & Bahan:

  • Buku Teks Sejarah Kelas XI Bab 1
  • Alat tulis

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Cermati empat peristiwa acak terkait Perang Diponegoro berikut: (A) Pemasangan patok jalan oleh pihak Belanda melintasi makam leluhur Pangeran Diponegoro di Tegalrejo; (B) Belanda menerapkan strategi Benteng Stelsel untuk mempersempit ruang gerak pasukan Diponegoro; (C) Pecah pertempuran terbuka dan pasukan Diponegoro melancarkan perang gerilya di bawah pimpinan Sentot Alibasya dan Kyai Mojo; (D) Penangkapan Pangeran Diponegoro saat perundingan di Magelang yang berujung pada pengasingan ke Manado dan Makassar.
  2. Susunlah keempat peristiwa tersebut secara runtut dan kronologis sesuai dimensi waktu diakronis (dari awal hingga akhir).
  3. Jelaskan keterkaitan sebab-akibat antarperistiwa dalam urutan kronologi tersebut.

Pertanyaan:

1. Tuliskan urutan kronologis yang tepat dari keempat peristiwa tersebut (gunakan huruf A, B, C, D) beserta rentang tahun perkiraan terjadinya peristiwa!

2. Berdasarkan prinsip berpikir diakronis, uraikan bagaimana peristiwa A memicu timbulnya peristiwa C, dan mengapa Belanda beralih ke peristiwa B sebelum akhirnya mencapai peristiwa D!

Tuliskan urutan abjad pada baris jawaban yang disediakan, lalu jawab uraian analisis sebab-akibat dalam 1-2 paragraf.

Kegiatan 2: Aktivitas 2: Penerapan Berpikir Sinkronis dan Diakronis pada Perang Padri

Estimasi: 30 menit

Alat & Bahan:

  • Buku Teks Sejarah Kelas XI
  • Lembar Kerja Siswa

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Bacalah konteks dinamika Perang Padri (1803–1837) yang terbagi menjadi dua fase: Fase I (konflik internal antara Kaum Padri dan Kaum Adat) dan Fase II (persatuan Kaum Padri dan Kaum Adat melawan kolonial Belanda melalui Plakat Puncak Pato).
  2. Lakukan analisis sinkronis dengan membedah situasi sosial-keagamaan dan politik pada Fase I.
  3. Lakukan analisis diakronis dengan mengidentifikasi perubahan haluan perjuangan dari Fase I menuju Fase II.

Pertanyaan:

1. Lengkapi tabel perbandingan sinkronis mengenai kondisi internal Minangkabau pada Fase I (sebelum Belanda campur tangan penuh) yang mencakup aspek sosial-keagamaan dan konstelasi pihak yang berkonflik!

Ruang tabel jawaban

2. Secara diakronis (perkembangan waktu dan kesinambungan), peristiwa apa yang mengubah pola perlawanan rakyat Minangkabau sehingga Kaum Adat dan Kaum Padri akhirnya bersatu melawan Belanda pada fase berikutnya?

Isi tabel 2 baris (Aspek Sosial-Keagamaan dan Pihak Berkonflik) serta sediakan 5-6 baris kalimat uraian di bawah tabel untuk jawaban nomor 2.

Kegiatan 3: Aktivitas 3: Komparasi Diakronis Perlawanan Abad XIX (Perang Diponegoro vs Perang Banjar)

Estimasi: 35 menit

Alat & Bahan:

  • Buku referensi sejarah
  • Kertas kerja

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Bandingkan alur waktu (diakronis) antara Perang Diponegoro (1825–1830) dan Perang Banjar (1859–1905) berdasarkan tiga tahapan: Titik Awal/Pemicu, Fase Puncak Perlawanan, dan Titik Akhir/Dampak perlawanan.
  2. Diskusikan bersama teman sebangku lalu rumuskan kesimpulan penerapan konsep diakronis terhadap kesinambungan taktik perlawanan rakyat daerah abad XIX.
  3. Selesaikan kegiatan termasuk pengisian refleksi dan penutupan pembelajaran.

Pertanyaan:

1. Lengkapi tabel komparasi tahapan waktu diakronis antara Perang Diponegoro dan Perang Banjar sesuai 3 tahapan kronologis!

Ruang tabel jawaban

2. Berdasarkan tabel komparasi diakronis tersebut, rumuskan persamaan pola kontinuitas (kesinambungan waktu) mengenai taktik yang digunakan rakyat daerah dalam menghadapi kekuatan penjajah pada abad XIX!

Tabel komparasi 3 baris tahapan (Pemicu, Puncak, Akhir) dengan 2 kolom perlawanan, dilanjutkan kolom simpulan diskusi 1 paragraf.

REFLEKSI

1. Bagaimana penerapan cara berpikir diakronis (runtutan waktu kronologis) membantumu memahami bahwa peristiwa perlawanan rakyat tidak terjadi secara tiba-tiba?

2. Dari peristiwa perlawanan daerah abad XIX yang telah kamu pelajari secara diakronis dan sinkronis, nilai keteladanan apa yang paling relevan kamu terapkan dalam kehidupan sehari-hari?

3. Bagian mana dari analisis kronologi peristiwa sejarah yang menurutmu paling menantang untuk dihubungkan secara sebab-akibat?

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.